Kenali 3 Anatomi Menulis Abstrak Karya Ilmiah

Jika sebelumnya sudah dibahas tentang tips menulis abstrak, maka pada kesempatan kali ini akan mengulas anatomi penyusunan abstrak. Ada perbedaan penulisan abstrak dengan karya ilmiah. Penulisan abstrak lebih singkat dan terstruktur.

Apakah Anda termasuk orang yang mengalami kesulitan menulis abstrak karya ilmiah, karena merasa abstrak yang Anda buat sulit dipahami? Anda dapat meminta salah satu rekan atau teman membaca abstrak yang Anda tulis.

Ketika teman Anda tidak merasa terpancing dan tidak merasa tertarik, maka PR Anda membuat abstrak yang menarik. Sadar atau tidak disadari, abstrak salah satu penentu makalah Anda dibaca atau hanya dionggokan.

Ada beberapa tips menyusun abstrak pada karya ilmiah maupun pada jurnal. Setidaknya Anda memperhatikan anatominya terlebih dahulu.

Dilihat berdasarkan anatomi penyusunan, abstrak dibagi menjadi introduction, body dan conclusion. Apa saja dan bagaimana? Berikut ulasannya masing-masing.

Introduction pada Karya Ilmiah

Introduction adalah pendahuluan yang berisi tentang pendahuluan hasil penelitian. Metode penulisan introduction ditulis menggunakan bahasa yang padat dan singkat.

Metode penulisan ini disusun sesuai dengan aturan. Di bagian pendahuluan, tidak ada salahnya Anda sedikit menyinggung pertanyaan secara spesifik yang harus dijawab secara ideal.

Penulisan dibagian introduction cukup ditulis apa yang perlu dan yang penting saja. Tidak perlu menjelaskan istilah atau menjabaarkan secara detail, itu cukup dijelaskan dibagian isi. Ketika hendak menuliskan tinjauan penelitian, cukup tulis secara garis besar saja.

Terkait dengan penulisan jargon, cukup pilih jargon yang kira-kira dipahami oleh pembaca. Hindari penulisan jargon yang sangat asing, agar tidak banyak orang merasa binggung.

Body pada Karya Ilmiah

Anatomi  penulisan abstrak karya ilmiah yang kedua adalah menulis  dibagian body atau bagian badan inti. Apa saja yang tulis di sini? Tulis keterangan dan penjelasan lebih lengkap.

Tulis informasi yang benar-benar bermanfaat untuk pembaca. Ketika menulis , hindari penggunaan singkatan, tulis menggunakan bahasa yang baku, karena sifat tulisan ini lebih ilmiah.

Ketika Anda ingin menulis nama yang sudah familiar, maka Anda bisa menulis dengan membuat rujukan nama yang sudah ada di dalam makalah Anda.

Satu hal penting lain yang Anda perhatikan saat menulis abstrak, tidak boleh memasukan tabel, gambar, kutipan dan referensi. Alasannya sederhana, karena akan memakan ruang dan semakin menambah banyak karakter yang ditulis.

Dibagian isi jelaskan dan paparkan semua yang sudah terpapar di abstrak. Mengingat di bagian abstrak hanya menyinggung, penjelasan dan ulasan lebih spesifik diletakan di bagian badan.

Termasuk dalam penulisan referensi. Penulisan referensi dibagian badan, cukup cantumkan nama dan tahun, sedangkan referensi lebih lengkap ditulis dibagian referensi.

Conclusion pada Karya Ilmiah

Conclusion atau yang lebih akrab kita sebut dengan kesimpulan. Kesimpulan dalam menulis abstrak karya ilmiah dikemas secara terpisah dari makalah.

Dibagian kesimpulan, hindari menulis atau menyalin kutipan secara langsung dari isi makalah. Usahakan untuk menulis menggunakan bahasa sendiri, dan hindari pula penulisan ulang.

Penulisan kesimpulan pada abstrak yang baik ditulis menggunakan diksi yang beragam dan baru, tujuannya agar menampakan integritas si penulisnya.

Sedikit mengulas tentang penggunaan diksi yang beragam dan baru ini memang menjadi daya tarik untuk pembaca. Meski sepele, pemilihan bahasa untuk bahasa tulis mampu mengasah kemampuan berbahasa pembaca.

Disitulah pembaca akan mempelajari istilah bahasa yang belum dia ketahui. Dari segi pemaparan isi makalah, sudah jelas isi makalah Anda lebih kaya dan lebih bermanfaat.

Agar makalah terfokus, buat kata kunci lebih spesifik. Misal penelitian tentang gender, maka katakunci yang Anda tuliskan pun memaparkan tentang kajian gender.

Terutama kajian gender terbaru. Saat menulis abstrak, selalu ingat tujuan utama menulis makalah penelitian adalah, Anda menemukan kesimpulan yang baru untuk masyarakat.

Itulah anatomi yang perlu diperhatikan ketika menulis abstrak karya ilmiah. Sebagai catatan, agar tulisan lebih berisi, tidak ada salahnya Anda meminta umpan balik.

Tujuannya sebelum dipublikasikan, sempat mendapatkan masukan dan melakukan revisi. Jadi ketika dipublikasikan, tulisan Anda sudah dalam kondisi terbaik. (Elisa)

Referensi

  • http://www.snowlife-elisa.com (Diakses pada 22 November 2018).
  • https://penerbitdeepublish.com/tips-menulis-abstrak-karya-ilmiah/ (Diakses pada 22 November 2018).
deepublish

Recent Posts

8 Kesalahan Menyusun Buku Referensi yang Perlu Diketahui dan Dihindari Dosen

Dalam menulis buku ilmiah, termasuk buku referensi para dosen mungkin menghadapi berbagai kendala. Kendala-kendala inilah…

1 hari ago

Memahami Daftar Kesalahan Menyusun Buku Ajar dan Cara Mengatasinya

Salah satu agenda rutin dosen di Indonesia adalah menulis dan menerbitkan buku ajar. Namun, masih…

2 hari ago

Panduan Menulis Buku Ajar sesuai Format dan Disajikan dengan Prinsip Pedagogis

Menulis buku ajar untuk dosen merupakan sebuah kewajiban akademik. Sekaligus bisa disebut sebagai kebutuhan semua…

2 hari ago

Penerbit Deepublish bersama Politeknik Internasional Bali Selenggarakan Workshop Penulisan dan Penerbitan Buku: Mendorong Setiap Dosen Menghasilkan Karya Akademik Berkualitas

Penerbit Deepublish bekerja sama dengan Politeknik Internasional Bali sukses menyelenggarakan Workshop Penguatan Publikasi Akademik Melalui…

2 hari ago

Masih Bingung Memilih Buku Referensi atau Monograf? Ini Panduan untuk Dosen

Dalam menjalankan tugas akademik, dosen di Indonesia tentunya akan menulis buku ilmiah. Baik itu buku…

5 hari ago

Layanan Kerjasama Institusional: Solusi Mengatasi Permasalahan Perguruan Tinggi Indonesia

Mengakses layanan kerjasama institusional (kerjasama perguruan tinggi) merupakan strategi penting untuk meningkatkan kinerja dan reputasi…

5 hari ago