Dosen dalam melaksanakan kegiatan penelitian tentu perlu didahului dengan memahami cara menemukan novelty penelitian. Tanpa menemukan novelty, maka artinya dosen sudah melakukan penelitian yang sama persis dengan penelitian sebelumnya. 

Sehingga tidak ada perbaikan, pengembangan, maupun temuan yang bisa digunakan dosen untuk mengembangkan IPTEK. Hal ini akan membuat manfaat penelitian menjadi kosong. Lalu, apa sebenarnya novelty dan kenapa penting untuk ditemukan dosen maupun peneliti? 

Mengenal Apa Itu Novelty

Sebelum membahas lebih jauh mengenai tata cara menemukan novelty penelitian, maka pahami dulu definisi dari novelty itu sendiri. Novelty bisa disebut sebagai kebaruan. Sebab, novelty adalah unsur orisinalitas yang menunjukan suatu temuan bersifat baru. 

Disebut baru disini karena hasil penelitian yang dilakukan dosen memang belum ditemukan peneliti lain sebelumnya. Sehingga hasil penelitian tersebut unik, karena hanya ditemukan oleh dosen yang bersangkutan. Hal ini sekaligus membuktikan penelitian tersebut sukses. 

Sebab tidak menemukan hasil penelitian yang sama persis seperti penelitian sebelumnya. Ibarat, peneli X menemukan teknologi jaringan 5G kemudian di 5 tahun berikutnya dilakukan penelitian lagi dan masih menemukan jaringan 5G. Jadi, dimana perkembangannya? Tidak ada. 

Novelty mencegah dosen melakukan hal serupa untuk aktivitas penelitiannya. Oleh sebab itu, memahami cara menemukan novelty penelitian sangat penting. Bahkan bisa dikatakan wajib. Sehingga, jika belum memahaminya maka perlu segera mempelajarinya. 

Baca Juga: Mengenal Unsur Kebaruan Penelitian

Pentingnya Unsur Novelty dalam Penelitian

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menemukan novelty sangat penting di dalam sebuah penelitian. Tanpa novelty maka penelitian akan stagnan dan hanya mengulang dari satu penelitian ke penelitian lainnya. 

Padahal, melaksanakan kegiatan penelitian dibutuhkan berbagai sumber daya mulai dari aspek SDM, pendanaan, waktu, dan lain sebagainya. Apalagi ada penelitian yang berjalan lebih dari satu tahun atau bertahun-tahun. 

Bayangkan jika penelitian yang sudah lama dilakukan dan menelan biaya tinggi ternyata menemukan temuan lama seperti penelitian sebelumnya. Maka artinya, penelitian tersebut sia-sia karena tidak menemukan sesuatu yang baru yang bisa mengembangkan IPTEK. 

Adanya pemahaman tentang cara menemukan novelty penelitian akan memaksimalkan kegiatan penelitian. Penelitian yang rutin dijalankan semua dosen di Indonesia dan juga dunia akan mengembangkan IPTEK yang mengembangkan peradaban manusia dan kesejahteraan hidup mereka. 

Baca Juga: Mengenal Bagaimana Pentingnya Novelty Dalam Tulisan Ilmiah

Karya atau Buku yang Harus Memiliki Unsur Novelty

Unsur novelty di dalam dunia akademik ternyata tak hanya diberlakukan untuk kegiatan penelitian. Akan tetapi juga untuk penulisan karya tulis, seperti buku ilmiah karya dosen yang bersumber dari hasil penelitian. 

Dosen dikenal bukan hanya sebagai pendidik dan pengajar, melainkan juga peneliti yang aktif menyebarluaskan hasil penelitiannya. Salah satu bentuk penyebarluasan hasil penelitian ini adalah menerbitkan buku. 

Buku karya pakar seperti dosen tentu penting untuk memiliki unsur novelty. Kenapa? Bagaimana jika buku karya dosen A ternyata memiliki isi yang sama dengan buku dari dosen B, C, dan seterusnya? 

Hal ini akan membuat buku karya dosen dianggap sama dan cukup membeli salah satunya saja. Misalnya yang termurah, termudah didapatkan, dan ter yang lainnya. Namun, ketika buku karya dosen ini ada novelty maka ada kebutuhan bagi pembaca untuk membelinya. 

Adapun buku yang sebaiknya memiliki unsur novelty ini pada dasarnya untuk semua jenis buku. Namun, paling utama adalah buku ilmiah karya para pakar seperti dosen, sebut saja seperti buku monograf dan buku referensi. 

Cara Menemukan Novelty dalam Penelitian

Menemukan novelty dalam penelitian memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Nyaris semua dosen tentu mengakui hal ini? Membantu dosen menemukan novelty dengan lebih mudah maka bisa mencoba beberapa cara menemukan novelty penelitian berikut: 

1. Memilih Kajian yang Diminati atau Dikuasai 

Cara pertama dalam upaya menemukan novelty penelitian adalah memilih area kajian penelitian dengan benar. Sangat dianjurkan agar dosen mengutamakan area kajian yang memang diminati dan dikuasai. 

Misalnya, seorang dosen ilmu komputer yang bisa melakukan penelitian dengan bahasa pemrograman yang beragam. Dari sekian bahasa pemrograman tentu salah satunya sangat disukai atau dikuasai. Silahkan fokus disini. 

Menyukai dan menguasai suatu kajian akan membantu dosen menemukan topik penelitian menarik. Sekaligus memahami adanya research gap dari penelitian sebelumnya dengan topik serupa. Sehingga lebih mudah menemukan novelty. 

Beda halnya jika dosen asal dalam memilih bidang kajian dan berusaha menantang diri meneliti bidang yang belum dikuasai dengan baik. Maka akan menemukan teori saling tumpang tindih. Alih-alih menemukan novelty, menemukan topik saja sudah bersyukur. 

2. Mencari Research Gap 

Cara menemukan novelty penelitian yang kedua adalah dengan mencari research gap atau kekurangan dari penelitian sebelumnya. Dalam dunia akademik disebut dengan istilah celah kosong. 

Celah kosong dari penelitian sebelumnya menunjukan adanya sesuatu yang luput dari perhatian peneliti, baik disengaja maupun tidak disengaja. Ketika research gap ini ditemukan dan dilakukan penelitian maka hasil penelitian akan memiliki novelty. Sebab dijamin berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya. 

3. Melakukan Studi Literatur 

Cara yang ketiga untuk menemukan novelty penelitian adalah melakukan studi literatur. Atau dengan kata lain mempelajari penelitian sebelumnya melalui publikasi hasilnya, baik dalam bentuk jurnal maupun buku ilmiah. 

Usahakan untuk melakukan studi pada literatur edisi maupun terbitan terbaru, atau paling tidak lima tahun terakhir. Sehingga bisa memahami suatu topik penelitian, membandingkan, menemukan kekurangan atau celah, dan menemukan novelty. 

Dalam proses studi literatur, usahakan dilakukan secara sistematis khususnya bagi dosen muda yang belum banyak pengalaman. Sehingga bisa membaca literatur dari halaman pertama sampai akhir agar benar-benar paham. 

Cara Menunjukkan Unsur Novelty Penelitian

Setelah memahami tata cara menemukan novelty penelitian, maka pahami juga bagaimana cara menunjukan novelty tersebut. Tujuannya untuk memudahkan pembaca maupun reviewer untuk mendeteksi adanya novelty pada penelitian yang dilakukan. 

Lalu, bagaimana caranya? Caranya tentu saja dengan menunjukkan langsung unsur novelty tersebut pada artikel ilmiah yang disusun berdasarkan hasil penelitian. Berikut cara-cara menunjukkannya: 

  1. Pada Bab I di bagian Pendahuluan, silakan menekannya adanya research gap dari penelitian sebelumnya. Kemudian jelaskan bagaimana penelitian yang tengah dilakukan bisa menambal kesenjangan atau research gap tersebut. 
  2. Pada bab II, di bagian Kajian Pustaka bisa menyebutkan langsung unsur novelty. Misalnya seperti contoh di bawah ini: 
Cara menunjukkan novelty penelitian
  1. Pada bab IV, yakni bab Pembahasan silahkan diskusikan temuan dari penelitian sebelumnya kemudian disusul dengan menjelaskan wawasan maupun unsur kebaruan lain dari penelitian yang sudah dilakukan di masa sekarang. 
  2. Pada bab terakhir, yakni di bagian Kesimpulan maka bisa memaparkan bentuk kontribusi temuan penelitian untuk penerapannya di lapangan. 

Melalui penjelasan mengenai apa itu novelty dan bagaimana cara menemukan novelty penelitian di atas. Maka diharapkan bisa membantu menemukan novelty dengan lebih mudah. Khususnya bagi dosen yang memang diwajibkan melakukan penelitian sepanjang karir akademiknya.