Menulis Buku

Contoh & Format Daftar Pustaka IEEE Style

Pada saat menyusun karya tulis ilmiah, khususnya artikel untuk dipublikasikan ke jurnal ilmiah. Maka akan menggunakan style kutipan sesuai dengan ketentuan pengelola jurnal, paling sering adalah APA style danfformat daftar pustaka IEEE style. 

American Psychological Association (APA) style sekilas terlihat sama dengan Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE) style. Akan tetapi keduanya berbeda, sehingga memiliki nama yang tidak sama. Supaya tidak bingung maka bisa menyimak penjelasan di bawah ini. 

Format Penulisan Daftar Pustaka IEEE

IEEE style bagi beberapa akademisi mungkin masih asing, khususnya bagi mahasiswa. Namun, ketika sudah punya pengalaman submit artikel ilmiah ke pengelola jurnal maka akan sangat familiar dengan style ini. 

Secara umum, IEEE memang lebih sering digunakan untuk menuliskan daftar pustaka artikel ilmiah yang di submit di jurnal. Adapun format penulisan daftar pustaka IEEE style adalah

  1. Menggunakan angka numerik yang diapit oleh tanda kotak persegi ([ ]). Ketentuan detailnya adalah sebagai berikut:
    • Referensi dengan IEEE style menggunakan angka numerik yang diletakkan dalam kotak persegi ([ ]) atas rujukan yang diambil dan menaruhnya pada akhir kalimat.
    • Angka numerik yang terletak dalam kotak persegi tersebut dibuat sama persis dengan daftar pustaka pada halaman akhir karya ilmiah.
    • Sistem penomoran harus berurut mulai dari [1], [2] dan seterusnya, selain itu juga harus diurutkan sesuai dengan referensi yang diambil sebagai rujukan karya ilmiah.
  1. Daftar entri harus sama persis dengan urutan numerik yang sama dengan teks.
  2. Nama pertama dari penulis dituliskan dalam bentuk inisial dan nama belakang ditulis lengkap.
  3. Huruf pertama pada kata pertama sebuah artikel atau judul bab ditulis kapital, sedangkan untuk judul buku ditulis huruf kapital pada awal setiap kata.
  4. Judul artikel atau judul bab diberikan tanda kutip, sedangkan judul buku, jurnal, dan website dicetak miring.

Bagaimana sih format APA yang tadi disebutkan di atas? Cek juga format penulisan yang lain:

Contoh Penulisan Daftar Pustaka IEEE Style

Supaya lebih paham bagaimana penulisan daftar pustaka IEEE style, berikut contoh dan cara menulis daftar pustaka IEEE Style:

1. Artikel Jurnal

Format: 

[Urutan] Pengarang(s), “Judul artikel,” Judul Jurnal, vol.#, no.#, hal, bulan dan tahun terbit.

Contoh: 

[1] S.K. Kenue, “Limited angle multi frequency diffraction tomography,” IEEE Trans. Sonic Ultrason, vol. SU-29, no. 6, pp. 213-217, July 1982.

2. Buku

Format: 

[Urutan] Pengarang(s), Judul Buku, Edisi (jika ada), Tempat Publikasi: Penerbit, Tahun terbit.

Contoh: 

[2] P.M. Morse and H. Feshback, Methods of Theoretical Physics. New York: McGraw Hill, 1953.

Buat daftar pustaka dengan cepat mulai sekarang! Cek 8 Situs Pembuat Daftar Pustaka Online Pilihan dan Linknya

3. Artikel Prosiding

Format: 

[Urutan] Pengarang (s), “Judul artikel”, Judul Proceding, hal, tanggal pelaksanaan seminar, tahun.

Contoh: 

[3] R. Frinkel, R. Taylor, R. Bolles, R. Paul, “An overview of AL, programming system for automation,” in Proc. Fourth Int. Join Conf Artif.Intel., pp. 758-765, Sept. 3-7, 2006.

4. Online

Format: 

[Urutan] Pengarang (s), “Judul dokumen,” Judul website atau pemilik, Tanggal Publikasi. [Online]. Tersedia : URL [Diakses tanggal bulan tahun].

Contoh: 

[4] B. Paynter, “Robodinos: what could possibly go wrong?”, Wired, 20 Juli 2009, [Online]. Tersedia: http://www.wired.com/entertainment/magazine/17-08/st_robotdinos [Diakses: 25 Juli 2010]. 

Setelah menuliskan daftar pustaka, jangan lupa untuk merapikannya agar naskah Anda minim revisi. Ikuti panduan berikut:

Perbedaan Penulisan APA style dan IEEE Style

Meskipun sama-sama menjadi format penulisan kutipan dan daftar pustaka pada karya tulis ilmiah. Baik APA style maupun IEEE style memiliki sejumlah perbedaan, berikut perbedaan daftar pustaka APA Style dan IEEE Style:

1. Penentuan Urutan Daftar Pustaka

Perbedaan yang pertama adalah pada penentuan urutan. Pada IEEE style menggunakan numerik atau penomoran yang diapit oleh tanda kotak persegi. Sementara pada APA style tidak ada penomoran dan sesuai urutan abjad. 

2. Penggunaan di Artikel Jurnal

Perbedaan kedua adalah dari penggunaan pada artikel untuk jurnal ilmiah. IEEE style lebih sering digunakan untuk penulisan daftar pustaka, sementara APA style untuk kutipan. Namun, setiap pengelola jurnal memiliki kebijakan berbeda-beda terkait hal ini. 

Melalui penjelasan di atas, maka diharapkan bisa lebih memahami aturan penulisan daftar pustaka IEEE style. Dimana format ini memang banyak digunakan untuk penulisan daftar pustaka artikel yang di submit ke jurnal ilmiah. 

Bagaimana? Apakah Anda sudah paham perbedaan keduanya? Apabila Anda kesulitan menuliskan daftar pustaka, silakan tulis pertanyaan di kolom komentar, ya.

Jangan lupa klik tombol Share dan bagikan artikel ini ke rekan Anda yang sama-sama berjuang untuk publikasi jurnal agar sama-sama tahu info penting ini. 

Pujiati

Pujiati telah menjadi SEO Content Writer hampir 10 tahun. Dia berpengalaman menulis konten seputar dosen, kepenulisan akademis dan kreatif, serta kesehatan. Melalui tulisan, Pujiati merasa senang ketika apa yang ia tulis bermanfaat untuk pembaca.

Recent Posts

Layanan Konversi KTI: Solusi Cepat Ubah KTI menjadi Buku Siap Cetak

Jasa atau layanan konversi KTI adalah sebuah layanan yang membantu proses mengubah bentuk KTI satu…

2 jam ago

Memahami State of The Art (SOTA) dan Arti Pentingnya dalam Penelitian Dosen

Dalam melaksanakan kegiatan penelitian, penyusunan proposal, dan sebagainya. Dosen maupun mahasiswa dan peneliti akan memasuki…

1 hari ago

Jasa Pengurusan Hak Cipta Buku – Penerbit Deepublish

Jika Anda menulis dan menerbitkan buku, maka tentu perlu memastikan mengajukan Hak Cipta atas buku…

3 hari ago

Mengenal Memoar dan Perbedaannya dengan Biografi dan Autobiografi

Karya tulis terbagi menjadi 2 jenis utama, yakni karya tulis ilmiah dan nonilmiah. Tahukah Anda,…

4 hari ago

15 Kultum Ramadan Singkat 7 Menit dengan Berbagai Tema

Bulan Ramadan tidak hanya diisi dengan kegiatan puasa wajib, tadarus Al-Qur’an, maupun ibadah sunnah lain…

1 minggu ago

15+ Tools Produktivitas Wajib untuk Dosen Selama Ramadan

Meski mudah lelah dan letih saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, produktivitas akademik dosen…

1 minggu ago