Mengenal Memoar dan Perbedaannya dengan Biografi dan Autobiografi 

Mengenal Memoar dan Perbedaannya dengan Biografi dan Autobiografi

Karya tulis terbagi menjadi 2 jenis utama, yakni karya tulis ilmiah dan nonilmiah. Tahukah Anda, bahwa memoar termasuk dalam karya tulis ilmiah? Memoar menjadi salah satu jenis tulisan yang berisi fakta atau suatu peristiwa yang memang benar-benar terjadi. 

Sekilas, memoar mirip dengan biografi maupun autobiografi. Hanya saja termasuk jenis berbeda dengan karakteristik yang berbeda juga. Jika Anda dosen atau menekuni profesi apapun, menulis memoar bisa dipetimbangkan. Berikut informasinya. 

Apa Itu Memoar?

Memoar adalah karya tulis nonfiksi (ilmiah) yang berisi kisah nyata berdasarkan pengalaman hidup seseorang, tetapi tidak menceritakan keseluruhan perjalanan hidup secara lengkap. Isi dari karya tulis jenis ini adalah satu pengalaman hidup yang dialami langsung oleh penulis. 

Sehingga, sekalipun memaparkan suatu pengalaman hidup akan tetapi tidak sedetail biografi maupun autobiografi. Sebab akan fokus pada satu pengalaman hidup saja yang ingin diangkat penulis dan dibaca atau diketahui masyarakat luas. 

Menulis karya tulis jenis ini membantu menyampaikan apa yang dialami, dirasakan, dan hikmah dari apa yang dialami tersebut. Sehingga bisa menjadi sumber inspirasi, pembelajaran, dan motivasi bagi pembaca jika mengalami hal atau pengalaman serupa. 

Tulis jenis ini juga bisa diterbitkan oleh penulisnya. Salah satunya diterbitkan dalam bentuk buku. Sehingga bisa masuk ke berbagai toko buku, baik itu toko buku online maupun offline. Kemudian kisah hidup tersebut bisa menjadi diakses dan dimanfaatkan banyak pembaca. 

Beberapa contoh memoar yang sudah terbit, misalnya buku Becoming yang disusun oleh Michelle Obama. Penulis Indonesia juga ada yang menerbitkan buku memoar. Salah satunya Ahmad Fuadi lewat bukunya yang berjudul Negeri 5 Menara

Tujuan Memoar

Menulis buku memoar pada dasarnya bisa dilakukan siapa saja, tidak harus menjadi tokoh penting dan terkenal. Menariknya, penulisan naskah buku jenis ini bisa untuk berbagai tujuan dan penting bagi penulis. Berikut penjelasannya: 

1. Sarana untuk Refleksi Diri 

    Tujuan pertama dari menulis memoar, adalah menjadi sarana untuk refleksi diri. Artinya, memoar tersebut bisa menjadi sarana untuk proses berpikir ulang secara sadar terhadap pengalaman untuk memahami makna dan mengambil pelajaran.

    Pengalaman hidup yang dialami, berkesan, dan detail lainnya tentu tidak terjadi begitu saja. Pengalaman tersebut terjadi dan dialami secara langsung memiliki maksud tersendiri. 

    Maksud inilah yang dicoba dipahami dengan menulis ulang pengalaman tersebut. Kemudian menantikan respon pembaca dan penilaian mereka. Hasil tulisan ini juga bisa dibaca ulang untuk memahami secara mendalam mengenai makna, pesan moral, dll yang didapatkan. 

    2. Sarana untuk Introspeksi 

      Tujuan kedua dari menyusun memoar salah satunya adalah menjadi sarana introspeksi. Pengalaman yang dialami, baik pengalaman pahit maupun manis. Tentu bisa terjadi karena suatu sebab. 

      Menulis pengalaman tersebut, membantu penulis memahami lebih dalam apa yang dialami. Kemudian menganalisis apa kelebihan dan kekurangan dari sikap, tindakan, maupun keputusan yang melatarbelakangi pengalaman tersebut. 

      Jika disadari karena kesalahan yang dilakukan, maka bisa menjadi pembelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Sebaliknya, jika terjadi karena sikap baik maka bisa belajar mempertahankan sikap baik tersebut dan memperluas manfaatnya bagi orang sekitar. 

      Baca juga: Cara Menulis Cerpen Untuk Pemula

      3. Membagikan Pengalaman dan Menginspirasi 

        Tujuan berikutnya dari menulis memoar adalah untuk berbagai pengalaman hidup. Lewat pengalaman hidup inilah maka diharapkan bisa menginspirasi dan memotivasi siapa saja yang membacanya. 

        Sebagai contoh, langkah Ahmad Fuadi menulis pengalaman pribadi dalam buku Negeri 5 Menara. Dalam buku tersebut, dirinya bercerita bagaimana harus pasrah mengikuti keinginan orang tua masuk ke pesantren. Sementara dirinya sendiri lebih berminat masuk ke sekolah umum. 

        Siapa sangka, keputusannya mematuhi keinginan dan permintaan orang tua menjadi santri di pondok pesantren disyukurinya di kemudian hari. Lewat kisahnya tersebut, bisa menginspirasi pembaca bahwa menjadi santri tetap bisa menekuni berbagai profesi dan sukses dengan profesi tersebut. 

        4. Menjadi Warisan Sejarah Pribadi 

          Tujuan lainnya, adalah untuk membangun dan menciptakan warisan sejarah pribadi. Buku memoar menjadi salah satu sarana agar penulis memiliki warisan sejarah kepada anak cucu dan seluruh keturunannya. 

          Penulis bisa mewariskan pengalaman hidup yang berharga kepada anak cucu, menginspirasi mereka, dan sebagainya. Sehingga lebih mendalam dan terpatri di dalam hati karena dari pengalaman nyata orang terdekat atau keluarga sendiri. 

          Karakteristik Memoar

          Membantu lebih memahami lagi apa itu memoar, maka perlu mengenal karakteristik atau ciri khasnya. Berikut beberapa diantaranya: 

          1. Ditulis Sendiri oleh Pemilik Pengalaman 

            Karakteristik khas dari memoar yang pertama adalah ditulis langsung oleh pemilik pengalaman. Sehingga sekilas mirip dengan autobiografi, hanya saja tetap akan dijumpai perbedaan. Jika suatu pengalaman ditulis orang lain, maka tidak bisa lagi disebut memoar. 

            2. Fokus di Satu Peristiwa atau Pengalaman Penting 

              Karakteristik kedua, memoar hanya fokus di satu fase penting dalam hidup penulis. Misalnya pengalaman seorang dosen studi Master di Turki. Bisa juga fokus di satu pengalaman hidup penulis tersebut. Misalnya pengalaman menjadi korban jambret di MRT dan bagaimana dampaknya. 

              3. Menggunakan Sudut Pandang Orang Pertama 

                Karakteristik ketiga, memoar selalu ditulis oleh penulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama (aku, saya, dll). Sehingga seolah menceritakan pengalaman sendiri secara langsung kepada pembaca. 

                4. Berdasarkan Pengalaman Nyata 

                  Sesuai penjelasan di awal, memoar masuk dalam kategori karya tulis ilmiah. Alasannya karena isi di dalamnya adalah fakta, bukan hasil imajinasi seperti novel. Sehingga karakteristik khasnya adalah berisi pengalaman nyata bukan hasil imajinasi. 

                  5. Menekankan Makna Bukan Fakta 

                    Memoar tidak sekedar buku harian yang digunakan penulis menyampaikan kegiatan dan apa yang dialami. Namun, menekankan pada makna dari peristiwa yang dialami tersebut. Sehingga sepanjang naskahnya, penulis akan fokus menjelaskan makna pengalaman yang diceritakan. Bukan sekedar bercerita kronologinya. 

                    Struktur Memoar

                    Sebagai salah satu jenis karya tulis ilmiah, mungkin bertanya-tanya mengenai ada tidaknya struktur yang mengikat susunan memoar. Secara umum, tidak ada struktur pasti yang harus diikuti. Namun, kebanyakan memoar memiliki struktur sebagai berikut: 

                    1. Pendahuluan 

                      Memoar dibuka dengan bagian pendahuluan. Isinya adalah perkenalan diri dan penjelasan dari penulis terkait alasan menulis memoar tersebut. 

                      2. Latar Belakang

                        Bagian kedua, adalah menjelaskan latar belakang penulis dan peristiwa yang dialami. Misalnya penulis bekerja dimana, bagian apa, dan sebagainya. Dimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan pengalaman yang akan dibagikan. 

                        3. Pengalaman Inti 

                          Bagian ketiga, adalah pengalaman inti. Pada bagian ini, penulis akan mulai menceritakan pengalaman atau peristiwa yang dialami dan ingin disampaikan ke publik. 

                          4. Refleksi dan Makna 

                            Bagian keempat adalah refleksi dan makna. Pada bagian ini, penulis akan mulai menjelaskan hasil refleksi dari pengalaman yang dialami. Sekaligus makna dari pengalaman tersebut bagi dirinya. 

                            5. Dampak yang Dialami 

                              Memoar ditutup dengan menjelaskan dampak dari pengalaman hidup penulis tersebut. Baik dampak positif maupun negatif. Baik itu dampak untuk diri sendiri, maupun orang lain di sekitarnya. 

                              Perbedaan Memoar, Biografi, dan Autobiografi

                              Sesuai penjelasan di awal, memoar meski berisi pengalaman hidup penulis. Namun berbeda dengan autobiografi, sekaligus berbeda juga dengan biografi. Berikut beberapa aspek yang menunjukan secara detail perbedaan ketiganya: 

                              1. Pihak yang Menulis 

                                Aspek pertama yang membedakan ketiganya adalah pihak yang menulis. Dalam hal ini, memoar dan otobiografi sama. Yakni sama-sama ditulis oleh diri sendiri atau pemilik pengalaman hidup tersebut. 

                                Lain halnya dengan biografi, biasanya ditulis oleh orang lain. Sehingga penulisnya bukan pemilik pengalaman maupun perjalanan hidup yang disusun dalam naskah. Bisa orang terdekat pemilik pengalaman, jurnalis, penulis profesional, dll. 

                                2. Gaya Penyajian 

                                  Aspek kedua yang membedakan antara memoar, biografi, dengan autobiografi adalah gaya penyajian. Pada memoar, penulis akan fokus menyajikan pengalaman hidup sebagai sarana refleksi. Sehingga menekankan makna dari pengalaman tersebut, bukan sekedar menceritakan detail apa yang terjadi. 

                                  Sedangkan di dalam biografi, biasanya penulis akan menyajikan perjalanan hidup seorang tokoh secara objektif. Serta mengedepankan fakta yang terjadi di lapangan. Misalnya pengalaman yang disampaikan tokoh tersebut, kemudian di kroscek dengan berita di suatu media pada tahun yang sama. 

                                  Berbeda lagi dengan autobiografi. Gaya penyajian lebih personal dan kronologis. Sebab pengalaman hidup penulis akan ditulis dari awal sampai akhir. Misalnya dari masa kecil penulis tersebut sampai pengalaman inti yang ingin disampaikan ke pembaca. 

                                  3. Cakupan Pengalaman yang Diceritakan 

                                    Aspek ketiga, adalah dari cakupan pengalaman hidup yang diceritakan. Pada biografi dan autobiografi sifatnya sama. Yakni sama-sama menceritakan seluruh pengalaman hidup dari seorang tokoh. Jadi dari lahir sampai pengalaman hidup terakhir. Jika tokoh sudah meninggal, maka sampai masa tutup usia. 

                                    Sementara itu, di dalam memoar hanya menjelaskan fakta dari suatu pengalaman pribadi penulis dan fokus di satu pengalaman saja. Bisa juga fokus di satu fase saja. Misalnya fase studi saja, fase bertemu pasangan saja, dll. 

                                    4. Fokus Utama yang Diceritakan 

                                      Hal lain yang membedakan ketiganya adalah fokus utama yang diceritakan. Pada autobiografi, berfokus menceritakan riwayat hidup lengkap dari diri sendiri. Sementara di dalam biografi fokus pada fakta-fakta perjalanan hidup tokoh yang sedang ditulis. Sedangkan memoar, fokus pada makna pengalaman nyata penulis. 

                                      Perlukah Seorang Dosen Menulis Memoar?

                                      Setelah memahami apa itu memoar dan apa saja yang membedakannya dengan biografi dan autobiografi. Maka, akan muncul pertanyaan apakah seorang dosen perlu menyusun memoar dan menerbitkannya? 

                                      Jawabannya tergantung pada kebutuhan masing-masing dosen. Secara akademik, memoar tidak masuk dalam kategori publikasi ilmiah. Maka praktis tidak membantu dosen memenuhi BKD, mengembangkan jabatan akademik, dan kebutuhan akademik lainnya. 

                                      Namun, memoar bisa menjadi sarana personal branding dosen agar lebih dikenal luas secara positif. Dosen bisa menulis pengalaman hidupnya yang berkesan, bermakna mendalam, dan dinilai mampu menginspirasi masyarakat luas. 

                                      Misalnya, pengalaman hidup dosen meraih IPK rendah dan keputusan untuk studi lanjut demi menebus penyesalan tersebut. Siapa sangka, setelah studi lanjut justru prestasi akademik meroket dan punya karir cemerlang sebagai dosen. 

                                      Lewat penerbitan memoar, dosen bisa menceritakan pengalaman panjangnya menjadi dosen dengan segala jatuh bangunnya. Sehingga menginspirasi calon dosen lain untuk memperjuangkan mimpinya sebagai pendidik. 

                                      Lewat memoar ini pula, dosen bisa memperkenalkan diri sebagai pendidik, bidang kepakarannya, berkarir di homebase mana, dll. Sehingga bisa memperluas jaringan, bagian dari mempromosikan perguruan tinggi ke  masyarakat, dan sebagainya. 

                                      Referensi:

                                      1. Kantor Bahasa Kepulauan Riau. [@kantorbahasakepri]. (2026, Feb 03). Memoar adalah tulisan yang berisi kisah pengalaman hidup… [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DUUc8Q0k8yA/?img_index=1 
                                      2. Bintang Madani. (2021). Perbedaan Buku Biografi, Autobiografi, dan Memoar. Diakses pada 5 Maret 2026 dari https://bintangpustaka.com/perbedaan-buku-biografi-autobiografi-dan-memoar/
                                      3. Kumparan. (2026). Memoar Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Contohnya. Diakses pada 5 Maret 2026 dari https://kumparan.com/kabar-harian/memoar-artinya-apa-ini-penjelasan-dan-contohnya-26eHoe2OYKn/full
                                      4. Aziz, Y. A. (2022). Perbedaan Biografi, Autobiografi dan Memoar. Diakses pada 5 Maret 2026 dari https://bukunesia.com/non-fiksi/perbedaan-biografi-autobiografi-dan-memoar/
                                      5. Mok, Z. (2025). How to Write a Memoir: Examples and a Step-by-Step Guide. Diakses pada 5 Maret 2026 dari https://writers.com/how-to-write-a-memoir

                                      Artikel Penulisan Buku Pendidikan