Parafrase

4 Tips Prompt AI untuk Parafrasa yang Lebih Efektif

Salah satu kendala ketika melakukan parafrasa dengan platform AI adalah keliru dalam menyusun prompt AI untuk parafrasa tersebut. Prompt menentukan respon platform AI. Sekaligus ikut menentukan hasil atau output platform tersebut. 

Menyusun prompt terlalu umum maupun ambigu. Tentu meningkatkan resiko ada kesalahan respon dan hasil dari platform AI yang digunakan. Maka akan menghasilkan parafrasa yang kurang ideal disalin ke naskah ilmiah yang sedang disusun. Lalu, bagaimana menyusun prompt dengan benar agar parafrasa optimal? 

Sekilas Tentang Prompt AI

Secara umum, prompt AI adalah instruksi atau perintah yang diberikan kepada platform berbasis AI untuk menghasilkan respon yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari pengguna platform tersebut. 

Melalui prompt, pengguna platform AI ibarat melakukan komunikasi dengan platform tersebut. Sehingga terjadi komunikasi dua arah dan membentuk tanya jawab aktif dan efektif. 

Sejumlah platform AI mendukung pengguna melakukan parafrasa. Beberapa diantaranya menggunakan fitur Chat AI. Sehingga cara kerjanya berbasis prompt. Pengguna harus menyusun prompt AI untuk parafrasa yang sesuai kebutuhan dan keinginan. 

Jenis-Jenis Prompt AI

Prompt AI tidak selalu mudah disusun. Hal ini terbukti dari banyaknya pengguna AI yang merasa mendapat respon tidak sesuai harapan. Oleh sebab itu, menyusun prompt idealnya tidak dilakukan sembarangan. Namun dengan ketelitian dan kreativitas agar benar-benar tepat. 

Memudahkan proses penyusunan prompt AI untuk parafrasa dengan respon yang sesuai harapan. Maka perlu mengenal sejumlah jenis atau bentuk dari prompt AI. Berikut penjelasannya: 

1. Prompt Instruktif

Prompt instruksi bisa dipahami sebagai prompt AI yang berisi perintah. Sehingga platform AI diberikan perintah oleh pengguna untuk menghasilkan sesuatu sesuai keinginan dan kebutuhan pengguna tersebut. Contohnya: 

“Buatkan parafrasa untuk kalimat berikut..”

Ketika platform AI mendapat prompt seperti ini. Maka sistem di dalamnya akan merespon sesuai perintah. Sehingga fokus pada perintah tersebut dan mengabaikan hal lainnya. 

Misalnya diparafrasa dalam gaya bahasa berbeda atau tidak, dibuat lebih pendek atau lebih panjang, dan sebagainya. Selain itu, respon dan hasil pekerjaannya juga bersifat umum. 

2. Prompt Deskriptif

Prompt deskriptif dipahami sebagai prompt AI yang ditambahkan penjelasan agar sesuai dengan konteks tertentu. Pada prompt jenis ini, pengguna akan mencantumkan informasi terkait latar belakang apa yang akan ditanyakan atau perintah yang diberikan. 

Tujuannya agar respon atau hasil dari platform AI lebih relevan dan sesuai konteks. Sehingga meminimalkan kesalahan respon dan bisa digunakan tanpa editing dan pemeriksaan yang lama dan rumit. Contohnya: 

“Saya dosen yang akan menyusun buku monograf, buatkan parafrasa untuk kalimat berikut dengan gaya bahasa formal dan tidak terlalu ilmiah..” 

Jadi, alih-alih pengguna memberi perintah spesifik. Pengguna akan memberi informasi dan penjelasan tambahan. Sehingga respon dan hasil pekerjaan platform AI bisa lebih relevan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna. 

3. Prompt Kreatif

Prompt kreatif adalah prompt yang berisi ide-ide baru dan mengandung kreatifitas dari pengguna platform AI. Umumnya, prompt jenis ini digunakan untuk mendapat ide baru, menghasilkan tulisan yang lebih imajinatif dan menarik, dan sebagainya. 

Sehingga prompt ini lebih sering digunakan penulis buku fiksi, konten kreator, sampai tim pemasaran suatu perusahaan. Namun, prompt jenis ini juga bisa digunakan akademisi. Misalnya dijadikan prompt AI untuk parafrasa, berikut contohnya: 

“Saya dosen untuk mata kuliah Basis Data dan mengajar mahasiswa jurusan Komputerisasi Akuntansi. Saya sedang mengerjakan buku ajar, buatkan parafrasa untuk paragraf berikut agar lebih mudah dipahami mahasiswa dan penyampaian lebih sederhana..”

4. Prompt Teknis

Jenis prompt AI berikutnya adalah prompt teknis. Yaitu jenis prompt yang digunakan untuk kebutuhan hal-hal dan pekerjaan yang bersifat teknis. Misalnya untuk membuat coding memakai bahasa pemrograman tertentu. 

Contoh lain, prompt teknis yang umum digunakan untuk kebutuhan analisis data. Sehingga membantu memahami suatu data agar lebih mudah dipahami. Contohnya: 

“Dengan menggunakan basis data yang berisi tabel Produk, Pelanggan, dan Transaksi, lakukan analisis untuk menjawab pertanyaan berikut: Produk apa yang paling sering terjual?”

Pada contoh tersebut, pengguna juga akan mengunggah tabel berisi data yang masuk ke dalam prompt AI. Sehingga platform AI akan membaca data di dalam tabel dan melakukan analisis data di dalamnya. Kemudian menjawab pertanyaan akhir dari pengguna. 

5. Prompt Multimodal

Jenis prompt AI selanjutnya adalah prompt multimodal. Yaitu jenis prompt untuk platform AI yang isinya memberi perintah untuk menghasilkan gabungan beberapa hasil (output). 

Artinya, prompt berisi beberapa bentuk informasi atau data. Misalnya mengunggah gambar dan meminta platform AI menjelaskan isi gambar tersebut ke dalam bentuk teks. Sehingga isinya mudah dipahami oleh pengguna. Berikut contohnya: 

“Berdasarkan diagram alir tersebut, jelaskan dalam bentuk teks yang sederhana dan mudah dipahami..”

Tips Menyusun Prompt AI untuk Parafrasa

Melalui penjelasan di atas, para prompt AI untuk parafrasa menggunakan jenis yang mana? Secara umum, bisa menggunakan prompt jenis instruktif. Dimana tujuannya untuk memerintahkan platform AI menyusun parafrasa. 

Namun, sangat dianjurkan untuk menggunakan prompt deskriptif. Sehingga ada penjelasan lebih spesifik dan diberi konteks agar hasil parafrasa lebih optimal. Berikut detail kiat-kiat untuk menyusun prompt yang membantu parafrasa secara efektif dengan AI: 

1. Menyusun Prompt Singkat

Kiat yang pertama, silahkan menyusun prompt AI dalam bentuk paling sederhana. Yakni prompt singkat tapi efektif dan mudah dipahami. Pada tahap ini, pengguna akan menyusun prompt instruktif  berisi perintah. Contohnya: 

“Parafrasa kalimat berikut..” 

2. Menambahkan Konteks untuk Hasil Spesifik

Kiat kedua, jika respon dengan prompt singkat kurang sesuai harapan. Maka bisa menambahkan konteks untuk membuat isi prompt lebih spesifik. Sehingga respon lebih tepat sesuai harapan pengguna. Misalnya: 

“Parafrasa kalimat berikut tanpa mengubah makna dan sepanjang 75 kata..” 

Pada contoh tersebut, ditambahkan konteks panjang hasil parafrasa. Sehingga relevan dengan kebutuhan naskah yang sedang dikerjakan. Kemudian panjang pendek yang ditetapkan juga memaksimalkan hasil parafrasa menjadi kalimat efektif yang tidak bertele-tele. 

3. Memanfaatkan Berbagai Sinonim

Jika masih mendapati respon yang belum optimal sesuai harapan. Maka selain menambahkan konteks, juga diikuti penggunaan sinonim atau persamaan kata. Misalnya, jika di awal memakai istilah “parafrasa” maka bisa menjadi sinonim untuk prompt berikutnya. Berikut contohnya: 

  • “Tulis ulang kalimat berikut tanpa mengubah makna dan sepanjang 75 kata..”
  • “Rewriter kalimat berikut tanpa mengubah makna dan sepanjang 75 kata..”

4. Cek Respon dan Perbaiki Prompt Jika Diperlukan

Kiat selanjutnya, adalah memeriksa hasil parafrasa yang diberikan platform AI yang digunakan. Jika sesuai dengan harapan. Misalnya jumlah kata sesuai, makna tidak berubah, gaya bahasa sesuai instruksi, dan sebagainya. 

Maka bisa menggunakan hasil parafrasa tersebut dan diubah sedikit untuk menghindari resiko plagiat. Sebaliknya, jika hasil parafrasa terlalu tidak sesuai. Maka artinya perlu mengoreksi promot yang disusun. 

Minimalkan menyusun prompt terlalu panjang karena meningkatkan resiko keluar dari konteks. Supaya efektif dan tidak rumit, utamakan prompt AI untuk parafrasa dalam versi singkat. Sehingga menggunakan jenis prompt instruktif yang dijelaskan sebelumnya. Jika dibutuhkan, baru ditambahkan konteks.

Pujiati

Pujiati telah menjadi SEO Content Writer hampir 10 tahun. Dia berpengalaman menulis konten seputar dosen, kepenulisan akademis dan kreatif, serta kesehatan. Melalui tulisan, Pujiati merasa senang ketika apa yang ia tulis bermanfaat untuk pembaca.

Recent Posts

13 Rekomendasi Peluang Mendapat Penghasilan dari HP, Jelas Untung!

Meningkatkan penghasilan kini semakin mudah berkat adanya berbagai sumber penghasilan tambahan dari Hp. Artinya, handphone…

3 jam ago

Variabel Intervening: Jenis dan Kapan Perlu Digunakan dalam Penelitian

Jenis variabel dalam penelitian sangat beragam. Jika dilihat dari aspek hubungan antarvariabel maka salah satu…

3 jam ago

Cara Parafrasa di Blackbox AI untuk Karya Tulis Ilmiah

Melakukan parafrasa sendiri saat memasukan kutipan pada karya ilmiah memang tidak selalu mudah. Oleh sebab…

3 jam ago

Kajian Teori: Beda dengan Kajian Pustaka dan Cara Menyusunnya

Salah satu bab atau bagian di dalam karya tulis ilmiah adalah kajian teori (landasan teori).…

3 jam ago

Apa Itu Kurikulum OBE? Kelebihan dan Cara Implementasinya

Pendidikan tinggi di Indonesia mulai menerapkan kurikulum baru, yakni kurikulum OBE (Outcome Based Education). Adanya…

3 jam ago

Pengertian dan Tahap Penyusunan RPS Berbasis OBE

Salah satu tahapan penting dalam implementasi atau penerapan kurikulum OBE (Outcome Based Education) adalah menyusun…

3 jam ago