Seputar Dosen

Strategi Manajemen Waktu untuk Dosen Selama Ramadan

Cermat dalam manajemen waktu selama Ramadan bisa membantu dosen tetap produktif dalam tri dharma. Sekaligus bisa menjalankan kegiatan ibadah wajib maupun sunnah untuk mendapatkan pahala di bulan Ramadan tersebut. 

Namun, tetap menjaga produktivitas tri dharma ternyata bukan hal yang mudah. Ibadah puasa membuat dosen rentan kehilangan fokus dan harus menghemat tenaga. Alhasil, produktivitas tri dharma kurang maksimal. Hal ini tentu perlu diatasi, salah satunya dengan manajemen waktu yang tepat. Berikut informasinya. 

Strategi Manajemen Waktu Selama Ramadan untuk Dosen

Manajemen waktu selama Ramadan, tentu tidak cukup hanya sebatas melakukan manajemen pada aktivitas akademik dosen. Akan tetapi juga melakukan manajemen pada kondisi kesehatan sekaligus manajemen kegiatan ibadah. 

Sebab, manajemen di bulan Ramadan pada dasarnya bertujuan menyeimbangkan antara kegiatan ibadah dengan pekerjaan. Lalu, apa saja manajemen yang perlu dilaksanakan oleh dosen agar kewajiban akademik dan kegiatan ibadah bisa berjalan beriringan? Berikut penjelasannya: 

1. Manajemen Pekerjaan Dosen

    Poin pertama, berkaitan dengan manajemen pekerjaan. Yakni melakukan manajemen atau tata kelola pada seluruh tugas dan kewajiban akademik. Mencakup tugas pokok sesuai tri dharma, tugas penunjang, maupun tugas tambahan.

    Dosen memiliki banyak sekali tugas dan kewajiban akademik. Pada bulan biasa di luar Ramadan, dosen sudah sangat sibuk. Supaya tetap bisa melaksanakan ibadah dan kewajiban akademik beriringan. Berikut beberapa manajemen pekerjaan yang bisa diterapkan: 

    1. Menyusun Rencana Kegiatan Harian

    Manajemen pekerjaan dosen bisa dimulai dengan menyusun rencana kegiatan harian. Pada bulan Ramadan, rencana kegiatan ini disarankan disusun di malam hari. Misalnya selepas shalat tarawih. Jika ada amalan tadarus Al-Qur’an, maka bisa disusun setelahnya. 

    Rencana kegiatan disusun untuk dilaksanakan besok pagi sampai sore. Yakni dari bangn tidur memulai aktivitas sampai berangkat tidur di malam hari untuk istirahat. Seluruh kegiatan yang rutin dan perlu dilakukan dimasukan dalam rencana kegiatan. 

    Buat dulu seluruh daftar kegiatan yang memang harus dikerjakan, harus dilaksanakan, dan ingin ditunaikan. Supaya tidak ada yang terlewat, maka susun daftar kegiatan secara sistematis. Mulai dari rencana kegiatan di pagi hari, lalu siang hari, begitu seterusnya sampai malam hari. 

    1. Membuat Jadwal Kegiatan Berdasarkan Skala Prioritas

    Jika daftar rencana kegiatan besok sudah disusun. Maka manajemen pekerjaan selama Ramadan di tahap kedua adalah mengatur jadwal pelaksanaannya. 

    Selama bulan Ramadan, ara dosen tentu akan menjalankan ibadah puasa. Sehingga dari subuh sampai maghrib tidak akan makan dan minum. Kondisi ini membuat pengaturan jadwal kegiatan harus cermat. 

    Pertama, tentukan urutan kegiatan sesuai skalapioritas. Utamakan dulu pekerjaan penting dan mendesak, baru pekerjaan kurang penting tapi mendesak, baru ke pekerjaan kurang penting dan kurang mendesak. 

    Kedua, menentukan urutan pekerjaan juga bisa dari tingkat kesulitan. Pekerjaan yang tingkat kesulitannya tinggi butuh fokus lebih. Usahakan dikerjakan di pagi hari saat tubuh masih segar. Jadi, semakin sore semakin mendekati titik energi penghabisan karena puasa, pekerjaan semakin ringan. 

    1. Melakukan Time Blocking Pekerjaan

    Manajemen waktu selama Ramadan khusus untuk pekerjaan juga bisa menerapkan time blocking. Secara sederhana, time blocking adalah mengatur waktu khusus untuk diisi pekerjaan tertentu. 

    Misalnya, dosen memblok waktu dari Senin sampai Jumat untuk jam 7 pagi sampai jam 1 siang mengajar di kampus. Kemudian Senin sampai Rabu di jam 1 siang sampai sore diisi khusus dengan kegiatan pengabdian. Kamis dan Jumat dari jam 1 siang sampai sore digunakan khusus untuk penelitian. 

    Pada akhir pekan, bisa diisi dengan kegiatan penelitian dan pengabdian yang masih harus diselesaikan. Sekaligus bisa diisi dengan kegiatan menyusun artikel ilmiah, proposal hibah, dll. Jadi, ada pembagian hari tertentu untuk kegiatan tertentu. Jika memungkinkan, trik ini bisa diterapkan. 

    1. Selalu Disiplin dan Tidak Menunda Pekerjaan

    Manajemen waktu selama Ramadan dan manajemen pekerjaan di dalamnya tidak akan berhasil tanpa kedisiplinan tinggi dari dosen. Jadi, supaya manajemen yang dibuat bisa terlaksana dan hasilnya sesuai harapan. Dosen wajib disiplin dan tidak menunda pekerjaan. 

    1. Memanfaatkan Teknologi untuk Efisiensi

    Efisiensi waktu, tenaga, dan biaya juga membantu manajemen pekerjaan selama Ramadan. Salah satu cara untuk mencapai efisiensi tersebut, dosen bisa memanfaatkan teknologi. 

    Misalnya menyusun rencana kegiatan dan jadwalnya di aplikasi Trello, membuat slide presentasi dengan Canva, mengecek tugas karya tulis bahasa Inggris mahasiswa dengan Grammar, dll. Selama tugas akademik dosen bisa lebih cepat dengan platform tertentu, maka perlu dimanfaatkan. 

    Baca juga: 7 Teknik Manajemen Waktu yang Banyak Digunakan

    2. Manajemen Fisik dan Kesehatan

      Bagian kedua di dalam manajemen waktu selama Ramadan untuk kalangan dosen adalah manajemen fisik dan kesehatan. Manajemen di bagian kedua ini sama pentingnya dengan bagian pertama yang sudah dijelaskan. 

      Sebab, bagaimana dosen bisa menjalankan ibadah sekaligus tri dharma jika tubuh tidak sehat? Berikut beberapa bentuk manajemen fisik dan kesehatan dosen selama bulan Ramadan: 

      1. Mengatur Pola Makan Sehat dan Seimbang

      Manajemen fisik dan kesehatan yang pertama, tentunya dari pola makan. Menu saat sahur dan berbuka, perlu dipastikan sehat dan mengandung nutrisi seimbang. 

      Memaksimalkan energi dan asupan nutrisi, maka para dosen bisa meminimalkan konsumsi makanan terlalu tinggi gula dan lemak. Atur asupan sumber karbohidrat, minimalkan takjil manis, dan pastikan asupan sayur-mayur sudah didapatkan. 

      1. Mengatur Jam Tidur

      Jam tidur juga bagian dari manajemen fisik dan kesehatan dosen selama Ramadan. Pada bulan lain, dosen mungkin akrab dengan begadang karena harus menulis di malam sampai dini hari. Serta diisi dengan kegiatan akademik lainnya. 

      Namun, saat bulan Ramadan sebaiknya kebiasaan begadang dihentikan. Sebab harus bangun untuk sahur agar tubuh mendapat asupan energi dan nutrisi yang cukup. Alihkan kegiatan sebelumnya setelah sahur atau setelah shalat subuh. 

      1. Olahraga Ringan Secara Rutin

      Olahraga juga menjadi bagian dari tata kelola kesehatan dosen selama bulan puasa. Meski tengah berpuasa, usahakan tidak menjadikan olahraga sebagai pantangan karena takut kehabisan energi. Olahraga ringan sangat dianjurkan untuk rutin dilakukan sepanjang bulan puasa. 

      Namun, pilih waktu terbaik. Misalnya di sore hari, agar dekat waktu berbuka. Bisa juga setelah selesai bersantap sahur atau sebelum shalat subuh. Olahraga ringan bisa jalan santai, baik di luar rumah maupun di atas treadmill di rumah. Bisa juga sepeda statis, yoga, berenang, dll. 

      1. Minum Air Putih yang Cukup

      Manajemen kesehatan dan fisik dosen selama Ramadan, juga berkaitan dengan asupan cairan ke tubuh. Selama puasa, sangat disarankan memperbanyak minum air putih. Sebab bisa membantu menjaga metabolisme dan konsentrasi. Pengaturan jadwal minum harus dibuat. 

      Misalnya minum air putih setidaknya 2 gelas saat sahur. Sementara saat berbuka, minimal 6 gelas. Diatur 1 gelas saat membatalkan puasa, 3 gelas saat bersantap menu buka puasa, dan 2  sisanya diatur sebelum pergi tidur di malam hari. Asupan cairan juga bisa didapatkan dari buah, air kelapa,dll. 

      1. Minum Suplemen Jika Diperlukan

      Bila diperlukan, para dosen juga bisa menjaga kesehatan tubuh saat puasa dengan rutin minum suplemen. Mengkonsumsi suplemen bisa membantu menambal kebutuhan zat gizi tubuh yang masih kurang terpenuhi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. 

      Misalnya mengkonsumsi vitamin B Kompleks, Vitamin C. Magnesium, Protein, dan lain sebagainya. Jika ingin lebih tepat lagi dalam menentukan suplemen mana yang perlu dikonsumsi. Maka bisa berkonsultasi dulu dengan ahlinya, dokter dan ahli gizi. 

      Baca juga: 9 Tools Manajemen Waktu yang Paling Banyak Digunakan

      3. Manajemen Kegiatan Ibadah

        Manajemen waktu selama Ramadan juga mencakup manajemen kegiatan ibadah. Sebab, bagi dosen yang beragama Islam tentunya bukan Ramadan menjadi momentum untuk panen pahala sebanyak mungkin. 

        Padatnya kegiatan akademik, membuat dosen perlu manajemen kegiatan ibadah yang tepat. Berikut beberapa caranya: 

        1. Menjalankan Shalat Wajib di Awal Waktu

        Selama bulan Ramadan, dosen yang tetap ingin menjalankan ibadah sunnah tentu memahami kesibukannya akan meningkat. Maka dalam manajemen ibadah, utamakan dulu ibadah wajib. Mulai dari ibadah puasa wajib, niatkan untuk dijalankan penuh satu bulan. 

        Kemudian, niatkan shalat lima waktu tepat waktu. Jika tidak memungkinkan berjamaah. Maka bisa shalat di rumah dan usahakan di awal waktu. Menunda kegiatan shalat wajib bisa berdampak pada jadwal kegiatan harian yang sudah disusun. 

        1. Menjalankan Ibadah Sedikit Tapi Rutin

        Memiliki target yang tinggi, memang bisa saja dilakukan oleh dosen. Namun, apakah bisa direalisasikan? Dalam menjaga keseimbangan kegiatan akademik dengan ibadah, dianjurkan untuk meniatkan ibadah yang sedikit tapi rutin. Bukan sebaliknya. 

        Misalnya, terkait ibadah sunnah. Pilihannya ada banyak, hindari memilih melaksanakan semuanya. Pilih salah satu atau maksimal 2 sesuai kemampuan. Sebab, sama-sama memberi pahala bagi dosen. 

        Kemudian, saat memilih ibadah sunnah tersebut usahakan memenuhi rukunnya. Tidak terlalu berlebihan. Misalnya, jika memilih ibadah sunnah shalat tahajud. Maka kerjakan 2 rakaat sudah cukup, tapi rutin dari hari pertama Ramadan sampai akhir. Bukan 8 rakaat tapi hanya 1 malam. 

        1. Menjaga Konsistensi Kegiatan Ibadah

        Manajemen waktu selama Ramadan saat menjalankan kegiatan ibadah juga mencakup konsistensi. Dosen perlu mengusahakan untuk konsisten menjalankan kegiatan ibadah sunnah yang sudah dipilih dari awal dan mempertimbangkan banyak hal. 

        Bisa dimulai dengan memasukan kegiatan tersebut di dalam jadwal kegiatan harian, memasang alarm dengan tambahan catatan, dan berniat menjalankan ibadah tersebut agar ingat dengan sendirinya. 

        1. Niatkan Kegiatan Akademik sebagai Ibadah

        Terakhir, adalah meniatkan kegiatan akademik yang dijalankan dosen sebagai ibadah. Mengajar mahasiswa di kampus, menulis artikel di jurnal, menulis buku ilmiah, dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Bisa diniatkan ibadah. 

        Sebab, mengajar dan menulis karya ilmiah sama halnya dengan sedekah ilmu kepada masyarakat luas. Kegiatan dalam program pengabdian kepada masyarakat termasuk pelayanan sosial yang bermanfaat dan juga menjadi ladang pahala bagi pelaksananya. 

        Jadi, dengan meniatkan tri dharma sebagai ibadah. Maka artinya, dosen melaksanakan ibadah 1 bulan Ramadan penuh. Tentunya juga menjadi sarana dosen panen pahala berlipat ganda. 

        Melalui penjelasan di atas, maka diharapkan bisa membantu dosen dalam manajemen waktu selama Ramadan. Mencakup manajemen pekerjaan, manajemen kesehatan, dan juga manajemen kegiatan ibadah. Manajemen waktu sangat penting bagi dosen, karena selama Ramadan aktivitas tri dharma tidak bisa ditinggalkan. 

        Apalagi, perguruan tinggi juga masih beroperasi sehingga dosen harus aktif mengajar. Disusul BKD yang dibebankan ke dosen di Indonesia tetap di 12 SKS per semester. Jadi, menyeimbangkan aktivitas akademik dan ibadah adalah hal penting untuk dosen.

        Karimatun Nisa

        Recent Posts

        4 Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar

        Pernahkah Anda mendengar istilah sumber belajar dan bahan ajar? Sekilas, kedua istilah ini terdengar sama…

        14 jam ago

        7 Pilihan Cara Menghasilkan Uang Selama Ramadan

        Memasuki bulan Ramadan, tentu mendapati pengeluaran semakin membengkak. Bisa karena kebutuhan menyiapkan makanan dan minuman…

        1 hari ago

        Siapa saja yang Wajib Melakukan Pengisian BKD di SISTER?

        Kewajiban dosen di Indonesia, bukan hanya menjalankan tri dharma dan tugas tambahan. Akan tetapi juga…

        6 hari ago

        Jenis Publikasi Ilmiah untuk Beasiswa LPDP

        Pendanaan dalam program Beasiswa LPDP mencakup dana pendidikan dan dana penunjang. Salah satu komponen dalam…

        7 hari ago

        20 Daftar Istilah dalam Publikasi Ilmiah di Jurnal yang Harus Diketahui

        Pada saat mencari jurnal untuk tujuan publikasi ilmiah, maka akan membaca informasi di website pengelola…

        1 minggu ago

        P-ISSN dan E-ISSN: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Ceknya

        Pernahkah Anda mendengar atau melihat langsung teks P-ISSN dan E-ISSN? P-ISSN maupun E-ISSN tentu familiar…

        1 minggu ago