Salah satu tahapan penting dalam implementasi atau penerapan kurikulum OBE (Outcome Based Education) adalah menyusun RPS berbasis OBE. Unsur dan tahapan menyusun RPS yang didasarkan kurikulum OBE tentu punya ciri khas.
Sehingga tidak bisa disamakan dengan RPS yang mengacu pada kurikulum sebelumnya. Bagi para dosen yang akan menyusun RPS mengacu kurikulum OBE. Tentunya perlu memahami seluruh unsur dan tahap penyusunannya. Berikut informasinya.
Mengutip dari Pedoman Penyusunan RPS UMC Tahun 2025, RPS (Rencana Pembelajaran Semester) adalah dokumen rencana proses pembelajaran yang disusun untuk kegiatan pembelajaran selama satu semester guna memenuhi capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada suatu mata kuliah.
RPS disusun oleh dosen yang mengampu suatu mata kuliah di awal semester. Isi dari RPS ini memaparkan daftar materi perkuliahan dan jadwal penyampaiannya dalam kurun waktu satu semester ke depan.
Sementara kurikulum OBE adalah kurikulum yang memiliki pendekatan pendidikan yang menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, interaktif, dan efektif, serta berorientasi pada capaian pembelajaran berbasis profil lulusan.
Jadi, RPS berbasis OBE adalah rencana proses pembelajaran yang disusun untuk kegiatan pembelajaran selama satu semester di suatu mata kuliah dan menyesuaikan dengan kurikulum OBE yang berfokus pada capaian (outcomes) mahasiswa.
Dalam menyusun RPS berbasis OBE, akan ada beberapa tahapan yang dilalui oleh dosen. Secara umum ada 5 tahapan dan berikut penjelasannya:
Tahap pertama dalam menyusun RPS yang mengacu kurikulum OBE adalah identifikasi CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan). Setiap mata kuliah di dalam suatu program studi memiliki beban atau tuntutan untuk memenuhi CPL.
Oleh sebab itu, CPL termasuk salah satu unsur di dalam RPS yang disusun berdasarkan kurikulum OBE. Penetapan CPL kemudian ada aturannya. Yakni didasarkan pada sejumlah dasar acuan.
Pertama, harus sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Kemudian, CPL tersebut sesuai dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) tercantum di dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012. Serta sesuai dengan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).
Tahap kedua dalam menyusun RPS berbasis OBE adalah merumuskan CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah). Setiap materi yang akan disampaikan dosen saat mengampu suatu mata kuliah harus mendukung pencapaian CPMK.
Selain itu, CPMK tersebut juga mendukung mahasiswa untuk mencapai CPL yang ditetapkan di tahap sebelumnya. Sebab CPMK sendiri merupakan hasil penjabaran CPL yang dibuat lebih spesifik.
Misalnya, jika CPL yang dirumuskan dosen dalam mata kuliah “Analisis Multivariat” adalah “Menguasai konsep dasar keilmuan dan metode analisis statistika yang dapat diaplikasikan pada bidang komputasi, sosial humaniora, ekonomi, industri dan hayati”. Maka berikut beberapa contoh CPMK hasil penjabarannya secara spesifik:
Tahap ketiga dalam menyusun RPS berbasis OBE adalah merumuskan Sub-CPMK. Sub-CPMK juga menjadi bentuk penjabaran yang lebih spesifik dari CPMK yang ditetapkan sebelumnya.
Setiap Sub-CPMK yang disusun atau dirumuskan oleh dosen pengampu mata kuliah harus mendorong mahasiswa mencapai CPMK yang sudah ditetapkan. Masing-masing CPMK bisa dijabarkan menjadi beberapa Sub-CPMK.
Hasil Sub-CPMK ini lantas dicantumkan di dalam RPS karena termasuk salah satu unsur dalam RPS itu sendiri. Misalnya dalam contoh sebelumnya, jika CPMK 1 adalah “Mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan aljabar matriks, konsep statistika deskriptif multivariat dan sebaran normal multivariat”.
Maka berikut beberapa contoh Sub-CPMK yang relevan dengan pencapaian CPMK 1 tersebut:
Tahap keempat dalam menyusun RPS berbasis OBE dalam menyusun tahapan dalam pencapaian Sub-CPMK yang ditentukan di tahap sebelumnya. Tahapan dalam pencapaian Sub-CPMK mencakup menentukan materi apa saja yang akan disampaikan ke mahasiswa, bagaimana urutannya, dan metode pembelajarannya.
Sehingga materi yang disampaikan mendorong mahasiswa memahami materi tersebut. Sekaligus menguasai sejumlah kompetensi atau keterampilan. Dimana kompetensi ini sendiri sesuai dengan Sub-CPMK yang telah dirumuskan sebelumnya.
Misalnya dalam contoh sebelumnya, Sub-CPMK 1 adalah “Mahasiswa mampu menjelaskan konsep-konsep dasar dalam analisis”. Maka dosen menentukan materi apa saja yang mendorong tercapainya Sub-CPMK tersebut, dua kali pertemuan, dan memakai metode pembelajaran kombinasi antara CBL, ceramah, dan diskusi kelompok.
Tahap terakhir dalam menyusun RPS berbasis OBE adalah tahap penyusunan itu sendiri. Artinya, dosen tinggal memasukan atau menginput seluruh CPL, CPMK, dan Sub-CPMK sampai metode pembelajaran ke dalam template RPS.
Secara umum, setiap perguruan tinggi yang menerapkan kurikulum OBE menyediakan template susunan RPS. Sehingga dosen tinggal mengisi sejumlah data pada kolom-kolom yang disediakan.
Jika sudah selesai disusun dalam template tersebut, maka RPS diajukan untuk pemeriksaan dan pengesahan. Setiap perguruan tinggi juga memiliki prosedur berbeda-beda. Para dosen bisa mengikuti arahan dari pimpinan program studi maupun fakultas.
Sesuai penjelasan sebelumnya, RPS berbasis OBE disusun dosen di dalam template RPS yang sudah disediakan pihak perguruan tinggi yang menaungi. Namun, untuk memudahkan dalam memahami seluruh unsur dan bagaimana RPS tersebut disusun.
Berikut adalah contoh RPS yang sudah berbasis OBE seperti dikutip dari website resmi Universitas Brawijaya (UB) untuk mata kuliah Analisis Multivariat I:
Mata Kuliah: Analisis Multivariat I
Kode Mata Kuliah:
Dosen Pengembang RPS:
Kepala Laboratorium:
Ketua Program Studi:
CPL Program Studi:
CPMK:
Deskripsi Mata Kuliah:
Pengenalan prinsip dasar analisis univariat dan analisis multivariat, materi dan prinsip dasar aljabar matriks dalam analisis multivariat, geometri sampel dan random sampling, distribusi normal multivariat, inferensi vektor rata-rata, perbandingan rata-rata dalam multivariat, analisis komponen utama, dan analisis cluster
Materi Pembelajaran / Pokok Bahasan:
Meningkatkan penghasilan kini semakin mudah berkat adanya berbagai sumber penghasilan tambahan dari Hp. Artinya, handphone…
Jenis variabel dalam penelitian sangat beragam. Jika dilihat dari aspek hubungan antarvariabel maka salah satu…
Melakukan parafrasa sendiri saat memasukan kutipan pada karya ilmiah memang tidak selalu mudah. Oleh sebab…
Salah satu kendala ketika melakukan parafrasa dengan platform AI adalah keliru dalam menyusun prompt AI…
Salah satu bab atau bagian di dalam karya tulis ilmiah adalah kajian teori (landasan teori).…
Pendidikan tinggi di Indonesia mulai menerapkan kurikulum baru, yakni kurikulum OBE (Outcome Based Education). Adanya…