Menyusun daftar pustaka dan sitasi dalam karya ilmiah sering kali tidak mudah karena harus mengikuti gaya sitasi tertentu. EndNote hadir sebagai aplikasi manajemen sitasi yang membantu membuat kutipan dan daftar pustaka secara otomatis sehingga mengurangi kesalahan. Meski belum sepopuler Zotero atau Mendeley, EndNote tetap penting dikenal sebagai alternatif yang bermanfaat.
Dikutip melalui artikel ilmiah berjudul “Penggunaan Mendeley dan Endnote dalam Menyisipkan Sitasi” karya Fitri Maya Puspita, dkk. yang terbit di Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, EndNote adalah aplikasi untuk membantu mengatur referensi, menulis sitasi, dan membuat daftar pustaka secara otomatis saat menyusun karya ilmiah.
Fungsi EndNote mirip dengan Zotero dan Mendeley, sehingga bisa menjadi alternatif bagi pengguna yang membutuhkan aplikasi manajemen referensi. EndNote juga dapat diinstal di komputer atau smartphone serta dihubungkan dengan Microsoft Word agar proses penulisan kutipan dan daftar pustaka menjadi lebih praktis.
Jadi, tahap pertama untuk menggunakan aplikasi manajemen sitasi ini adalah mengunduh masternya terlebih dahulu. Yakni di website resmi milik EndNote, kemudian disusul proses instalasi. Berikut detail langkah-langkahnya:
Aplikasi EndNote tidak hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sitasi dalam proses penulisan karya tulis ilmiah. Melainkan juga bisa difungsikan untuk keperluan lainnya. Berdasarkan informasi dari Chat GPT Versi 4, yang diakses pada 13 Desember 2024, berikut beberapa fungsi dari aplikasi ini:
Fungsi yang pertama dari aplikasi yang dibuat oleh Richard Niles ini adalah mengelola koleksi referensi. Sebagai dosen maupun mahasiswa, dijamin memiliki banyak bahan bacaan yang bisa dijadikan referensi atau rujukan ilmiah.
Misalnya punya koleksi buku ilmiah elektronik, koleksi artikel ilmiah dari berbagai jurnal, dan lain sebagainya. Koleksi ini bisa disimpan begitu saja di perangkat, seperti di partisi D komputer Anda.
Namun, aplikasi buatan Richard Niles ini bisa membantu proses pengelolaan koleksi referensi tersebut. Dimana bisa menjadi tempat penyimpanan seluruh referensi dan bisa dihubungkan dengan penyimpanan daring atau Cloud. Anda bisa mengatur penyimpanan berdasarkan kategori, sehingga lebih rapi dan mudah ditemukan.
Fungsi lain EndNote adalah membantu mencari referensi ilmiah dengan lebih praktis. Melalui fitur Online Search, pengguna bisa terhubung ke berbagai database publikasi seperti Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Dengan begitu, pencarian referensi tidak perlu lagi dilakukan lewat browser karena bisa langsung dilakukan dari aplikasi.
Jika ingin menggunakan aplikasi EndNote untuk mencari referensi ilmiah kredibel, maka berikut langkah-langkahnya:
Fungsi aplikasi EndNote berikutnya adalah membantu membuat daftar pustaka dalam berbagai gaya sitasi. Aplikasi ini bisa membantu membuat daftar pustaka otomatis. Baik itu dalam APA Style, MLA, Chicago, IEEE, dan lain sebagainya.
Silahkan mengecek apa saja gaya sitasi yang didukung oleh aplikasi ini. Sehingga daftar pustaka yang dibuat bisa disesuaikan dengan gaya sitasi yang ditetapkan perguruan tinggi maupun media publikasi (jurnal, prosiding, dan penerbit buku).
EndNote juga berfungsi untuk membuat sitasi pada kutipan secara otomatis. Aplikasi ini membantu mencantumkan sumber kutipan sesuai gaya sitasi yang digunakan, baik di akhir kutipan maupun dalam bentuk catatan kaki (footnote). Dengan begitu, penulisan sitasi menjadi lebih mudah, cepat, dan minim kesalahan.
EndNote juga berfungsi untuk mengelola dokumen PDF. Pengguna dapat membuka file PDF langsung di aplikasi, lalu memberi penanda pada bagian yang dianggap penting. Penanda tersebut akan tetap tersimpan, sehingga memudahkan saat ingin membaca ulang atau menemukan bagian yang diperlukan untuk kutipan dan keperluan lainnya.
Fungsi selanjutnya dari aplikasi manajemen sitasi ini adalah untuk berbagi referensi. Salah satunya dengan fitur penyimpanan koleksi di Library melalui penyimpanan daring. Seperti Cloud maupun Google Drive.
Koleksi referensi di ruang penyimpanan daring ini kemudian bisa dibagikan kepada rekan sesama dosen atau mahasiswa. Sehingga ada proses berbagai referensi untuk kemudahan menemukan referensi terbaik dan relevan dengan kebutuhan.
Aplikasi EndNote dan juga Mendeley memang memiliki fungsi utama yang sama. Yakni untuk manajemen referensi, baik mengelola koleksi referensi maupun membuat daftar pustaka otomatis di karya tulis ilmiah.
Meskipun fungsi utamanya sama, berhubung keduanya dikembangkan dua perusahaan yang berbeda. Maka otomatis akan dijumpai beberapa perbedaan, bahkan cukup signifikan. Berikut rangkumannya:
Jika dilihat dari segi biaya penggunaan layanan, maka akan dijumpai perbedaan pada dua aplikasi manajemen referensi ini. Mendeley seperti yang diketahui bersifat gratis. Baik ketika mengunduh master, instalasi, dan memakai semua fiturnya.
Berbeda halnya dengan EndNote yang sifatnya berbayar. Layanan masih gratis sebatas pada pengunduhan master dan instalasi ke perangkat. Namun untuk memakai fitur-fitur di dalamnya, pengguna wajib berlangganan paket.
Jika Anda dosen atau mahasiswa, maka bisa bertanya ke bagian akademik atau pihak terkait. Sebab ada banyak perguruan tinggi di Indonesia yang sudah memiliki akses ke aplikasi ini. Sehingga memberikan akses gratis pada dosen dan mahasiswa yang dinaungi.
Perbedaan yang kedua adalah pada sistem penyimpanan. Pada aplikasi Mendeley, sistem penyimpanan fokus pada cloud atau penyimpanan daring. Pengguna versi gratis hanya memiliki kapasitas cloud maksimal 2 GB. Jika butuh lebih, maka wajib upgrade akun menjadi berbayar.
Sementara pada aplikasi EndNote, ruang penyimpanan disediakan dalam beberapa pilihan. Penyimpanan daring di Cloud dan juga bisa ke EndNote Online. Sekaligus bisa disimpan ke penyimpanan lokal di perangkat elektronik yang digunakan.
Perbedaan yang ketiga adalah pada kompatibilitas. Pertama, adalah untuk terintegrasi dengan Ms Word. Keduanya sama-sama bisa terintegrasi, hanya saja memiliki cara berbeda. Mendeley memakai plugin, sementara EndNote memakai Cite While You Write.
Kedua, kedua aplikasi manajemen referensi ini memiliki kompatibilitas dengan sistem operasi yang berbeda. Pada Mendeley, kompatibel untuk sistem operasi Windows, Mac, Linux, iOS, dan Android. Sementara EndNote pada Windows, Mac, dan EndNote Online.
Perbedaan yang keempat adalah dari pengelolaan PDF. Kedua aplikasi ini bisa digunakan untuk membuka dan membaca dokumen dalam format PDF. Selain itu, keduanya sama-sama bisa membantu memberi penanda.
Hanya saja, pengguna EndNote hanya bisa membaca dan mengelola dokumen PDF secara tunggal. Sementara pada Mendeley, pengguna bisa melakukan aktivitas mandiri dan saling berbagai file PDF dengan pengguna lain.
Perbedaan yang kelima adalah pada fitur pencarian referensi. Seperti penjelasan sebelumnya, aplikasi EndNote mendukung pengguna mencari referensi dari sejumlah database publikasi ilmiah. Seperti PubMed dan lainnya.
Selain itu, aplikasi ini juga bisa ditambahkan koleksi referensi pribadi milik pengguna dari perangkat. Sehingga bisa dimasukan ke dalam Library yang sudah disediakan. Lain halnya dengan Mendeley yang tidak terhubung dengan database publikasi.
Pengguna wajib memiliki dokumen dalam format yang sesuai dan dimasukan secara manual ke Library aplikasi ini. Baru kemudian bisa membantu menyusun daftar pustaka otomatis.
Perbedaan selanjutnya adalah pada fitur kolaborasi. Secara umum, kedua aplikasi ini menyediakan fitur kolaborasi. Sehingga bisa saling berbagi koleksi referensi ilmiah dengan pengguna lainnya.
Hanya saja, pada EndNote fitur ini tidak realtime. Misalnya kolaborasi lewat ruang penyimpanan cloud. Sehingga lebih dianjurkan untuk penggunaan pribadi atau individu. Lain halnya dengan Mendeley yang bisa mendukung kolaborasi secara realtime dengan pengguna lain.
Perbedaan berikutnya adalah pada dukungan pelanggan. Setiap aplikasi tentunya menyediakan layanan dukungan pelanggan. Sehingga pelanggan atau pengguna bisa bertanya, menyampaikan kendala, dan sebagainya kepada pihak pengembang.
Dilihat dari aspek ini, keduanya memiliki perbedaan. Pada aplikasi ENdNote, layanan dukungan pelanggan melalui email, situs atau website resmi, dan forum daring. Sementara pada Mendeley lebih beragam. Yakni melalui email, website resmi, akun media sosial, forum daring, dan aplikasi lewat fitur “Help”.
Dari beberapa perbedaan tersebut, tentunya bisa dijadikan bahan pertimbangan harus memakai aplikasi yang mana. Sebab meski fungsi dasarnya sama, tapi perbedaan ini menentukan aplikasi mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Adapun cara menggunakan aplikasi EndNote sendiri pada dasarnya tidak sulit. Apalagi jika sebelumnya sudah pernah menggunakan aplikasi sejenis. Seperti Mendeley dan Zotero. Penggunaan aplikasi ini bisa dimulai dari penambahan Library dan pembuatan daftar pustaka otomatis.
Dikutip melalui Repository Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, berikut penjelasannya:
Cara penggunaan yang pertama adalah menambah daftar referensi dan dimasukkan ke Library di EndNote. Jika mencari referensi dulu di database publikasi, maka berikut langkah-langkahnya dengan contoh dari database Google Scholar:
Cara penggunaan yang kedua adalah untuk membuat sitasi, baik pada kutipan maupun daftar pustaka otomatis. Berikut langkah-langkahnya:
Jika menemukan perbedaan pilihan menu, maka artinya ada pengembangan dari pihak pengembang aplikasi. Hal ini tentu lumrah karena setiap aplikasi akan terus dikembangkan dan diperbaharui oleh pengembang. Jadi, silahkan lebih teliti mencari menu yang sesuai. Sebab besar kemungkinan hanya pindah posisi atau tata letak saja.
Itulah penjelasan secara rinci mengenai apa dan bagaimana menggunakan aplikasi EndNote. Aplikasi manajemen referensi yang bisa diandalkan dosen dan mahasiswa. Sehingga memudahkan penyusunan karya tulis ilmiah dengan sitasi yang jelas dan tepat.
Jika memiliki pertanyaan, opini, atau ingin sharing pengalaman berkaitan dengan topik dalam artikel ini. Jangan ragu menuliskannya di kolom komentar. Klik juga tombol Share agar informasi dalam artikel ini tidak berhenti di Anda saja. Semoga bermanfaat.
Dalam melaksanakan kegiatan penelitian, penyusunan proposal, dan sebagainya. Dosen maupun mahasiswa dan peneliti akan memasuki…
Jika Anda menulis dan menerbitkan buku, maka tentu perlu memastikan mengajukan Hak Cipta atas buku…
Karya tulis terbagi menjadi 2 jenis utama, yakni karya tulis ilmiah dan nonilmiah. Tahukah Anda,…
Bulan Ramadan tidak hanya diisi dengan kegiatan puasa wajib, tadarus Al-Qur’an, maupun ibadah sunnah lain…
Meski mudah lelah dan letih saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, produktivitas akademik dosen…
Masihkah Anda bingung dengan perbedaan jurnal dan artikel ilmiah? Bagi beberapa orang, keduanya dianggap hal…