⚠️ Cetak buku diskon 35% dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Kriteria Menulis Buku Referensi yang Baik, Sudah Tahu?

buku referensi

Buku referensi yang baik berupa suatu media yang memuat kumpulan fakta-fakta terkait yang dijadikan satu bidang ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, buku referensi adalah buku yang memuat informasi ringkas dan padat semacam ensiklopedia, kamus, atlas, dan jenis-jenis buku pedoman lainnya.

Dalam dunia pendidikan, buku referensi dijadikan salah satu sumber ajar bagi guru atau dosen dan merupakan salah satu jenis buku ajar yang dikeluarkan oleh Dikti.

Buku jenis ini memuat informasi yang bersifat mudah untuk ditemukan agar pencarian data menjadi lebih efisien. Buku referensi yang baik tidak ditentukan bagaimana penulisan buku tersebut dilakukan, tetapi lebih kepada jumlah data dan referensi data secara komprehen.

Ciri-Ciri Buku Referensi yang Baik

Saat menulis buku referensi, Anda perlu meyesuaikan format hingga memenuhi ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri buku referensi:

  • Buku ini berasal dari hasil penelitian.
  • Buku ini digunakan oleh dosen untuk mengajar dan meneliti.
  • Ciri khas konten dan isi sesaui alur logika atau urutan keilmuan, contoh studio case, serta ilustrasinya.
  • Bentuk gaya penyajiannya dengan bahasa formal sesuai kaidah format penulisan ilmiah
  • Dipublikasikan dengan ISBN (International Standart Books Number) dan diedarkan ke masyarakat luas.
  • Isi subtansi dalam buku hanya membahas satu bidang ilmu saja.
  • Tebal buku paling sedikit 60 lembar dan berukuran standar UNESCO.
  • Dapat digunakan sebagai referensi, citasi, dan dapat ditulis dalam daftar referensi ilmiah.

Kriterai Buku Refernsi

Dalam menulis buku referensi yang baik, ada beberapa kriteria yang harus ada. Berikut kriteria buku referensi:

1. Kelayakan Materi

Sebagai buku yang menekankan edukasi, maka menulis buku referensi harus memenuhi syarat kelayakan materi atau kelayakan isi. Isi buku yang baik sesuai dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti disusun oleh penulis agar tidak keluar dari pakemnya. Disamping itu, penulis juga perlu memperhatikan kompetensi dasar mata pelajar, demi menciptakan keselarasan dengan cabang ilmu yang akan ditulis.

Setiap disiplin ilmu satu dengan yang lain memiliki kompetensi dasar yang berbeda-beda. Misalnya terkait dengan substansi keilmuan, demografi, life skill, hingga wawasan.

Mau menyusun buku referensi tapi bingung darimana dan tidak tahu aturannya? Dapatkan jawabannya di Ebook ini dan buat proses menulis Anda jadi lebih mudah!
GRATIS : Ebook Sukses Menulis Buku Referensi

2. Kelayakan Pengemasan

Prinsipnya, penulis memberikan tampilan isi buku yang sederhana agar isi mudah dipahami. Apa saja kelayakan pengemasan yang sesuai system? Setidaknya Anda dapat memperhatikan tentang teknik, pembelajaran dan materi yang hendak akan Anda tulis.

cara menulis buku referensi

Penulis juga tidak ada salahnya untuk melakukan pengecekan penjilidan. Apakah penjilidan sudah maksimal atau sebaliknya. Karena sekarang banyak penerbit yang tidak memperhatikan kualitas cetak, asal cetak saja. dampaknya, hasil bukunya mudah rusak. Hal-hal remeh semacam ternyata juga mempengaruhi ketertarikan pembaca buku juga ternyata.

3. Kelayakan Penyampaian Bahasa

Penggunaan bahasa menentukan buku itu membosankan atau menyenangkan. Seringkali penggunaan bahasa yang tidak pas karena terjadi ketidaksesuaian demografi dengan usia pembaca. Tidak dapat dipungkiri bahwa usia pembaca dapat menimbulkan hilangnya semangat untuk membaca.

Jika buku referensi diperuntukan untuk pelajar SMA, maka penggunaan bahasa disesuaikan dengan gaya anak SMA. Intinya, dari segi keterbacaan, agar pembaca merasa cocok. Sedangkan dari segi kaidah bahasa Indonesia yang baik, dapat dengan memperhatikan apakah yang ditulis logis atau tidak.

4. Kelayakan Kegrafikan

Selain memperhatikan substansi isi dan penggunaan bahasa, hal yang tidak boleh diabaikan adalah memperhatikan kelayakan grafik. Terutama bagi Anda yang isi bukunya dilengkapi dengan grafik, gambar dan semacamnya.

Setidaknya ada beberapa hal kelayakan kegrafikan, yang meliputi format teknis penulisan buku, desain isi, kualitas cetakan, desain bagian kulit, kualitas kertas dan kualitas jilidan. Sebenarnya tidak hanya grafik, gambar atau daftar tabel pun juga berlaku sama. Terkait teknis penulisan grafik harus memenuhi syarat.

Syaratnya adalah, gambar grafik selaras dan singkron dengan isi uraian yang sedang di bahas. Kemudian di bawah grafik, diberi keterangan satu kalimat. Di samping keterangan, di cantumkan sumber, khusus grafik/tabel yang diambil dari sumber lain. Jika grafik/tabel buatan sendiri, maka tidak perlu mencantumkan sumbernya dari mana.

Setelah naskah Anda memenuhi kriteria buku referensi yang baik, Anda perlu memilih penerbit untuk menerbitkan buku referensi dengan nomor ISBN di penerbit anggota IKAPI agar buku diakui Dikti.

Yuk, terbitkan buku di Penerbit Deepublish saja! Sudah 5000+ lebih akademisi menerbitkan di sini. Tak perlu ragu dan daftar melalui laman Menerbitkan Buku di Deepublish sekarang juga!

Kontributor: Novia Intan

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama