Pernahkah Anda mendengar atau melihat langsung teks P-ISSN dan E-ISSN? P-ISSN maupun E-ISSN tentu familiar bagi mahasiswa, dosen, dan juga para peneliti. Sebab menjadi salah satu bagian dari identitas jurnal ilmiah.
Beberapa orang menganggap keduanya sama. Akan tetapi secara umum antara P-SSN degan E-ISSN adalah dua hal berbeda. Meskipun diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Namun, keduanya tidak bisa disamakan begitu saja. Berikut informasinya.
P-ISSN dan E-ISSN merupakan jenis dari ISSN (International Standard Serial Number). ISSN dimiliki oleh semua bentuk media publikasi yang menerbitkan konten secara berkala. Sehingga karya yang diterbitkan tidak selesai dalam satu kali publikasi. Melainkan berkelanjutan, berseri, dan terus membentuk siklus.
P-ISSN maupun E-ISSN menjadi ISSN untuk jurnal ilmiah dan publikasi berkala lainnya. P-ISSN (Print International Standard Serial Number) adalah ISSN untuk terbitan berkala dalam versi cetak. Sementara E-iSSN adalah ISSN untuk terbitan berkala dalam versi elektronik atau versi online.
Pada jurnal ilmiah, P-ISSN akan dimiliki suatu jurnal yang melakukan penerbitan versi cetak. Sehingga jurnal tersebut menerbitkan beberapa artikel ilmiah secara berkala dan dicetak di media kertas. Hasil cetaknya kemudian didistribusikan ke perpustakaan maupun lainnya agar mudah diakses pembaca.
Sementara E-ISSN dimiliki sebuah jurnal yang melakukan penerbitan secara elektronik atau online. Biasanya tercantum di website resmi pengelola jurnal. Misalnya pada header website resmi suatu jurnal ilmiah. Baik P-ISSN maupun E-ISSN tidak selalu tercantum di badan artikel ilmiah yang terbit dan diakses pembaca.
Supaya tidak tertukar dan keliru menganggap bahwa P-ISSN dan E-ISSN adalah ISSN yang sama pada publikasi berkala. Maka tentu perlu memahami betul apa saja yang membedakan keduanya. Berikut detailnya:
Hal pertama yang menunjukan perbedaan dari dua jenis ISSN ini adalah dari segi fungsi. Dalam penjelasan definisi sebelumnya, mungkin sudah mendapat gambaran untuk perbedaan dari aspek ini.
Jadi, P-ISSN memiliki fungsi untuk menunjukan suatu publikasi berkala disebarluaskan atau dipublikasikan secara fisik. Sehingga penerbitnya menerbitkan karya yang sudah dicetak dalam suatu media sehingga memiliki fisik.
Selain itu, P-ISSN juga membantu menginformasikan ke berbagai pihak mengenai ketersediaan jurnal atau terbitan berkala lain dalam bentuk fisik. Sebab P-ISSN ini akan membantu jurnal-jurnal cetak dan terbitan berkala cetak lainnya bisa didata. Misalnya oleh Perpusnas, perpustakaan kampus, dll.
Sedangkan fungsi dari E-ISSN adalah untuk menunjukan suatu jurnal atau terbitan berkala lainnya dipublikasikan secara elektronik. Sehingga bisa diakses para pembaca secara daring. E-ISSN juga berfungsi memasukan jurnal elektronik dalam pendataan, baik di Perpusnas maupun tempat lainnya.
Aspek kedua yang menjadi perbedaan P-ISSN dan E-ISSN adalah tujuan keberadaannya. P-ISSN maupun E-ISSN memiliki tujuan dibuat terpisah menjadi 2 jenis adalah untuk membedakan antara jurnal cetak dengan jurnal elektronik.
Jika jurnal cetak dan elektronik sama-sama memiliki ISSN. Maka akan sulit mendata jumlah dan aspek lain terkait jurnal fisik dan jurnal elektronik. Sehingga ISSN keduanya dibedakan untuk kemudahan pendataan.
Khusus pada jurnal elektronik, kepemilikan E-ISSN yang diajukan pengelola ke Perpusnas adalah untuk diakui sebagai jurnal terpercaya. Sebab E-ISSN tidak bisa diajukan siapa saja dan oleh semua jurnal, kecuali yang sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan.
Misalnya jurnal sudah memiliki website, sudah menerbitkan volume minimal 1 volume, dll. Sehingga hanya jurnal kredibel dan bisa dibuktikan yang bisa mendapat E-ISSN.
Poin ketiga yang menjadi perbedaan kedua jenis ISSN ini adalah media publikasinya. Pada P-ISSN hanya diberikan Perpusnas ke jurnal cetak. Sehingga jurnal tersebut menggunakan media cetak sebagai media publikasi.
Misala menggunakan media kertas yang kemudian dijilid maupun dibiarkan lembaran. Jika dijilid maka bentuknya seperti majalah, jika dibiarkan lembaran bentuknya seperti surat kabar (koran). Isinya adalah kumpulan artikel ilmiah dengan topik di satu bidang keilmuan yang sama.
Sementara media publikasi untuk jurnal dengan E-ISSN adalah media elektronik dan media online. Misalnya pengelola jurnal memilih media publikasi berbentuk website. Seluruh volume baru yang diterbitkan akan disajikan ke pembaca dalam format PDF maupun format elektronik lainnya.
Hal lain yang menjadi perbedaan antara P-ISSN dan E-ISSN adalah cara atau tempat ISSN tersebut dicantumkan. Pada P-ISSN yang dimiliki jurnal versi cetak biasanya diletakan di bagian sampul, halaman informasi jurnal, maupun di halaman daftar isi jurnal tersebut.
Pada beberapa jurnal cetak, informasi P-ISSN juga dicetak di lembar artikel ilmiah. Bisa di header maupun di footer. Sehingga pembaca juga bisa mengetahui P-ISSN dari jurnal yang tengah dibaca.
Sementara untuk E-ISSN biasanya tercantum di website resmi pengelola jurnal. Biasanya di bagian header jurnal tersebut. Bisa juga dicantumkan di Hero Image atau Hero Section website jurnal.
Hero Image atau Hero Section sendiri adalah gambar atau visual utama di halaman utama suatu website. Tidak semua website memilikinya, akan tetapi lebih banyak website memiliki bagian ini.
Selain itu,E-ISSN pada beberapa jurnal elektronik juga dicantumkan di lembar artikel ilmiah yang dipublikasikan. Misalnya dicetak di halaman pertama artikel dekat dengan informasi nama jurnal dan judul artikel. Beberapa lagi mencantumkan di header atau footer lembar artikel ilmiah.
Meski memiliki beberapa perbedaan seperti penjelasan sebelumnya. P-ISSN dan E-ISSN juga memiliki sejumlah persamaan. Diantaranya adalah:
Lalu, apakah cara cek P-ISSN dan E-ISSN sama? Secara umum, pengecekan ISSN ini untuk memastikan ISSN tersebut benar milik suatu jurnal atau tidak adalah sama. Kedua jenis ISSN ini bisa dicek dengan cara online di Portal ISSN National Centre yang dikelola Perpusnas. Bisa juga di ISSN International Center di https://portal.issn.org/.
Kuncinya, wajib mengetahui kode ISSN jurnal yang akan di cek. Jika jurnal cetak, pengecekan P-ISSN di sampul jurnal. Sedangkan E-ISSN bisa dicari di website resmi jurnal tersebut. Adapun cara cek online di Portal ISSN National Centre adalah sebagai berikut:
1. Buka browser di perangkat elektronik Anda, dan masuk ke Portal ISSN National Centre di tautan berikut https://issn.perpusnas.go.id/.
2. Pada halaman utama, silahkan masuk ke menu “Informasi” dan pilih pilihan “Daftar Terbitan ISSN”.
3. Portal akan menampilkan halaman pencarian, silahkan ketik P-ISSN maupun E-ISSN yang akan di cek di kolom yang tersedia. Kemudian klik ikon “Lakukan Pencarian” atau tekan tombol Enter di keyboard perangkat.
4. Tunggu beberapa saat, portal akan menampilkan hasil pencarian di database ISSN Perpusnas. Jika P-ISSN yang dimasukan di kolom pencarian, hasil pencarian portal juga akan menampilkan E-ISSN jika jurnal tersebut juga terbit versi elektronik. Berikut contoh tampilannya:
5. Selesai
Pengecekan P-ISSN dan E-ISSN selain di Portal ISSN National Centre. Juga bisa melalui website resmi ISSN pusat yang bisa diakses melalui tautan berikut https://portal.issn.org/. Seluruh ISSN dari berbagai terbitan berkala seluruh dunia bisa diakses melalui portal ini.
Cara cek ISSN di portal tersebut juga mudah, kuncinya harus mengetahui nomor ISSN jurnal yang akan di cek. Adapun langkah-langkah adalah sebagai berikut:
1. Buka browser di perangkat elektronik yang digunakan, kemudian masuk ke Portal International Center, yakni melalui tautan berikut https://portal.issn.org/.
2. Pada halaman utama. silahkan ketik ISSN yang ingin di cek, kemudian klik tombol “Search” yang ada di ujung kanan kolom pencarian. Bisa juga menekan tombol Enter di keyboard perangkat.
3. Tunggu beberapa saat, maka portal akan menampilkan ISSN yang dicari dimiliki jurnal mana dan dengan informasi lainnya. Berikut contoh tampilan hasil pencariannya:
4. Jika ISSN yang di cek dimiliki nama jurnal yang sama karena terbit secara cetak maupun elektronik. Maka saat mengetik P-ISSN sekaligus menampilkan E-ISSN yang dimiliki jurnal tersebut. Begitu juga saat mengetik E-ISSN, maka P-ISSN juga akan ditampilkan portal dan terdapat keterangan “online” untuk E-ISSN. Berikut contoh tampilannya:
5. Selesai
Baca juga: Mencari Jurnal Ber-ISSN? 9 Situs Website Ini Sumbernya!
Mengecek P-ISSN dan E-ISSN pada dasarnya penting untuk dilakukan siapa saja. Baik itu pembaca, maupun pengelola jurnal, dan juga pihak lain yang terlibat. Misalnya pengelola database jurnal, pengelola perpustakaan, dan lain sebagainya. Berikut beberapa alasannya:
Semua pihak yang membutuhkan artikel jurnal maupun layanan publikasi jurnal tersebut, perlu mengecek ISSN. Alasannya untuk memastikan jurnal tersebut resmi. Sebab hanya jurnal resmi dan kredibel yang bisa memiliki ISSN.
Sekaligus memastikan tidak ada penyalahgunaan ISSN. Misalnya ISSN tidak sama dengan nama pemilik resminya di portal pengecekan resmi. Artinya, jurnal yang memakai ISSN tersebut mencomot ISSN jurnal lain tanpa izin dan tentunya ilegal.
Bagi pengelola jurnal, memiliki ISSN sifatnya wajib. Sebab menjadi syarat untuk akreditasi di ARJUNA. Kemudian menjadi syarat untuk bisa masuk dalam proses indeksasi sejumlah database jurnal. Baik itu DOAJ, Scopus, WoS, SINTA, dll.
Alasan berikutnya adalah untuk sisi penulis, misalnya dosen maupun mahasiswa dan peneliti yang menulis artikel ilmiah. Tentunya perlu mencari dan memilih jurnal yang tepat sesuai scope dan juga kredibel.
Mengecek ISSN jurnal tujuan menjadi penting dan bahkan wajib dilakukan. Sebab membantu menghindari jurnal bermasalah. Baik itu jurnal nakal yang mencomot ISSN jurnal lain, jurnal predator yang tidak punya ISSN, dan sebagainya.
Melalui penjelasan tersebut, maka bisa dipahami bahwa mengecek P-ISSN dan E-ISSN adalah hal penting. Baik bagi pembaca, penulis artikel ilmiah, dan pihak lainnya. Pengecekan bisa dilakukan online kapan saja sesuai penjelasan sebelumnya.
Baca juga: Cara Cek ISBN di Web Perpusnas dengan Benar
Systematic Literature Review (SLR) merupakan salah satu jenis dari proses literature review atau kajian pustaka.…
Dalam kegiatan penelitian, tentunya akan ada fenomena gap dan research gap. Keduanya sama-sama penting, fenomena…
Meningkatkan penghasilan kini semakin mudah berkat adanya berbagai sumber penghasilan tambahan dari Hp. Artinya, handphone…
Jenis variabel dalam penelitian sangat beragam. Jika dilihat dari aspek hubungan antarvariabel maka salah satu…
Melakukan parafrasa sendiri saat memasukan kutipan pada karya ilmiah memang tidak selalu mudah. Oleh sebab…
Salah satu kendala ketika melakukan parafrasa dengan platform AI adalah keliru dalam menyusun prompt AI…