Salah satu tahapan dalam penerbitan buku elektronik (ebook), adalah menentukan format ebook tersebut. Salah satu format ebook yang cukup populer di Indonesia adalah format PDF. Lalu, bagaimana cara membuat ebook PDF tersebut?
Pertanyaan ini tentunya dimiliki oleh para penulis yang merencanakan penerbitan ebook dalam format PDF. Penerbitan ebook secara resmi tentunya tetap dengan bantuan penerbit buku resmi juga. Meskipun begitu, para penulis tetap penting untuk mengetahui tahapan penerbitan ebook dalam format PDF. Berikut informasinya.
Membahas tata cara membuat ebook PDF, tentunya dimulai dari beberapa hal mendasar. Mulai dari definisi dan berbagai alasan yang membuat format PDF lebih populer dipilih oleh penulis maupun penerbit ebook di Indonesia.
PDF (Portable Document Format) adalah format file dokumen (soft file) yang dikembangkan oleh Adobe di tahun 1993 dan bertujuan untuk menyediakan file dokumen dalam format yang mampu mempertahankan tata letak konten di dalamnya.
Sampai saat ini, ada cukup banyak ebook di Indonesia yang diterbitkan dalam format PDF. Berikut beberapa alasannya:
Ebook dalam format PDF memiliki keunggulan dari segi tata letak atau tampilan yang konsisten. Artinya, ketika file ebook dibuka di perangkat elektronik apapun dengan masing-masing sistem operasi maka tidak ada perubahan tampilan.
Setiap elemen teks sampai elemen visual di dalam ebook, posisinya konsisten. Selain itu, membuka ebook di smartphone hingga laptop atau PC maka tampilan akan sama persis. Perbedaan hanya terletak dari ukuran tampilan yang menyesuaikan ukuran layar perangkat.
Alasan kedua, karena ebook dalam format PDF mendukung keberagaman jenis elemen konten di dalamnya. Dalam format PDF, penulis maupun penerbit (tim desain) tidak hanya bisa menyusun data dalam bentuk teks.
Akan tetapi juga bisa dilengkapi dengan gambar dalam format JPG dan sejenisnya. Kemudian bisa menambahkan tabel, rumus (misal rumus hitungan dalam matematika, fisika, dll), diagram, dan bahkan video yang dimasukan ke dalam ebook.
Membuat ebook PDF juga termasuk mudah, sehingga memproduksi ebook dalam format ini dikenal mudah. Disebut demikian, karena secara mendasar penulis cukup menyusun naskah buku di Word, Google Docs, maupun aplikasi olah kata lainnya. Kemudian dengan beberapa klik, naskah sudah bisa diubah formatnya ke PDF.
Meskipun begitu, dalam penerbitan ebook dengan tampilan profesional selayaknya buku cetak yang dibuat layout bolak-balik. Maka perlu menggunakan aplikasi khusus untuk mendesain layout ebook menjadi mirip buku cetak. Baru kemudian disimpan dalam format PDF.
Alasan keempat, karena ebook dalam format PDF lebih mudah dan cepat untuk dibuka oleh para pembaca. Hal ini terjadi karena format PDF bisa terbaca otomatis di berbagai perangkat elektronik masa sekarang.
Jadi, tanpa harus menginstal aplikasi pembaca PDF (PDF Reader) file ebook sudah bisa dibuka. Misalnya di laptop maupun PC, format PDF otomatis terbaca otomatis. Bahkan bisa dibuka lewat tab di browser, seperti tab baru di Google.
Alasan kelima, karena ebook dalam format PDF siap cetak. Dalam PDF sudah ada fitur cetak ke perangkat printer yang terhubung dengan perangkat untuk membacanya. Jadi, ketika pembaca ingin mencetaknya di kertas sesuai kenyamanan preferensi dalam membaca. Maka bisa dilakukan saat itu juga.
Ebook dalam format PDF cenderung memiliki ukuran file yang kecil alias ringan. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk dibagikan. Bagi penerbit dan penulis, membagikan atau mengirimkan dokumen ke pembaca menjadi lebih praktis. Bisa dilampirkan di email, WhatsApp, dan sebagainya.
Ebook dalam format PDF juga memungkinkan untuk dilindungi. Salah satunya dengan mengatur password untuk membuka dokumen. Sehingga memberi perlindungan untuk isi ebook yang dirasa untuk diakses kalangan terbatas, misalnya hanya pembaca.
Dalam penerbitan ebook berformat PDF, para penulis biasanya fokus menyiapkan naskah buku. Sedangkan penerbitan, termasuk penyiapan file ebook dalam format PDF dikerjakan oleh tim penerbit yang dipilih penulis.
Meskipun begitu, para penulis tentu perlu memahami bagaimana tata cara membuat ebook PDF. Sehingga bisa mengikuti alur penerbitan sesuai standar umum yang berlaku. Secara umum, tata cara membuat dan menerbitkan ebook PDF secara mandiri oleh penulis adalah sebagai berikut:
Tahap pertama adalah menentukan topik dan target pembaca. Dalam menyusun buku dan diterbitkan menjadi ebook format PDF tahap awal sama dengan penerbitan buku cetak. Menentukan topik dan target pembaca.
Topik yang disukai dan dikuasai, maupun topik yang tengah menjadi isu hangat sering menjadi rekomendasi untuk disusun penulis buku. Kemudian, penulis juga perlu menentukan target pembaca. Sebab akan mempengaruhi penokohan dan karakter (fiksi) dalam naskah, gaya bahasa, elemen visual, dan detail lainnya.
Baca juga: Cara Menentukan Target Pembaca Sebelum Menulis Buku Akademik agar Isi Lebih Tepat
Tahap kedua adalah mulai menyusun kerangka tulisan atau kerangka buku. Pada tahap ini, penulis masuk ke proses persiapan dan perancangan isi buku. Kerangka menampilkan daftar bab dan judul, beserta urutannya.
Disusul dengan turunan ke subbab, subsubbab, dan seterusnya sesuai kebutuhan pembahasan atau alur cerita (pada buku fiksi). Kerangka bisa menjadi peta jalan dalam menyusun naskah buku. Sehingga isinya jelas dari awal, susunan atau strukturnya juga sudah bisa dipastikan, sekaligus menjaga fokus pada topik.
Baca juga: Pengertian Outline: Manfaat, Syarat dan Cara Membuatnya
Tahap yang ketiga adalah proses penulisan. Yaitu mengembangkan kerangka yang sudah disusun dan menggunakan aplikasi Ms Word. Secara umum, aplikasi olah kata yang bisa dipilih penulis sifatnya bebas atau fleksibel.
Sehingga tidak harus di Word, bisa di aplikasi lain. Namun, Word masih menjadi aplikasi olah kata yang banyak digunakan. Terlebih sering menjadi paket aplikasi yang diinstal otomatis oleh pihak penjual perangkat komputer (laptop dan PC).
Alasan lain, Ms Word menjadi aplikasi olah kata yang sudah dikenal banyak orang di Indonesia. Bahkan sudah sering menjadi mata pelajaran di tingkat sekolah. Ditunjang juga dengan fitur olah kata yang memadai di dalamnya.
Setelah naskah buku selesai disusun di Ms Word, maka masuk tahap editing dan penyuntingan. Penulis perlu membaca ulang, mengoreksi saat mendapati ada kesalahan. Seperti kesalahan ketik (typo), kesalahan penambahan tanda baca, memperbaiki kalimat tidak efektif, memperbaiki susunan kalimat, dll.
Tahap berikutnya adalah menambahkan elemen visual dan gambar pada naskah sesuai kebutuhan. Tahap ini dilakukan selesai naskah disusun untuk menyesuaikan dengan penjelasan di dalam naskah. Sekaligus menjaga fokus penulis ke penyelesaian naskah tanpa terdistraksi ke pembuatan konten visual.
Tahap berikutnya adalah melengkapi naskah buku tersebut. Misalnya menyusun halaman kata pengantar, daftar isi (pada buku nonfiksi—ilmiah), biodata atau profil penulis, dan halaman lain yang umum ada pada terbitan berbentuk buku.
Tahap akhir adalah mengonversi atau mengubah format dokumen Word (doc atau docx) menjadi PDF. Secara umum, mengubah format ini bisa melalui Ms Word langsung.
Namun, jika versi Word belum memiliki fitur ini bisa menggunakan layanan konversi Word ke PDF daring. Ada banyak aplikasi bisa digunakan gratis. Kemudian, setelah selesai diubah ke format PDF maka tinggal mengajukan E-ISBN dan dipublikasikan.
Membuat ebook PDF dan menerbitkannya, paling dianjurkan dengan bantuan penerbit ebook resmi. Sehingga dibantu mengurus penerbitan sesuai standar, menjamin mutu pembahasan, dan distribusi hingga promosi berkelanjutan.
Supaya penerbitan ebook dalam format PDF berjalan lancar dan segera diakses oleh para pembaca. Maka penulis perlu memastikan ebook yang disusun memang sudah siap terbit. Berikut beberapa tips yang perlu dilakukan:
Tips yang pertama, penulis perlu memastikan naskah buku sudah selesai disusun. Baru kemudian mengurus penerbitannya menjadi ebook dalam format PDF. Jika belum selesai, maka penerbitan tidak bisa dilakukan.
Proses penerbitan ebook PDF akan lebih mudah dan cepat jika konten di dalamnya sudah dilengkapi. Artinya, saat penulis ingin menambahkan gambar, tabel, grafik, dan elemen nonteks lainnya.
Maka perlu disiapkan dari awal jangan menunggu respon dari penerbit. Sebab bisa jadi penerbit tidak memahami perlu penambahan konten lain di dalam naskah. Jika meminta konten gambar dan visual lain dibantu penerbit, maka tentunya proses penerbitan menjadi lebih lama.
Tips ketiga, naskah buku sebaiknya dibantu penerbitannya ke penerbit profesional. Sehingga akan dibantu desain layout dan cover menjadi lebih menarik serta profesional. Sekaligus dibantu mengurus E-ISBN hingga Hak Cipta. Pastikan memilih penerbit yang memang melayani penerbitan ebook agar bisa segera diproses.
Tips terakhir, para penulis perlu memastikan siap mengikuti seluruh alur proses penerbitan. Termasuk permintaan menyusun surat pernyataan, halaman prakata, biodata penulis, proses revisi, proses persetujuan desain cover dan layout, dll.
Membuat ebook PDF dan mengurus penerbitannya memang bisa dilakukan mandiri oleh penulis. Hanya saja, tahapannya akan panjang dan membutuhkan komitmen dari penulis untuk melewati seluruhnya secara mandiri.
Sehingga tidak hanya fokus pada penyusunan naskah, tapi juga mengurus desain tata letak, desain cover, mengurus E-ISBN, dan lain sebagainya. Namun, tidak semua penulis memiliki cukup sumber daya untuk mengerjakan seluruh tahapan tersebut sendiri.
Dalam kondisi ini, tidak ada salahnya menggunakan jasa penerbit buku. Khususnya yang memang melayani penerbitan ebook, karena tidak semua penerbit di Indonesia menyediakan layanan ini. Sehingga fokus menerbitkan buku cetak saja.
Sebagai rekomendasi, Anda bisa menggunakan layanan Penerbitan Ebook Deepublish. Melalui layanan ini, Anda cukup fokus menyiapkan naskah yang sudah selesai dan siap terbit.
Sementara untuk proses desain layout (tata letak), cover, pengajuan E-ISBN, pengajuan Hak Cipta, distribusi ke berbagai platform digital, hingga promosi akan diurus tim Deepublish. Informasi lebih rinci bisa mengunjungi website maupun akun media sosial resmi Penerbit Deepublish.
PDF populer karena mampu mempertahankan tata letak secara konsisten di berbagai perangkat, mendukung berbagai jenis konten, mudah dibuat dan dibuka, siap dicetak, mudah dibagikan, serta memiliki fitur keamanan seperti perlindungan dengan password. 5 okt 26 – membuat ebook PDF.
Tahapannya meliputi menentukan topik dan target pembaca, membuat outline, menulis naskah, melakukan editing dan penyuntingan, menambahkan visual, melengkapi bagian buku, lalu mengonversi naskah ke format PDF untuk diterbitkan.
Elemen visual dapat disiapkan dan ditambahkan setelah naskah selesai agar penulis dapat lebih fokus menyelesaikan isi buku terlebih dahulu. Menyiapkan gambar, tabel, grafik, dan elemen nonteks sejak awal juga dapat membantu memperlancar proses penerbitan. 5 okt 26 – membuat ebook PDF.
Pastikan naskah sudah selesai, elemen visual telah lengkap, kemudian kirimkan kepada penerbit ebook yang tepat dan ikuti seluruh tahapan penerbitan, termasuk revisi serta persetujuan desain cover dan layout.
Penulis dapat menyerahkan proses penerbitan kepada penerbit ebook profesional. Dalam artikel, layanan Penerbitan Ebook Deepublish disebut membantu mengurus layout, cover, E-ISBN, Hak Cipta, distribusi digital, hingga promosi.
Referensi:
Universitas Halmahera dan Penerbit Deepublish kembali memperkuat kolaborasi melalui perpanjangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of…
Penerbit Deepublish berkolaborasi dengan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), sukses menyelenggarakan Webinar “Optimalisasi Luaran Penelitian:…
Salah satu tahapan dalam menulis buku ilmiah di kalangan dosen adalah menentukan target pembaca. Tahap…
Membahas E-ISBN dan angka kredit, sekaligus BKD. Tentunya menjadi hal menarik di kalangan dosen. Pada…
Menerbitkan ebook (buku elektronik) mulai jamak dilakukan penulis di Indonesia. Namun, masih banyak juga penulis…
Meningkatkan SINTA Score tentunya menjadi hal penting bagi dosen maupun peneliti di Indonesia. Sebab lewat…