Menulis Buku

Sistematika dalam Menulis Buku Referensi

Salah satu buku ilmiah yang wajib ditulis dan diterbitkan dosen di Indonesia adalah buku referensi. Namun, dosen tidak bisa asal menulis naskah buku referensi. Melainkan disesuaikan dengan ketentuan sistematika menulis buku referensi. 

Buku referensi yang ditulis oleh dosen tentu diharapkan bisa masuk pelaporan BKD dan ikut serta dalam perhitungan angka kredit. Maka buku referensi ini harus ditulis sesuai standar Ditjen Dikti. Termasuk memenuhi standar sistematika penulisan. Berikut informasinya. 

Sistematika atau Struktur untuk Menulis Naskah Buku Referensi

Buku referensi adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya fokus pada satu bidang ilmu, sehingga membahas beberapa topik. Buku referensi ditulis dosen berdasarkan hasil penelitian dan wajib diterbitkan ber-ISBN. 

Selain itu, standar Ditjen Dikti lainnya adalah naskah sudah memenuhi ketentuan sistematika penulisan. Adapun bagian-bagian dalam sistematika menulis buku referensi adalah sebagai berikut: 

1. Bagian Awal (Preliminary)

    Bagian pertama dari struktur atau sistematika naskah buku ajar adalah bagian awal atau preliminary. Bagian awal dari naskah buku ajar sendiri terdiri dari beberapa jenis halaman. Berikut penjelasannya: 

    1. Halaman Perancis

      Halaman perancis adalah halaman yang hanya menampilkan judul buku saja tanpa nama penulis, penerbit, atau informasi lain. Biasanya berada di halaman setelah sampul (cover). Fungsinya untuk melindungi halaman judul utama dan memberi kesan rapi serta formal. 

      2. Halaman Judul Utama

        Halaman judul utama adalah halaman yang memuat informasi lengkap tentang identitas buku. Mencakup judul buku, nama penulis, nama penerbit, tahun terbit, dan lain sebagainya sesuai kebijakan penerbit buku tersebut. 

        3. Halaman Hak Cipta

          Halaman Hak Cipta adalah halaman yang berisi informasi tentang hak legal atas buku. Biasanya berisi atau mencantumkan informasi bahwa buku dilindungi Hak Cipta dan pihak yang memegang lisensinya. Kemudian tercantum juga edisi atau cetakan ke berapa, nama penerbit, dll. 

          4. Halaman Persembahan

            Halaman persembahan adalah halaman berisi ungkapan persembahan penulis kepada pihak tertentu. Biasanya berisi ucapan yang menjelaskan buku referensi dipersembahkan untuk siapa saja. Baik itu untuk institusi, kedua orang tua, dll. 

            5. Halaman Ucapan Terima Kasih (Acknowledgments)

              Halaman ucapan terima kasih adalah halaman yang berisi ungkapan terima kasih kepada pihak yang membantu proses penulisan buku. Misalnya kepada penyedia dana penulisan buku, editor, rekan sejawat, dll. 

              6. Halaman Kata Pengantar

                Halaman kata pengantar adalah halaman yang berisi pengantar yang biasanya ditulis oleh orang lain yang kompeten di bidang buku tersebut. Sehingga isinya bisa tentang penilaian pribadi penulis pada isi buku dan menjelaskan pentingnya isi buku tersebut bagi pembaca. 

                7. Halaman Prakata

                  Halaman prakata adalah halaman halaman yang berisi pengantar dan biasanya ditulis oleh penulis sendiri. Biasanya berisi penjelasan mengenai latar belakang penulisan buku, topik yang dibahas, sasaran atau target pembaca, dll. 

                  8. Daftar Isi

                    Daftar isi adalah halaman yang menunjukkan susunan isi buku beserta nomor halamannya. Halaman ini menunjukan sistematika buku kepada pembaca. Sekaligus memudahkan pembaca menemukan topik beserta lokasi halamannya. 

                    9. Daftar Tabel dan Gambar

                      Daftar tabel dan daftar gambar adalah halaman yang berisi urutan tabel dan gambar lengkap dengan nomor halaman. Sifatnya opsional, sebab bergantung pada isi buku apakah ada tabel dan gambar atau sebaliknya. 

                      Baca juga: Book Chapter: Format, Ketentuan, Contohnya

                      2. Bagian Isi

                        Bagian kedua di dalam sistematika menulis buku referensi adalah bagian isi. Sering juga disebut sebagai bagian inti buku. Pada bagian ini berisi deretan bab dan subbab, subsubbab, dan seterusnya. 

                        Jumlah bab disesuaikan kebutuhan penulis dalam menjabarkan topik dari buku referensi. Setiap bab juga bisa dijabarkan dalam bentuk subbab dan subsubbab. Kemudian di halaman terakhir adalah halaman daftar pustaka. Secara garis besar, susunannya akan membentuk pola sebagai berikut: 

                        • Bagian (Part)
                        • Bab atau Sub Bagian (Chapter)
                        • Subbab
                        • Subsubbab
                        • Daftar Pustaka

                        Halaman daftar pustaka adalah bagian buku atau karya ilmiah yang berisi daftar seluruh sumber rujukan yang digunakan dan dikutip dalam penulisan. Daftar seluruh rujukan ini disusun secara sistematis sesuai dengan gaya sitasi tertentu. 

                        Gaya sitasi sendiri memiliki pilihan yang sangat beragam. Seperti APA Style, MLA Style, Chicago Style, Harvard Style, dan masih banyak lagi yang lainnya. Menentukan gaya sitasi bisa mengacu pada kebijakan internal perguruan tinggi yang menaungi dosen. 

                        Biasanya menerbitkan pedoman penulisan buku referensi dan mencakup penjelasan mengenai gaya sitasi yang ditetapkan dan harus diikuti dosen. Opsional lain, menyesuaikan gaya sitasi dengan kebijakan penerbit. Ditjen Dikti sendiri tidak menyebutkan harus memakai gaya sitasi tertentu, jadi sifatnya bebas atau fleksibel.  

                        Baca juga: Penulisan Proposal: Ukuran Kertas, Style, Spasi, Huruf, dan Margin Proposal

                        3. Bagian Akhir (Postliminary)

                          Bagian ketiga atau bagian terakhir dari sistematika menulis buku referensi adalah bagian akhir. Disebut juga dengan istilah bagian penutup dan postliminary. Bagian akhir buku referensi juga terdiri dari beberapa jenis halaman. Berikut penjelasannya: 

                          1. Halaman Lampiran

                            Halaman lampiran adalah halaman yang berisi yang berisi data atau informasi tambahan yang mendukung isi buku tetapi terlalu panjang atau terlalu rinci jika dimasukkan ke dalam naskah. Misalnya melampirkan kuesioner penelitian, contoh dokumen, tabel berisi data mentah, dll. 

                            2. Halaman Epilog

                              Halaman epilog adalah halaman yang berisi teks atau tulisan penutup yang berisi refleksi, simpulan akhir, atau harapan penulis setelah seluruh pembahasan selesai.

                              3. Halaman Glosarium

                                Halaman glosarium adalah halaman yang berisi daftar istilah-istilah penting dalam buku beserta penjelasan artinya. Sehingga berfungsi untuk memudahkan pembaca memahami isi buku melalui definisi sejumlah istilah khas dan ilmiah di dalam naskah. Kemudian disusun berurutan secara alfabetis. 

                                4. Halaman Indeks

                                  Halaman indeks adalah halaman yang berisi daftar kata kunci penting yang terdapat dalam buku beserta nomor halaman tempat istilah tersebut dibahas. Sehingga isinya hanya daftar istilah dan nomor halaman mana saja istilah tersebut tercantum di dalam naskah. 

                                  5. Halaman Biografi Penulis

                                    Halaman biografi penulis adalah halaman yang berisi profil singkat tentang penulis. Biasanya mencantumkan profil penulis tersebut dan dirasa aman bagi penulis untuk diketahui para pembaca. Seperti nama lengkap dengan gelar akademik, latar belakang pendidikan, bidang keahlian, dll. 

                                    Adakah Perbedaan antara Sistematika Buku Referensi dengan Buku Monograf dan Buku Ajar?

                                    Setelah mengetahui seperti apa sistematika menulis buku referensi yang baik dan benar. Mungkin bertanya-tanya, apakah sistematika ini sama dengan buku ilmiah lain? Misalnya dengan buku monograf dan buku ajar. Jawabannya adalah ada, yakni di bagian isi buku. Berikut perbedaannya: 

                                    1. Sistematika Isi Buku Referensi

                                        Isi dari naskah buku referensi sesuai penjelasan sebelumnya adalah deretan bab, subbab, subsubbab, dan seterusnya. Biasanya diurutkan dari bagian pendahuluan, kemudian bab terkait kajian teori, bab berisi hasil penelitian, dan seterusnya. 

                                        2. Sistematika Isi Buku Monograf

                                          Isi dari buku monograf hampir mirip dengan buku referensi, sama-sama terdiri dari bab, subbab, subsubbab, dst. Hanya saja setiap bab fokus membahas satu topik, sementara buku referensi bisa beberapa topik. 

                                          3. Sistematika Isi Buku Ajar

                                            Sedangkan isi dari naskah buku ajar biasanya setiap bab terdiri dari pembahasan materi dan ditutup dengan latihan soal atau latihan tugas. Isinya menyesuaikan dengan RPS yang disusun dosen di awal semester. 

                                            Sementara untuk bagian awal (preliminary) dan bagian akhir (postliminary) tidak ada perbedaan. Sistematika menulis buku referensi untuk dua bagian tersebut adalah sama seperti buku monograf dan buku ajar. 

                                            Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang menulis buku referensi, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut:

                                            Referensi:

                                            1. Universitas Esa Unggul. (n.d). Pedoman Pembuatan Buku Referensi. https://universitypress.esaunggul.ac.id/?p=174
                                            2. Zulfikar, R. (2021). Webinar Pelatihan Penulisan Buku Referensi & Monograph UPT Publikasi Uniska MAB Banjarmasin 25 November 2021. https://ppj.uniska-bjm.ac.id/wp-content/uploads/2021/11/Materi-Menulis-Buku-Referensi-dan-Monograph_Rizka-Zulfikar.pdf

                                            Kontributor: Novia Intan

                                            deepublish

                                            Recent Posts

                                            Memahami State of The Art (SOTA) dan Arti Pentingnya dalam Penelitian Dosen

                                            Dalam melaksanakan kegiatan penelitian, penyusunan proposal, dan sebagainya. Dosen maupun mahasiswa dan peneliti akan memasuki…

                                            20 jam ago

                                            Jasa Pengurusan Hak Cipta Buku – Penerbit Deepublish

                                            Jika Anda menulis dan menerbitkan buku, maka tentu perlu memastikan mengajukan Hak Cipta atas buku…

                                            3 hari ago

                                            Mengenal Memoar dan Perbedaannya dengan Biografi dan Autobiografi

                                            Karya tulis terbagi menjadi 2 jenis utama, yakni karya tulis ilmiah dan nonilmiah. Tahukah Anda,…

                                            4 hari ago

                                            15 Kultum Ramadan Singkat 7 Menit dengan Berbagai Tema

                                            Bulan Ramadan tidak hanya diisi dengan kegiatan puasa wajib, tadarus Al-Qur’an, maupun ibadah sunnah lain…

                                            7 hari ago

                                            15+ Tools Produktivitas Wajib untuk Dosen Selama Ramadan

                                            Meski mudah lelah dan letih saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, produktivitas akademik dosen…

                                            1 minggu ago

                                            4 Hal yang Menjadi Perbedaan Jurnal dan Artikel Ilmiah

                                            Masihkah Anda bingung dengan perbedaan jurnal dan artikel ilmiah? Bagi beberapa orang, keduanya dianggap hal…

                                            1 minggu ago