Panduan Menulis

Topik Buku Terlalu Sempit atau Terlalu Luas? Berikut Solusinya agar Naskah Bisa Segera Diterbitkan

Dalam menulis naskah buku ilmiah, penulis tentu berhadapan dengan banyak sekali kendala. Salah satunya terkait topik buku terlalu sempit, sehingga pembahasan cepat habis dan kesulitan menambahkan penjelasan  lain yang relevan. Kondisi ini juga yang menyulitkan penulis memenuhi batas minimal jumlah halaman. 

Namun, kadang kala penulis juga berhadapan dengan topik yang terlalu luas. Hal ini juga memicu masalah tersendiri. Misalnya menjadikan pembahasan terlalu dangkal, karena penulis harus membahas terlalu banyak data di topik tersebut. Lalu, jika berhadapan dengan 2 kondisi tersebut apa solusinya? Berikut informasinya.

Sekilas Tentang Topik Buku Terlalu Sempit dan Penyebabnya

Kadang kala penulis buku ilmiah berhadapan dengan topik tulisan yang terlalu sempit atau topik buku terlalu sempit. Artinya, topik tersebut memiliki data (informasi) yang memang terbatas. 

Sehingga saat dikembangkan menjadi buku, penjelasan di dalamnya ikut terbatas. Bahkan sangat sedikit dan bisa menyulitkan penulis memenuhi standar minimal jumlah halaman. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Seperti: 

1. Topik Belum Banyak Diteliti

Topik bisa saja terlalu sempit karena memang belum banyak diteliti. Bahkan ada beberapa masalah dan fenomena yang benar-benar baru. Sehingga belum pernah diteliti sama sekali. 

Kondisi ini membuat referensi yang membahas topik terlalu sedikit atau bahkan tidak ada. Sehingga materi buku kurang karena memang belum banyak data bisa digunakan untuk mengembangkan topik. 

2. Topik Merupakan Masalah yang Dihadapi Populasi Skala Kecil

Suatu topik pembahasan pada naskah buku bisa sempit juga karena topik belum umum. Misalnya topik tersebut berupa masalah yang dihadapi oleh populasi skala kecil. Misalnya hanya kelompok masyarakat di satu daerah atau kota. Sehingga jarang diteliti dan bahkan tidak diketahui oleh peneliti. 

3. Topik Merupakan Masalah atau Fenomena Baru

Sebab lainnya, topik menjadi sempit karena memang termasuk masalah atau fenomena baru. Sehingga belum ada penelitian dan tidak ada referensi yang relevan. Data untuk dasar pengembangan materi buku kurang.  

Kendala saat Menulis Topik Buku Terlalu Sempit

Memilih topik buku terlalu sempit kadang tidak disadari dari awal oleh penulis. Bisa saja hal ini mulai disadari di tengah proses pengembangan naskah. Topik yang terlalu sempit dan minim data, tentunya menimbulkan kendala. Diantaranya adalah: 

1. Kekurangan Data untuk Dicantumkan pada Naskah

Dampak pertama, penulis bisa berhadapan dengan materi buku kurang. Hal ini terjadi karena minim data bisa dicantumkan di dalam naskah buku. Pembahasan pun kurang dan tidak bisa dikembangkan lagi. 

2. Kesulitan Memenuhi Standar Jumlah Halaman Buku

Data yang kurang memadai membuat pembahasan terlalu sedikit. Dampaknya, penulis kesulitan memenuhi standar jumlah halaman buku. Dalam penerbitan, buku bisa terbit dengan ISBN jika jumlah halaman minimal 60 lembar. 

Pada profesi dosen, buku referensi dan monograf dari Kemdiktisaintek meminta minimal 125 halaman. Topik buku terlalu sempit bisa menyulitkan dosen memenuhi standar ini. Naskah buku buntu di tengah jalan bisa menjadi kondisi yang akan dihadapi dosen atau penulis. 

3. Terjadi Repetisi Pembahasan

Dampak berikutnya, penulis melakukan repetisi (pengulangan) pembahasan. Sehingga materi yang sudah dipaparkan di bab sebelumnya, diulang lagi di bab berikutnya. Hal ini bisa membingungkan pembaca. Selain itu, bisa menurunkan kualitas naskah buku. Sehingga rawan ditolak editor penerbit. 

4. Target Pembaca Buku Lebih Terbatas

Salah satu aspek penting dalam tata cara membuat buku adalah menentukan target pembaca. Secara umum, buku dengan target pembaca yang luas akan lebih mudah diterima penerbit. Sebab memiliki potensi penjualan yang baik. 

Sayangnya, saat penulis mengembangkan topik yang sempit maka cenderung mengangkat topik yang belum familiar bagi semua kalangan. Sehingga buku tersebut untuk kalangan terbatas dan besar kemungkinan sulit mencari penerbit yang bersedia menerbitkannya. 

Solusi saat Menghadapi Topik Buku yang Terlalu Sempit

Penulis yang berhadapan dengan topik buku terlalu sempit, rentan menunda proses menulis. Semakin ditunda, semakin mudah naskah terlupakan. Sebab ketika topik terlalu sempit, maka penulis tetap akan kesulitan mendapatkan data tambahan untuk memperluas pembahasan pada naskah. 

Jadi, saat kondisi ini dialami apa yang sebaiknya dilakukan oleh penulis? Berikut beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan agar naskah tetap bisa diselesaikan: 

1. Memperluas Konteks Topik yang Dipilih

Solusi pertama yang bisa dipertimbangkan adalah memperluas konteks topik buku yang dipilih. Misalnya, topik buku awalnya “menggunakan AI untuk menulis abstrak artikel jurnal”. Berhubung terlalu sempit, diperluas konteksnya menjadi “menggunakan AI untuk menulis artikel jurnal”. Sehingga tidak fokus menulis abstrak. 

2. Memperluas Aspek Pembahasan

Solusi kedua, penulis bisa mempertimbangkan untuk memperluas aspek pembahasan. Misalnya, topik utama buku adalah “menggunakan AI untuk menulis abstrak artikel jurnal”. Maka tambahkan bab dan turunannya yang relevan untuk memperluas pembahasan. Misalnya bab pertama membahas pengertian abstrak. 

3. Menambahkan Pembahasan yang Sifatnya Praktis

Solusi berikutnya yang bisa dipertimbangkan adalah menambahkan pembahasan yang sifatnya praktis. Misalnya contoh, hasil studi kasus, hasil riset, tata cara penerapan, dan sejenisnya. 

4. Digabung dengan Topik Lain yang Relevan

Solusi lainnya adalah dengan menggabungkan topik buku. Jadi, topik yang tadinya terlalu sempit ditambahkan topik lain yang masih satu tema dan relevan. Sehingga naskah buku membahas topik lain yang relevan dan tetap memaparkan penjelasan yang mengalir (terkait—nyambung). 

Sekilas Tentang Topik Buku Terlalu Luas dan Penyebabnya

Penulis buku tidak hanya bisa berhadapan dengan topik buku terlalu sempit. Namun, bisa juga berhadapan dengan topik buku yang terlalu luas. Artinya, topik yang dipilih memiliki data yang cukup banyak. 

Saking banyaknya maka membuat proses penulisannya menjadi buku menghasilkan terlalu banyak bab, subbab, dan jumlah halaman berlebihan. Penulis bisa saja hanya fokus di satu judul buku karena butuh waktu lebih lama untuk membahasnya secara mendalam. 

Bagi dosen, hal ini tentu kurang menguntungkan. Sebab satu judul buku hanya bisa diklaim sekali dalam BKD per tahun. Sekaligus dalam penilaian angka kredit. Jadi, menulis topik yang terlalu luas juga tidak selalu menguntungkan. Adapun penyebab dari keberadaan topik seperti ini antara lain: 

1. Topik yang Sudah Banyak Diteliti

Sebab umum yang pertama, topik tersebut memang sudah banyak diteliti. Jika suatu masalah (topik) memiliki dampak luas, dan bahkan skala global. Maka ada banyak penelitian terkait topik tersebut. Sehingga ada banyak data dan sama-sama penting untuk dicantumkan di naskah buku. 

2. Topik Terlalu Umum Sehingga Pembahasan Terlalu Luas

Sebab kedua, ada sedikit kesalahan dalam menentukan topik buku. Yakni masih terlalu umum. Topik yang masih umum membuat pembahasan lebih luas dan tidak ada batasnya. Sehingga topik tersebut terlalu luas dan perlu dipersempit. 

3. Banyak Data yang Dinilai Perlu Dipaparkan di Naskah Buku

Topik yang terlalu luas bisa disebabkan karena memang punya banyak data penting. Saking banyaknya data krusial tersebut penulis merasa perlu mencantumkan semua di dalam naskah buku. Dalam proses penyusunan buku, kondisi ini membuat naskah buku dikerjakan cukup lama dan menghabiskan banyak halaman. 

Baca juga: Cara Mengetahui Tren Penelitian untuk Menentukan Topik

Kendala saat Menulis Topik Buku Terlalu Luas

Pada saat mengembangkan topik buku yang terlalu luas, maka penulis juga berhadapan dengan kondisi yang kurang menguntungkan. Berikut adalah beberapa kendala atau dampak umum yang bisa dihadapi penulis jika topik terlalu luas: 

1. Proses Riset dan Kajian Pustaka Terlalu Lama

Kendala pertama yang umum dialami penulis adalah proses riset dan juga kajian pustaka membutuhkan waktu terlalu lama. Kondisi ini terjadi karena penulis berhadapan dengan banyaknya publikasi ilmiah yang membahas topik. Sehingga kajian pustaka butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan data pembahasan. 

2. Proses Menulis Menjadi Sangat Lama

Banyaknya data yang perlu dibahas dan dicantumkan di dalam naskah buku. Tentunya berdampak pada durasi penulisan yang panjang. Dalam satu judul buku, jika topik terlalu luas maka butuh waktu berbulan-bulan bahkan beberapa tahun agar bisa diselesaikan. 

3. Pembahasan Bisa Terlalu Dangkal

Jika penulis berhadapan dengan terlalu banyak data atau materi untuk dibahas di dalam naskah buku. Kemudian akan memunculkan kekhawatiran jumlah halaman terlalu banyak. Sehingga diatasi dengan membahas sekilas. Pada akhirnya pembahasan terlalu dangkal, hanya permukaan, atau belum mendalam. 

4. Target Pembaca Tidak Spesifik

Topik buku terlalu luas juga menunjukan pembahasan bersifat umum. Sehingga target pembacanya juga luas, bahkan terlalu luas. target pembaca yang tidak spesifik cenderung tidak jelas. Sehingga sedikit rancu untuk menentukan apakah buku tersebut ideal untuk pemula, ahli, atau di tingkat pertengahan? 

5. Struktur dan Alur Buku Sulit Runtut

Data pada topik terlalu luas yang cukup banyak, bisa mempengaruhi struktur penulisan dan alur pembahasan menjadi tidak rapi atau tidak runtut. Sebab, penulis mengalami kesulitan menentukan struktur pembahasan agar sesuai alur logika keilmuan karena saking banyaknya bab yang harus disusun. 

Solusi Jika Topik Buku Terlalu Luas

Bagi para penulis yang berhadapan dengan topik buku terlalu luas. Maka untuk mencegah writer’s block dan dampak lain karena pembahasan tidak kunjung habis serta membingungkan. Maka bisa menerapkan beberapa solusi di bawah ini: 

1. Membatasi Ruang Lingkup Pembahasan

Solusi pertama, penulis bisa menetapkan batasan pembahasan. Sehingga pembahasan lebih terfokus di area tertentu agar tidak terlalu luas. Misalnya, pada topik umum “teknologi AI”. Maka bisa dibatasi dengan membahas pengertian dan pemanfaatan AI untuk menulis KTI. 

2. Menetapkan Target Pembaca yang Spesifik

Solusi kedua, penulis bisa menentukan target pembaca yang lebih spesifik. Misalnya buku ditujukan untuk pemula. Maka topik memiliki ruang lingkup pembahasan masih mendasar. Belum masuk ke pembahasan lebih tinggi karena lebih cocok untuk kalangan ahli, bukan pemula. 

3. Konteks Penerapan Dibatasi dan Dibuat Spesifik

Solusi ketiga, penulis bisa menetapkan konteks penerapan (aplikasi) yang dipersempit atau dibuat spesifik. Misalnya saat topik buku “pemanfaatan teknologi AI oleh mahasiswa”. Maka dibuat spesifik dengan konteks pemanfaatan untuk menyusun skripsi mahasiswa tingkat akhir. 

4. Memecah Topik

Solusi berikutnya adalah memecah topik buku. Sehingga topik yang masih terlalu luas, dibuat lebih sempit dengan dipecah menjadi beberapa topik. Khususnya jika hasil penyempitan topik bisa menghasilkan topik yang berdiri sendiri menjadi satu judul buku. 

Cara Menggabungkan Topik Buku dengan Tepat

Sesuai penjelasan sebelumnya, salah satu solusi saat menyusun topik buku terlalu sempit adalah digabungkan dengan topik lain. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Topik yang digabung harus punya relevansi dengan topik sebelumnya yang sempit tadi. Supaya tidak keliru, berikut tata cara menggabungkan topik buku: 

1. Mencari Topik yang Memiliki Keterkaitan

Tahap yang pertama, penulis perlu mencari topik di satu tema yang memiliki keterkaitan. Sehingga ada relevansi dengan topik buku utama yang terlalu sempit tadi. Jadi, ketika topik digabungkan bukan berarti asal-asalan agar memenuhi batas jumlah halaman minimal buku. Ada aturannya agar kualitas isi buku terjaga. 

2. Melakukan Penyaringan Topik yang Paling Relevan

Tahap kedua, jika menemukan cukup banyak topik yang terkait dengan topik utama yang sempit. Maka bisa melakukan penyaringan. Utamakan memilih topik yang paling relevan dan ideal untuk memperluas pembahasan topik utama yang terlalu sempit tadi. 

3. Menyusun Alur Pembahasan Melalui Outline

Tahap ketiga, penulis bisa mulai menyusun outline atau kerangka tulisan. Sehingga bisa menyusun alur pembahasan untuk menggabungkan topik buku yang mengalir alami. Tujuannya agar pembahasan runtut dan mudah dipahami, sekalipun adalah penggabungan beberapa topik. 

4. Proses Penulisan

Tahap berikutnya adalah proses penulisan naskah yang sudah menggabungkan topik utama dengan beberapa topik yag relevan. Penulisan mengacu pada outline yang disusun di tahap sebelumnya. 

Cara Memecah Topik Buku Menjadi Beberapa Judul

Bagi para penulis yang berhadapan dengan topik buku terlalu luas dan memilih diatasi dengan memecahnya menjadi beberapa judul buku. Maka berikut tata caranya: 

1. Melakukan Pemetaan Topik yang Terlalu Luas

Tahap pertama adalah melakukan pemetaan topik buku yang terlalu luas. Artinya, penulis perlu memecah topik buku. Sehingga bisa didapatkan beberapa topik dari yang awalnya hanya satu topik buku. 

2. Identifikasi Topik yang Bisa Berdiri Sendiri

Setelah dilakukan pemetaan, maka tahap kedua adalah mengidentifikasi topik mana yang bisa  berdiri sendiri. Tidak semua topik hasil pemecahan topik terlalu luas bisa menjadi satu judul buku sendiri. Jadi, perlu diidentifikasi dulu mana yang bisa dan sebaliknya. 

3. Menyusun Outline Setiap Topik

Setiap topik yang sudah dipecah kemudian dikembangkan satu per satu menjadi naskah buku dengan judul masing-masing. Maka tahap ketiga, penulis menentukan topik mana dulu yang akan ditulis menjadi buku. Kemudian menyusun outline untuk menyusun struktur yang runtut dan sesuai alur logika keilmuan. 

4. Proses Penulisan Setiap Outline

Tahap terakhir adalah proses penulisan didasarkan pada outline yang disusun di tahap sebelumnya. Jika ada beberapa topik, maka ada beberapa outline. Silahkan mengembangkan outline tersebut satu per satu. 

Setiap topik hasil pemecahan tersebut bisa berdiri sendiri menjadi satu judul buku. Para penulis kemudian bisa mempertimbangkan untuk menerbitkannya menjadi buku seri. Sehingga seluruh topik dibahas sampai tuntas dan saling terkait. Hal ini sekaligus memudahkan pembaca mendapatkan penjelasan topik yang mendalam dari satu penulis. 

Baca juga: Tata Cara Menyusun Outline Buku Akademik yang Baik dan Benar

Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Editor atau Penerbit?

Berhadapan dengan topik buku terlalu sempit maupun terlalu luas, kadang memberi tekanan bagi penulis. Sehingga ada risiko naskah terbengkalai dan mengalami writer’s block berkepanjangan. 

Jika merasa tidak bisa diatasi seorang diri, maka tidak perlu ragu untuk mengakses bantuan profesional. Salah satunya berkonsultasi dengan editor atau ke penerbit. Sehingga bisa dibantu mencari solusi terbaik dari ahlinya. Dimana sudah paham dalam dunia penulisan sampai penerbitan buku. 

Ada banyak penyedia jasa konsultasi menulis yang bisa dituju. Salah satunya adalah dari Penerbit Deepublish melalui layanan Konsultasi Menulis. Tim konsultan profesional dan sudah berpengalaman akan membantu mengatasi kendala yang dihadapi. Sekaligus diberi dampingan untuk memecah maupun menggabungkan topik buku terlalu sempit. 

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Mengapa topik buku yang terlalu sempit atau terlalu luas dapat menghambat proses penulisan?

Topik yang terlalu sempit dapat membuat penulis kesulitan menemukan bahan pembahasan karena referensi dan data yang terbatas. Sementara itu, topik yang terlalu luas dapat membuat penulis kesulitan menentukan batas pembahasan sehingga naskah menjadi kurang fokus. Oleh karena itu, topik perlu disesuaikan agar cukup spesifik tetapi tetap memiliki ruang untuk dikembangkan.

2. Bagaimana cara menentukan topik buku yang tepat agar tidak terlalu sempit maupun terlalu luas?

Menentukan topik buku perlu dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan penulisan, target pembaca, ketersediaan referensi, dan ruang lingkup pembahasan. Jika topik terlalu sempit, penulis dapat memperluas sudut pandang atau menambahkan aspek pendukung. Sebaliknya, jika topik terlalu luas, penulis dapat mempersempit fokus agar pembahasan lebih mendalam dan terarah.

3. Apa langkah yang bisa dilakukan ketika ide buku sulit dikembangkan karena topiknya terlalu sempit atau terlalu luas?

Penulis dapat melakukan evaluasi ulang terhadap topik yang dipilih. Topik sempit dapat dikembangkan dengan menambahkan perspektif, objek kajian, atau contoh penerapan. Sementara topik luas dapat diarahkan dengan membatasi cakupan, menentukan pembaca utama, atau membaginya menjadi beberapa topik buku.

4. Bagaimana cara mengembangkan topik buku agar pembahasannya tidak kekurangan maupun kelebihan materi?

Pengembangan topik buku perlu dilakukan dengan menentukan batas pembahasan sejak awal. Penulis dapat membuat outline, memetakan kebutuhan referensi, menentukan target pembaca, serta menyesuaikan kedalaman materi agar isi buku tetap fokus, lengkap, dan mudah dipahami.

Referensi:

  1. Brodhead, T. (n.d). Research Tips and Tricks: Narrowing Your Topic Tips. Diakses pada 10 September 2026 dari https://kingsu.libguides.com/research/narrowing
  2. Academic Writing: Narrowing or Broadening Your Topic. (n.d). Rosalind Franklin University. Diakses pada 10 September 2026 dari https://guides.rosalindfranklin.edu/c.php?g=608987&p=4249109
Karimatun Nisa

Recent Posts

Cara Membuat E-Book dengan Sigil: Panduan, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pada era digital, semakin banyak yang menyukai ebook sebagai sumber bacaan. Meskipun buku cetak juga…

1 hari ago

“Memahami Tanah Negara”: Karya Akademik Terbitan Deepublish yang Membuka Perspektif Baru tentang Hukum Pertanahan

Penerbit Deepublish terus berkomitmen mendukung pengembangan literasi akademik melalui karya-karya ilmiah berkualitas. Salah satunya melalui…

1 hari ago

Khawatir Salah Pilih Penerbit Buku Dosen? Berikut 12 Cara agar Tepat dalam Memilih

Dalam kewajiban akademik, dosen di Indonesia diketahui akan aktif menulis dan menerbitkan buku ilmiah. Sehingga…

2 hari ago

Pengalaman Dr. Firdausi, S.Si, M.Pd. dalam Mengakses Layanan Penerbitan Profesional serta Villa Deepublish

Menerbitkan buku ilmiah menuntut para dosen untuk punya komitmen tinggi. Sebab perlu melewati proses panjang…

2 hari ago

Paket Penerbitan Ebook Deepublish: Pilihan Paket, Fasilitas, dan Alur Penerbitannya

Dalam upaya penulis memperluas jangkauan pembaca, banyak yang mulai mencari informasi paket penerbitan ebook. Ebook…

3 hari ago

Tak Bisa Asal-Asalan, Ini 8 Teknik Menulis untuk Menghindari Plagiarisme pada KTI

Menguasai berbagai teknik menulis untuk menghindari plagiarisme tentu hal penting bagi dosen. Sebab ketika salah…

4 hari ago