Penerbit Deepublish resmi memperpanjang kolaborasi dengan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Publikasi Akademik Dosen melalui Buku Ajar, Referensi, dan Monograf. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 10 Februari 2026, dan diikuti oleh para dosen UNP.
Workshop ini menjadi agenda pembuka sebelum pelaksanaan workshop lanjutan secara luring yang direncanakan berlangsung di kampus Universitas Negeri Padang. Pada sesi lanjutan tersebut, pembahasan akan dilakukan lebih mendalam, sekaligus dilengkapi dengan review naskah-naskah buku yang telah dikirimkan oleh para dosen peserta.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si., Guru Besar Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada sekaligus Expert Lecturer Penerbit Deepublish, serta Annisa Nur Fadhillah dari Tim Konsultan Institusi Penerbit Deepublish. Workshop dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP.
Dalam sambutannya, Prof. Anton Komaini menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. “Kami ucapkan terima kasih kepada Deepublish yang telah mewujudkan kerja sama ini melalui pembinaan dan pendampingan kepada dosen-dosen UNP dalam menghasilkan karya di bidang buku. Harapan kami, bapak ibu yang selama ini masih fokus pada buku ajar dan buku teks, dapat semakin terbuka wawasannya terkait penyusunan buku monograf, referensi, maupun jenis buku akademik lainnya,” ungkapnya. Ia juga berharap dalam dua bulan ke depan, dosen UNP dapat menyelesaikan naskah dan meluncurkan buku melalui Deepublish.
Pada sesi utama, Prof. Mitrayana mengupas tiga topik komprehensif. Pertama, peran buku akademik dalam penguatan publikasi dan kinerja dosen, yang menyoroti urgensi buku sebagai salah satu bentuk publikasi akademik. Kedua, strategi dan teknik penulisan, meliputi karakteristik, perbedaan, sistematika penulisan, serta penerapan standar buku akademik yang baik dan benar. Ketiga, peluang dan proses publikasi buku akademik, mulai dari persiapan naskah, proses editorial, hingga strategi pemanfaatan buku dalam pembelajaran.
Prof. Mitrayana juga menekankan pentingnya buku sebagai warisan ilmu. “Buku itu sesuatu yang tidak akan mati sampai ratusan tahun, karena termasuk warisan ilmu, bukti sebuah karya, dan penguat reputasi,” paparnya.
Sementara itu, Annisa Nur Fadhillah selaku Konsultan Institusi memaparkan penjelasan detail mengenai proses penerbitan ber-ISBN di Deepublish. “Menulis bukan sekadar menuangkan kata, tapi mewariskan pemikiran untuk generasi setelah kita,” ujarnya. Annisa juga menyampaikan bahwa Deepublish masuk Top 5 penerbit terbaik di Indonesia versi Perpustakaan Nasional RI tahun 2025, yang mencerminkan kredibilitas dan kualitas layanan yang terpercaya.
Workshop ini diselenggarakan sebagai respons atas tantangan yang masih dihadapi banyak dosen, seperti keterbatasan pemahaman terkait jenis dan karakteristik buku akademik, standar penulisan, serta mekanisme publikasi. Padahal, buku ajar dan referensi berperan penting dalam menunjang pembelajaran yang sistematis, sementara monograf menjadi wadah untuk mendokumentasikan hasil kajian dan penelitian secara mendalam.
Sebagai penerbit yang telah menerbitkan kurang lebih 16.000 judul buku dan konsisten mendampingi produktivitas akademik dosen, Penerbit Deepublish berkomitmen memberikan kemudahan bagi dosen dalam menerbitkan buku berkualitas. Melalui workshop ini, Deepublish bersama UNP berharap dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen dalam menghasilkan karya akademik yang relevan dan berkelanjutan, sekaligus mendukung penguatan kinerja dosen dalam pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi.





