Teknik Menulis: Menggunakan Tanda Baca Yang Benar Bagian II

teknik menulis

Teknik Menulis | Kebiasaan menggunakan tanda baca keluar dari aturan akan menyebabkan kesalahpahaman penggunaan tanda baca yang berkepanjangan.

Teknik menulis, jika kita membiarkan kesalahan penulisan tetap berlarut-larut, kita akan terbiasa melakukan teknik menulis dengan tata aturan yang salah. Tapi hal ini bisa disembuhkan dengan belajar. Jangan malu untuk belajar lagi ke dasar-dasarnya! Karena sifat malu itulah yang seringkali menjadi penghalang kesuksesan kita. Termasuk sukses dalam melakukan teknik menulis buku. Lagipula, belajar dari hal yang paling dasar dapat me-refresh apa yang pernah kita pelajari sebelumnya.

Maka dari itu, pada bagian ini kita akan membahas penggunaan tanda titik koma (;) tanda titik dua (:), tanda hubung (-), tanda pisah (- -), dan tanda ellipsis/titik-titik(…). Lima tanda baca ini adalah tanda baca yang penggunaannya seringkali kurang tepat. Seperti menggunaan titik dua (:) dalam kalimat yang seharusnya titik koma (;) atau penggunaan tanda ellipsis yang berlebihan. Berikut penjelasan tentang lima tanda baca tersebut beserta fungsi-fungsinya:

Tanda Titik Koma (;)

  1. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Contohnya:

– Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
– Semuanya merasa terhibur; penonton melakukan standing applause.

  1. Tanda titik koma digugunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. Contohnya:

– Kakak melakukan teknik menulis buku karangan pribadi di kamarnya; Adik menonton TV di ruang tamu.
– Wawan tidak menyukai futsal karena tidak handal menggunakan kakinya; Galan tidak menyukai basket karena terlalu banyak menggunakan tangan.

Tanda Titik dua (:)

  1. Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti suatu rangkaian yang berhubungan mengakar. Contohnya:

– Kita memerlukan perlengkapan memasak: wajan, spatula, panci, dan penyaring.
Jika rangkaian merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan, tanda titik dua TIDAK dipakai. Contohnya:
– Kita memerlukan wajan, spatula, panci, dan penyaring.

  1. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Contohnya:

– Ketua                 : Sigit Pramana Putra
Wakil Ketua      : Nur Alwan
Sekretaris          : Tutut Apriyani
Bendahara        : Danti Syahriana
– Hari/Tanggal    : Ahad, 1 Mei 2016
Waktu                 : pukul 09.30 WIB
Tempat             : Ruang A.2.1 Kampus 3 UTY

  1. Tanda titik dua digunakan pada teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Contohnya:

Ferdi                   : (sambil memandang ke bawah) “Mungkin memanglah ini akhirnya”
Winda                 : (menepuk pundak Fredi) “Hei, ngapain ngelamun sendirian?”
Ferdi                   : (kaget) “Eh, Winda..”

  1. Tanda titik dua di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan subjudul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Contohnya:

– Tempo, 1 (1971), 34:7
– Al-Kahfi: 15
– Karangan Joko Genta, Rahasia Hidup: Cerita di Balik Cerita, sudah terbit.
– Setiati, Eni. 2008. 7 Jurus Jitu Melakukan teknik menulis Buku Best Seller. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Tanda Hubung (-)

  1. Tanda hubung digunakan untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Contohnya:

– Selain digunakan untuk menjadi pelindung tubuh, rompi itu ju-
ga didesain senyaman mungkin.
– Terkadang, adakalanya kita harus berhenti untuk mengkhayal-
kan imajinasi kita terlalu tinggi.
Adapun pengecualian terhadap pemotongan suku kata, jika karakter pada baris terakhir adalah huruf vokal. Contohnya:
– Semenjak diperketatnya aturan kampus, komunitas itu
seperti merasa tidak punya tempat.
BUKAN
– Semenjak diperketatnya aturan kampus, komunitas i-
tu seperti merasa tidak punya tempat.

  1. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsure-unsur kata ulang. Contohnya:

– Kunang-kunang, berang-berang, biri-biri
– Anak-anak, kuda-kuda, ramai-ramai
– mondar-mandir, maju-mundur, kebiru-biruan

  1. Tanda hubung digunakan untuk menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian pada penulisan tanggal. Contohnya:

– p-a-r-t-i-s-i-p-a-s-I, k-n-o-w-l-e-d-g-e, s-o-f-y-u-d-i-n
– 13-10-2012

  1. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas (a) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan, dan (b) penghilangan bagian kelompok kata. Contohnya:

– ber-evolusi
– dua puluh lima-ribuan
– tanggung jawab dan kesetiakawanan-sosial
Bandingkan dengan:
– ber-revolusi
– dua-puluh-lima-ribuan
– tanggung jawab dan kesetiakawan sosial

  1. Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan ­­–an, (d) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (e) nama jabatan rangkap. Contohnya:

– se-Kalimantan
– hari jadi pernikahan yang ke-10
– era 80-an
– mem-PHK-kan
– Menteri-Sekretaris Negara

  1. Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan unsur Bahasa Indonesia dengan unsure bahasa asing. Contohnya:

– se-stylish mungkin
– peng-upload-an
– di-backup
Tanda Pisah (– –)

  1. Tanda pisah digunakan untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat. Contohnya:

– Kebahagiaan hidup – semua orang mendambakannya – diperoleh melalui harmonisasi batin terhadap lingkungan kehidupan disekitarnya.
– Hukum di Indonesia – saya sangat ragu – dapat ditegakkan oleh penegak hukum yang anti terhadap segala bentuk penyuapan.

  1. Tanda pisah digunakan untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

– Para anggota grup band itu – Rico, Morris, “G.G”, dan Zafira – telah memberi dampak sosial yang cukup besar selain melantunkan musik slow, namun pedas mengritik penguasa.
– Istri muda Pak Sholeh – yang berada di Surabaya – telah mengandung 5 bulan.

  1. Tanda pisah digunakan di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti ‘sampai’. Contohnya:

– 1903 – 1955
– Yogyakarta, 13 – 20 November 2015
– Siang – malam
– Jakarta – Batam

Tanda Ellipsis/Titik-titik ( … )

  1. Tanda ellipsis ada yang ditulis dengan cara titik-spasi-titik-spasi-titik ( . . . ) Tanda tersebut digunakan dalam penulisan kalimat yang terputus-putus. Contohnya:

– Kalau begitu . . . ya, lebih baik kita cari tempat makan lain.
– Hmm . . . aku juga bingung dengan tingkahnya.

  1. Tanda ellipsis digunakan untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Contohnya.

– Makanan-makanan berformalin … supaya tidak beredar lagi di pasaran.
– Hal yang patut dihindari … serta menjadi sumber masalah dalam melakukan teknik menulis buku.
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik ( …. ); tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu buah untuk menandai akhir kalimat. Contohnya:
– Semua yang telah ia lalu, bukanlah hal yang dapat ….
– Sayangnya, tidak semua orang setuju dengan ….

 

Berdasarkan penjelasan diatas, setiap tanda baca berperan penting dalam pembentukkan kalimat yang bagus. Pembentukkan kalimat yang bermutu juga didorong oleh kepekaan penulis dalam melakukan teknik menulis buku. Sekali lagi, kepekaan tersebut didorong dengan intensitas kerajinan dalam melakukan teknik menulis buku. Semoga bermanfaat dan silahkan ke bagian 3 untuk belajar lebih banyak lagi!

 

Referensi:

  1. Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2002. Teknik Melakukan teknik menulis Karya Ilmiah. Edisi Revisi 2012. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca diakses pada tanggal 13 Juni 2016 pukul 10.20 WIB
  3. http://ulfizaa.blogspot.co.id/2013/02/pemakaian-tanda-baca-titik-dua-dan.html diakses pada tanggal 14 Juni 2016 pukul 11.00 WIB
  4. https://beritagar.id/artikel/tabik/tanda-hubung-dan-tanda-pisah diakses pada tanggal 14 Juni 2016 pukul 10.33 WIB
  5. http://ketikakuberkata.blogspot.co.id/2016/01/penulisan-dalam-pemakaian-tanda-elipsis.html diakses pada tanggal 14 Juni 2016 pukul 10.40 WIB

[Mas Aji Gustiawan]

 

Anda punya RENCANA MENULIS BUKU

atau NASKAH SIAP CETAK?

Silakan daftarkan diri Anda sebagai penulis di penerbit buku kami.

Anda juga bisa KONSULTASI dengan Customer Care yang siap membantu Anda sampai buku Anda diterbitkan.

Anda TAK PERLU RAGU untuk segera MENDAFTAR.

Silakan ISI FORM di laman ini. 🙂



This post has been seen 1017 times.
(Visited 220 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *