Sebagai wujud sinergi akademik, Penerbit Deepublish dan Universitas Borneo Tarakan (UBT) meluncurkan 23 buku karya dosen yang disusun dari hasil penelitian berbasis kewilayahan. Agenda peluncuran berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025 di Hall Lantai 4 Gedung Rektorat UBT, sekaligus menegaskan komitmen Deepublish dalam memfasilitasi publikasi ilmiah yang berfokus pada pengembangan potensi lokal Kalimantan Utara (Kaltara) sesuai prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Mengusung nilai inovatif religius dan misi untuk untuk mencerdaskan, membahagiakan, dan memuliakan umat manusia, Deepublish hadir memfasilitasi dosen UBT dalam mewujudkan karya ilmiah berkualitas dengan standar nasional. Kerja sama ini sejalan dengan visi Deepublish yang telah dipercaya ribuan penulis akademik dan meraih pengakuan sebagai Top 5 Penerbit Terbaik di Indonesia versi Perpustakaan Nasional RI tahun 2025.
Menurut Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., publikasi akademik adalah keunggulan utama sekaligus ciri khas Universitas Borneo Tarakan. Beliau juga menekankan bahwa potensi sumber daya di Kaltara harus menjadi penciri dari Universitas Borneo, serta mendorong universitas menjadi yang pertama dalam mempublikasikan seluruh potensi yang ada di Kalimantan Utara.
Buku-buku yang diterbitkan mengangkat berbagai isu penting dan potensi lokal, mulai dari perikanan, laut tropis, problematika perbatasan, kesehatan, hingga pendidikan di wilayah perbatasan. Total 23 buku merupakan hasil kerja akademisi dari berbagai fakultas dengan dominasi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kontribusi lainnya datang dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian dan LPPM.
Sebagai wujud komitmen terhadap visi Entrepreneurship University, UBT turut meluncurkan Buku Pengantar Kewirausahaan hasil karya dosen Fakultas Ekonomi. ”Buku kewirausahaan ini nanti akan menjadi acuan bagi seluruh program studi agar mahasiswa mendapat bekal kewirausahaan yang memadai,” jelas Prof Yahya selaku Rektor Universitas Borneo Tarakan. Buku ini akan menjadi acuan bagi seluruh program studi di UBT.
Beberapa judul buku unggulan yang diluncurkan antara lain “Negara Berkeadilan Politik Hukum dan Hak Warga Negara di Perbatasan” karya Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, “Tinjauan Komprehensif Spesies Ikan Terumbu Karang” karya Prof. Abdul Jabarsyah, Ph.D., dan Kiki Teguh Gempur Pro Sutejo, “Ekosistem Mangrove” karya Dr. Dori Rachawani, dan “Transformasi Literasi Multiliterasi Sastra, Budaya, Sains, dan Teknologi Untuk Pendidikan Indonesia” karya Suyadi, S.S., M.Ed., Ph.D., dkk.
Prof. Yahya juga menyampaikan komitmen UBT menjadikan penerbitan buku dari hasil riset dosen sebagai program rutin dengan target peningkatan jumlah publikasi setiap tahun. “Paling nggak kita menargetkan ada peningkatan, mudah-mudahan bisa tembus ke 40 buku,” ungkapnya. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kompetisi di kalangan dosen dan didukung dengan skema dana penelitian, serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah maupun industri yang membutuhkan data dan hasil riset akademik.
Deepublish berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang bermanfaat. Melalui kerja sama yang jujur, transparan, dan akuntabel dengan UBT, Deepublish menegaskan komitmennya dalam menyediakan sarana prasarana serta buku-buku pendidikan berkualitas yang dibutuhkan untuk masyarakat luas.
Dengan memaksimalkan seluruh fasilitas dan jejaring yang dimiliki, Deepublish berupaya mendorong lahirnya karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan pembangunan sekaligus mewujudkan tujuan mulia mencerdaskan dan membahagiakan umat manusia melalui publikasi ilmiah berkualitas.
Kolaborasi antara Penerbit Deepublish dan Universitas Borneo Tarakan (UBT) menjadi bukti bahwa hasil penelitian dosen dapat dikembangkan menjadi luaran akademik yang lebih berdampak. Melalui penerbitan 23 buku berbasis kewilayahan, UBT tidak hanya memperkuat budaya publikasi ilmiah di lingkungan kampus, tetapi juga menghadirkan karya yang relevan dengan potensi, kebutuhan, dan pengembangan daerah Kalimantan Utara.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk mulai membangun ekosistem publikasi akademik yang lebih terarah, berkelanjutan, dan selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebab, buku ilmiah tidak hanya berperan sebagai luaran penelitian, tetapi juga dapat menjadi media diseminasi ilmu, dokumentasi kepakaran dosen, bahan ajar, serta kontribusi nyata kampus bagi masyarakat.
Penerbit Deepublish membuka kesempatan bagi seluruh perguruan tinggi yang ingin mengikuti langkah UBT dalam meningkatkan produktivitas dosen melalui penerbitan buku ilmiah, buku ajar, buku referensi, maupun buku hasil penelitian. Melalui Program Kerja Sama Institusi, Deepublish siap mendampingi perguruan tinggi dalam proses penerbitan yang lebih terstruktur, profesional, dan sesuai kebutuhan akademik.
Bagi institusi Anda yang ingin meningkatkan kuantitas dan kualitas terbitan buku ilmiah, sekaligus memperkuat kontribusi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Kerja Sama Institusi Penerbit Deepublish dapat menjadi langkah strategis untuk mewujudkannya.
Bagi dosen, menulis buku ilmiah adalah proses panjang. Terlebih dengan keterbatasan sumberdaya seperti waktu sampai…
Penerbit Deepublish sukses menyelenggarakan Webinar “Optimalisasi Publikasi untuk Meningkatkan Peluang Lolos Hibah Riset” pada Jumat,…
Semua dosen di Indonesia tentunya memiliki keinginan untuk karir akademiknya berkembang. Ada banyak strategi dalam…
Meraih program hibah riset atau hibah penelitian, tentunya menjadi harapan atau keinginan semua dosen di…
Dalam menunjang pemenuhan target BKD dan pengembangan karir akademik. Para dosen tentunya tidak cukup hanya…
Melakukan konversi KTI menjadi buku akademik menjadi salah satu strategi untuk dosen bisa menerbitkan buku…