Karir Akademik

Kriteria yang Harus Dipenuhi dalam Menulis Buku Ajar untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

Salah satu tujuan sekaligus keuntungan dalam menulis buku ajar adalah menunjang pengembangan karir akademik dosen. Menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik tentunya langkah yang tepat. 

Menulis dan menerbitkan buku bisa menjadi strategi untuk akselerasi kenaikan jenjang jabatan akademik dosen. Namun, buku tersebut tentunya harus memenuhi sejumlah kriteria agar diakui dalam penilaian angka kredit. Berikut informasinya. 

Mengapa Menulis Buku Ajar Penting bagi Dosen?

Buku ajar adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah dalam bentuk buku yang isinya membahas materi pembelajaran dan disusun oleh pakar di bidangnya sebagai pegangan dalam kegiatan belajar mengajar. 

Secara umum, buku ajar disusun oleh dosen di Indonesia. Buku ajar ditujukan kepada mahasiswa untuk dijadikan pegangan dalam mengikuti perkuliahan dan belajar mandiri. Lalu, apa urgensi dosen untuk rutin menulis dan menerbitkan buku ajar? Berikut beberapa alasannya:

1. Bagian dari Kewajiban Akademik Dosen Indonesia

Alasan yang pertama, karena menulis dan menerbitkan buku ajar adalah salah satu dari sekian kewajiban akademik yang wajib dijalankan oleh dosen. Sesuai dengan ketentuan, menulis buku ajar termasuk pelaksanaan tugas pengajaran.

Lebih tepatnya pada subunsur pengembangan bahan ajar. Jadi, menulis buku ajar sangat penting bagi dosen. Sebab menjadi salah satu bentuk sikap profesional. Sekaligus mengoptimalkan kinerja akademik yang dimiliki.

2. Menunjang Kelancaran Pembelajaran

Buku ajar yang merupakan bagian dari pengembangan bahan ajar oleh dosen. Kemudian ditujukan kepada mahasiswa untuk menunjang proses pembelajaran bersama dampingan dosen di kelas maupun belajar mandiri.

Maka menulis buku ajar menjadi penting bagi dosen untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran. Mahasiswa bisa dengan mudah mengikuti pembelajaran. Sebab memiliki pegangan dan sumber informasi tambahan selain apa yang disampaikan oleh dosen.

3. Mendorong Optimasi Mutu Proses dan Hasil Pembelajaran

Bersama buku ajar yang rutin diterbitkan oleh dosen, maka semakin banyak pegangan mahasiswa mengikuti perkuliahan. Para mahasiswa bisa dengan mudah memahami materi dan memperdalam pemahaman selain mengandalkan penjelasan dosen.

Sehingga buku ajar yang disusun dan diterbitkan oleh dosen ikut berkontribusi meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sekaligus mutu dari hasil pembelajaran, sebab mahasiswa bisa lebih mudah memahami materi perkuliahan.

4. Membantu Dosen Memenuhi BKD

Menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik, tentunya berkaitan juga dengan BKD. Jadi, alasan lain yang membuat buku ajar perlu ditulis dan diterbitkan dosen adalah membantu memenuhi BKD.

Dalam BKD, setiap dosen di Indonesia khususnya dosen tetap wajib memenuhi target kinerja minimal 12 SKS per semester. Setiap menjelang akhir semester, dosen wajib menyusun LKD di SISTER untuk dinilai sudah memenuhi target atau belum.

Buku ajar bisa membantu dosen memenuhi target tersebut, karena memiliki bobot SKS. Sehingga semakin rutin menerbitkan buku ajar, semakin mudah bagi dosen memenuhi target BKD. Namun, per tahun dosen hanya bisa melaporkan buku ajar maksimal 1 judul. Demikian juga dengan buku ilmiah lainnya.

5. Menunjang Kenaikan Jabatan Akademik

Menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik adalah strategi yang tepat. Sebab selain memiliki bobot SKS dalam BKD. Buku ajar yang diterbitkan dosen juga memiliki tambahan poin angka kredit.

Sesuai ketentuan, buku ajar yang termasuk tugas pendidikan akan masuk ke penilaian Angka Kredit Konversi. Hanya saja belum ada penerbitan juknis baru di tahun 2026 yang membahas AK Konversi tersebut.

Jika mengacu pada juknis tahun 2025, yakni tercantum di dalam Kepmendiktisaintek No. 63/M/KEP/2025. Angka kredit buku ajar adalah 20 poin. Sehingga menerbitkannya membantu memperoleh AK Konversi maksimal. kemudian bisa mempercepat pemenuhan syarat untuk kenaikan jenjang jabatan akademik.

6. Menguatkan Reputasi dan Kepakaran Dosen serta Institusi

Menulis buku ajar juga penting bagi dosen karena mendukung penguatan reputasi akademik. Baik reputasi dosen sendiri, maupun reputasi dari perguruan tinggi yang menaungi. Sebab publikasi ilmiah yang dihasilkan dosen, juga menjadi kinerja akademik perguruan tinggi.

Lewat publikasi buku ajar yang relevan dengan kepakaran dosen di bidang keilmuan. Maka ikut membantu membangun akademik branding sebagai pakar di bidang keilmuan tersebut. Sekaligus mendapat rekognisi dari masyarakat luas, karena ada bukti berupa buku ajar berkualitas.

7. Memberikan Manfaat Ekonomi

Alasan lainnya kenapa dosen perlu rutin menerbitkan buku ajar adalah untuk mendapat manfaat ekonomi. Publikasi akademik dosen dalam bentuk penerbitan buku ilmiah, masih menjadi satu-satunya publikasi yang memberi pemasukan.

Yakni melalui royalti. Sehingga bisa menjadi sumber pemasukan tambahan. Hasil royalti bisa digunakan dosen untuk mendanai penerbitan buku selanjutnya, biaya pelatihan untuk pengembangan diri, dan lain sebagainya.

Kriteria Buku Ajar agar Diakui dalam Penilaian Angka Kredit

Menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik tentunya bukan satu-satunya syarat naik jabatan dosen. Selain itu, buku ajar untuk kebutuhan pengembangan karir juga harus memenuhi kriteria atau standar yang ditetapkan Kemdiktisaintek. 

Sehingga tidak hanya harus memenuhi kriteria buku ajar berkualitas. Akan tetapi juga memenuhi kriteria Kemdiktisaintek tersebut supaya diakui dalam penilaian angka kredit. Berikut kriteria yang dimaksud:

1. Terbit dengan ISBN

Kriteria buku ajar untuk kenaikan jenjang jabatan akademik yang pertama adalah terbit dengan ISBN. ISBN diterbitkan oleh Perpusnas RI. Jika buku ajar diterbitkan perusahaan penerbit kredibel, maka memenuhi syarat untuk mengajukan ISBN ke Perpusnas.

Oleh sebab itu, dosen perlu memastikan penerbit yang dipilih bisa menerbitkan naskah buku ajar ber-ISBN. Cek juga terbitan buku ajar sebelumnya dari penerbit tersebut. Apakah sudah ber-ISBN semua? Pastikan sudah, agar buku ajar yang ditulis dosen diakui dalam penilaian AK Konversi.

2. Memenuhi Ketentuan Substansi (Isi)

Kriteria yang kedua adalah memenuhi ketentuan substansi atau isi pembahasan. Pertama, buku ajar berisi materi perkuliahan sehingga harus relevan dengan RPS yang diterapkan oleh dosen untuk satu semester kedepan.

Kedua, buku ajar identik dengan tugas atau latihan soal. Sehingga isinya bukan hanya membahas materi semua mata kuliah yang diampu dosen dan kepakarannya. Namun juga dilengkapi dengan daftar tugas atau latihan soal.

3. Jumlah Halaman Memenuhi Batas Minimal

Kriteria ketiga, buku ajar harus memenuhi ketentuan jumlah halaman minimal. Pada regulasi di tahun 2025 bahkan dari tahun 2021, buku ajar minimal terdiri dari 49 halaman.

Sehingga jumlah halaman ini juga memenuhi syarat untuk mendapatkan ISBN dari Perpusnas RI. Hanya saja, pada regulasi terkait AK Prestasi jumlah halaman untuk buku referensi dan monograf berubah menjadi minimal 125 lembar.

Terkait ada tidaknya perubahan ketentuan jumlah halaman untuk buku ajar dari tahun 2026, bisa dikonsultasikan dengan Tim PAK dan penerbit buku ilmiah. Sehingga bisa memastikan dari awal ada perubahan ketentuan atau tidak.

4. Diterbitkan Penerbit Resmi dan Kredibel

Kriteria buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik dosen berikutnya adalah diterbitkan oleh penerbit resmi dan kredibel. Baik itu oleh penerbit yang dikelola badan ilmiah, organisasi, maupun perguruan tinggi.

Penerbit tersebut adalah penerbit resmi yang perizinannya jelas dan sesuai ketentuan. Jika ingin lebih terjamin, maka para dosen bisa mengutamakan penerbit anggota IKAPI. Meskipun tidak semua penerbit kredibel adalah anggota IKAPI. Namun, hanya penerbit kredibel yang bisa memenuhi syarat menjadi anggota IKAPI.

Baca juga: Penerbit Buku Ber ISBN Murah dan Anggota IKAPI

5. Dicetak dalam Ukuran UNESCO

Kriteria yang kelima, buku ajar tersebut dicetak dalam ukuran kertas UNESCO. Khususnya untuk buku ajar yang oleh dosen diterbitkan dalam versi cetak. Jika diterbitkan dalam versi elektronik (ebook), maka tentu tidak terikat oleh aturan ukuran ini.

Jadi, ketika dosen masih dalam tahap memilih penerbit. Pastikan bisa memfasilitasi buku ajar terbit dalam ukuran kertas UNESCO. Sehingga bisa memenuhi salah satu dari beberapa kriteria buku ajar berkualitas dan diakui Kemdiktisaintek dalam penilaian AK Konversi.

Inilah alasan, pentingnya para dosen memprioritaskan penerbit yang sudah berpengalaman mengurus publikasi akademik dosen. Sehingga sudah memahami betul standar Kemdiktisaintek agar buku karya para dosen diakui dalam BKD sampai kenaikan jabatan akademik.

Baca juga: Cara Mengatur Ukuran Kertas UNESCO di Word

6. Batas Kepatutan 1 Judul per Tahun

Kriteria berikutnya adalah terkait batas kepatutan. Angka kredit buku ajar terbilang tinggi, yakni mencapai 20 poin. Sehingga untuk menghindari para dosen hanya fokus menerbitkan buku ajar dan buku ilmiah lain. Ditetapkan kebijakan batas kepatutan 1 judul per tahun.

Dalam BKD, dosen hanya bisa mengklaim buku ajar maksimal 1 judul dalam kurun 2 semester (1 tahun). Jadi, jika menulis lebih dari 1 judul maka judul yang lain tidak bisa diklaim dalam BKD. Sekaligus tidak bisa menambah poin angka kredit.

Jadi, pastikan dosen memiliki catatan judul buku ajar apa saja yang sudah diterbitkan di tahun yang sama. Kemudian menentukan satu judul yang akan diklaim dalam BKD dan penilaian AK Konversi.

7. Tidak Menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945

Kriteria berikutnya, buku ajar untuk kenaikan jenjang jabatan akademik tidak menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945. Sehingga bisa dipahami juga bahwa isi dari naskah buku ajar yang ditulis dosen tidak ada pelanggaran pada dasar negara dan dasar hukum di Indonesia.

Tips Praktis Menulis Buku Ajar

Menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik bisa sekaligus memberi manfaat lainnya. Mulai dari membangun reputasi akademik dosen, memenuhi BKD, sampai mendapat royalti rutin setiap tahunnya. 

Penulisan buku ajar akademik juga tidak selalu mudah, dosen bisa menghadapi berbagai kendala. Menunjang kelancaran proses penulisan tersebut, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan para dosen:

1. Mengacu pada RPS dan Modul Pembelajaran

Tips yang pertama agar penulisan buku ajar lebih efektif, efisien, dan juga praktis adalah menjadikan RPS sebagai acuan. Bisa juga menjadikan modul pembelajaran sebagai acuan dalam penyusunan.

Menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik harus relevan dengan mata kuliah yang diampu dosen. Dalam menjalankan pembelajaran, dosen harus menyusun RPS. Maka idealnya isi buku ajar sejalan dengan isi RPS tersebut.

Jadi, silahkan menyusun buku ajar sesuai dengan RPS yang disusun. Sehingga bisa mengandalkan beberapa data di dalamnya. Mulai dari materi, susunan materi, jenis tugas atau latihan soal, sampai daftar referensi.

Modul pembelajaran, secara sekilas memiliki sistematika mirip dengan buku ajar. Maka menulis buku ajar bisa juga mengacu pada modul pembelajaran tersebut. Sehingga prosesnya bisa lebih efektif dan efisien, naskah pun bisa cepat selesai.

2. Mempertimbangkan Konversi KTI Menjadi Buku Ajar

Tips kedua dalam penulisan buku ajar akademik adalah dengan melakukan konversi KTI. Buku ajar bisa disusun melalui proses konversi dari RPS maupun modul pembelajaran dan bahan ajar jenis lainnya.

Jadi, para dosen bisa fokus mengubah struktur atau sistematika penulisan dan gaya bahasa. Sehingga modul pembelajaran yang terlalu singkat, kaku, dan masih banyak istilah khas di suatu bidang keilmuan bisa disesuaikan dengan standar naskah buku.

Melalui langkah ini, dosen tidak harus menyusun naskah buku ajar dari awal. Sebab bisa memanfaatkan data atau informasi dari bahan ajar yang sudah disusun sebelumnya. Proses penulisan menjadi lebih cepat dan bisa segera diterbitkan.

3. Memanfaatkan Panduan Penulisan Buku Ajar

Tips ketiga agar penulisan buku ajar akademik bisa praktis dan lebih efisien adalah memanfaatkan buku panduan penulisan. Mayoritas perguruan tinggi di Indonesia menyediakan buku panduan untuk penulisan buku akademik atau buku ilmiah.

Buku panduan ini tentunya menjelaskan secara rinci mulai dari definisi, struktur penulisan, sumber acuan utama, dan detail lainnya. Jadi, membaca buku panduan tersebut akan sangat membantu dosen dalam menulis buku ajar.

Sehingga sistematika penulisan dan aspek lainnya dari awal sudah dipastikan benar. Dosen pun bisa menghindari revisi skala besar dan ketika dikirim ke penerbit, maka potensi diterima juga lebih tinggi.

4. Menyiapkan Kerangka Sesuai Struktur Umum Buku Ajar

Tips praktis menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik berikutnya adalah menyiakan kerangka di awal. Menyusun buku ajar dengan jumlah halaman paling sedikit 49 lembar. Tentunya akan mudah kehilangan fokus.

Kenanga bisa menjadi panduan untuk menjaga fokus pembahasan. Sekaligus isa menjadi peta jalan, setelah membahas bab pertama di bab kedua membahas apa? Begitu seterusnya, sehingga sebelum proses penulisan sudah ada persiapan bahan.

5. Menyederhanakan Bahasa

Gaya bahasa buku ajar yang ditargetkan untuk dibaca mahasiswa, tentunya lebih sederhana. Sehingga ada lebih banyak pemilihan kata yang sifatnya umum. Yakni kata atau diksi yang sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Menyederhanakan bahasa dan fokus pada penyusunan kalimat efektif yang tidak terlalu panjang sangat penting. Selain memudahkan mahasiswa memahami isi dari buku ajar. Sekaligus bisa memberi efisiensi dalam proses penulisan.

Sebab, dengan menyederhanakan gaya bahasa maka informasi dipaparkan dosen seperti menjelaskan ke orang terdekat sendiri. Pembahasan setiap bab bisa mengalir dan secara alami runtut atau membentuk alur yang sesuai logika keilmuan.

6. Gunakan Teknologi sebagai Alat Bantu

Tips praktis berikutnya adalah membuka diri pada teknologi. Salah satunya teknologi AI. Teknologi AI diadopsi sejumlah pengembang untuk menghadirkan platform yang menunjang proses menulis lebih efektif dan efisien.

Dalam menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik, memanfaatkan platform AI sah saja dilakukan. Tentunya dengan catatan hanya memfungsikannya sebagai alat bantu.

Misalnya membantu mencari referensi, menyusun kerangka, dan detail lainnya. Jadi, tidak meminta platform tersebut menuliskan naskah buku ajar dari awal sampai akhir. Sebab tentunya akan menjadi pelanggaran etika dan buku ajar tidak diakui. Dosen pun bisa menerima sanksi akademik.

Melalui sejumlah tips tersebut, proses menulis buku ajar untuk kenaikan jabatan akademik akan cenderung lebih lancar. Namun, jika ada kendala yang masih dihadapi. Maka tidak perlu berkecil hati, usahakan mencari solusi atas kendala tersebut. Bisa juga memanfaatkan layanan konsultasi menulis dari Penerbit Deepublish agar mendapat pendampingan dari tim profesional.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa menulis buku ajar penting untuk dosen?

Buku ajar mendukung kewajiban akademik, kelancaran pembelajaran, mutu proses dan hasil pembelajaran, BKD, kenaikan jabatan akademik, reputasi dosen, dan potensi royalti.

2. Buku ajar seperti apa yang diakui dalam penilaian angka kredit?

Harus ber-ISBN, memenuhi substansi RPS, jumlah halaman minimal, diterbitkan penerbit kredibel, dicetak ukuran UNESCO, mematuhi batas kepatutan 1 judul per tahun, dan tidak menyimpang dari Pancasila/UUD 1945.

3. Bagaimana menyusun buku ajar agar mudah diterbitkan?

Gunakan kerangka sesuai RPS/modul, pertimbangkan konversi KTI, manfaatkan panduan penulisan, susun bahasa sederhana, dan optimalkan editing sebelum submit.

4. Bagaimana buku ajar meningkatkan mutu pembelajaran?

Mahasiswa mendapat pegangan materi jelas, bisa belajar mandiri, dan memahami konsep lebih mendalam berkat buku ajar berkualitas.

Referensi:

  1. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesiа Nomor 63/M/KEP/2025 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi Dan Karier Dosen. https://wildoms.staff.ut.ac.id/wp-content/uploads/sites/78/2025/04/Salinan-Kepmendiktisaintek-Nomor-63_M_KEP_2025_compressed.pdf
  2. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39/M/KEP/2026 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/03/Salinan-Kepmendiktisaintek-39MKEP2026_Juknis-Layanan-Pengembangan-Profesi-dan-Karier-Dosen.pdf
  3. Deepublish. [@penerbitbukudeepublish]. (2026, Feb 03). 7 Syarat Buku Ajar yang Perlu Diperhatikan Agar Poin KUM Maksimal… Thread. https://www.threads.com/@penerbitbukudeepublish/post/DUSLlTLioEs/syarat-buku-ajar-yang-perlu-diperhatikan-agar-poin-kum-maksimal-tebal-minimal
  4. Amerta Media. [@amertamedia]. (2024, Dec 10). 10 Langkah Menulis Buku Ajar… [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DDbeHUpP2im/?img_index=1
  5. Tips cara mudah menulis buku ajar. (2024). Mitra Edukasi. Diakses pada 8 Juli 2026 dari https://mitrasmart.co.id/tips-cara-mudah-menulis-buku-ajar/
deepublish

Recent Posts

Pengalaman Menerbitkan Buku Ilmiah di Deepublish, Simak Testimoni Dr. Ontran Sumantri Riyanto, S.H., M.H.

Bagi dosen, menulis buku ilmiah adalah proses panjang. Terlebih dengan keterbatasan sumberdaya seperti waktu sampai…

2 hari ago

Penerbit Deepublish Dorong Peningkatan Kualitas Publikasi Dosen melalui Webinar Hibah Riset

Penerbit Deepublish sukses menyelenggarakan Webinar “Optimalisasi Publikasi untuk Meningkatkan Peluang Lolos Hibah Riset” pada Jumat,…

3 hari ago

Buku untuk Karir Dosen: Jenis, Angka Kredit, Manfaat, dan Strategi Publikasinya

Semua dosen di Indonesia tentunya memiliki keinginan untuk karir akademiknya berkembang. Ada banyak strategi dalam…

5 hari ago

Lewat Webinar Penerbit Deepublish, Dosen ITS Bagikan Tips Memenangkan Hibah Riset

Meraih program hibah riset atau hibah penelitian, tentunya menjadi harapan atau keinginan semua dosen di…

5 hari ago

Tidak Memiliki Roadmap Publikasi Ilmiah? Ini Dampaknya!

Dalam menunjang pemenuhan target BKD dan pengembangan karir akademik. Para dosen tentunya tidak cukup hanya…

1 minggu ago

Layanan Konversi KTI menjadi Buku Akademik: Solusi Cepat Mewujudkan Buku Siap Terbit

Melakukan konversi KTI menjadi buku akademik menjadi salah satu strategi untuk dosen bisa menerbitkan buku…

2 minggu ago