Teknik Menulis: Menggunakan Tanda Baca Yang Benar [Bagian 1]

teknik menulis

Teknik Menulis | Orang sering menggunakan tanda baca semaunya dalam menulis. Hal tersebut harus dihindari dalam melakukan teknik menulis.

Teknik menulis | Adakalanya kegagalan besar datang dari hal yang terkecil. Ya! Setiap jerih payah perjuangan kita juga ditentukan oleh hal kecil yang kita lakukan. Pernahkah Anda mendengar pepatah Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit?

Tentu saja kita yang telah mengenyam pendidikan dari bangku sekolah dasar sampai sekarang ini, paham apa maksud dari pepatah itu. Baik digunakan dalam motivasi positif, hingga ungkapan negatif sekalipun, makna inti keduanya selalu sama. Dalam kata lain, kita tidak boleh mengabaikan satu hal sekecil apapun jika hal itu berkaitan dengan kita!

Dalam melakukan teknik menulis buku buku, banyak sekali kaidah penulisan yang sudah banyak dijelaskan. Kaidah tersebut mengandung muatan aturan tata cara penulisan. Kegiatan melakukan teknik menulis buku buku mempunyai kaidah bahasa tulis harus diperhatikan agar dapat meningkatkan kualitas buku. Seperti hal kecil semacam penggunaan huruf kapital, huruf miring, hingga penggunaan tanda baca.

Tanda baca adalah objek penanda dalam suatu kalimat sampai paragraf. Setiap tanda baca memiliki fungsinya masing-masing. Namun sayangya, tidak semua orang benar-benar memahami penggunaan tanda baca yang baik dan benar. Hal ini dikarenakan oleh kebebasan orang dalam mengekspresikan komunikasi tidak langsung melalui surat baik elektronik maupun konvensional, gadget, dan berbagai macam multimedia masa kini. Maka dari itu, pada bagian ini kita akan membahas penggunaan tanda Titik (.) dan tanda koma (,). Tujuannya? Tentu saja untuk melakukan teknik menulis buku yang berkualitas. Berikut penjelasan tentang fungsi-fungsinya:

Tanda Titik (.)

  1. Fungsi tanda titik yang paling utama dan umum dipahami oleh banyak orang adalah sebagai penanda berakhirnya kalimat. Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan, ataupun seruan. Contoh kalimatnya:

– Nenekku meninggal dua bulan yang lalu.
– Tanggal 17 Agustus adalah hari kemerdekaan Indonesia.
– Gadis cantik itu bukan kekasihku.
– Raiz melakukan teknik menulis buku buku berdasarkan pengalaman pahitnya.

  1. Tanda titik tidak hanya digunakan dalam kalimat saja. Akan tetapi, tanda titik dapat digunakan bahkan dibelakang satu huruf maupun angka. Dalam penulisan bagan, ikhtisar, atau daftar, tanda titik diletakkan dibelakang angka atau huruf. Contohnya:

– IV. Daerah Istimewa Yogyakarta
A. Kota Yogyakarta
B. Kabupaten Bantul
1. . . . . . . . . . .

– 1. Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar Tangan
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik

*)keterangan: bold dan underline menyatakan BAB, underline menyatakan sub-BAB, dan tanpa bold ataupun underline menyatakan pecahan sub-BAB.

  1. Jarang diketahui, tanda titik juga dapat digunakan sebagai pemisah angka jam, menit, dan detik. Hal ini disebabkan tanda tersebut sering digantikan oleh titik dua (:) Contoh penggunaan titik dalam pemisah angka jam, menit, dan detik:

– Pukul 21.25.07 (Pukul 21 lewat 25 menit 7 detik)
– Pukul 13.45.45 (Pukul 13 lewat 45 menit 45 detik)

  1. Selain itu tanda titik juga dapat digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan JANGKA waktu. Contohnya:

– 3.45.12 (3 jam, 45 menit, 12 detik)
– 0.14.26 (14 menit, 26 detik)

  1. Dalam penulisan sumber referensi, tanda titik jug berperan banyak. Tanda titik digunakan di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan nada tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka. Contoh:

– Ali, Muhammad. 1994. Lenyapnya Sang Pencerah. Malang: Generasi Edan Media.

  1. Dalam penulisan bilangan yang lebih dari seratus, tanda titik juga diperlukan. Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan ataupun kelipatannya. Tanda titik digunakan untuk memperjelas jumlah. Contohya:

– Desa itu berpenduduk 13.500 orang.
– Tsunami yang terjadi pagi tadi menewaskan 1.094 jiwa.
– Dana bersih dari kegiatan tersebut adalah Rp 25.780.000 (dua puluh lima juta tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah)

Namun ada pengecualian jika angka tersebut tidak menunjukkan jumlah seperti.
– Lihatlah halaman 2104 untuk mengetahui proses perkembangbiakannya!
– Pegawai dalam kantor itu sebagian besar lahir pada tahun 1988.
– Nomor handphone Bapak Sutejo adalah 081234567890.

  1. Tanda titik juga memiliki larangan penggunaan, yaitu: tanda titik TIDAK digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya. Contohnya

– Acara Kunjungan Presiden Joko Widodo
– Eksotisnya Merak Jawa
– Tabel 3.1 Tingkat Pemahaman Masyarakat Terhadap MEA
– Bentuk dan Kebudayaan (Bab I UUD 1945)

  1. Adapun beberapa larangan berikutnya, tanda titik TIDAK dipakai dalam kepala surat yang. Lebih tepatnya, tanda tersebut tidak digunakan di belakang alamat pengirim, dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat. Contohnya

– Jalan Pramuka 13
Cirebon
21 February 2013
Yth. Sdr. Imam Prayogi
– Jalan Imam Bonjol 55
Surabaya
Kantor Penerbit Z

Tanda Koma (,)

  1. Tanda koma seringkali digunakan di tengah kalimat. Tanda ini umumnya digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau perbilangan. Letak penempatan tanda koma (,) ada dibelakang kata yang mengikutinya. Contohnya:

– Shinta membeli garam, gula, penyedap rasa, dan cuka di warung sebelah.
– Indra, Indri, dan Indro adalah anak kembar tiga.
– Lima, empat, tiga, dua, satu, . . . . stop!

  1. Dalam pembentukan kalimat perbandingan tanda koma juga berperan penting. Tanda koma digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya didahului oleh kata seperti tetapi, walau, namun, atau melainkan. Contohnya:

– Pertunjukkan itu sungguh menarik, tetapi membahayakan penonton disekitarnya.
– Mereka tidak berasal dari Kalimantan Timur, melainkan Kalimantan Tengah.

  1. Lebih lanjut lagi, tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat, jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Contohnya:

– Kalau tempat itu cukup luas, kita akan pakai tempat itu.
– Karena sudah bekerja, dia akan lupa dengan kampusnya.

  1. Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kata. Kata atau kata-kata terebut adalah oleh karena itu, maka dari itu, lagi pula, meskipun begitu, walaupun begitu, namun, dan akan tetapi. Contohnya:

– . . . . jadi, kita sebaiknya pergi secepatnya.
– . . . . lagi pula, mereka sudah tidak punya kekuatan untuk melawan.
– . . . . maka dari itu, wajib hukumnya untuk mandi besar.
– . . . . meskipun begitu, dia masih memikirkan ayahnya.

  1. Tanda koma juga digunakan sebagai pemisah partikel dengan inti kalimat. Partikel tersebut adalah kata sepertu o, ya, oiya, hmm, wah, aduh, kasihan, hati-hati, yasudah, dan segala macam bentuk partikel bebas. Contohnya:

– Wow, ternyata kacamata itu sangat canggih!
– Oh, aku kira kamu makan batu.
– Emm, kalau kita batalkan saja gimana?

  1. Sering ditemukan dalam bentuk percakapan pada buku, tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Contohnya:

– Kata Paman, “Jangan menengok ke belakang ketika berjalan di tengah kuburan”
– “Astagfirullah,” Sahut Bu Fatima, “Saya tidak percaya apa yang saya dengar.”

  1. Tanda koma digunakan di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, dan (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. Contohnya:

– Berkas ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jalan Raya Darmaga, Bogor.
– Sdr. Rima Setyaningsih, Jalan KHA Dahlan, Yogyakarta.
– Semarang, 17 July 1994
– Bangkok, Thailand

  1. Dalam penulisan daftar pustakan, tanda koma digunakan untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya. Contohnya:

– Dwiloka, Bambang. 2001. Pangan dan Gizi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
– Frick, Heinz. 2008. Pedoman Karya Ilmiah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

  1. Tanda koma juga digunakan diantara bagian-bagian dalam catatan kaki. Contohnya:

– W.J.S. Poerwadarminta , Bahasa Indonesia untukk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia. 1967), hlm. 4.

  1. Tanda koma digunakan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga. Contohnya:

– B. Sasikirana, S.H.
– Ny. Andriyani, M.A.

  1. Dalam penulisan bilangan, tanda koma digunakan di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contohnya:

– 84,5 m
– Rp 10,49

  1. Kalimat bertingkat juga membutuhkan tanda koma. Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Contohnya:

– Temanku, Irfan, adalah orang yang sangat rajin.
– Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang-orang berkonsultasi dengan dukun.
– Semua siswa, baik laki-laki maupun yang perempuan, diberi hukuman untuk berlari setengan lapangan sebanyak 5 kali.

  1. Tanda koma digunakan untuk menghindari salahbaca (miss interpretation) di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Contohnya:

– Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh.
Bandingkan dengan:
– Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.

  1. Tanda koma TIDAK digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Contohnya:

– “Mengapa dia melakukannya?” tanya Zainudin.
– “Jangan sampai kecolongan lagi!” Doni menegaskan.

Berdasarkan penjelasan diatas tanda baca semacam tanda titik (.) dan tanda koma (,) memuat beberapa kaidah fungsi yang wajib kita terapkan dalam melakukan teknik menulis buku. Ternyata, tanda baca sekecil itu digunakan dibanyak situasi. Untuk itulah melakukan teknik menulis buku tidak boleh melupakan hal sekecil ini.

Jadilah penulis yang peka terhadap hal kecil, jika ingin tulisan buku kita laris di pasaran. Sehingga, kegiatan melakukan teknik menulis buku Anda akan berasa bermanfaat terutama bagi Anda sendiri. Semoga bermanfaat dan tunggu bagian selanjutnya!

Referensi:

  1. Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2002. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Edisi Revisi 2012. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca diakses pada 8 Juni 2016 pukul 10.20 WIB
  3. http://johnnyshagara.blogspot.co.id/2012/03/penggunaan-tanda-baca-titik-dan-koma.html diakses pada hari 8 Juni 2016 pukul 10.25 WIB

[Mas Aji Gustiawan]

 

 

Anda punya RENCANA MENULIS BUKU

atau NASKAH SIAP CETAK?

Silakan daftarkan diri Anda sebagai penulis di penerbit buku kami.

Anda juga bisa KONSULTASI dengan Customer Care yang siap membantu Anda sampai buku Anda diterbitkan.

Anda TAK PERLU RAGU untuk segera MENDAFTAR.

Silakan ISI FORM di laman ini. 🙂

 



This post has been seen 11622 times.
(Visited 7,972 times, 21 visits today)

One Comment

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *