Layanan Parafrase Penerbit Deepublish

Mengonversi Artikel Ilmiah menjadi Buku Referensi atau Buku Monograf

Apa Itu Layanan Parafrase?

Layanan Parafrase Penerbit Deepublish adalah layanan mengubah artikel ilmiah menjadi buku. Artikel ilmiah yang dimaksud adalah, disertasi, artikel untuk jurnal, artikel untuk prosiding, dan artikel ilmiah lainnya. Adapun caranya dengan mengubah struktur kata, kalimat, dan paragraf dari sumber tulisan tanpa mengubah makna aslinya. 

Fasilitas Layanan Parafrase yang Akan Didapatkan :

Restruktur Bab

Mengubah struktur bab KTI menjadi tampilan buku monograf atau buku referensi.

Menulis Kembali Kalimat atau Paragraf

Mengubah sebagian atau keseluruhan ragam kalimat KTI menjadi gaya bahasa khas buku yang lebih mudah dipahami, tanpa mengubah makna dan isi materinya.

Penyuntingan Naskah

Mengedit atau menyunting tatanan bahasa agar sesuai dengan kaidah kebahasaan Indonesia.

Proofread

Pengecekan akhir naskah agar sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)/EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Pendampingan Intensif Naskah

Penulis berhak memberikan revisi pada naskah yang telah diproses oleh tim.

Proses Penerbitan

Setelah KTI selesai di parafrase, selanjutnya naskah akan dilanjutkan pada proses penerbitan. Mulai dari pengajuan ISBN hingga menjadi buku cetak atau e-book ber-EISBN.

Layanan Parafrase Penerbit Deepublish

PARAFRASE
TANPA TERBIT

Adalah layanan mengubah artikel ilmiah menjadi softfile buku tanpa adanya proses penerbitan.

Mendapatkan Naskah Penelitian yang sudah diubah menjadi Buku Referensi atau Buku Monograf (Basic/Premium)

Pengecekan akhir naskah agar sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)/EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Gratis Layout Naskah (revisi maksimal 2 kali)

Tidak Ada

Tidak Ada

PARAFRASE
TERBIT VERSI EBOOK

Adalah layanan mengubah artikel ilmiah menjadi buku ber EISBN dalam bentuk E-Book dan diterbitkan.

Mendapatkan Naskah Penelitian yang sudah diubah menjadi Buku Referensi atau Buku Monograf (Basic/Premium)

Pengecekan akhir naskah agar sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)/EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Gratis Layout Naskah (revisi maksimal 2 kali)

Gratis Cover Naskah Premium (revisi maksimal 2 kali)

Buku Anda akan terbit dalam versi digital (mendapat E-ISBN)

Pemasaran ebook hanya melalui google book.

Anda akan mendapatkan royalti penjualan sebesar 10%

Tidak ada

PARAFRASE
TERBIT VERSI CETAK DAN EBOOK

Adalah layanan mengubah artikel ilmiah menjadi buku ber ISBN dalam bentuk buku cetak dan EISBN untuk E-Book.

Mendapatkan Naskah Penelitian yang sudah diubah menjadi Buku Referensi atau Buku Monograf (Basic/Premium)

Gratis Cover Naskah Premium (revisi maksimal 2 kali)

Gratis Layout Naskah Premium (revisi maksimal 2 kali)

Pengecekan akhir naskah agar sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)/EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Buku Anda akan terbit dalam versi digital (mendapat E-ISBN)

Pemasaran Ebook melalui google book, aksaramaya, Kubuku, dan Gramedia Digital.*

Buku Anda akan kami terbitkan versi cetak mendapatkan ISBN dan akan dicetak sesuai dengan jumlah permintaan

Melalui ecomers (marketplace, website)  jaringan reseller, pengadaan, dan sosial media.*

Anda akan mendapatkan royalti penjualan sebesar 10-15%

* tergantung dari jumlah cetak buku yang dipilih

Ada dua paket penawaran parafrasa yang Kami tawarkan, berikut rinciannya

Paket Basic

·         Restruktur Bab menjadi Buku Referensi / Buku Monograf

·         Mengubah sebagian kecil kalimat dalam satu paragraf 

·         Fokus Utama Parafrasa pada kutipan langsung yang terdapat pada artikel ilmiah


·         Restruktur Bab menjadi Buku Referensi / Buku Monograf

·         Mengubah total keseluruhan kalimat dalam satu paragraf

·         Fokus Utama Parafrasa terletak pada kutipan langsung dan kalimat tidak efektif yang terindikasi sukar dipahami 

·         Hasil lebih mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat umum

Jika Anda masih bingung untuk memilih kedua paket yang disediakan, Anda bisa mendownload perbandingan paket premium dan paket basic pada dokumen berikut

Bagaimana, Anda Tertarik dengan Penawaran Kami?

Jika Anda Tertarik, Berikut Tahapan Layanan Parafrase Penerbit Deepublish yang Akan Anda Lalui:

1. Naskah Masuk
Penulis mengirimkan naskah KTI ke Penerbit Deepublish. Selanjutnya Penerbit akan mengkonfirmasi naskah yang sudah diterima dan mengkonfirmasi proses parafrase konversi KTI jadi Buku Monograf / Referensi.

2. Screening Naskah
Pada tahap awal, tim akan melakukan screening awal naskah yang telah masuk. Screening ini berfokus pada kesalahan ketik dalam naskah.

3. Parafrase

Pada tahap ini, ada beberapa hal yang dilakukan, diantaranya :

  • Merestruktur bab dari KTI menjadi bab-bab dengan tema kecil khas buku.
  • Merombak beberapa bagian KTI, seperti rumusan masalah, manfaat, dan definisi operasional.
  • Mensyaratkan perombakan pada diksi, kelas kata, dan urutan kata dalam kalimat.
  • Merombak frasa menjadi klausa, kalimat aktif menjadi pasif (dan sebaliknya, bila perlu).
  • Merombak kalimat langsung menjadi tidak langsung.
  • Menggunakan sinonim/padanan kata untuk membuat perbedaan kosakata.
  • Memanfaatkan berbagai tata kelola kata kerja seperti atensi, argumentasi, asumsi, inferensi, dan uraian sebagai pilihan diksi maupun restatement.

4. Layout
Proses penataan naskah menjadi tampilan buku monograf atau referensi.

5. Proses Feedback
Pada tahap ini, Anda akan mereview dan memberikan revisi pada naskah yang telah diproses oleh tim. Jika ada revisi, tim akan mengerjakan sesuai dengan instruksi yang diberikan.

6. Pengajuan ISBN
Naskah yang sudah disepakati bersama, selanjutnya akan diproses untuk pengajuan nomor ISBN dalam bentuk buku digital ataupun cetak.

Daftar Layanan Parafrase dan Kirim Artikel Ilmiah Anda Sekarang Juga!

Teknik Menulis cara lain untuk menghindari plagiarisme ketika menulis buku adalah dengan melakukan kutipan tidak langsung. Mengutip secara tidak langsung dapat diwujudkan dalam tiga bentuk yakni membuat parafrase, meringkas atau menyusun kesimpulan.

Ketiga hal ini adalah cara pengutipan yang membutuhkan keahlian yang berbeda. Serta penting dilakukan saat menulis buku.

Pengertian Parafrase

Parafrase merupakan salah satu cara meminjam gagasan/ide dari sebuah sumber tanpa menjadi plagiat.

Menurut Kamus Oxford Advanced Leaner’s Dictionary, parafrase merupakan “cara mengekspresikan apa yang telah ditulis dan dikatakan oleh orang lain dengan menggunakan kata-kata yang berbeda agar membuatnya lebih mudah untuk dimengerti.”

Pengutipan yang dilakukan dalam teknik menulis parafrase merupakan kutipan yang menggunakan kata-kata sendiri untuk mengungkapkan ide yang sama. Sehingga dapat diaplikasikan saat menulis buku. Dan aktivitas tersebut ialah legal. Selain membuat gagasan lebih mudah untuk dimengerti, parafrase dapat juga digunakan untuk menjaga koherensi dan keutuhan alur tulisan.

Menurut OWL Purdue, sebuah website yang banyak memberikan ulasan tentang menulis buku akademis [sumber], parafrase didefinisikan sebagai berikut:
1) kemampuan seseorang untuk menulis ulang ide atau gagasan orang lain dengan kata-katanya sendiri dan ditampilkan dalam bentuk yang baru,
2) merupakan cara yang legal dan syah dalam meminjam gagasan orang lain,
3) sebuah pernyataan ulang (restatement) yang lebih lengkap dan detail dibandingkan dengan sebuah ringkasan. Teknik menulis parafrase merupakan sebuah keahlian yang sangat berharga karena:

  1. parafrase lebih baik dibandingkan dengan mengutip informasi dari sebuah paragraf atau tulisan yang kurang menonjol.
  2. Parafrase membantu penulis untuk mengontrol cobaan melakukan kutipan yang terlalu sering.
  3. Proses mental yang dibutuhkan bagi keberhasilan sebuah prafrase membantu penulis untuk memahami sepenuhnya makna teks sumber yang akan ia sadur.

Setiap penulis memiliki dan mengembangkan tekniknya sendiri untuk mengembangkan keahlliannya dalam melakukan parafrase. Teknik tersebut bersifat unik.

Bagi penulis pemula, ia perlu belajar mengembangkan keahlian membuat parafrase. Jika belum terbiasa melakukan teknik ini, berikut ini adalah 6 teknik menulis efektif dalam melakukannya seperti yang diberikan oleh panduan OWL Purdue [sumber]:

  1. Bacalah kembali teks sumber sampai Anda memahami benar isi teks tersebut
  2. Singkirkan teks/naskah asli tersebut dan tulislah ulang gagasan dalam teks tadi dalam sebuah kertas.
  3. Buatlah daftar beberapa kata dibawah parafrase Anda tadi untuk mengingatkan Anda kembali pada cara Anda memahami naskah asli tersebut. Di atas kartu catatan tadi, tuliskan kata kunci yang menunjukkan subjek atau tema parafrase Anda.
  4. Bandingkan tulisan Anda tadi dengan naskah aslinya untuk mengecek apakah semua gagasan, terutama gagasan yang penting telah tercantum dalam hasil tersebut.
  5. Gunakan tanda petik ganda untuk mengidentifikasi istilah-istilah khusus, terminologi, atau frase yang Anda pinjam dari naskah asli, dan yang Anda ambil sama pesis dengan naskah asli.
  6. Tuliskan sumber (termasuk halaman) pada kertas catatan Anda sehingga ini mempermudah Anda untuk menuliskan sumber pustaka atau referensi, bila Anda bermaksud mengambil parafrase tersebut

Jika masih memiliki kesulitan dalam melakukan parafrase, maka mulailah berlatih dari tingkatan yang termudah terlebih dahulu, yakni membuat parafrase pada taraf kalimat.

SPESIAL BULAN INI
GRATIS !!

Sedang berencana ingin Menulis Buku Ajar? Dapatkan EBOOK PREMIUM GRATIS dari Penerbit Deepublish berikut ini :
1. Ebook Self Publishing
2. Ebook Premium Panduan Menulis Buku
3. Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme

Segera download selagi masih GRATIS !!

Contoh Parafrase

Sebelum memparafrase satu artikel saat Anda menulis buku ilmiah. Jika telah cukup mahir dalam melakukan teknik ini, maka buatlah tulisan untuk sebuah paragraf. Berikut ini adalah contoh parafrase untuk tingkat kalimat terlebih dahulu:

Contoh 1:

kalimat asli         : Sebuah kejutan di bidang realita maya (virtual reality) terjadi pada tahun 1961 dengan kemunculan Sensoramanya Heilig.

Parafrase            : Hasil karya Heillig yang dikenal dengan nama Sensorama membawa perubahan yang signifikan dalam sejarah realita maya (krisnawati, 2000, hlm 55).

Contoh 2:

kalimat asli         : Komputer mampu membawa orang ke tempat-tempat yang belum pernah bisa mereka kunjungi sebelumnya, termasuk ke permukaan planet lain.

Parafrase            : Melalui komputer, orang dapat pergi ke tempat yang belum pernah mereka kenal. (Krisnawati, 2000, hlm 57).

Sebagai pemula, hasil diatas masih diijinkan. Namun jika telah belajar dan memiliki keahlian lebih, baik Booth maupun panduan dari OWL universitas Purdue menjelaskan bahwa parafrase yang sangat mirip dengan naskah aslinya masih dianggap sebagai melakukan plagiasi, sekalipun sumber aslinya dicantumkan disana. Ini merupakan hal yang sangat pelik dan memerlukan banyak latihan. Sebagai contoh simaklah contoh 3 & 4:

Contoh 3:

Naskah Asli:

Sangatlah pelik untuk mendefinisikan plagiasi saat Anda melakukan ringkasan. Keduanya memang berbeda, tetapi batas-batas parafrase dan ringkasan sangatlah tipis sehingga Anda tidak menyadari jika Anda berpindah dari melakukan teknik ini menjadi meringkas, kemudian berpindah ke malakukan plagiasi.

Apapun tujuanmu, teknik ini sangat mirip dengan naskah asli dianggap sebagai melakukan plagiasi, meskipun Anda telah menuliskan sumbernya (Booth et al., 2005, hlm 203).

Paragraf dibawah ini dianggap hasil plagiasi karena parafrase yang sangat mirip dengan naskah aslinya:

Sangatlah sulit untuk mendefinisikan plagiasi saat ringkasan dan parafrase terlibat didalamnya, karena meskipun mereka berbeda, batas-batas keduanya sangatlah samar, dan seorang penulis mungkin tidak mengetahui kapan ia melakukan ringkasan, parafrase atau plagiasi.

Meski demikian, parafrase yang sangat dekat dengan sumbernya diperhitungkan sebagai hasil plagiasi, meskipun sumber aslinya dicantumkan disana.

Contoh berikutnya menunjukkan parafrase yang berada diperbatasan antara plagiasi dan yang diijinkan:

Sangatlah sulit untuk membedakan antara ringkasan, parafrase dan plagiasi. Anda berisiko melakukan plagiasi jika Anda melakukan parafrase yang sangat mirip, meskipun Anda tidak bermaksud untuk melakukan plagiasi dan mencantumkan sumber naskah aslinya.

Kata-kata dalam paragraf diatas masih dapat dilacak sumbernya oleh seorang pembaca yang teliti, jika ia pernah membaca sumber tersebut. Berikut ini adlah contoh parafrase yang aman dan tidak dianggap sebagai plagiasi:

Menuruth Booth, Colomb, dan Williams, penulis terkadang melakukan plagiasi tanpa mereka sadari karena mereka menggira melakukan ringkasan, saat mereka melakukan parafrase yang terlalu mirip dengan naskah asli, suatu aktifitas yang disebut plagiasi. Bahkan saat aktifitas tersebut dilakukan dengan tidak sengaja dan sumber pustakanyapun dituliskan (hlm 203).

Contoh 4:

Naskah Asli:

Mahasiswa sering berlebihan dalam menggunakan kutipan langsung saat membuat catatan, sebagai akibatnya mereka menggunakan kutipan yang berlebihan dalam tugas karya ilmiah (paper).

Mungkin hanya sekitar 10% dari manuskrip akhir yang diperbolehkan muncul dalam bentuk kutipan langsung.

Oleh sebab itu, Anda harus berusaha untuk membatasi jumlah penulisan yanag sama persis dengan materi sumber saat kallian menulis buku atau catatan. Lester, James D. Writing Research papers. 2nd ed. (1976): 46-47.

Parafrase yang legal:

Dalam paper ilmiah, mahasiswa sering mengutip berlebihan, dan gagal untuk mengubah materi yang dikutip ke level yang diinginkan. Karena masalahnya bersumber dari penulisan catatan, maka sangatlah penting untuk meminimalkan pencatatan materi atau kata per kata yang sama persis (Lester 46-47).

Parafrase versi plagiat:

Mahasiswa sering menggunakan terlalu banyak kutipan langsung saat mereka menulis buku atau catatan. Sebagai akibatnya, ada banyak kutipan langsung dalam paper tugas akhir mereka. Seharusnya hanya sekitar 10% paper berisi kutipan langsung. Dengan demikian, sangatlah penting untuk membatasi jumlah materi yang dikopi saat melakukan catatan.

e-book menulis buku ajar

Apakah Anda sedang atau ingin menerbitkan buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara gratis. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini .

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang teknik menulis  anda dapat melihat Artikel-artikel berikut:

  1. Pedoman dan Model Acuan Teknik Menulis Buku Teks yang Berkualitas
  2. Cara Melejitkan Kemampuan Teknik Menulis dalam Sekejap!
  3. Refleksi Teknik Menulis Melalui Post-Peer Feedback
  4. Pengaplikasian Peer Feedback Dalam Teknik Menulis

Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!