Event Penerbit

Navigasi Standar Buku Dikti Dalam Publikasi Buku Akademik

Hasil penelitian dosen diwajibkan untuk disebarluaskan agar bisa diketahui, diakses, dan dimanfaatkan masyarakat luas. Salah satu bentuk penyebarluasan tersebut adalah menerbitkan hasil penelitian dalam bentuk buku. 

Penerbitan buku karya dosen yang bersumber dari hasil penelitian tidak bisa asal diterbitkan. Melainkan harus memenuhi seluruh standar atau kriteria yang ditetapkan Ditjen Dikti. Namun, masih banyak dosen yang belum memahami aturan ini. 

Berangkat dari hal tersebut, Dunia Dosen bersama dukungan Penerbit Deepublish menggelar webinar bertajuk Navigasi Standar Buku Dikti Dalam Publikasi Buku Akademik. Webinar kali ini diisi oleh Prof. Dr. Muhammad Tajuddin, M.Si. Adapun penyelenggaraannya dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting pada Senin, 6 Mei 2024. 

Pada pembukaan, Prof. Tajuddin menjelaskan bahwa setiap dosen memiliki kelebihan tersendiri dalam kegiatan menulis. Beberapa dosen mungkin punya kelebihan dalam menulis dan menerbitkan buku ajar, beberapa lagi ke buku monograf maupun book chapter. 

Tidak sedikit pula, para dosen memiliki kelebihan dalam menyusun artikel ilmiah untuk prosiding maupun jurnal ilmiah. Kelebihan masing-masing ini bisa dimanfaatkan para dosen untuk menjalin kolaborasi dalam publikasi ilmiah, sehingga saling melengkapi dan meningkatkan mutu publikasi tersebut. 

“Saya akan coba sharing, masing-masing kita punya pengalaman, kelebihan. Kita semua dari Yang Kuasa kelebihan masing-masing. Bapak dan ibu mungkin ada yang lebih di publikasi buku ajar, book chapter,” kata Muhammad Tajuddin. 

Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa setiap dosen sebaiknya mengejar pengembangan karir akademik melalui jabatan fungsional. Sebab menjadi salah satu wujud tanggung jawab seorang dosen atas profesi yang dipilih. 

Ada banyak cara bisa dilakukan dosen untuk mengembangkan jabatan fungsional, salah satunya disiplin dalam melakukan publikasi ilmiah. Selain itu, Tahajuddin juga menjelaskan perlu rutin menulis dan menerbitkan buku. Baik itu buku ajar, monograf, referensi, dan sebagainya. 

Sebab ketika sudah dalam tahap mengajukan jabatan fungsional tinggi, baik Lektor Kepala maupun Guru Besar (Profesor), akan tampak aneh jika dosen tidak memiliki riwayat publikasi dalam bentuk buku. 

Dalam proses menulis dan menerbitkan buku, ditegaskan pula pentingnya bagi dosen untuk mematuhi etika. Sehingga terhindar dari tindakan maupun kasus pelanggaran etika seperti plagiarisme, titip nama di jurnal, mencatut nama dosen lain tanpa izin, dan sebagainya. 

Hal penting lain yang membuat para dosen perlu rutin menulis dan menerbitkan buku adalah mendapatkan manfaat ekonomi, yakni melalui royalti. Royalti ini akan menjadi pendapatan tambahan bagi dosen yang meski tidak begitu besar akan tetapi bisa memberi pemasukan lumayan. Sehingga bisa dimanfaatkan dosen untuk berbagai keperluan. 

Tak hanya royalti, menerbitkan buku juga dijelaskan memberi banyak arti penting bagi dosen. Mulai dari bentuk pencapaian dosen tersebut, bentuk kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menjadi bentuk langkah dosen dalam menunjukan bagian dari kehidupan akademik. 

Dijelaskan pula beberapa standar yang harus dipahami dan dipatuhi dosen dalam menerbitkan buku ilmiah. Diantaranya adalah: 

  1. Isi buku sesuai dengan bidang keilmuan penulis.
  2. Merupakan hasil penelitian atau pemikiran original. Kriteria ini yang membedakan antara buku referensi, monograf, dan buku ajar.
  3. Memiliki ISBN.
  4. Tebal paling sedikit 60 (enam puluh) halaman cetak (menurut format UNESCO)
  5. Berukuran standar, 15 X 23 cm, 1 spasi.
  6. Diterbitkan oleh penerbit Badan Ilmiah, Organisasi, atau Perguruan Tinggi.
  7. Isi tidak menyimpang dari falsafah Pancasila dan UUD 1945.

Hal penting lain yang harus diperhatikan dosen saat menerbitkan buku adalah ketentuan bobot penilaian. Misalnya pada ketentuan penilaian buku referensi dan monograf, dimana kelengkapan unsur buku memiliki bobot 20%. 

Kemudian untuk aspek ruang lingkup dan kedalaman pembahasan sebesar 30%, disusul aspek kecukupan dan kemutakhiran data yang bobotnya 30%. Sementara 20% lainnya adalah untuk aspek kelengkapan unsur dan kualitas terbitan.

Tahukah Anda bahwa salah satu cara untuk meningkatkan poin KUM adalah menerbitkan buku. Aturan ini tertuang dalam PO PAK 2019.

Sayangnya, kesibukan dalam mengajar, membuat dosen lupa dengan kewajiban lainnya yaitu mengembangkan karir. Maka dari itu, Penerbit Deepublish hadir untuk membantu para dosen meningkatkan poin KUM dengan menerbitkan buku.

Kunjungi halaman Daftar Menerbitkan Buku, agar konsultan kami dapat segera menghubungi Anda!

Pujiati

Pujiati telah menjadi SEO Content Writer hampir 10 tahun. Dia berpengalaman menulis konten seputar dosen, kepenulisan akademis dan kreatif, serta kesehatan. Melalui tulisan, Pujiati merasa senang ketika apa yang ia tulis bermanfaat untuk pembaca.

Recent Posts

Puncak HUT ke-16: Penerbit Deepublish Siap Gelar Webinar Bersama Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Guru Besar UMJ

Penerbit Deepublish akan merayakan ulang tahun ke-16 dengan menyelenggarakan acara puncak bertajuk "Inspiring Lecturer: Inklusivitas…

1 minggu ago

Memperingati Hari Ibu: Deepublish Jalin Kolaborasi dengan Pergubi Jabar dan UNINUS Bandung Gelar Talkshow Perempuan Akademisi Berdaya

Penerbit Deepublish berkolaborasi dengan Persatuan Guru Besar Indonesia (Pergubi) Jawa Barat dan Universitas Islam Nusantara…

2 minggu ago

Deepublish Gelar Webinar Library 5.0 Bersama Pustakawan UI: Dorong Perpustakaan Cerdas Berbasis Teknologi

Penerbit Deepublish resmi menyelenggarakan webinar bertajuk "Inovasi Layanan Perpustakaan untuk Mendorong Prestasi Mahasiswa" dengan tema…

3 minggu ago

23 Buku Riset Berbasis Kewilayahan: Deepublish dan UBT Menjadi Mitra Strategis dalam Publikasi Akademik Kalimantan Utara

Sebagai wujud sinergi akademik, Penerbit Deepublish dan Universitas Borneo Tarakan (UBT) meluncurkan 23 buku karya…

4 minggu ago

Perkuat Produktivitas Ilmiah Dosen, ITIKES Bali Jalin Kolaborasi Dengan Deepublish Sebagai Mitra Strategis

Penerbit Deepublish resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Teknologi dan Kesehatan (ITIKES) Bali untuk…

1 bulan ago

Tingkatkan Mutu Buku Ajar di Lingkungan Perguruan Tinggi, IAI An-Nadwah dan Deepublish Gelar Workshop Kurikulum Berbasis OBE

Institut Agama Islam An-Nadwah Kuala Tungkal bekerja sama dengan Penerbit Deepublish telah sukses menyelenggarakan Workshop…

1 bulan ago