Dosen yang profesional tentu akan berusaha untuk mengembangkan karir akademik yang dimiliki. Salah satu strategi mengembangkan karir akademik tersebut adalah aktif menulis dan menerbitkan karya tulis ilmiah. Termasuk buku ajar.
Lalu, seperti apa strategi meningkatkan angka kredit dosen lewat buku ajar? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang dimiliki oleh banyak dosen. Khususnya dosen pemula yang masih menyiapkan berbagai strategi untuk optimasi kinerja dan pengembangan karir.
Mengapa Buku Ajar Bisa Menjadi Strategi Menambah Angka Kredit Dosen?
Hal pertama yang perlu dibahas, adalah kenapa strategi meningkatkan angka kredit dosen lewat buku ajar bisa efektif? Jawabanya adalah karena buku ajar sendiri termasuk bentuk tanggung jawab dosen dalam melaksanakan tugas akademik.
Sesuai ketentuan, dalam tugas pelaksanaan pendidikan semua dosen di Indonesia bisa mengembangkan bahan ajar. Bahan ajar yang dikembangkan dosen sangat beragam. Mulai dari modul, diktat, buku ajar, dan lain sebagainya.
Semua bentuk pengembangan bahan ajar tersebut selama memenuhi ketentuan dari Kemdiktisaintek, maka bisa masuk ke pelaporan BKD. Sekaligus bisa masuk dalam proses Penilaian Angka Kredit (PAK) untuk kenaikan jenjang jabatan akademik dosen.
Berapa Nilai Angka Kredit Buku Ajar?
Berhubung salah satu strategi meningkatkan angka kredit dosen lewat buku ajar. Maka tentu perlu mengetahui berapa poin angka kredit yang bisa diraih dosen setelah menunaikan kewajiban akademik ini.
Mengacu pada kebijakan sebelumnya yang berlaku di tahun 2025, yakni di dalam Kepmendiktisaintek No. 63/M/Kep/2025. Tercantum besaran angka kredit buku ajar adalah 20 poin. Angka kredit ini tentu terbilang tinggi, karena masih banyak tugas dan kewajiban akademik yang nilainya di sekitaran 1-5 poin angka kredit.
Strategi Praktis Meningkatkan Angka Kredit Lewat Buku Ajar
Bagaimana strategi meningkatkan angka kredit dosen lewat buku ajar? Dalam hal ini, terdapat beberapa strategi yang bisa dicoba diterapkan. Berikut penjelasan detailnya:
1. Pahami Apa Itu Buku Ajar dan Perbedaannya dengan Buku Ilmiah Lain
Buku ajar yang diakui untuk masuk BKD dan menambah poin angka kredit, tentunya yang benar-benar sesuai substansi buku ajar itu sendiri. Maka dosen perlu memastikan sudah memahami apa itu buku ajar, format, struktur, dan lain sebagainya.
Sekaligus memahami perbedaannya dengan buku ilmiah lain. Baik itu dengan buku monograf, referensi, maupun bunga rampai (book chapter). Tujuannya agar isi atau substansi askah tepat, tidak keliru, maupun tertukar dengan buku ilmiah lain. Sehingga bisa diakui sebagai buku ajar saat penilaian laporan BKD oleh asesor.
2. Pahami Ketentuan Penyusunan Naskah Buku Ajar
Buku ilmiah yang ditulis oleh dosen, bukan sekedar memenuhi ketentuan substansi. Akan tetapi juga memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan Kemdiktisaintek melalui Ditjen Dikti.
Oleh sebab itu, menghindari resiko buku ajar tidak diakui dalam penilaian BKD maupun PAK. Maka penting untuk memahami apa saja ketentuan penyusunannya. Mulai dari format, struktur, gaya bahasa, dan lain sebagainya.
Umumnya, perguruan tinggi menyediakan buku panduan atau pedoman penyusunan buku ajar. Silahkan meluangkan waktu untuk memahami dan memahami pedoman yang disediakan. Sehingga meminimalkan kesalahan ketika penyusunan dilakukan.
Baca juga: Buku Ajar: Manfaat, Contoh, Jenis dan Cara Menulis
3. Pastikan Buku Ajar Sesuai Mata Kuliah yang Diampu
Dalam mengurus publikasi ilmiah, termasuk penerbitan buku ilmiah. Terdapat ketentuan publikasi tersebut sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni dosen. Dalam konteks buku ajar, naskahnya disusun berdasarkan RPS (Rencana Pembelajaran Semester).
RPS disusun setiap menjelang akhir semester dan berisi rencana kegiatan perkuliahan. RPS disusun sesuai mata kuliah yang diampu oleh dosen. Jadi, dosen perlu memastikan naskah buku ajar bersumber dari RPS tersebut. Jangan sampai dari RPS mata kuliah lain, apalagi RPS yang disusun dosen lain.
4. Konversi Modul Menjadi Buku Ajar
Salah satu strategi meningkatkan angka kredit dosen lewat buku ajar yang terbilang praktis, adalah dengan konversi KTI. Dalam hal ini, dosen bisa mengkonversi modul menjadi naskah buku ajar.
Secara umum, modul tidak diterbitkan dan memiliki struktur maupun aspek lain yang berbeda dengan buku ajar. Namun sama-sama berisi materi perkuliahan yang akan dipaparkan dosen saat mengisi perkuliahan. Jadi, modul tersebut bisa diubah ke buku ajar agar lebih praktis dan proses penulisan lebih cepat selesai.
5. Terbit Sesuai Standar Ditjen Dikti
Strategi berikutnya, dosen perlu memastikan naskah buku ajar terbit sesuai standar Ditjen Dikti. Mulai dari terbit dengan ukuran UNESCO, tebal halaman sesuai standar yang berlaku, terbit dengan ISBN, isi tidak menyimpang dari UUD 1945 dan Pancasila, dan sebagainya.
6. Memilih Penerbit yang Tepat
Strategi meningkatkan angka kredit dosen lewat buku ajar selanjutnya adalah memilih penerbit yang tepat. Indonesia memiliki banyak perusahaan penerbitan buku, bahkan di setiap kota bisa dengan mudah ditemukan layanan penerbitan buku. Khususnya di kota-kota besar.
Namun, tidak semua penerbit melayani penerbitan berbagai jenis buku. Beberapa penerbit memiliki target dan genre tersendiri. Termasuk buku-buku ilmiah atau buku pendidikan dan buku ajar termasuk dalam kategori ini.
Maka dosen perlu memahami penerbit mana saja yang sudah berpengalaman menerbitkan buku ajar dan buku ilmiah lain. Supaya terbit lancar dan benar-benar sesuai standar Ditjen Dikti.
7. Pastikan Masuk Pelaporan BKD Sesuai Ketentuan
Strategi berikutnya adalah memastikan pelaporan buku ajar ke dalam BKD sudah benar dan sesuai ketentuan. Mulai dari pelaporan sesuai jadwal, melampirkan bukti penerbitan buku ajar sesuai ketentuan, dan lain sebagainya. Dosen harus rapi secara administrasi agar pelaporan buku ajar lancar dan diakui asesor.
Tantangan Dosen saat Menulis Buku Ajar
Menulis dan menerbitkan buku ajar, tentu bagi dosen tidak bisa semudah membalikan telapak tangan. Dalam prosesnya, para dosen sering berhadapan dengan berbagai tantangan. Diantaranya adalah:
- Keterbatasan waktu, sebab beban kerja tri dharma terbilang tinggi dan dosen juga berhadapan dengan beban administrasi yang tidak bisa dikatakan ringan.
- Keterbatasan biaya untuk mengurus penerbitan buku ajar.
- Keterampilan menulis naskah buku ajar yang belum optimal dan masih banyak dosen yang kesulitan serta kebingungan memulai penulisan darimana dan bagaimana.
- Kurang memahami standar dan ketentuan baik dalam penyusunan maupun penerbitan buku ajar.
- Kesulitan dalam memilih penerbit yang tepat dan berpengalaman menerbitkan buku ajar.
- dan lain sebagainya.
Solusi agar Penulisan Buku Ajar Lebih Cepat dan Terarah
Memahami bagaimana strategi meningkatkan angka kredit dosen lewat buku ajar sangat penting. Pada saat dosen berhadapan dengan berbagai tantangan dalam penyusunan maupun penerbitan. Maka berbagai solusi perlu dipertimbangkan untuk dilakukan.
Menggunakan bantuan profesional bisa dipertimbangkan saat kesulitan dalam proses editing, penyuntingan, dan lain sebagainya. Misalnya mengakses layanan konsultasi menulis naskah buku ajar.
Salah satunya jasa Konsultasi Menulis dari Penerbit Deepublish. Melalui layanan ini, para dosen mendapat pendampingan untuk proses editing sampai pengurusan penerbitan naskah. Informasi lebih rinci mengenai layanan ini bisa mengunjungi tautan berikut https://penerbitdeepublish.com/konsultasi-menulis-penerbit-buku/
Referensi:
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 63/M/Kep/2025 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. https://lldikti4.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/upload
- Amelia, L. (n.d). Jangan Tunggu Lama! Segera Tingkatkan Angka Kredit Dosen dengan Buku. Diakses pada 28 Maret 2026 dari https://nasmedia.id/blog/jangan-tunggu-lama-segera-tingkatkan-angka-kredit-dosen-dengan-buku/
- Universitas Esa Unggul. (n.d). Pedoman Pembuatan Buku Ajar. https://universitypress.esaunggul.ac.id/wp-content/uploads/2025/04/Pedoman-Membuat-Buku-Ajar-EDIT.pdf
- Rakhmatullah, H. A. (2025). 6 Tantangan Menerbitkan Buku Bagi Dosen dan Solusinya. Diakses pada 28 Maret 2026 dari https://ebizmark.id/artikel/6-tantangan-menerbitkan-buku-bagi-dosen-dan-solusinya/?srsltid=AfmBOopP5kFIxwJkn9JKKwwgU3KTHoGGn2ds8FOWJzuQgd2t6f6TavUP








