Information

Modul Praktikum: Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Buku Ajar

Dalam tugas pendidikan dan pengajaran, dosen di Indonesia memiliki kewajiban mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar memiliki jenis yang sangat beragam. Selain buku ajar, juga dalam bentuk modul pembelajaran dan modul praktikum.

Para dosen yang mengampu mata kuliah tertentu dan terdapat kegiatan praktikum. Maka menyusun modul untuk praktikum tersebut sangat penting untuk dilakukan. Namun, bagaimana cara menyusunnya? Berikut informasinya.

Apa Itu Modul Praktikum?

Secara umum, modul atau modul pembelajaran adalah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan pendidik (guru dan dosen). Modul sendiri termasuk dalam jenis bahan ajar.

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi, tidak hanya pemaparan materi secara teori. Akan tetapi juga praktek di lapangan, laboratorium, lab komputer, dll. Sehingga muncul kebutuhan siswa dan mahasiswa untuk memiliki pegangan berbentuk modul yang menunjang kegiatan praktikum tersebut.

Jadi, modul praktikum adalah salah satu bentuk bahan ajar yang digunakan mahasiswa sebagai panduan dalam belajar praktikum secara mandiri. Modul kegiatan praktikum menjadi pegangan siswa dan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan praktikum.

Sebagai contoh, mahasiswa jurusan ilmu komputer akan menerima modul kegiatan praktikum di laboratorium komputer. Isinya sesuai dengan materi di dalam RPS yang disusun dosen. Jika praktikum menggunakan Ms Excel, maka isi modul membahas tata cara menggunakan aplikasi Excel tersebut di komputer yang disediakan perguruan tinggi.

Perbedaan Modul Praktikum dan Buku Ajar

Modul praktikum cukup sering disamakan dengan buku ajar. Sebab memang memiliki beberapa persamaan. Misalnya sama-sama bahan ajar, ditulis oleh dosen yang merupakan pakar di bidangnya, dan sama-sama dijadikan pegangan mahasiswa mengikuti pembelajaran (perkuliahan).

Meskipun begitu, baik modul kegiatan praktikum maupun buku ajar adalah dua jenis bahan ajar yang berbeda. Maka akan dijumpai beberapa perbedaan, misalnya:

1. Legalitas atau Ketentuan Publikasi

Aspek pertama yang membedakan dua jenis bahan ajar ini adalah dari legalitasnya. Bisa juga disebut dari aspek ketentuan publikasinya. Secara umum dan sesuai ketentuan Kemdiktisaintek, modul jenis apapun sifatnya internal.

Sehingga tidak diterbitkan oleh dosen yang menyusunnya. Cukup dicetak (jika modul cetak bukan e-modul) dan dijilid. Kemudian dibagikan kepada mahasiswa, dan biasanya gratis sebagai fasilitas pembelajaran dari perguruan tinggi.

Berbeda dengan buku ajar, ada kewajiban dosen yang menyusunnya untuk mengurus penerbitan. Bahkan, sesuai standar Ditjen Dikti buku ajar harus terbit ber-ISBN. Sehingga bisa didistribusikan secara nasional (ke seluruh wilayah Indonesia). Jika dipenuhi, buku ajar bisa diklaim dosen ke pelaporan BKD.

2. Tujuan Penyusunan dan Penggunaan

    Perbedaan yang kedua, adalah dari tujuan penyusunan atau penggunaan. Modul praktikum disusun dosen untuk dijadikan pegangan mahasiswa mengikuti pembelajaran berbentuk praktikum.

    Sementara buku ajar, disusun dosen untuk dijadikan pegangan mahasiswa saat mengikuti pembelajaran secara teori. Baik itu di kelas maupun di luar kelas, dan juga baik itu secara daring maupun luring.

    3. Isi Materi

      Aspek ketiga yang membedakan adalah dari isi materi. Secara struktur, keduanya sama-sama berbentuk bab dan subbab.Kemudian, setiap bab untuk satu pertemuan pembelajaran.

      Hanya saja, pada modul kegiatan praktikum materi yang dipaparkan di dalamnya adalah petunjuk praktikum untuk diterapkan mahasiswa. Sementara dalam buku ajar, berisi materi atau pengetahuan teoritis untuk dibaca dan dipahami oleh mahasiswa. Sekalipun ada praktik, hanya pada tugas.

      4. Skala Pembaca

        Aspek berikutnya yang menjadi pembeda adalah pada skala pembaca. Meski target pembaca sama, yakni mahasiswa. Namun, skalanya berbeda. Hal ini terjadi karena modul tidak diterbitkan secara nasional. Sehingga skala pembaca lebih terbatas, hanya mahasiswa internal perguruan tinggi.

        Sementara buku ajar skala pembaca nasional. Sebab diterbitkan dan bisa didistribusikan ke seluruh toko buku di Indonesia. Sehingga bisa dibaca mahasiswa dari perguruan tinggi manapun.

        5. Struktur Penulisan

          Aspek ketiga yang menjadi pembeda adalah pada struktur penulisan. Pada modul kegiatan praktikum, struktur penulisan tidak memiliki standar baku. Hal ini terjadi karena modul digunakan secara internal.

          Sehingga struktur ditetapkan perguruan tinggi. Oleh sebab itu, struktur modul setiap perguruan tinggi berbeda-beda. Lain halnya dengan buku ajar, struktur mengikuti standar baku yang ditetapkan Kemdiktisaintek. Sehingga seragam, meski disusun oleh dosen berbeda dari berbagai perguruan tinggi.

          6. Hasil atau Output yang Diharapkan

            Terakhir, modul kegiatan praktikum disusun dengan harapan menghasilkan mahasiswa yang terampil menjalankan kegiatan praktikum. Sementara buku ajar, disusun untuk mencetak mahasiswa yang memahami ilmu pengetahuan secara teori.

            Fungsi Modul Praktikum

            Modul praktikum disusun oleh dosen dan dijadikan pegangan mahasiswa saat mengikuti perkuliahan berbentuk praktikum. Tentunya bukan tanpa alasan. Ada beberapa fungsi dari modul tersebut dalam menunjang kegiatan praktikum mahasiswa. Berikut penjelasannya:

            1. Pedoman Praktikum bagi Mahasiswa

              Fungsi yang pertama, modul disusun untuk menjadi pedoman bagi mahasiswa melaksanakan kegiatan praktikum. Misalnya masuk laboratorium biologi untuk mengetahui kandungan gula pada beberapa sumber karbohidrat. Modul menjelaskan langkah-langkah mengecek glukosa di setiap sumber karbohidrat tersebut.

              2. Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa

                Fungsi kedua, modul kegiatan praktikum diharapkan meningkatkan motivasi belajar para mahasiswa. Sebab berisi detail langkah-langkah kegiatan praktikum yang mudah dipahami dan diaplikasikan langsung. Sehingga mendorong mahasiswa tertarik membacanya dulu dan termotivasi mengikuti kegiatan praktikum.

                3. Sarana Evaluasi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Dosen

                  Fungsi ketiga, modul kegiatan praktikum bisa menjadi sarana bagi dosen melakukan evaluasi dan perbaikan pembelajaran. Sebab pada saat praktek langsung, dosen bisa menilai apakah pembelajaran secara teori sudah matang atau belum.Sehingga saat praktek masih ada banyak kesalahan, pembelajaran teori perlu diperbaiki.

                  Struktur Modul Praktikum

                  Sesuai penjelasan di awal dalam perbedaan modul praktikum dengan buku ajar. Bisa dipahami bahwa struktur atau sistematika penulisan untuk modul kegiatan praktikum tidak ada standar.

                  Berhubung modul tersebut digunakan secara internal di perguruan tinggi. Maka sistematika sampai format penulisan mengikuti kebijakan internal perguruan tinggi. Biasanya disediakan buku panduan dan dosen tinggal menyesuaikan. Meskipun begitu, secara umum struktur modul kegiatan praktikum adalah sebagai berikut:

                  1. Halaman Sampul

                    Bagian pertama dalam struktur modul kegiatan praktikum adalah halaman sampul (cover). Unsur yang umum ada dalam halaman sampul antara lain:

                    • Judul Modul
                    • Nama Program Studi
                    • Logo Universitas
                    • Nama Dosen Pengampu
                    • Semester dan Tahun Ajaran.

                    2. Lembar Pengesahan

                      Lembar pengesahan adalah lembar atau halaman yang berisi pernyataan isi dokumen (modul) sudah diverifikasi pihak terkait dan disahkan. Pengesahan ditandai dengan tanda tangan sejumlah pihak. Misalnya oleh dekan, ketua prodi, dll. Lembar pengesahan menunjukan isi modul sudah sesuai dan bisa diterapkan.

                      3. Kata Pengantar

                        Kata pengantar biasanya berisi ucapan syukur dosen yang menyusun modul. Kemudian juga menjelaskan sekilas tentang tujuan penulisan dan harapan yang bisa dicapai dari penyusunan modul.

                        4. Daftar Isi

                          Daftar isi berisi informasi mengenai daftar bab dan subbab di dalam modul beserta lokasi halaman atau nomor halaman yang menjadi tempat bab tersebut berada.

                          Baca juga: Cara Membuat Daftar Isi Otomatis di Word dengan Mudah

                          5. Isi Modul Praktikum – Bab Tentang Topik Pembelajaran Praktikum

                            Isi modul berisi beberapa bab dan subbab sesuai kebutuhan dan RPS ada berapa kali kegiatan praktikum. Kebanyakan setiap bab mewakili satu pertemuan kegiatan praktikum. Jika ada 3 praktikum, maka modul berisi 3 bab.

                            Bab dan subbab menjelaskan capaian hasil praktikum, tata tertib pelaksanaan praktikum, materi, alat dan bahan, langkah-langkah, rangkuman praktikum, tes atau lembar kerja untuk dikerjakan atau dijawab mahasiswa.

                            6. Daftar Pustaka

                              Daftar pustaka berisi seluruh referensi yang digunakan dosen untuk menyusun modul kegiatan praktikum.

                              7. Lampiran (Jika Ada)

                                Lampiran bisa diisi dengan penuntun belajar mahasiswa, misalnya contoh tampilan laporan praktikum atau template laporan praktikum. Bisa juga diisi dengan halaman-halaman tertentu yang dirasa perlu masuk halaman lampiran.

                                Apakah Modul Praktikum Bisa Dikembangkan Menjadi Buku Ajar?

                                Salah satu pertanyaan terkait modul praktikum adalah bisa tidaknya dikonversi menjadi buku ajar? Jawabannya adalah bisa. Modul justru sangat dianjurkan dikonversi oleh dosen menjadi buku ajar. Supaya proses menyusun naskah buku ajar bisa lebih efisien dan hasilnya juga lebih efektif.

                                Hanya saja, isi dari modul kegiatan praktikum tidak bisa langsung disalin ke lembar naskah buku ajar. Perlu ada beberapa penyesuaian. Sebab isi materi kedua bahan ajar ini berbeda sesuai penjelasan sebelumnya. Secara sederhana, berikut tahapan mengubah modul kegiatan praktikum menjadi buku ajar:

                                1. Melakukan Audit Modul Praktikum

                                  Tahap pertama adalah melakukan audit pada modul. Yakni untuk menganalisis apakah pembahasan sudah lengkap, apakah butuh referensi tambahan, dan detail lainnya. Jika dilakukan di awal akan memudahkan ke tahap konversi berikutnya.

                                  2. Melakukan Penyesuaian Struktur

                                    Tahap kedua adalah melakukan penyesuaian atau mengubah struktur modul kegiatan praktikum menjadi struktur buku ajar. Para dosen bisa menggunakan struktur umum buku ajar. Biasanya dari perguruan tinggi menerbitkan di buku panduan dan mencantumkan struktur buku ajar.

                                    3. Menguatkan Referensi

                                      Tahap berikutnya adalah menguatkan referensi. Yakni proses menambah referensi sesuai kebutuhan untuk mengembangkan pembahasan di setiap bab dan subbab. Sekaligus memilih referensi yang lebih kredibel. Misalnya mengutamakan jurnal ilmiah.

                                      4. Mengubah Gaya Bahasa Penulisan

                                        Tahap selanjutnya adalah mengubah gaya bahasa. Secara umum, gaya bahasa untuk buku ajar adalah semi formal atau sering disebut juga semi akademik. Sebab ditujukan untuk mahasiswa agar lebih mudah dipahami. Sementara modul menggunakan bahasa akademik dan dibuat singkat, padat, jelas.

                                        5. Editing dan Penyuntingan Mandiri

                                          Setelah proses konversi selesai dilakukan sampai bab terakhir buku ajar. Maka tahap berikutnya adalah proses editing dan penyuntingan mandiri oleh dosen. Naskah dibaca ulang, diperiksa ada tidaknya kesalahan, dan dikoreksi sesuai kebutuhan.

                                          Tujuannya untuk mengatasi kesalahan teknis dan kesalahan sederhana lainnya. Sehingga kualitas naskah lebih baik dan melancarkan proses penerbitan. Sebab naskah dengan kualitas yang sudah baik cenderung lebih mudah diterima editor penerbit.

                                          6. Mengurus Penerbitan

                                            Tahap akhir dalam konversi modul ke buku ajar adalah mengurus proses penerbitan. Dosen perlu memilih penerbit dengan tepat, agar buku ajar terbit menyesuaikan standar Kemdiktisaintek. Pada tahap ini mungkin akan ada proses revisi dan lain sebagainya.

                                            Proses konversi modul praktikum menjadi buku ajar tidak jauh berbeda dengan konversi KTI pada umumnya. Hanya saja hasil akhir tentunya berbeda. Sebab struktur buku ajar berbeda dengan buku monograf maupun referensi. Bagi dosen yang tidak memiliki cukup waktu mengkonversi modul sendiri, maka bisa menggunakan jasa konversi profesional.

                                            FAQ (Frequently Asked Questions)

                                            1. Apa itu modul praktikum?

                                            Modul praktikum adalah bahan ajar yang digunakan mahasiswa sebagai panduan untuk belajar praktikum secara mandiri, dengan atau tanpa bimbingan pendidik.

                                            2. Apa bedanya modul praktikum dengan buku ajar?

                                            Modul praktikum digunakan untuk pembelajaran berbasis praktik, sedangkan buku ajar digunakan untuk pembelajaran teori. Selain itu, buku ajar wajib diterbitkan ber-ISBN, sementara modul praktikum umumnya bersifat internal dan tidak diterbitkan.

                                            3. Bagaimana legalitas publikasi modul praktikum dibanding buku ajar?

                                            Modul praktikum biasanya cukup dicetak dan dijilid untuk dibagikan secara internal kepada mahasiswa. Buku ajar berbeda karena harus diterbitkan secara resmi dan terbit ber-ISBN agar dapat didistribusikan secara nasional.

                                            4. Apa saja isi umum dalam modul praktikum?

                                            Isi modul biasanya mencakup capaian praktikum, tata tertib, materi, alat dan bahan, langkah-langkah praktikum, rangkuman, tes atau lembar kerja, daftar pustaka, dan lampiran jika diperlukan.

                                            Referensi:

                                            1. Yuniarti, M. N. M. W. D., & Sudarmanto, A. (2017). Pengembangan modul praktikum berbasis multimedia interaktif pada praktikum Elektronika Dasar I materi Dioda II mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Walisongo tahun 2015. Phenomenon: Jurnal Pendidikan MIPA, 7(1), 68-78. https://www.neliti.com/publications/159997/pengembangan-modul-praktikum-berbasis-multimedia-interaktif-pada-praktikum-elekt#cite
                                            2. Panduan Pengembangan Bentuk Pembelajaran (Penyusunan Modul Praktikum dan Studio) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. (2024). Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. https://bpa.untag-sby.ac.id/backend/uploads/pdf/2024_Panduan_Pengembangan_Bentuk_Pembelajaran_(Praktikum,_Studio,_Tugas)_Fix_compressed.pdf
                                            3. BAB II KAJIAN PUSTAKA. (n.d). Repository UIN Sultan Syarif Kasim Riau. https://repository.uin-suska.ac.id/19641/7/7.%20BAB%20II.pdf
                                            4. BAB II LANDASAN TEORI. (n.d). Digital Library Universitas PGRI Pontianak. https://digilib.upgripnk.ac.id/id/eprint/1691/4/BAB%20II.pdf
                                            5. Cara Mengubah Modul Menjadi Buku: Modul Praktikum, Modul Ajar dan Modul Lainnya. (2023). Dewangga Publishing. Diakses pada 5 Mei 2026 dari https://dewanggapublishing.com/cara-mengubah-modul-menjadi-buku/?srsltid=AfmBOooaLqQbEfmMldWXl7xopowDfj6oAWZpc0AodTmUOufMqHir4VuA
                                            6. Afton, Z. (2026). Cara Mengubah Modul Kuliah Menjadi Buku ISBN Resmi. Diakses pada 5 Mei 2026 dari https://penerbitkbm.com/cara-mengubah-modul-kuliah-menjadi-buku-isbn-resmi/?srsltid=AfmBOor78R0LTpro8YbbCW2YgejZFITPTo_hc9YakAgfJN3weknsMpAi
                                            Karimatun Nisa

                                            Recent Posts

                                            Memahami Perbedaan Kurikulum Konvensional dan Kurikulum OBE

                                            Kurikulum OBE (Outcome-Based Education) menjadi kurikulum yang diterapkan di pendidikan tinggi Indonesia. Kurikulum ini tentunya…

                                            9 jam ago

                                            Mengenal Daftar Standar Ukuran Buku Penerbitan di Indonesia

                                            Salah satu tahap dalam penerbitan buku adalah menentukan ukuran buku tersebut. Bisa juga disebut dengan…

                                            1 hari ago

                                            8 Manfaat Konversi Karya Tulis Ilmiah Menjadi Buku bagi Dosen

                                            Tahukah Anda, bahwa ada banyak sekali manfaat konversi karya tulis ilmiah (KTI)? Konversi dari satu…

                                            2 hari ago

                                            Daftar Pembagian Wilayah Kerja Seluruh LLDikti di Indonesia

                                            Wilayah LLDikti seperti yang diketahui terbagi menjadi 16 wilayah kerja di seluruh Indonesia. Masing-masing LLDikti…

                                            3 hari ago

                                            10 Ide Side Hustle Online yang Bisa Anda Coba di 2026

                                            Memiliki side hustle (kegiatan sampingan) online maupun offline, tentunya layak dipertimbangkan. Sebab dengan mengambil langkah…

                                            3 hari ago

                                            Mengenal Pengertian, Tugas, dan Fungsi LLDikti di Pendidikan Tinggi Indonesia

                                            Dalam menjaga mutu penyelenggaraan layanan pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek tentunya tidak bekerja sendiri. Salah satunya adalah…

                                            1 minggu ago