Cara Membuat Jurnal Agar Layak Menjadi Referensi Karya Tulis

cara membuat jurnal

Cara membuat jurnal, Anda perlu memikirkan bagaimana jika jurnal Anda layak atau tidak untuk dijadikan referensi karya tulis selanjutnya.

Cara membuat jurnal Anda perlu memperhatikan bagaimana jurnal Anda nantinya bisa terakreditasi dan layak dijadikan referensi untuk karya tulis yang akan datang. Karya tulis akan lebih menarik jika dalam cara membuat jurnal menyajikan analisis dan pengolahan informasi terbaru.

Jurnal ilmiah yang digunakan sebagai referensi pada buku teks ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Setidaknya, ada 8 unsur yang dapat digunakan sebagai pedoman cara membuat jurnal yang terakreditasi. Berikut adalah delapan unsur tersebut.

1. Penamaan terbitan Berkala

Sesuai namannya, Cara membuat jurnal bisa dilakukan dengan menulis berdasarkan data, informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Karya tulis jurnal diterbitkan secara berkala. Jurnal ilmiah yang digunakan sebagai referensi buku teks diselaraskan dengan disiplin ilmu bidang akademis/profesi ilmiah yang tengah ditulis dengan skala terbitan.

Bahasa isi dan judul yang digunakan untuk cara membuat jurnal singkat, bermakna, tepat, dan penyampaiannya mudah dipahami, sehingga orang mudah untuk mengacu. Penulisan isi pun menonjolkan bidang ilmu tertentu yang dikuasi oleh peneliti. Begitupun dengan bahasa yang digunakan, selain bahasa yang mudah dipahami dan menggunakan bahasa baku.

2. Kelembagaan penerbit

Kejelasan kelembagaan penerbit dalam cara membuat jurnal itu penting. Ketika kita ingin menggunakan jurnal sebagai referensi untuk buku teks atau karya ilmiah, setidaknya lembaga penerbitnya jelas. Secara tidak langsung, kelembagaan penerbit yang ditunjuk sebagai badan hukum. Dengan kata lain, lembaga penerbit sebagai pemberi jaminan atas kesinambungan dana dan naungan hukum.

Bentuk kelembagaan penerbit jurnal pun berbeda-beda. Ada yang berbentuk organisasi profesi, kelembagaan penelitian dna pengembangan, perguruan tinggi ataupun institusi bentuk lain. Tidak hanya itu, satu lembaga penerbitan mampu menerbitkan satu jurnal berkala ilmiah yang berbeda jenis. Dengan catatan, ranah dan cabang ilmu yang diteliti harus jelas.

Penilaian terbitan berkala dalam jurnal, nilai tertinggi untuk organisasi, penerbitan hanya diberikan kepada penerbitan tingkat pusat. Jadi nilai tertinggi penerbitan bukan di wilayah cabang. Sedangkan nilai tertinggi penilaian untuk Perguruan tinggi dan organisasi profesi diterbitkan oleh tingkat pusat. Pihak perguruan tinggi dan lembaga penelitian juga bisa mendelegasikan penelitian kepada sub-sub di bawahnya. Sub paling terendah setingkat jurusan. Hanya saja, khusus untuk lembaga penelitian, tingkat paling rendah tetap setingkat pusat penelitian.

3. Manajemen Pengelolaan dan Sustansi penyuntingan

Buku teks yang ingin menggunakan jurnal sebagai acuan bahan tulisan, setidaknya sudah diteliti perihal manajemen pengelolaan dan substansi penyuntinganna terlebih dahulu. Kriteria penilaian substansi dan manajemen dalam cara membuat jurnal setidaknya telah mengikuti ketentuan mitra bebestari, mutu penyuntingan, kualifikasi anggota, memahami petunjuk dan mutu penulis. Termasuk juga mutu penyuntingan format dan manajemen pengelolaan terbitan.

Pelibatan mitra bebestari setidaknya jurnal telah dinyatakan dan dikualifikasi minimal 3 tahun terakhir. Selama tiga tahun, mitra bebestari minimal pernah menulis artikel sebagai penulis korespondensi maupun sebagai penulis utama dalam cara membuat jurnal, minimal 3 artikel dalam tiga tahun. Sedangkan untuk mutu penyuntingan substansi tergantung dari keterlibatan mitra bebestari. Dimana, keterlibatan ini diukur dari kualitas isi tulisan yang diterbitkan, yang meliputi pemilihan bahasa yang digunakan.

Kualifikasi anggota dewan penyunting yang digunakan adalah orang profesional dan berpengalaman. Setidaknya, pakar tersebut mencakupi dari berbagai bidang keilmuan terbitan jurnal berkala. Sedangkan, bagi penulis, setidaknya mengikuti petunjuk yang berlaku. Tujuannya untuk mengetahui lebih jelas rincian penilain, agar bobot penilaian tapat sasaran.

4. Substansi Artikel

Pentingnya meninjau dan menilai substansi artikel menjadi poin penting dalam cara membuat jurnal. Kriteria penilaian bisa melingkupi cangkupan keilmuan, aspirasi wawasan, keorisinalan karya, sumbangan dari penelitian terhadap masyarakat, dampak ilmiah, kemutakhiran acuan sumber, analisis-sintesis dan kesimpulan.

Cakupan keilmuan terbitan meliputi cabang ilmu, spesialis, superspesialis, disiplin ilmu dan bungai rampai. Penilaian aspirasi wawasan yang diukur lebih pada sisi geografis, meliputi luas daerah, asal negara. Semakin luas cakupannya, semakin mendapatkan nilai yang lebih baik. Sedangkan penilaian untuk keorisinalitasan karya hasil cara membuat jurnal meliputi kemutakiran ilmu dan teknologi. Termasuk pendekatan, sudut pandang yang digunakan.

5. Gaya Penulisan

Gaya penulisan jurnal yang digunakan sebagai bahan dalam cara membuat jurnal juga diperhatikan, setidaknya perhatikan EYD yang digunakan yang baik dan benar. Berbicara tentang gaya penulisan, penilaian penting dalam penilaian tulisan dapat dilihat dari keefektifan judul, pencantuman nama penulis, penulisan kelembagaan penulis, dan perhatikan pula penulisan abstrak.

Penilaian gaya penulisan dalam cara membuat jurnal yang lain juga dilihat dari sistematika penulisan bab. Termasuk soal penulisan dan pemanfaatan instrumen pendukung yang digunakannya. Adapun hal lain, seperti bagaimana cara pengacuan dan cara menulis kutipan, penulisan istilah dan penulisan daftar pustaka.

6. Penampilan

Tidak dapat dipungkiri, tampilan yang rapi memberikan tingkat keterbacaan yang lebih tinggi. Penampilan disini menyangkut tentang penyajian format yang digunakan. Seperti memperhatikan pengaturan ukuran bidang tulisan, margin kanan-kiri-atas dan bawah. Jarak antar kalimat juga diperhatikan, agar tidak terlilhat terlalu rapat.

Penampilan sangat mempengaruhi ketertarikan dan minat baca. Termasuk memperhatikan resolusi dokumen, jenis kerta, tebal halaman, desain dan layout. Semua itu harus diperhatikan. Meskipun terlihat sederhana dan mudah, namun tidak semua orang bisa memahami pentingnya hal ini.

7. Keberkalaan

Keberkalaan sebuah jurnal dikatakan lolos untuk diakreditasi apabila memenuhi beberapa kriteria penilaian. Meliputi penilaian jadwal penerbitan, penomoran penerbitan dan halaman. adapun kriteria lain, seperti peng-indek-an setiap jilid dan volume.

8. Penyebarluasan

Ketentuan dan kriteria penyebarluasan penyekalaan jurnal setidaknya meliputi tiga hal. Yaitu, jumlah kunjungan unik pelanggan, kelengkapan identitas artikel dan pengindeksan secara internasional dan memiliki reputasi yang baik.

 

Itulah delapan unsur penilaian jurnal yang terakreditasi. Penggunaan referensi jurnal yang terakreditasi untuk bahan penulisan buku teks lebih memperkaya materi, pembahasan dan sudut pandang penulisan. Dililhat dari sudut pandang lain, menggunakan referensi jurnal juga memberikan pembaruan dalam pembahasan materi buku teks agar tidak terkesan membosankan.

[Elisa]

Referensi:

Subekti, Agus. 2014. Pedoman Akreditasi terbitan Berkala Ilmiah. Jakarta : Rektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Demikianlah artikel berjudul Cara Membuat Jurnal Agar Layak Menjadi Referensi Karya Tulis. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Anda punya RENCANA MENULIS BUKU

atau NASKAH SIAP CETAK?

Silakan daftarkan diri Anda sebagai penulis di penerbit buku kami.

Anda juga bisa KONSULTASI dengan Customer Care yang siap membantu Anda sampai buku Anda diterbitkan.

Anda TAK PERLU RAGU untuk segera MENDAFTAR.

Silakan ISI FORM di laman ini. 🙂



This post has been seen 903 times.
(Visited 244 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *