Jika memperhatikan seluruh Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Maka akan memahami ada salah satu IKU yang mendorong perguruan tinggi berkontribusi dalam mencapai SDGs di tahun 2030 mendatang. Jadi, apa itu SDGs di perguruan tinggi?
SDGs menjadi rencana strategi pembangunan tingkat global yang disepakati 193 negara yang bergabung dalam PBB. SDGs sekaligus menjadi program lanjutan setelah program MDGs (Millennium Development Goals) yang selesai di tahun 2015 lalu. Jadi, seberapa penting perguruan tinggi di Indonesia mencapai SDGs tersebut? Berikut informasinya.
Sebelum membahas lebih detail mengenai SDGs di perguruan tinggi Indonesia. Maka perlu dibahas dulu mengenai definisinya. SDGs memiliki kepanjangan Sustainable Development Goals. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, menjadi “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).
SDGs adalah agenda pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor pada tingkat global dari PBB yang ditargetkan bisa dicapai dari 2015 sampai 2030 mendatang. SDGs sendiri sesuai penjelasn di awal merupakan program lanjutan dari PBB setelah program MDGs.
Melalui SDGs tersebut, PBB dan 193 negara ain di dunia sepakat untuk mencapai 17 tujuan dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Adapun 17 tujuan SDGs tersebut adalah:
17 Tujuan dalam SDGs tersebut, sekaligus menunjukan informasi mengenai masalah yang dihadapi masyarakat global. Mulai dari masalah kemiskinan, kelaparan, perubahan iklim, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, dan sebagainya.
Perguruan tinggi di Indonesia dan di seluruh dunia memiliki andil penting dalam mendukung tercapainya SDGs tersebut di tahun 2023. Sebab dalam tri dharma, perguruan tinggi mendorong dosen dan mahasiswa melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PkM).
Sehingga pelaksanaan tri dharma bisa dibuat relevan dengan SDGs tersebut. Sebab kegiatan akademik sendiri memang bertujuan untuk meningkatkan peran perguruan tinggi dalam mengatasi masalah di masyarakat dan pemerintah.
SDGs di perguruan tinggi Indonesia dan 193 negara lain yang tergabung dalam PBB memiliki relevansi yang sangat erat. Perguruan tinggi di Indonesia menjadi institusi yang rutin melaksanakan penelitian. Topik yang diteliti bisa masalah untuk dicari solusinya, maupun pertanyaan untuk dicari jawabannya melalui kegiatan ilmiah (penelitian).
Sehingga perguruan tinggi di Indonesia dan negara lain memiliki posisi strategis dalam menunjang tercapainya 17 tujuan SDGs. Lalu, seberapa penting perguruan tinggi di Indonesia ikut berkontribusi langsung dalam mencapai SDGs tersebut? Berikut penjelasannya:
Alasan pertama kenapa perguruan tinggi di Indonesia penting untuk mencapai SDGs adalah untuk mendukung produktivitas tri dharma. Aktivitas tri dharma dilaksanakan dosen dan mahasiswa dengan difasilitasi perguruan tinggi. Didominasi oleh aktivitas akademik dosen.
Perguruan tinggi umumnya menetapkan arah kegiatan tri dharma seluruh civitas akademik di bawah naungannya. Sehingga saling bersinergi untuk memiliki fokus dan tujuan yang sama. Termasuk dalam pencapaian SDGs.
Semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia yang mendorong tri dharma relevan dengan pencapaian SDGs. Maka semakin berpotensi mencapai seluruh SDGs di tingkat global pada tahun 2030 mendatang.
Arti penting dan alasan kedua kenapa SDGs di perguruan tinggi perlu diusahakan untuk dicapai adalah mencetak lulusan berkualitas. Khususnya yang lebih siap dalam menghadapi tantangan global maupun di tingkat lokal dan nasional.
17 Tujuan dalam SDGs tingkat global yang ditetapkan PBB pada dasarnya juga banyak yang menjadi masalah di dalam negeri. Perguruan tinggi yang mendorong aktivitas tri dharma mahasiswa untuk mencapai 17 tujuan tersebut.
Tentunya bisa lebih memahami apa permasalahan yang dihadapi masyarakat. Sekaligus bagaimana ilmu pengetahuan yang didapat di perguruan tinggi bisa membantu mengatasinya.
Tercapainya SDGs di perguruan tinggi Indonesia bukan hanya menjadi data dari Kemdiktisaintek atau pemerintah Indonesia. Akan tetapi juga terdata oleh pihak global, baik itu PBB maupun sejumlah organisasi di bidang pendidikan tinggi.
Pada Kemdiktisaintek, tercapainya SDGs membantu mendata perguruan tinggi mana saja yang memenuhi IKU 7. Bagi sejumlah organisasi, bisa dijadikan aspek penilaian dalam penentuan pemeringkatan perguruan tinggi di tingkat global.
Misalnya pada pemeringkatan perguruan tinggi internasional dari Times Higher Education. Perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pencapaian 17 tujuan SDGs memiliki potensi besar berada di posisi strategis dalam pemeringkatan. Artinya, peringkat perguruan tinggi ada di posisi yang lebih tinggi.
Alasan keempat, tercapainya SDGs di perguruan tinggi menandakan kemampuan mencapai IKU 7. Dalam Kepmendiktisaintek No. 358/M/KEP/2025, IKU 7 bersifat wajib bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Baik itu PTN maupun PTS.
Ketentuannya, perguruan tinggi mencapai 5 tujuan SDGs dari 17 tujuan SDGs yang dipaparkan di atas. 3 SDGs diantaranya bersifat wajib, sedangkan 2 SDGs lainnya bersifat wajib juga.
Hanya saja disesuaikan dengan spesialisasi, keunggulan, dan rencana akademik strategis masing-masing perguruan tinggi. Sehingga dari sisa 14 tujuan SDGs, perguruan tinggi dibebaskan akan memenuhi 2 SDGs yang mana saja.
Baca juga: 12 Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Sesuai Kepmendiktisaintek No. 358/M/KEP/2025
Alasan berikutnya, pencapaian SDGs di pegruruan tinggi Indonesia penting karena berkontribusi dalam perumusan kebijakan. Baik dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan nasional maupun kebijakan berskala global.
Sebab dengan hasil penelitian, pendidikan, maupun PkM yang mencapai SDGs. Maka bisa terdapat tujuan SDGs mana saja yang menjadi permasalahan seluruh negara di dunia, sebagian besar negara, dan sebagian kecil negara di dunia. Sehingga bisa menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan global. Misal oleh PBB.
SDGs bagi perguruan tinggi juga penting untuk diusahakan dicapai sebagai jembatan membentuk kolaborasi akademik. Tidak hanya mendukung kolaborasi di tingkat dalam negeri, akan tetapi juga kolaborasi internasional.
Sebab pencapaian SDGs menjadi tujuan global, yakni oleh 193 negara yang tergabung dalam PBB. SDGs kemudian disahakan dicaai semua perguruan tinggi di negara tersebut. Sesuai SDGs pada tujuan ke-17, adanya kemitraan.
Bagi perguruan tinggi, dosen, maupun kalangan mahasiswa. Kolaborasi akademik adalah kesempatan yang manfaatnya besar dan kompleks. Dimana bisa mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas aktivitas tri dharma maupun hasil dari aktivitas tri dharma tersebut.
Adanya tujuan yang sama untuk mencapai 17 tujuan dalam SDGs, maka membuat kolaborasi lebih mudah. Baik kolaborasi lintas perguruan tinggi dan eksternal secara nasional maupun internasional.
Baca juga: 7 Arti Penting Kolaborasi Dosen dalam Publikasi Jurnal Ilmiah
Melalui penjelasan sebelumnya, bisa dipahami bahwa pencapaian SDGs di perguruan tinggi sama artinya mencapai salah satu IKU Wajib. Dalam 12 poin IKU yang diatur di dalam Kepmendiktisaintek No. 358/M/KEP/2025, terdapat IKU 7 yang berkaitan dengan pencapaian SDGs.
Dalam IKU 7 tersebut, perguruan tinggi di Indonesia wajib berkontribusi langsung dalam tercapainya 3 SDGs wajib dan 2 SDGs alternatif atau bersifat opsional. Sehingga total ada 5 tujuan dari 17 SDGs yang wajib dicapai perguruan tinggi di Indonesia. Berikut penjelasannya:
SDGs pertama yang sifatnya wajib dicapai perguruan tinggi untuk memenuhi IKU 7 adalah SDGs 1: No Poverty. Perguruan tinggi wajib mendorong dosen dan mahasiswa melaksanakan tri dharma yang membantu mengentaskan masalah kemiskinan di masyarakat Indonesia maupun di dunia.
SDGs kedua yang wajib dicapai perguruan tinggi di Indonesia untuk bisa dinyatakan memenuhi IKU 7 adalah SDGs 4: Quality Education. Sehingga perguruan tinggi perlu mendorong dosen dan mahasiswa melaksanakan tri dharma yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dan dunia.
SDGs berikutnya yang wajib dicapai untuk memenuhi IKU 7 adalah SDGs 17: Partnership for the Goals. Sehingga perguruan tinggi perlu mendorong aktivitas tri dharma dosen maupun mahasiswa yang berkolaborasi bersama berbagai pihak. Baik internal perguruan tinggi tersebut maupun pihak eksternal.
Perguruan tinggi di Indonesia dalam mencapai IKU 7 juga diwajibkan mencapai 2 SDGs lainnya selain 3 SDGs yang disebutkan sebelumnya. 2 SDGs tambahan disini menyesuaikan dengan keunggulan, spesialisasi, maupun rencana strategis masing-masing perguruan tinggi.
Melalui penjelasan tersebut, maka bisa dipahami pentingnya pencapaian SDGs di perguruan tinggi Indonesia. Sehingga bisa mencapai IKU 7 – Kontribusi Perguruan Tinggi pada SDGs yang diketahui bersifat Wajib.
Bentuk pencapaian IKU 7 tersebut untuk seluruh kegiatan tri dharma. Mencakup kegiatan pendidikan, penelitian, maupun PkM. Berikut beberapa contohnya:
Melalui tercapainya IKU 7 tersebut, perguruan tinggi bisa terbantu untuk fokus memenuhi IKU Wajib lainnya. Disusul dengan upaya mencapai IKU lain yang sifatnya PIlihan. Semakin banyak poin IKU terpenuhi, semakin menunjukan kinerja akademik perguruan tinggi yang optimal.
Kemudian berdampak pada fasilitas tambahan dari pemerintah sebagai apresiasi atas pencapaian tersebut. Misalnya peluang memperoleh bantuan dana operasional atau BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) khusus untuk PTN.
SDGs di perguruan tinggi adalah upaya kampus untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui peran ini, perguruan tinggi dapat ikut membantu menyelesaikan berbagai persoalan global seperti kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan, lingkungan, hingga kemitraan.
Perguruan tinggi penting dalam pencapaian SDGs karena memiliki peran strategis dalam menghasilkan riset, mencetak lulusan berkualitas, dan menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Aktivitas tri dharma perguruan tinggi dapat diarahkan untuk memberi solusi nyata terhadap masalah sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.
SDGs memiliki hubungan erat dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi karena pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat bisa diarahkan untuk mendukung 17 tujuan pembangunan berkelanjutan. Misalnya, dosen dan mahasiswa dapat melakukan riset tentang pengentasan kemiskinan, mengembangkan kurikulum berkualitas, atau menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
SDGs berhubungan dengan IKU 7 karena perguruan tinggi di Indonesia wajib berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam IKU 7, perguruan tinggi perlu mencapai 5 tujuan SDGs, yaitu 3 tujuan wajib dan 2 tujuan lain yang disesuaikan dengan keunggulan atau spesialisasi masing-masing institusi.
SDGs yang wajib dicapai perguruan tinggi dalam IKU 7 adalah SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, dan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Selain itu, perguruan tinggi juga perlu memilih 2 SDGs lain sesuai keunggulan, spesialisasi, dan rencana strategis institusi.
Contoh penerapan SDGs di perguruan tinggi bisa dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, pengembangan kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan, serta kolaborasi dengan pihak eksternal untuk menyebarluaskan hasil penelitian. Semua kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari kontribusi kampus terhadap SDGs.
Referensi:
Selain memahami apa saja tujuan yang harus dicapai dalam SDGs. Tentunya juga penting memahami bagaimana…
Proses menerbitkan buku ilmiah yang disusun oleh dosen bukan proses mudah. Prosesnya sulit agar kualitas…
Proses penerbitan buku ilmiah di lingkungan institusi pendidikan tinggi membutuhkan pendampingan yang jelas. Banyak institusi…
Aspek penting dalam pengembangan karir akademik dosen adalah memiliki publikasi ilmiah seoptimal mungkin. Kuantitas dan…
Kolaborasi akademik antara perguruan tinggi dengan berbagai pihak eksternal merupakan hal krusial. Melalui kolaborasi ini,…
Melakukan konversi karya ilmiah menjadi buku akademik atau buku ilmiah, tentunya menjadi langkah yang tepat…