Information

Buku Antologi: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Perbedaan dengan Bunga Rampai

Jika menulis buku dirasa masih terlalu berat, karena minimal terdiri dari 50 halaman. Maka bisa mempertimbangkan menulis buku antologi. Baik antologi berisi cerpen, puisi, dan lain sebagainya. 

Menulis antologi bisa menjadi langkah awal bagi penulis untuk mengembangkan karir di dunia kepenulisan. Namun, menyusun naskah antologi tentunya tidak asal-asalan dan penulis harus paham apa itu antologi dan bagaimana menerbitkannya. Berikut informasinya.  

Pengertian Buku Antologi

Secara etimologi, kata antologi berasal dari bahasa Yunani. Yakni dari istilah “anthologia” yang artinya “kumpulan bunga”. Istilah ini kemudian digunakan di berbagai bidang. Salah satunya di bidang kepenulisan dan penerbitan. 

Sehingga muncul istilah buku antologi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antologi memiliki definisi kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. 

Jadi, secara umum antologi adalah suatu jenis karya tulis berbentuk buku yang berisi beberapa karya tulis pilihan dari jenis dan tema yang seragam. Misalnya ketika seseorang menyebut antologi puisi. 

Maka buku tersebut berisi beberapa puisi pilihan dengan tema yang seragam. Jadi, puisi tidak bisa disatukan menjadi antologi dengan cerpen. Begitu juga dengan jenis karya tulis lainnya. Sebab harus satu jenis saja. 

Ciri-Ciri Buku Antologi

Memahami lebih dalam lagi mengenai apa itu buku antologi. Maka perlu mengenal ciri-ciri atau karakteristik khas yang dimiliki buku ini. Sehingga bisa dibedakan dengan jenis buku lainnya. Secara umum ciri-cirinya antara lain: 

1. Berisi Kumpulan Karya Tulis

    Ciri pertama dari buku jenis antologi adalah isinya yang terdiri dari beberapa atau kumpulan karya tulis. Sehingga isinya tidak fokus di satu cerita atau kisah. Melainkan beberapa kisah pendek yang kemudian disatukan menjadi buku. 

    Sesuai penjelasan sebelumnya, jika antologi cerpen maka isinya beberapa cerpen. Namun dipilih dalam tema yang sama agar selaras. Sehingga antologi tidak bisa hanya terdiri dari satu karya tulis, melainkan beberapa. 

    Tidak ada ketentuan pasti mengenai batas minimalnya. Secara umum, 5 karya tulis yang dikumpulkan sudah bisa disebut antologi. Namun, jika di bawah 5 umumnya belum disebut sebagai antologi. Terkait jumlah minimal pada karya di dalam antologi, biasanya ditentukan pihak penerbit. 

    2. Setiap Karya Tulis Berdiri Sendiri

      Ciri kedua dari buku antologi adalah setiap karya yang menjadi isinya berdiri sendiri. Artinya, meski satu tema dan disatukan dalam satu judul buku. Namun, setiap bab atau setiap karya tulis tidak saling terkait. 

      Misalnya dalam antologi cerpen dengan tema persahabatan. Bab pertama cerpen karya A, bab kedua cerpen dari penulis B, dan seterusnya. Setiap cerpen memiliki tokoh, konflik, alur, dan unsur cerpen lain sendiri-sendiri. Sehingga tidak berkaitan dengan cerpen lain dari bab lainnya.

      Hal ini memungkinkan pembaca untuk mendapatkan banyak cerita dari antologi cerpen. Kemudian membebaskan mereka harus membaca dari bab mana atau judul cerpen yang mana. Sebab satu sama lain punya cerita sendiri. 

      3. Karya Tulis yang Dihimpun Memiliki Tema Sama

        Ciri ketiga dari buku antologi adalah karya tulis yang dikumpulkan menjadi satu memiliki tema yang sama. Sekaligus memiliki jenis yang sama. Sesuai penjelasan di awal, antologi cerpen akan berisi beberapa cerpen. Sementara antologi puisi akan berisi beberapa puisi. Sehingga tidak akan bercampur. 

        Selain itu, penerbit biasanya memilih karya tulis dengan tema yang sama agar selaras dan menjadi ciri khas sekaligus daya tarik antologi tersebut. Jika tema berlainan, maka cenderung berpotensi membingungkan pembaca. 

        4. Bisa Ditulis Mandiri Maupun Kolaborasi

          Antologi bisa berisi kumpulan karya tulis yang ditulis satu orang penulis dengan tema dan jenis yang sama. Namun, bisa juga diisi karya tulis karya beberapa penulis yang memiliki tema sama. 

          Penulis bisa berkolaborasi secara mandiri untuk mengumpulkan masing-masing karya mereka. Bisa juga dibantu pihak penerbit. Misalnya penerbit buku yang membuka lomba cerpen dengan suatu tema. Kemudian, cerpen terpilih akan diterbitkan menjadi antologi cerpen. 

          5. Terdapat Peran Penulis dan Penyusun

            Ciri buku antologi berikutnya adalah memiliki peran tidak hanya penulis dalam penyusunan naskah. Namun, ada juga peran dari penyusun. Seringkali penyusun antologi adalah editor di suatu penerbit. Namun, bisa juga dikerjakan tim penerbit lainnya. 

            Penyusun memiliki tugas untuk mengumpulkan karya tulis dengan tema yang sama. Kemudian memilih karya tulis mana saja yang dinilai layak untuk diterbitkan menjadi antologi. Selanjutnya mengatur susunannya. 

            Adanya peran penyusun membuat karya tulis tersusun sistematis. Misalnya antologi puisi bisa dibuka dengan puisi pendek, kemudian semakin masuk ke halaman lebih dalam maka bertemu puisi panjang. Sehingga meningkatkan keterbacaan antologi tersebut. 

            Struktur Buku Antologi

            Jika dilihat dari segi struktur, buku antologi tidak berbeda jauh dengan buku jenis lainnya. Sama-sama memiliki cover atau sampul, kata pengantar, daftar isi, isi dalam bentuk per bab, dan profil atau biodata penulis. Berikut detailnya: 

            1. Sampul (Cover)
            2. Kata Pengantar
            3. Daftar Isi
            4. Isi Antologi
            5. Profil atau Biodata Penulis

            Sebagai catatan tambahan, struktur antologi di atas bersifat umum. Beberapa penerbit mungkin memiliki struktur tersendiri. Misalnya profil penulis diletakan di akhir setiap bab. Beberapa penerbit lainnya mengumpulkan profil setiap penulis di halaman terakhir. 

            Buku Antologi yang Sering Ditemui

            Buku antologi memiliki jenis yang sangat beragam. Mulai dari jenis antologi dilihat dari karya sastra yang dimuat, jumlah penulis, tema karya tulis, genre, dan lain sebagainya. Jika dilihat dari jenis karya tulis yang dimuat dalam antologi maka terdapat 3 jenis di Indonesia. Yaitu: 

            1. Antologi Cerpen

              Antologi cerpen adalah antologi yang berisi kumpulan cerpen dari satu penulis maupun beberapa orang penulis. Cerpen yang dikumpulkan memiliki tema yang sama dan diterbitkan menjadi antologi. 

              2. Antologi Puisi

                Antologi puisi adalah antologi yang berisi kumpulan puisi dari satu penulis maupun beberapa orang penulis. Sehingga isinya adalah beberapa puisi dengan tema yang sama. 

                Bagi Anda yang suka dan memiliki karya tulis berbentuk puisi. Maka bisa diterbitkan menjadi buku dalam bentuk antologi. Ada banyak antologi puisi bisa dijumpai di Indonesia dan masuk ke berbagai toko buku. Sehingga puisi yang ditulis dalam satu halaman saja tetap bisa terbit menjadi buku. 

                3. Antologi Pantun

                  Antologi pantun adalah antologi yang berisi kumpulan pantun dalam satu tema yang ditulis satu penulis maupun beberapa penulis. Pantun-pantun ini kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi satu judul buku. 

                  Antologi pantun tentunya hanya dijumpai di negara yang mengenal karya tulis jenis pantun. Seperti Indonesia, Malaysia, dan negara rumpun Melayu lain di Asia Tenggara. Sehingga antologi pantun tidak dijumpai di beberapa negara, khususnya negara di luar rumpun melayu. 

                  Selain itu, pantun telah resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO yang diajukan bersama oleh Indonesia dan Malaysia. Jadi, bagi siapa saja yang sering membuat pantun maka bisa diterbitkan dalam bentuk antologi. 

                  Apa Perbedaan Antologi dan Bunga Rampai?

                  Membahas mengenai buku antologi, mungkin menganggapnya sama dengan bunga rampai (book chapter). Hal ini terjadi, karena definisinya nyaris mirip. Antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan. Sementara bunga rampai adalah kumpulan karya tulis ilmiah. 

                  Meskipun secara definisi mirip, akan tetapi keduanya adalah dua jenis buku yang berbeda. berikut detail perbedaannya dari beberapa aspek: 

                  1. Jenis Karya Tulis

                    Aspek pertama yang membedakan antologi dengan bunga rampai adalah jenis karya tulis yang dihimpun. Antologi menghimpun karya tulis nonilmiah seperti cerpen, puisi, pantun, dan sebagainya. 

                    Sedangkan bunga rampai mengumpulkan karya tulis ilmiah dan biasanya berbentuk artikel ilmiah. Berhubung jenis karya tulis yang dihimpun berbeda. Maka tentu mempengaruhi sumber karya tulis tersebut. 

                    Karya tulis di dalam bunga rampai bersumber dari hasil penelitian. Semetara pada antologi yang merupakan karya tulis nonilmiah, maka sumbernya dari hasil karangan atau imajinasi penulisnya (fiksi). 

                    2. Penulis

                      Melalui perbedaan pertama, maka pintu akan mempengaruhi siapa yang menulis buku antologi dan bunga rampai. Antologi karya sastra bisa ditulis siapa saja yang memiliki karya tulis buatan sendiri (orisinil). 

                      Sementara bunga rampai, setiap artikel ilmiah yang dihimpun hanya bisa ditulis oleh ahli di bidangnya. Yakni dari kalangan akademisi seperti dosen dan peneliti profesional. Sehingga bunga rampai tidak bisa ditulis siapa saja atau oleh sembarang orang. 

                      3. Jumlah Penulis

                        Perbedaan ketiga adalah dari segi jumlah penulis. Pada buku antologi, penulis bisa dari satu orang saja. Namun bisa juga berisi karya dari beberapa orang penulis yang dihimpun menjadi satu. 

                        Sementara pada bunga rampai, umumnya tidak bisa isinya ditulis oleh satu orang penulis. Melainkan oleh beberapa penulis. Misalnya beberapa dosen dengan topik penelitian di satu bidang keilmuan yang sama. 

                        4. Tujuan Penyusunan dan Penerbitan

                          Hal keempat yang membedakan antara antologi dengan bunga rampai adalah tujuan penyusunan. Bagi penulis, karya tulis yang diterbitkan dalam bentuk antologi menjadi bagian dari publikasi karya yang telah dibuat. 

                          Sekaligus memberikan manfaat kepada para pembaca. Baik itu manfaat memberi hiburan, motivasi, inspirasi, dan sebagainya. Berbeda dengan bunga rampai, tujuan utama penyusunan dan penerbitannya adalah untuk menyebarluaskan hasil penelitian. 

                          Sehingga hasil penelitian tersebut diketahui lebih banyak orang. Kemudian digunakan atau dimanfaatkan masyarakat luas. Bagi dosen, menyusun dan menerbitkan bunga rampai juga bertujuan memenuhi tugas pokok penelitian, memenuhi BKD, mengembangkan karir akademik, dll. 

                          Baca juga: Book Chapter: Format, Ketentuan, Contohnya

                          Contoh Buku Antologi

                          Mengenal dan memahami lebih dalam mengenai buku antologi. Maka bisa mencoba membaca salah satu atau beberapa antologi yang sudah terbit. Berikut beberapa contohnya: 

                          1. Buku Antologi Puisi Peladang Cedera

                            Antologi karya dari Tivana Firsta Haryono Putri berisi beberapa puisi yang bertemakan cinta. Penulis ingin menceritakan dan menjelaskan mengenai rasa cinta yang dimiliki, perkembangannya, dan dilema untuk mengungkapkannya. 

                            2. Buku Antologi Cerita Fantasi The King Of Mafia

                              Buku antologi ini disusun oleh Annida Amiroh Al-Jannah, dkk. dan berisi kumpulan cerpen. Cerpen yang dihimpun mengusung kisah-kisah menarik dan penuh misteri. Namun tetap menghibur dan memberi pesan moral kepada pembacanya. 

                              3. Buku Antologi Pantun

                                Contoh berikutnya adalah Buku Antologi Pantun yang berisi kumpulan pantun karya dari 3 orang penulis. Yakni Imam Rohani, Bambang Dwi Imsawan dan juga Nia Yuniasari. Pantun yang dihimpun sendiri terinspirasi dari kehidupan pengurus dan anak-anak di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa “Nurus Syamsi”. 

                                Referensi:

                                1. Media Indonesia. (2025). Antologi Adalah: Kumpulan Karya Sastra yang Beragam. Diakses pada 19 Februari 2026 dari https://mediaindonesia.com/humaniora/758746/antologi-adalah-kumpulan-karya-sastra-yang-beragam
                                2. Blue Rose One. (n.d). Anthology: Definition, Types, Traits with Examples. Diakses pada 18 Februari 2026 dari https://blueroseone.com/publish/what-is-anthology/
                                3. Aziz, Y. A. (2022). Buku Antologi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh. Diakses pada 19 Februari 2026 dari https://bukunesia.com/dasar-menulis/buku-antologi/
                                4. Penerbit Guepedia. [@guepedia_penerbitan]. (2020, Nov 26). Struktur Buku Antologi Puisi…. [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/CIDCDGAHFGj/
                                5. Zahirpedia. [@zahirpedia.id]. (2024, Des 12). Perbedaan Antologi dan Bunga Rampai…. [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DDedUW8T1Ne/?img_index=1
                                6. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2020). UNESCO Tetapkan Pantun sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda. Diakses pada 19 Februari 2026 dari https://setkab.go.id/unesco-tetapkan-pantun-sebagai-warisan-budaya-dunia-takbenda/
                                Karimatun Nisa

                                Recent Posts

                                Rekomendasi Penerbit Cerpen, Gratis Sampel Cetak

                                Setelah menyusun cerpen (cerita pendek), maka sebaiknya dikirim ke penerbit cerpen. Kenapa? Sebab, melalui penerbit…

                                3 hari ago

                                Penerbit Deepublish: Penerbit di Yogyakarta

                                Memilih penerbit di Yogyakarta, tentu tidak bisa asal-asalan. Sebab, penerbit ini yang akan menangani publikasi…

                                4 hari ago

                                Panduan Menulis Kritik Sastra dan Cara Penerbitannya

                                Pernahkah Anda mendengar istilah kritik sastra? Sekalipun ada istilah “kritik” di dalamnya, akan tetapi isi…

                                5 hari ago

                                40 Inspirasi Judul Karya Ilmiah Remaja dari Berbagai Topik

                                Menyusun karya ilmiah remaja (KIR) tentu bukan hal yang asing bagi remaja di Indonesia. Sebab…

                                1 minggu ago

                                10 Syarat Buku Ajar untuk Pemenuhan Poin KUM Jabatan Fungsional Dosen

                                Salah satu syarat mutlak agar dosen bisa mengajukan usulan kenaikan jenjang jabatan fungsional (jabfung) adalah…

                                1 minggu ago

                                Penerbit Deepublish Jalin Kolaborasi dengan Universitas Negeri Padang, Gelar Workshop Penguatan Publikasi Akademik Dosen

                                Penerbit Deepublish resmi memperpanjang kolaborasi dengan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Publikasi…

                                2 minggu ago