11 Tips dalam Cara Membuat Buku Novel Menarik dan Berkualitas 

contoh ide cerita yang menarik penerbit deepublish

Menulis menjadi keterampilan berbahasa yang tersulit dari 3 keterampilan lainnya (menyimak, berbicara, dan membaca). Apalagi menulis buku novel, yang tentu punya tingkat kesulitan lebih. Sebab termasuk karya tulis berbentuk prosa panjang. 

Meskipun begitu, novel menjadi salah satu jenis buku yang tinggi peminat. Serta cocok untuk penulis dengan daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Menghasilkan novel menarik dan berkualitas tentu ada tips dan triknya. Lalu, seperti apa cara membuat novel yang menarik? Berikut informasinya. 

Cara Membuat Buku Novel dalam 5 Tahap 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Sehingga termasuk naskah buku dengan jumlah halaman yang banyak. Bahkan bisa sampai ratusan halaman. 

Membahas tata cara membuat buku novel menarik dan berkualitas, tentu penting. Sebab ada banyak halaman yang perlu disusun untuk membangun keseluruhan naskah. Supaya naskah buku novel bisa disusun dengan baik, maka tahap penyusunannya harus benar. Berikut tahapan yang dimaksud: 

1. Menentukan Genre, Tema, dan Target Pembaca 

Tahap awal menulis novel adalah menentukan genre, tema, dan target pembaca. Tiga hal ini akan memudahkan proses penulisan berikutnya, sekaligus menjaga cerita tetap fokus dan tidak melebar.

Genre dan tema sebaiknya dipilih sesuai yang disukai dan dikuasai, sementara target pembaca dapat disesuaikan dengan usia penulis atau segmen pembaca yang paling cocok dengan genre dan tema tersebut.

2. Menentukan Unsur Intrinsik Novel 

Tahap kedua dalam tata cara membuat novel buku adalah menentukan unsur intrinsik. Unsur intrinsik pada novel adalah komponen yang membangun cerita di dalam naskah novel tersebut. Mencakup tokoh/penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.

Baca juga: Apa Itu Unsur Intrinsik? Simak Penjelasan dan Contoh Lengkapnya

3. Menyusun Outline atau Kerangka Karangan 

Tahap ketiga adalah menyusun outline atau kerangka karangan. Kerangka karangan ini bisa terdiri dari poin-poin yang menjelaskan alur cerita. Sehingga logis dan menarik. 

Alur bisa disesuaikan dengan penetapan alur di tahap sebelumnya. Apakah alur maju, alur mundur, atau alur campuran. Kerangka bisa berisi judul bab dan subbab yang menjelaskan alur cerita. Kemudian menjadi peta jalan dalam menyusun buku novel dengan cerita yang utuh. 

4. Membuat Timeline Menulis Novel

Tahap keempat adalah menyusun timeline atau jadwal menulis buku novel. Jadwal menulis sangat penting, agar bisa konsisten dan naskah novel bisa segera diselesaikan. Apalagi jika penulis punya kesibukan lain. 

Misalnya menekuni profesi sebagai pegawai kantoran, ibu rumah tangga dengan balita di rumah, dan sebagainya. Sehingga dijamin sibuk dan sulit meluangkan waktu untuk menulis novel. Maka timeline menulis penting untuk disusun di tahap ini dan sesuaikan dengan agenda harian. 

5. Mulai Menulis 

Tahap kelima, adalah mulai menulis naskah buku novel. Berbekal kerangka yang sudah disusun sebelumnya maka akan memudahkan penyusunan setiap halaman naskah. Kemudian disusul dengan timeline menulis yang rapi dan sesuai agenda harian. Maka akan lebih mudah diikuti agar bisa rutin menulis meski sibuk. 

Baca juga: 14 Cara Menulis Novel untuk Pemula

Tips Membuat Buku Novel yang Menarik dan Berkualitas 

Setelah memahami seluruh tahapan dalam tata cara membuat buku novel. Maka perlu memahami juga berbagai tips menjadikan cerita di novel tersebut menarik. Kemudian juga kualitasnya baik agar mudah diterima penerbit dan disambut baik oleh pembaca. Berikut beberapa tipsnya: 

1. Memastikan Memiliki Minat dan Bakat Menulis Novel 

Mengutip dari Universitas Gadjah Mada, Ramayda Akmal, S.S., M.A.M., Ph.D, yang merupakan salah satu dosen di UGM sekaligus penulis novel. Menyampaikan beberapa tips menjadi penulis novel yang berhasil. 

Akmal menjelaskan bahwa menulis karya sastra seperti novel dan jenis lainnya butuh proses panjang. Sekaligus akan mendapati berbagai hambatan atau kendala dalam menyusun naskahnya. 

Sehingga di awal menjadi penulis novel, penting untuk memastikan memiliki minat dan bakat yang relevan. Sebab minat menjadi novelis, tapi bisa jadi bakat yang dimiliki adalah menyusun cerpen. Bisa juga sebaliknya. Idealnya memang menyesuaikan agar bisa menikmati proses panjang menulis buku novel. 

2. Menentukan Isu Hangat untuk Diangkat 

Tema dari cerita novel disarankan dari isu terkini. Langkah ini membantu mendapat momentum untuk menarik minat dan perhatian publik. Sehingga meningkatkan ketertarikan mereka terhadap novel yang ditulis dan baru saja diterbitkan. 

Oleh sebab itu, penting bagi seorang penulis novel atau novelis untuk update isu terkini. Kemudian membangun cerita novel yang relevan dengan isu hangat tersebut. Disusul dengan memberikan plot sampai pesan moral yang bermanfaat bagi pembaca. 

3. Fleksibel Menentukan Ide Tulisan untuk Novel 

Tips ketiga dalam cara membuat buku novel yang menarik adalah fleksibel dalam menentukan ide tulisan. Seorang novelis sangat mungkin saklek dalam menentukan ide cerita. Misalnya harus dari pengalaman pribadi atau orang terdekat. 

Langkah ini justru membatasi ruang gerak novelis. Sehingga berhadapan dengan ide-ide cerita terbatas. Sekaligus rawan kehabisan ide untuk diangkat sebagai buku novel baru. Maka sebaiknya novelis harus fleksibel. 

Ide cerita bisa dari mana saja, dalam bentuk apapun, dan dari hal-hal kecil yang terjadi di diri sendiri dan sekitar. Misalnya dari peristiwa di acara berita televisi atau artikel berita, peristiwa bersejarah di Indonesia dan belahan dunia lain, buku diary milik sendiri, kepribadian dan keahlian orang terdekat, profesi orang terdekat, dll. 

Baca juga: Mudah, Cara Membuat Novel Kisah Sendiri yang Banyak Diminati

4. Melakukan Riset Sebelum Mulai Menulis 

Riset pada ide tulisan yang dipilih sangat penting, sekalipun novel termasuk karya fiksi. Sebab membangun cerita yang logis, relevan dengan aktual di lapangan, menceritakan profesi tokoh dengan sangat detail dan logis, dan sebagainya. Bisa menjadi kekuatan dari cerita pada buku novel yang disusun. 

Seorang novelis bisa butuh waktu beberapa bulan sampai tahunan untuk riset tersebut. Misalnya menggambarkan tokoh berprofesi sebagai seorang guru. Maka novelis tidak bisa hanya mencantumkan tokoh utama adalah guru. 

Akan ada beberapa halaman di dalam cerita novel yang menggambarkan kesibukan tokoh sebagai guru. Termasuk pengalaman dan kendala selama menjadi guru. Tanpa riset, tokoh akan mati suri. Sebab tidak bisa menceritakan detail kehidupan tokoh tersebut. 

5. Menciptakan Keseimbangan antara Keinginan Pembaca dengan Idealisme Penulis 

Tips kelima dari Akmal, adalah menciptakan keseimbangan antara keinginan pembaca dengan idealisme penulis. Hal ini terbilang tidak selalu mudah. Sebab setiap pembaca berharap mendapatkan novel dengan cerita mengalir, konflik yang menarik, plot twist mengejutkan dan segar, dan sebagainya. 

Namun, penulis novel biasanya punya keputusan sendiri dalam membangun cerita. Bisa saja bertahan dengan tema ringan dan sudah umum diangkat sebagai novel, alur yang mudah ditebak, tema yang diyakini disukai pembaca padahal bisa saja berbeda, dan sebagainya. 

Menciptakan keseimbangan penting untuk dilakukan. Bisa dimulai dengan memilih tema berkaitan isu hangat, karena diminati publik luas. Pastikan tema tersebut memang disukai dan dikuasai, jangan sampai novelis hanya ikut arus karena hasil tidak akan optimal. Gunakan pula pembaca beta untuk uji coba respon pembaca. 

6. Bereksperimen dengan Diksi 

Tips berikutnya, novelis disarankan tidak ragu bermain dan bereksperimen dengan diksi (pilihan kata). Novelis disarankan Akmal untuk aktif menggunakan kamus, baik kamus cetak maupun kamus online seperti KBBI daring dan platform sejenis. 

Alasannya, karena dengan kamus akan membantu mengenal lebih banyak kosakata baru. Menambahkan kosakata yang tidak biasa, ternyata efektif meningkatkan minat pembaca. Sebab pembaca akan ikut teredukasi mengenal kosakata baru dan masih asing di telinga. 

Selain itu, bermain dengan diksi yang tidak umum menghindari pengulangan. Dibandingkan novel sebelumnya, maka bisa menjumpai keunikan pada gaya bahasa. Sehingga terkesan gaya bahasa berkembang dari novel pertama, kedua, dan seterusnya. 

7. Menggambarkan Cerita dengan Emosi dan Ekspresi 

Tips berikutnya dalam tata cara membuat buku novel yang menarik adalah menghindari menyusun cerita deskriptif. Melainkan harus menyusun luapan emosi dan ekspresi. Novelis pelu memposisikan diri sebagai tokoh yang diceritakan dalam naskah novel. 

Kemudian bisa bertindak, berucap, dan sebagainya sesuai dengan emosi dan ekspresi yang diluapkan. Hal ini membuat cerita lebih hidup dan terasa nyata di mata pembaca. Tidak datar, biasa, dan terkesan mudah ditebak endingnya bagaimana. 

8. Membangun Plot dan Cerita yang Terstruktur 

Tips berikutnya adalah membuat plot di dalam cerita dan dibuat terstruktur atau sistematis. Plot sendiri adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita dari awal sampai akhir. 

Cerita harus dibangun dengan plot yang jelas, termasuk kemungkinan menambahkan plot twist. Tanpa plot yang jelas, jalannya cerita sulit dipahami dan diikuti oleh pembaca. Jadi, harus jelas alur di awal bagaimana, kemudian di tengah prosesnya seperti apa, dan bagaimana sampai di akhir cerita. 

9. Menciptakan dan Mengembangkan Tokoh Cerita 

Tokoh di dalam cerita novel adalah salah satu inti dari cerita di dalam novel itu sendiri. Maka idealnya tokoh dibangun penulis dengan baik, realistis, dan terus dikembangkan. 

Alih-alih menciptakan tokoh dengan tampilan fisik dan watak yang sempurna. Bisa membuat tokoh yang juga punya kelemahan serta kelebihan. Hal ini membuat tokoh lebih hidup karena mudah dijumpai di dunia nyata. Sekaligus berkesan dengan keunikan, keanehan, kenyelenehan tokoh tersebut. 

10. Paham Kendala Menulis Novel dan Solusinya 

Tips berikutnya, dalam tata cara membuat buku novel menarik sekaligus berkualitas adalah memahami kendala dalam proses menulis novel. Kemudian memahami juga solusi terbaik atas kendala tersebut. 

Misalnya, hambatan writer’s block, maka novelis perlu memahami solusi dari hambatan tersebut. Hal ini penting sebagai bentuk antisipasi agar saat hambatan di depan mata, maka novelis bisa mengatasinya dengan baik. Naskah novel tidak akan terbengkalai. 

11. Memilih Penerbit Buku Novel Terpercaya

Tips selanjutnya, novelis atau penulis novel perlu teliti dalam memilih penerbit novel. Utamakan penerbit yang memang sudah berpengalaman menerbitkan novel. Kesesuaian ini membantu naskah mudah diterima karena sesuai dengan layanan utama penerbit. 

Selain itu, penerbit novel berpengalaman lebih paham standar novel seperti apa. Sehingga naskah bisa dibantu untuk ditingkatkan kualitas dan kelayakannya terbit. Kemudian berpotensi mendapat sambutan baik di kalangan pembaca. 

Melalui tips-tips tersebut, maka menjadikan cara membuat buku novel menarik dan berkualitas tidak terlalu sulit dilakukan. Pada awal-awal menulis, mungkin sering ada kendala. Namun, seiring berjalannya waktu dan sudah terbiasa menulis buku novel. Maka akan terasa mudah dan cerita mengalir begitu saja. 

Referensi:

  1. Stiletto. (2020). 5 Tahapan Menulis Novel – Pasti Selesai! Diakses pada 2 Maret 2026 dari https://www.stilettobook.com/tahapan-menulis-novel-sampai-selesai/
  2. Tasya. (2024). Ramayda Akmal Beri Tips Menulis Novel. Diakses pada 2 Maret 2026 dari https://ugm.ac.id/id/berita/ramayda-akmal-beri-tips-menulis-novel/
  3. Shidqiyyah, S. (2025). Tips Membuat Novel: Panduan Lengkap untuk Penulis Pemula. Diakses pada 2 Maret 2026 dari https://www.liputan6.com/feeds/read/5844908/tips-membuat-novel-panduan-lengkap-untuk-penulis-pemula

Jika Anda punya banyak ide dan tulisan, tetapi masih bingung bagaimana cara menyusunnya menjadi sebuah buku, Anda bisa memanfaatkan fasilitas Konsultasi Menulis GRATIS bersama tim profesional.

Sebagai referensi tambahan, kami juga menyediakan ebook gratis yang kami persembahkan khusus untuk Anda. Berikut pilihan ebook yang dapat Anda download:

Artikel Penulisan Buku Pendidikan