Seputar Dosen

7 Arti Penting Kolaborasi Dosen dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

Kolaborasi dosen dalam kegiatan tri dharma, tentunya bukan hal baru dan asing di telinga. Apalagi dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/Kep/2026 menjelaskan publikasi ilmiah untuk pemenuhan syarat khusus adalah hasil kolaborasi. Yakni minimal 2 orang penulis (2 dosen). 

Jadi, para dosen yang ingin mengembangka karir akademiknya dengan lancar tanpa kendala. Tentunya perlu jauh-jauh hari mempersiapkan kegiatan kolaborasi. Bukan hanya dalam publikasi ilmiah, akan tetapi dalam hal lainnya. Berikut informasinya. 

Sekilas Tentang Kolaborasi Dosen

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kolaborasi memiliki arti kerja sama. Sementara itu, dalam KBBI definisi kerja sama adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. 

Kolaborasi menjadi kegiatan yang umum dilakukan siapa saja, di bidang apa saja, dan dengan tujuan apa saja. Dalam konteks dunia pendidikan tinggi, salah satu bentuk kolaborasi adalah kolaborasi dosen. Kolaborasi di kalangan dosen adalah dalam melaksanakan tri dharma.

Kolaborasi yang dilakukan bisa untuk mengembangkan bahan ajar, misalnya berkolaborasi dalam menyusun dan menerbitkan buku ajar. Contoh lain, kolaborasi dalam kegiatan pengajaran seperti kerjasama dosen dengan suatu perusahaan. 

Misalnya untuk menunjang program Magang Mahasiswa, KKN, dll. Kolaborasi bisa dalam kegiatan penelitian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM), dalam publikasi ilmiah, dan sebagainya. 

Siapa Saja yang Bisa Diajak Dosen Berkolaborasi?

Kolaborasi dosen bukan hanya sebatas kerja sama antara satu dosen dengan dosen lainnya. Kolaborasi disini bisa dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar lingkungungan perguruan tinggi (pihak eksternal). Berikut detailnya: 

1. Kolaborasi dengan Rekan Sesama Dosen

    Kolaborasi dalam tri dharma, bisa kolaborasi antara dosen dengan dosen lainnya. Dalam hal ini, dosen bisa berkolaborasi dengan dosen di satu fakultas, lintas fakultas, lintas bidang keilmuan dalam satu perguruan tinggi, dosen lintas perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, dan sebagainya. 

    2. Kolaborasi dengan Mahasiswa

      Kolaborasi dosen bisa juga dengan mahasiswa. Misalnya meminta mahasiswa untuk menjadi tim penelitian saat menerima hibah penelitian. Sehingga mahasiswa ikut andil dalam kegiatan penelitian yang dilakukan dosen. 

      3. Kolaborasi dengan Peneliti

        Dosen di Indonesia juga bisa menjalin kolaborasi dengan peneliti dari lembaga penelitian, peneliti di perusahaan yang melakukan R&D produk, dan sebagainya. Misalnya dosen Kemdiktisiantek bekerjasama dengan peneliti BRIN. 

        4. Kolaborasi dengan Praktisi dan Industri

          Kolaborasi dosen dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan sebagainya juga bisa dengan kalangan praktisi atau dengan industri. Misalnya kerjasama penelitian dengan praktisi di perusahaan pertambangan, dengan UMKM di daerah dekat kampus, dll. 

          5. Kolaborasi Dosen dengan Pemerintah

            Kolaborasi yang dilakukan dosen juga bisa dengan pemerintah atau lembaga pemerintah. Misalnya dosen melakukan kolaborasi penelitian dengan BRIN, dinas pariwisata, dinas pendidikan, dll. 

            6. Kolaborasi dengan Komunitas di Masyarakat

              Bentuk kolaborasi berikutnya adalah antara dosen dengan komunitas di masyarakat. Misalnya dengan organisasi yang dibentuk masyarakat di daerah atau wilayah tertentu dalam penelitian, PkM, dll. 

              Pentingnya Kolaborasi dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

              Kolaborasi dosen bisa untuk kegiatan publikasi ilmiah. Mencakup kolaborasi dalam penulisan karya ilmiah sampai proses publikasinya di prosiding, jurnal, maupun penerbitan  buku ilmiah. Kolaborasi dalam publikasi di jurnal ilmiah menjadi langkah yang tepat. Berikut beberapa arti penting kolaborasi tersebut: 

              1. Meningkatkan Kualitas Artikel Jurnal

                Arti penting yang pertama, bisa membantu meningkatkan kualitas artikel ilmiah yang disusun bersama-sama. Sebab dari kedua belah pihak saling transfer ilmu, keterampilan menulis artikel, akses ke database referensi kredibel, aplikasi penunjang penulisan, dan sebagainya. 

                Sehingga secara kualitas isi atau substansi sampai struktur penulisan menjadi lebih baik. Sebab dikerjakan bersama-sama dengan ahlinya dan bisa jadi dosen tersebut sudah lebih berpengalaman menulis artikel ilmiah yang menembus jurnal SINTA maupun jurnal Scopus. 

                Baca juga: 9 Cara untuk Mengoptimalkan Kualitas Publikasi Ilmiah bagi Dosen 

                2. Meningkatkan Potensi Menembus Jurnal Bereputasi

                  Arti penting kedua, kolaborasi dosen dalam publikasi jurnal ilmiah meningkatkan potensi menembus jurnal bereputasi. Kualitas artikel ilmiah yang lebih mumpuni, membuatnya lebih mudah menembus jurnal nasional terakreditasi sampai jurnal internasional bereputasi. 

                  3. Meningkatkan Kuantitas Publikasi Jurnal Ilmiah

                    Kolaborasi dalam publikasi jurnal ilmiah juga penting untuk meningkatkan kuantitas. Artinya, kolaborasi tersebut membantu dosen mempublikasikan lebih banyak artikel ilmiah di berbagai jurnal kredibel. 

                    Bagi dosen, publikasi sebanyak mungkin dengan kualitas yang baik bisa membantu membantu akselerasi kenaikan jabatan akademik. Sebab bisa mendapat tambahan poin angka kredit lebih banyak. 

                    4. Meningkatkan Visibilitas dan Dampak Publikasi

                      Kolaborasi dosen dalam publikasi jurnal ilmiah meningkatkan kualitas publikasi tersebut. Sehingga visibilitasnya tinggi karena bisa masuk ke jurnal kredibel dan bereputasi. Visibilitas tinggi ini akan meningkatkan jumlah pembaca sampai jumlah sitasi. 

                      5. Menunjang Kenaikan Jabatan Akademik

                        Kolaborasi dalam publikasi ilmiah, salah satunya berbentuk jurnal membantu dosen mengembangkan karir akademik. Sebab poin angka kreditnya tinggi, dihitung dalam proporsi AK Prestasi, serta membantu memenuhi syarat khusus. 

                        Jadi, bagi dosen yang ingin karir akademiknya terus berkembang bahkan berkembang pesat. Maka produktif mengurus publikasi di jurnal sangat penting. Berkolaborasi membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi jurnal ilmiah. 

                        Baca juga: Mengenal Fakta-Fakta Jabatan Struktural Dosen

                        6. Memudahkan Dosen Memenuhi BKD

                          Arti penting kolaborasi dosen dalam publikasi jurnal ilmiah berikutnya adalah membantu memenuhi BKD. Dalam BKD, dosen di Indonesia memiliki target memenuhi 12 SKS dalam satu semester. Hal ini juga berlaku untuk dosen dengan tugas belajar maupun izin belajar. 

                          Publikasi dalam jurnal ilmiah bisa masuk pelaporan BKD. Jika sesuai ketentuan Kemdiktisaintek maka diakui asesor dan BKD mendapat nilai Memenuhi. Dampaknya, dosen bisa memenuhi salah satu syarat administratif kenaikan jabatan akademik. Kemudian mendapat tunjangan profesi maupun tunjangan kehormatan. 

                          7. Meningkatkan Kompetensi Menulis dan Korespondensi

                            Arti penting lainnya, kolaborasi dalam publikasi jurnal membantu meningkatkan kompetensi dosen. Pertama, kompetensi dosen dalam menulis artikel ilmiah yang berkualitas. Serta mampu memenuhi standar jurnal SINTA maupun jurnal Scopus dan WoS. 

                            Sehingga, di masa mendatang dosen bisa lebih rutin mempublikasikan jurnal terakreditasi dan bereputasi tinggi. Serta membuka jalan untuk berkolaborasi dengan lebih banyak pihak. 

                            Kedua, kompetensi dalam korespondensi. Harus diakui submit artikel sampai proses komunikasi dengan editor dan revisi sesuai catatan reviewer bukan hal mudah. Kompetensi korespondensi harus maksimal agar bisa melewati tahapan panjang publikasi di jurnal ilmiah. 

                            Kolaborasi membantu mengasah kompetensi tersebut. Sebab dosen bisa mendapat tips maupun trik untuk menunjang proses korespondensi. Lewat kompetensi ini, di masa mendatang dalam kolaborasi publikasi ilmiah dosen bisa berperan sebagai penulis korespondensi. Apalagi besaran poin angka kreditnya setara penulis pertama. 

                            Cara Mencari Mitra Kolaborasi Dosen dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

                            Memahami bahwa kolaborasi dosen dalam publikasi jurnal ilmiah sangat penting dan memberi banyak manfaat. Maka bisa segera mempersiapkan kolaborasi tersebut. Langkah pertama, tentunya bisa mencari mitra kolaborasi yang tepat atau potensial. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan: 

                            1. Bergabung ke Dalam Komunitas Akademik

                              Cara pertama untuk bisa bertemu dengan para calon mitra kolaborasi adalah bergabung di komunitas akademik. Mencakup komunitas khusus profesi dosen, komunitas profesi tertentu atau asosiasi profesi, dan lain sebagainya. 

                              Dalam komunitas ini, dosen akan terhubung dengan dosen dan peneliti lain di eksternal perguruan tinggi. Sehingga membuka potensi bertemu rekan sejawat yang ideal diajak berkolaborasi di masa mendatang. 

                              2. Mengikuti Seminar dan Konferensi Ilmiah

                                Cara kedua untuk bisa bertemu dengan calon mitra kolaborasi dosen adalah aktif ikut seminar, lokakarya, maupun konferensi ilmiah. Dalam kegiatan ilmiah tersebut, dosen bisa bertemu dosen lain dan kalangan peneliti. 

                                Baik yang mempresentasikan hasil penelitian, narasumber, maupun peserta kegiatan dan tamu undangan. Biasanya kegiatan seperti ini dihadiri masyarakat ilmiah sehingga bisa menemukan lebih banyak calon mitra kolaborasi yang potensial. 

                                Mitra kolaborasi yang potensial, merupakan mitra kolaborasi yang memenuhi kriteria untuk diajak bekerjasama. Misalnya ada kesesuaian bidang keahlian, kesesuaian dengan kompetensi yang dibutuhkan, berasal dari institusi yang punya suatu fasilitas untuk menunjang publikasi di jurnal, dll. 

                                3. Memanfaatkan Jejaring Akademik

                                  Dosen tentunya memiliki jaringan akademik tersendiri dan terbentuk sejak lama. Misalnya sejak masa SMA, sejak masa perkuliahan di jenjang S1 maupun S2, dan sebagainya. 

                                  Jaringan akademik yang dimiliki, bisa dimintai akses ke jaringan lebih luas. Misalnya dosen lain di satu fakultas yang terhubung dengan dosen dari perguruan tinggi lain, peneliti BRIN, dll. Sehingga bisa minta bantuan untuk diperkenalkan, dibantu berkolaborasi, dan sejenisnya. 

                                  4. Ajukan Kolaborasi Melalui Hibah

                                    Cara berikutnya untuk dosen terhubung dengan calon kolaborasi adalah lewat program hibah. Dalam sejumlah program hibah penelitian, PkM, maupun publikasi ilmiah terdapat fasilitas untuk mengajukan dicarikan mitra ke pihak penyelenggara. 

                                    Misalnya hibah penelitian di laman BIMA, pada program tertentu disediakan fasilitas menerima rekomendasi mitra. Sehingga sistem di BIMA atau dari Kemdiktisaintek yang akan menghubungkan dosen dengan dosen lain agar berkolaborasi sesuai ketentuan hibah. 

                                    5. Ikut dalam Call for Paper (CFP)

                                      Dalam beberapa momen, sejumlah pengelola jurnal mengumumkan CFP. Sehingga banyak dosen,mahasiswa, maupun peneliti yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Dosen bisa bertemu dengan dosen lain, peneliti, maupun mahasiswa yang bisa diajak berkolaborasi di masa mendatang. 

                                      Hal ini bisa terjadi, karena penyelenggara CFP tersebut biasanya membentuk grup diskusi. Misalnya di WhatsApp maupun Telegram, sehingga dosen bisa saling berkomunikasi dengan member grup tersebut. 

                                      Jika tidak ada grup diskusi, maka setelah artikel diterbitkan dalam volume baru jurnal tersebut. Maka dosen bisa mengetahui peneliti mana saja yang ikut serta dalam CFP. Kemudian bisa mencari kontak afiliasinya untuk diajak berkolaborasi. 

                                      6. Akses ke Database Publikasi Ilmiah

                                        Cara berikutnya, dosen bisa mengakses database publikasi ilmiah. Misalnya di SINTA, Scopus, dan lain sebagainya. Sehingga bisa membaca sejumlah artikel ilmiah yang disusun dosen maupun peneliti lain. Dosen yang tertarik dengan rekam jejak publikasi tersebut, bisa mencari kontak penulis dan berkolaborasi. 

                                        7. Akses Media dan Platform Digital Akademik

                                          Cara lainnya, dosen bisa aktif di media maupun platform digital akademik. Misalnya di LinkedIn, ResearchGate, dan sejenisnya. Sehingga dalam platform tersebut, dosen terhubung dengan peneliti lain. Hal ini akan membuka potensi bertemu mitra kolaborasi yang sesuai. 

                                          Melalui beberapa cara tersebut, dosen bisa lebih mudah bertemu dengan rekan sesama dosen dan kalangan peneliti. Sehingga bisa memperluas jaringan dan membuka potensi kolaborasi dosen di masa mendatang. Dalam hal ini, dosen bisa menawarkan kolaborasi maupun menerima tawaran kolaborasi dari dosen maupun peneliti lain.

                                          FAQ (Frequently Asked Questions)

                                          1. Kolaborasi dosen bisa dilakukan dengan siapa saja?

                                          Kolaborasi dosen bisa dilakukan dengan sesama dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi industri, pemerintah, dan komunitas masyarakat.

                                          2. Apa manfaat kolaborasi dosen dalam publikasi jurnal ilmiah?

                                          Kolaborasi dosen dapat meningkatkan kualitas artikel, memperbesar peluang masuk jurnal bereputasi, menambah jumlah publikasi, meningkatkan visibilitas, dan mendukung kenaikan jabatan akademik.

                                          3. Apa saja bentuk kolaborasi dosen yang umum dilakukan?

                                          Bentuknya antara lain kolaborasi dalam penulisan buku ajar, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi jurnal, prosiding, dan kerja sama dengan pihak eksternal seperti perusahaan atau lembaga pemerintah.

                                          4. Apakah kolaborasi bisa dilakukan lintas perguruan tinggi?

                                          Bisa. Dokumen menyebutkan bahwa dosen dapat berkolaborasi dengan rekan dari satu fakultas, lintas fakultas, bahkan lintas perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

                                          5. Mengapa kompetensi korespondensi penting dalam publikasi ilmiah?

                                          Karena proses publikasi tidak hanya soal menulis artikel, tetapi juga komunikasi dengan editor dan reviewer sampai artikel diterima.

                                          Karimatun Nisa

                                          Recent Posts

                                          12 Cara Manajemen Waktu Dosen agar Tetap Produktif Menjalankan Tri Dharma

                                          Dosen di Indonesia memiliki kesibukan akademik yang sangat tinggi. Selain wajib mengajar, dosen juga wajib…

                                          4 hari ago

                                          Memahami Pentingnya Roadmap Penelitian dan Tata Cara Penyusunanya

                                          Salah satu tahap dalam kegiatan penelitian adalah tahap perencanaan yang di dalamnya mencakup penyusunan roadmap…

                                          5 hari ago

                                          Memahami Syarat Menjadi Asisten Ahli dan Tunjangan yang Berhak Diterima Dosen

                                          Salah satu jenjang jabatan akademik dosen yang paling awal adalah Asisten Ahli. Para dosen pemula…

                                          6 hari ago

                                          9 Cara untuk Mengoptimalkan Kualitas Publikasi Ilmiah bagi Dosen

                                          Memiliki kuantitas publikasi ilmiah yang optimal memang penting bagi dosen. Namun, memastikan kualitas publikasi ilmiah…

                                          6 hari ago

                                          7 Strategi Meningkatkan Angka Kredit Dosen Lewat Buku Ajar

                                          Dosen yang profesional tentu akan berusaha untuk mengembangkan karir akademik yang dimiliki. Salah satu strategi…

                                          1 minggu ago

                                          Dosen Perlu Memiliki Buku Karya Sendiri, Berikut 10 Alasannya!

                                          Setiap dosen di Indonesia tentu perlu memahami alasan kenapa dosen perlu memiliki buku sendiri. Artinya,…

                                          1 minggu ago