Menyusun dan menerbitkan bunga rampai (book chapter) menjadi salah satu kewajiban akademik bagi dosen di Indonesia. Dalam satu book chapter terdapat satu tema utama dan diikuti beberapa topik.
Melalui book chapter, dosen bisa membangun riwayat publikasi ilmiah dalam bentuk buku. Namun, fokus menyusun satu artikel ilmiah saja. Sekaligus menyebarluaskan hasil penelitian yang telah dilakukan. Book chapter tersebut tentunya juga harus terbit sesuai standar Ditjen Dikti. Berikut informasinya.
Bunga rampai (book chapter) adalah buku ilmiah yang berisi kumpulan karya tulis ilmiah berbentuk artikel ilmiah dari hasil penelitian maupun studi literatur. Satu book chapter akan membahas beberapa topik sesuai hasil penelitian maupun studi literatur beberapa dosen maupun peneliti. Setiap topik tersebut berdiri menjadi satu bab tersendiri.
Sehingga dalam satu judul book chapter, isinya beberapa bab dan setiap bab berbentuk artikel ilmiah. Book chapter bisa dijadikan referensi ilmiah untuk menunjang penelitian maupun penyusunan karya tulis ilmiah. Baik oleh dosen, mahasiswa, maupun peneliti.
Dalam profesi dosen, menulis dan menerbitkan book chapter merupakan salah satu kewajiban akademik. Yakni sebagai bentuk pelaksanaan tugas penelitian. Sehingga hasil penelitian dosen selain diterbitkan menjadi buku monograf dan referensi. Juga bisa diterbitkan dalam bentuk book chapter.
Buku ilmiah yang wajib ditulis dosen secara berkala mencakup buku ajar, buku monograf, buku referensi, dan bunga rampai (book chapter). Setiap buku ilmiah memiliki ciri khas tersendiri yang membuatnya berbeda satu sama lain. Berikut beberapa ciri khas book chapter:
Ciri khas yang pertama adalah dari segi isi yang meskipun berbentuk buku, book chapter berisi kumpulan artikel ilmiah. Biasanya artikel ilmiah ini hasil dari kegiatan penelitian, sehingga memiliki kebaruan (novelty).
Jadi, berbeda dengan buku ilmiah lain. Misalnya jika dibandingkan dengan buku monograf, isinya hasil dari satu penelitian. Sementara book chapter berisi kumpulan beberapa hasil penelitian dan dipaparkan dalam bentuk artikel ilmiah. Sehingga sekilas isinya mirip dengan buku antologi.
Ciri khas kedua dari book chapter, setiap bab berdiri sendiri. Sebab setiap bab berisi satu artikel ilmiah yang fokus membahas hasil penelitian yang dilakukan seorang dosen. Sehingga berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan bab lainnya. Hanya saja, topik penelitian di setiap bab berada di satu tema yang sama.
Ciri khas ketiga dari bunga rampai (book chapter) adalah memiliki fokus di satu tema utama. Meskipun berisi beberapa hasil penelitian dengan berbagai topik di satu bidang keilmuan yang sama. Namun, semua topik berada di satu tema yang sama.
Misalnya, book chapter mengurung topik “Hasil Penelitian Penggunaan Majas dalam Karya Sastra Indonesia”. Maka setiap topik yang berada di dalamnya, membahas tentang hasil penelitian terkait majas.
Ciri khas berikutnya dari book chapter adalah ditulis oleh beberapa orang penulis. Secara umum, book chapter membutuhkan minimal 5 bab. Setiap bab ditulis oleh satu orang penulis.
Jika terdiri dari 5 bab, maka setidaknya ada 5 penulis yang berkontribusi menyusun isi book chapter tersebut. Jadi, dosen yang ingin menerbitkan book chapter bisa berkolaborasi dengan dosen lain. Terutama yang sama-sama berencana menerbitkan book chapter.
Ciri khas lainnya di dalam book chapter, adalah peran dari editor yang bisa dikatakan khas. Editor di buku ilmiah lain, secara umum bertugas melakukan penyuntingan naskah. Baik dari segi substansi maupun dari segi teknis (misalnya tanda baca, kata baku, dll).
Dalam book chapter, peran dari editor lebih dari sekedar menyunting naskah. Umumnya, editor book chapter berperan dalam memilih atau menentukan artikel ilmiah mana saja yang bisa masuk dalam satu naskah book chapter. Sebab harus relevan dengan tema utama.
Editor juga berperan penting dalam menyusun urutan artikel ilmiah tersebut. Artikel ilmiah mana yang menjadi bab pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Tak hanya itu, editor juga memiliki peran menyusu prolog dan epilog.
Baca juga: Menerbitkan Book Chapter atau Bunga Rampai
Menulis dan menerbitkan bunga rampai (book chapter), bukan sekedar menjalankan kewajiban akademik. Terdapat lebih banyak alasan yang membuat dosen perlu rutin menerbitkan buku ilmiah jenis ini. Berikut penjelasan detailnya:
Sesuai penjelasan sebelumnya, menyusun dan menerbitkan book chapter adalah salah satu kewajiban akademik dosen. Dalam tri dharma, dosen wajib melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Book chapter adalah bagian atau salah satu bentuk pelaksanaan tugas penelitian. Inilah alasan kenapa di dalam rubrik BKD, book chapter masuk dalam bentuk pelaksanaan tugas penelitian. Bukan pendidikan maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dosen yang profesional, tentu bertanggung jawab dengan menjalankan seluruh kewajiban akademik sesuai ketentuan. Termasuk menulis dan menerbitkan book chapter.
Alasan kedua, kenapa dosen perlu menerbitkan bunga rampai adalah untuk menyebarluaskan hasil penelitian. Dosen sekali lagi wajib melaksanakan tugas penelitian. Kewajiban ini melekat sejak pertama kali menekuni profesi dosen sampai memasuki usia pensiun.
Hasil penelitian yang dilaksanakan dosen, tidak bisa disimpan dan hanya diakses mahasiswa di satu perguruan tinggi yang sama. Akan tetapi disebarluaskan untuk diakses masyarakat luas.
Salah satunya dengan diterbitkan ke book chapter, sehingga bisa terbit secara nasional. Tujuannya agar bisa diakses akademisi, peneliti, dan masyarakat luas di berbagai wilayah Indonesia. Sehingga hasil penelitian berdampak secara nyata.
Alasan ketiga, kenapa dosen perlu menerbitkan bunga rampai adalah untuk membantu memenuhi BKD. Dalam profesi dosen, terdapat kewajiban untuk memenuhi target 12 SKS per semester.
Setiap SKS dipenuhi dosen dengan menjalankan tri dharma dan tugas akademik lainnya. Menerbitkan book chapter menjadi salah satu bentuk pelaksanaan tugas pokok penelitian.
Sehingga book chapter tersebut bisa dimasukan dalam pelaporan BKD. Mengacu pada Rubrik BKD Tahun 2021, bobot SKS untuk book chapter nasional adalah 2,5 SKS. Sedangkan book chapter internasional sebesar 3,75 SKS.
Sejalan dengan ketentuan, bunga rampai bisa masuk dalam pelaporan BKD dan membantu dosen memenuhi target 12 SKS per semester. Maka book chapter tersebut juga bisa masuk dalam proses PAK (Penilaian Angka Kredit).
Book chapter, bisa membantu menambah poin angka kredit untuk menunjang kenaikan jabatan akademik dosen. Mengacu pada Kepmendiktisaintek No. 39/M/Kep/2026, book chapter nasional memberi 10 poin angka kredit. Sedangkan book chapter internasiona bisa memberi 15 poin angka kredit.
Menerbitkan bunga rampai juga penting bagi dosen untuk mengembangkan jaringan akademik. Sebab dengan penerbitannya, maka nama dosen semakin dikenal. Terutama di kalangan dosen, mahasiswa, dan peneliti profesional.
Dosen bisa terhubung dan bersilaturahmi dengan akademisi dan peneliti tersebut. Selain menambah teman, tentunya membuka peluang berkolaborasi di masa mendatang. Baik berkolaborasi dalam penelitian, maupun ketik mengurus publikasi ilmiah.
Membahas mengenai bunga rampai (book chapter), tentunya akan membahas juga topik di dalamnya. Secara umum, book chapter bisa disusun dosen di berbagai bidang keilmuan atau bidang kepakaran apapun.
Sebab, book chapter menjadi salah satu sarana dan media bagi dosen menyebarluaskan hasil penelitiannya. Jadi, dosen dengan kepakaran di bidang ilmu sains, humaniora, sampai seni bisa menerbitkan book chapter. Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh tema dan topik di dalam naskah book chapter:
Dosen yang berkecimpung di bidang pendidikan. Tentunya akan menyusun book chapter di bidang pendidikan juga. Contohnya, jika book chapter mengusung tema utama “Inovasi Pendidikan”. Maka berikut beberapa contoh topik di setiap babnya:
Bagi dosen di bidang ilmu pertanian, kemudian mengusung tema utama book chapter adalah “Inovasi Teknologi Pertanian Modern”. Maka berikut beberapa contoh topik yang bisa menjadi isinya:
Bagi dosen yang menekuni bidang ilmu ekonomi. Kemudian menyusun book chapter dengan tema utama “Pengembangan UMKM”. Maka berikut beberapa contoh topik yang bisa menjadi isi book chapter tersebut:
Baca juga: Book Chapter: Format, Ketentuan, Contohnya
Menerbitkan bunga rampai (book chapter), bagi dosen tentunya tidak bisa asal terbit dan masuk ke toko buku. Namun, book chapter tersebut juga harus memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan Ditjen Dikti. Diantaranya adalah:
Ketentuan yang pertama, book chapter yang ditulis oleh dosen harus diterbitkan penerbit resmi. Baik itu penerbit yang dikelola perguruan tinggi, lembaga ilmiah, maupun perusahaan swasta atau penerbit umum.
Penerbit resmi biasanya merupakan anggota IKAPI dan sudah berpengalaman menerbitkan buku ilmiah. Sehingga bisa memahami apa saja standar Ditjen Dikti, agar book chapter yang disusun dosen diakui.
Ketentuan yang kedua, book chapter yang ditulis oleh para dosen terbit dengan ISBN. ISBN sendiri merupakan kode unik berjumlah 13 digit angka sebagai identitas unik buku yang sudah diterbitkan. ISBN menjadi tanda bahwa book chapter terbit secara nasional. Sehingga memenuhi salah satu standar Ditjen Dikti.
Ketentuan yang ketiga, book chapter tersebut sudah melewati proses editorial saat diterbitkan, Editorial disini mencakup proses penyuntingan oleh editor dan penyunting profesional. Serta ada proses peer review oleh pakar di bidangnya. Sehingga terjadi proses editorial yang jelas, ketat, dan sesuai standar.
Bagi dosen yang dalam waktu dekat ingin mengurus penerbitan bunga rampai (book chapter). Maka selain memastikan naskah sudah selesai, juga harus dipastikan terbit dengan memenuhi ketentuan Ditjen Dikti di atas. Sehingga bisa masuk dalam pelaporan BKD dan diakui juga untuk masuk dalam proses PAK.
Referensi:
Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah buku, pembaca biasanya akan mencari resensi buku tersebut. Resensi sendiri…
Penerbit Deepublish bekerja sama dengan DuniaDosen.com sukses menyelenggarakan Webinar Dosen Indonesia bertema "Publikasi dan Penilaian…
Tahukah Anda, bahwa terdapat jenis terbitan atau buku yang tidak dapat diberikan ISBN oleh Perpustakaan…
Penerbit Deepublish sukses menyelenggarakan Webinar Publikasi Deepublish bertema "Strategi Optimalisasi Produktivitas Publikasi Dosen di Era…
Jasa atau layanan konversi KTI adalah sebuah layanan yang membantu proses mengubah bentuk KTI satu…
Dalam melaksanakan kegiatan penelitian, penyusunan proposal, dan sebagainya. Dosen maupun mahasiswa dan peneliti akan memasuki…