Penelitian Ilmiah

Pedoman Penulisan Cara Menulis Jurnal Ilmiah Nasional

Apakah Anda sedang membuat sebuah jurnal ilmiah nasional? Jika iya, semoga bisa segera selesai dan diterbitkan. Berbicara tentang jurnal ilmiah nasional, ternyata masih banyak yang belum mengetahui pedoman dalam penulisan jurnal yang baik dan benar.

Nah daripada Anda bingung sehingga menyebabkan jurnal ilmiah nasional Anda tidak kunjung selesai, berikut ini kami bagikan pedoman penulisan apa saja yang dibutuhkan saat membuat jurnal yang baik dan benar.

Judul

Judul merupakan gerbang pertama dalam pembuatan jurnal ilmiah nasional. Membuat judul dalam jurnal pun tidak boleh sembarangan.  Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca judul, akan memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Misalnya, judul  “Laporan Lab Informatika”. Dengan judul seperti itu, maka tidak pembaca yang mau membacanya karena tidak menggambarkan isi jurnal. Judul ini sudah sedikit banyak melaporkan isi dari jurnal.

Abstrak

Langkah selanjutnya dalam membuat jurnal ilmiah nasional adalah abstrak. Perlu diingat, abstrak ini berbeda dengan ringkasan. Bagian abstrak dalam jurnal ilmiah berfungsi untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak disini dimaksudkan untuk menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal.

Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Selain itu abstrak harus berdiri sendiri tanpa catatan kaki. Abstrak ini biasanya ditulis terakhir. Cara mudah untuk menulis abstrak adalah mengutip poin-poin paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyusun deskripsi singkat tentang jurnal yang telah kita buat.

Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan, kita dapat memaparkan pernyataan dari kasus yang sedang diteliti. Tujuannya adalah memberikan informasi kepada pembaca supaya memahami tujuan spesifikasi dalam kerangka tulisan yang lebih besar.

Bagian pendahuluan juga dapat mencakup informasi tentang latar belakang masalah, seperti ringkasan dari  setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan membantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum.

Bahan dan Metode

Bagian yang tidak kalah penting dalam penulisan jurnal ilmiah nasional adalah bahan dan metode yang menjelaskan beragam poin yang dilakukan saat penelitian. Peneliti perlu menjelaskan desain percobaan, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menjelaskan pekerjaan yang dilakukan. Aturan umum yang perlu diingat adalah bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengetahuan dan teknik dasar agar bisa dipublikasikan.

Hasil

Pada bagian hasil jurnal ilmiah nasional Anda harus menyajikan data yang ringkas dengan menggunakan naskah naratif, tabel, atau gambar. Di sini hanya hasil yang disajikan, tidak semua interpretasi data atau kesimpulan dari data dalam bagian ini.

Pembahasan

Sementara pada bagian pembahasan jurnal ilmiah nasional peneliti dapat menafsirkan data dengan pola yang diamati. Setiap hubungan antar variabel percobaan yang penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dilihat jelas. Peneliti harus menyertakan penjelasan yang berbeda dari hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa dengan setiap percobaan terkait dilakukan oleh peneliti lain.

Kesimpulan

Bagian ini hanya menyatakan bahwa peneliti berpikir mengenai setiap data yang disajikan berhubungan kembali pada pernyataan yang dinyatakan dalam pendahuluan. Dengan mengacu pada bagian  pendahuluan dan kesimpulan, seorang pembaca harus memiliki ide yang baik dari penelitian ini, meskipun hanya rincian spesifik.

Daftar Pustaka

Semua informasi jurnal ilmiah nasional yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad pada bagian ini. Hal tersebut berguna untuk pembaca yang ingin merujuk literatur asli. Perhatikan bahwa referensi yang dikutip benar-benar disebutkan pada jurnal yang kita buat. Pada tahap ini peneliti harus memberikan rujukan yang sebenar-benarnya supaya tidak terindikasi plagiat.

 

(Novia Intan)

deepublish

Recent Posts

7 Cara Mendapatkan Mentor Menulis Buku Ajar

Dalam menulis buku ajar, para dosen bisa mempertimbangkan untuk memiliki mentor. Mentor menulis buku ajar…

16 jam ago

Penerbit Buku Akademik Terpercaya untuk Dosen: Tips Memilih dan Rekomendasinya

Dalam proses menerbitkan buku ilmiah, seorang dosen tentunya perlu teliti memilih penerbit buku akademik. Pasalnya,…

2 hari ago

Mengubah Laporan PkM Menjadi Buku Ber-ISBN: Optimasi Capaian Luaran dan Kinerja Akademik Dosen

Menyusun laporan PkM menjadi buku, tentunya menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan oleh para dosen. Tujuannya…

3 hari ago

Tingkatkan Produktivitas Penerbitan Buku Ajar dan Referensi Ber-ISBN, Penerbit Deepublish Gelar Webinar Bersama Universitas Jabal Ghafur

Kewajiban akademik dosen di Indonesia, bukan sekadar melaksanakan tugas pokok sesuai isi tri dharma. Sejalan…

4 hari ago

Pengalaman Dr. Elvi Rahmi, M.A.: Berawal dari Sebuah Naskah, Berlanjut Menjadi Penggerak Budaya Menulis

Proses menulis buku ilmiah oleh para dosen di Indonesia, ternyata tidak hanya menghasilkan referensi dan…

4 hari ago

Universitas Borneo Tarakan dan Penerbit Deepublish Gelar Workshop Penulisan Modul Ajar dan Buku Referensi Berbasis AI

Penerbit Deepublish berkolaborasi dengan LPMPP UBT, Tarakan sukses menyelenggarakan Webinar "Penulisan Modul Ajar dan Buku…

6 hari ago