Panduan Menulis

Teknik Menulis Buku dengan Hati!

Segala sesuatu yang dikerjakan dari hati akan lebih terasa ringan. Pun dalam teknik menulis buku, seorang penulis juga perlu menggunakan hatinya agar pekerjaannya terasa lebih ringan. Menulis buku dengan hati akan membawa penulis untuk membiasakan diri bergelut dengan profesinya”.

Teknik Menulis | menulis buku pun perlu dilakukan dengan hati. Hal ini akan menjadi salah satu bekal positif bagi penulis. Dengan hati, penulis akan lebih ringan menjalani profesinya. Ia juga akan lebih terbiasa untuk bekerja tanpa merasa terpaksa atau terbebani. Jika banyak penulis telah melaksanakan pekerjaannya dengan hati, bukan mustahil akan lahir karya-karya hebat yang akan menarik banyak pembaca.

Teknik Menulis | menulis buku dengan hati bisa dilakukan oleh siapapun. Mereka yang ingin menekuni pekerjaan sebagai seorang penulis dapat menyimak beberapa cara berikut agar dapat menulis dengan hati. Untuk menjadi seorang penulis yang mampu berkarya dengan hati, Anda dapat melakukan beberapa cara berikut.

  1. Membangkitkan emosi < di dalam teknik menulis >

Membangkitkan emosi tidak hanya ditujukan untuk meluapkan kemarahan. Dalam konteks teknik menulis, membangkitkan emosi dapat dilakukan dengan cara mengekspresikan hati untuk dituangkan menjadi tulisan. Disadari atau tidak, tulisan yang dipengaruhi luapan ekspresi dari hati akan berbeda dengan tulisan dari hasil penuangan gagasan di pikiran.

Tulisan yang dihasilkan dari luapan emosi juga akan lebih menggugah pembaca. Sebaliknya, tulisan tidak menggugah pembacanya justru akan membosankan, bahkan di bagian awalnya.

  1. Bersedia atau membuka diri untuk dikritik < di luar teknik menulis >

Tentunya, kita tidak mampu menilai kualitas tulisan sendiri. Oleh karenanya, kita membutuhkan pendapat orang lain untuk menilai kualitas tulisan kita. Dalam teknik menulis, Anda akan sangat membutuhkan pendapat orang lain terhadap tulisan Anda. Pendapat, baik berupa kritikan, saran, protes, maupun ancaman adalah hal yang biasa untuk penilaian suatu karya. Demi meningkatkan kualitas karya Anda, pendapat orang lain, terutama dari mereka yang benar-benar ahli di bidang yang sesuai dengan tulisan Anda sangat diperlukan.

Anda sebagai penulis harus membuka diri untuk menerima berbagai tanggapan atas tulisan Anda. Jika dikritik, Anda tidak perlu bersusah-payah untuk membantah atau menentangnya. Biasanya kritikus akan lebih kejam memberikan serangan balik jika Anda melakukannya. Hal ini nantinya justru membuang-buang waktu dan menjadikan diri Anda tidak berkembang.

Membuka diri untuk menerima pendapat orang lain juga membuat Anda lebih peka terhadap kekurangan dan kesalahan Anda. Dengan begitu, Anda akan lebih berhati-hati dalam teknik menulis. Anda juga akan lebih meresapi dan merenungkan kekurangan Anda tersebut.

  1. Tidak menggurui < di dalam teknik menulis >

Akan lebih baik jika Anda tidak menulis buku dan memaparkan berbagai hal yang sifatnya menggurui. Anda yang merupakan seorang penulis bukan sedang berperan sebagai seorang penceramah. Tulisan yang menggurui juga nantinya akan mengurangi minat pembaca untuk membeli atau membaca buku Anda.

Agar tidak menghasilkan tulisan yang menggurui, Anda dapat menempatkan diri sebagai pembaca terlebih dahulu. Dengan begitu Anda akan melihat citra Anda sebagai seorang penulis. Anda juga dapat mengamati cara Anda menempatkan diri dan membangun komunikasi dengan pembaca.

Menempatkan diri sebagai pembaca juga berarti mengamati bahwa tidak semua pembaca merupakan orang dengan intelegensi yang tinggi. Anda perlu menganggap bahwa pembaca adalah orang awam yang baru akan mengetahui isi tulisan Anda. Dengan begitu, Anda akan lebih bijak dalam menuangkan gagasan Anda menjadi tulisan yang tidak menggurui.

  1. Pahami makna peribahasa “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” < luar dalam teknik menulis >

Peribahasa tersebut tentunya tidak asing di telinga Anda, bukan? Dalam konteks teknik menulis, peribahasa tersebut memiliki makna bahwa penulis dapat membawa pembaca menjadi lebih hebat dari dirinya. Memang, posisi Anda sebagai penulis memang seorang agen penyebar ilmu atau wawasan baru, tapi bukan berarti Anda lebih tahu segalanya daripada pembaca.

Menganggap Anda lebih pintar dan mampu membawa pembaca menjadi lebih pintar dari Anda bukanlah hal yang tepat. Hal tersebut nantinya akan merugikan Anda sebagai seorang penulis. Akan banyak risiko yang dihadapi jika Anda masih memiliki pola berpikir seperti itu. Salah satu risiko yang paling nyata Anda hadapi karena hal tersebut adalah memiliki banyak saingan.

  1. Jujur < diluar teknik menulis >

Last but not least adalah berlaku jujur. Dimanapun Anda berada, bagaimanapun kondisi Anda, siapapun Anda, menjunjung tinggi kejujuran adalah hal yang harus diutamakan dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai penulis pun Anda wajib menjadi seorang yang jujur. Dengan kejujuran, Anda akan menghasilkan karya yang berkualitas, yang mencantumkan acuan, tidak mengambil gagasan orang lain, dan menuliskan hal-hal yang benar dan akurat.

Kejujuran akan membawa Anda untuk selalu berpikir bahwa menulis buku harus dilakukan dengan tata cara dan kaidah sebagaimana mestinya. Anda juga akan menghargai gagasan orang lain saat mengutip jika Anda mengutamakan kejujuran. Di samping itu, tanpa kejujuran, Anda bisa saja dianggap sebagai plagiat. Karya Anda juga akan diragukan oleh para pembaca.

 

Kelima poin di atas adalah modal bagi Anda untuk dapat menulis buku dengan hati. Dengan berpedoman pada kelima poin tersebut, Anda akan lebih mudah membangun hubungan baik dengan pembaca melalui tulisan Anda. Selain itu, Anda juga tidak akan berpikir dari satu sisi, sebab Anda akan memahami kebutuhan dan tingkat ketertarikan pembaca akan karya yang Anda tuliskan.

Anda punya RENCANA MENULIS BUKU?

atau NASKAH SIAP CETAK?

Silakan daftarkan diri Anda sebagai penulis di penerbit buku kami.

Anda juga bisa KONSULTASI dengan Costumer Care yang siap membantu Anda sampai buku Anda diterbitkan.

Anda TAK PERLU RAGU untuk segera MENDAFTAR JADI PENULIS.
SEBELUM ANDA MENYESAL 🙁

🙂

*****BONUS*****

Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI TEKNIK MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini!

Jika Anda menginginkan EBOOK GRATIS tentang CARA PRAKTIS MENULIS BUKU, silakan download

 

Referensi:

  1. Hendi Hendratman, “Tips Menulis Buku Komputer Best Seller”, diunduh dari www.hendihen.com

[Wiwik Fitri Wulandari]

deepublish

Recent Posts

Tak Lagi Sulit! Begini Cara Menentukan Buku Ajar atau Buku Monograf yang Tepat untuk Ditulis Dosen

Tahap awal dalam proses menulis buku ilmiah adalah menentukan jenis buku tersebut. Sehingga dosen perlu…

48 menit ago

Waspada Praktek Penerbit Buku Abal-Abal! Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya

Publikasi ilmiah yang dimiliki oleh para dosen tentunya memerlukan dukungan penerbit kredibel. Termasuk saat menerbitkan…

4 hari ago

Politeknik Negeri Bali dan Penerbit Deepublish Perkuat Kolaborasi Akademik melalui Penandatanganan MoU Kerja Sama

Yogyakarta, 15 September 2026 — Penerbit Deepublish menerima kunjungan dari Politeknik Negeri Bali dalam rangka…

5 hari ago

Kunjungan dan Penandatanganan MoU Kerjasama Politeknik Negeri Bali dengan Penerbit Deepublish

Penerbit Deepublish melalui program Kerjasama Institusi telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.…

5 hari ago

Bisa Sebabkan Naskah Mangkrak! Inilah 9 Cara Mengatasi Minder Menulis Buku

Selama proses menyusun naskah buku ilmiah, tidak sedikit dosen yang merasa rendah diri atau minder…

6 hari ago

Dorong Kualitas Publikasi Akademik Indonesia, Penerbit Deepublish Hadirkan Webinar Strategi Jurnal Bereputasi

Penerbit Deepublish sukses menyelenggarakan Webinar “⁠Kupas Tuntas Karakteristik Jurnal Bereputasi untuk Meningkatkan Peluang Publikasi” pada…

6 hari ago