Inovasi Layanan Perpustakaan di Era Digital: Deepublish Gelar Webinar Bersama Pustakawan Universitas Indonesia

Inovasi Layanan Perpustakaan di Era Digital Deepublish Gelar Webinar Bersama Pustakawan Universitas Indonesia

Penerbit Deepublish resmi menyelenggarakan webinar bertajuk “Strategi Inovasi dan Kreativitas Layanan Perpustakaan Melalui Media Sosial” sebagai bagian dari komitmen mendukung pengembangan profesional pustakawan di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Senin, 16 Februari 2026. 

Agenda ini dihadiri oleh para pustakawan dari berbagai institusi pendidikan, mahasiswa jurusan perpustakaan, serta pemerhati layanan informasi di Indonesia. Webinar ini bertujuan memberikan wawasan strategis tentang pemanfaatan media sosial sebagai front desk digital perpustakaan dalam meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan kepada pemustaka.

Acara webinar menghadirkan Moethia Anggraeni, M.Hum., Pustakawan Ahli Pertama yang bertugas di bagian Humas Perpustakaan Universitas Indonesia sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman luas dalam mengelola komunikasi serta layanan digital perpustakaan, Moethia membagikan strategi praktis yang telah diterapkan di Perpustakaan UI untuk dapat diadaptasi oleh perpustakaan lain.

Dalam penyampaiannya, Moethia menjelaskan bahwa media sosial bukan hanya untuk promosi, tetapi juga menjadi layanan digital yang membuat perpustakaan bisa berkomunikasi langsung dengan pemustaka secara cepat. Sehingga pelayanan lebih tanggap dan sesuai dengan kebutuhan generasi yang akrab dengan teknologi.

Webinar ini juga mengupas berbagai aspek strategis dalam mengelola media sosial perpustakaan, meliputi strategi pembuatan konten yang engaging, teknik storytelling untuk mempromosikan koleksi dan layanan perpustakaan, manajemen interaksi dengan follower, serta analisis metrics untuk mengukur efektivitas konten. Materi disusun secara komprehensif untuk membantu pustakawan mengoptimalkan kehadiran digital perpustakaan mereka.

Strategi inovasi yang dibahas tidak hanya soal teknis, tetapi juga kreativitas dalam mengemas informasi. Pustakawan didorong membuat konten edukatif yang menarik, misalnya melalui informasi layanan, rekomendasi buku, tips and trick hingga video pendek dengan desain visual yang eye-catching. Pemahaman terhadap karakter dan preferensi audiens di setiap platform juga menjadi kunci agar pesan perpustakaan tersampaikan dengan efektif.

Salah satu hal yang ditekankan Moethia adalah pentingnya menjaga konsistensi dalam branding dan pembuatan konten. Ia mengingatkan agar setiap konten yang dibagikan selaras dengan tujuan institusi, mencerminkan identitas yang ingin dibangun, serta mendukung citra perpustakaan secara menyeluruh. 

Selain itu, Moethia mendorong perpustakaan membangun komunitas yang positif serta interaktif di media sosial agar hubungan dengan pemustaka semakin erat. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi rutin terhadap setiap konten yang telah dipublikasikan guna melihat efektivitas pesan sekaligus respons audiens.

Melalui pendekatan tersebut, kehadiran perpustakaan di media sosial tidak sekadar tampak aktif, melainkan lebih terarah, terencana, serta mampu menghadirkan dampak yang nyata dan terukur bagi perkembangan layanan maupun citra institusi.

Sebagai penerbit yang telah menerbitkan lebih dari 20.000 judul buku dan konsisten mendukung pengembangan kompetensi pustakawan, Penerbit Deepublish memahami pentingnya adaptasi perpustakaan terhadap perkembangan teknologi digital. Melalui webinar ini, Deepublish berharap dapat membantu perpustakaan di Indonesia meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam layanan, memperkuat brand awareness perpustakaan melalui media sosial, serta menciptakan engagement yang lebih baik dengan pemustaka di era digital.

Artikel Penulisan Buku Pendidikan