Promo Terbatas! ⚠️

Cetak buku diskon 35%, bonus tambahan eksemplar dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Tips Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Buku Standar Dikti

Tips Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Buku

Memahami tips mengubah hasil penelitian menjadi buku adalah hal penting bagi dosen. Sebab sekedar mempublikasikan hasil penelitian ke jurnal hanya menjangkau masyarakat ilmiah. Sekaligus hanya mendapatkan KUM maupun SKS dari satu jenis publikasi. 

Padahal, satu hasil penelitian dosen bisa dipublikasikan ke dalam dua bentuk. Yakni artikel ke jurnal maupun prosiding dan dalam bentuk buku. Ada banyak keuntungan jika dosen melakukan publikasi dalam dua bentuk sekaligus. Namun, sudahkah Anda tahu caranya? 

Tips Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Buku 

Berhubung proses konversi yakni mengubah hasil penelitian menjadi buku tidak selalu mudah untuk dilakukan. Selain itu, hasilnya bisa saja mengecewakan. Maka perlu memahami tips mengubah hasil penelitian menjadi buku yang tepat, diantaranya adalah: 

1. Mengutamakan Keaslian 

Tips yang pertama adalah mengutamakan keaslian atau menjunjung tinggi keaslian naskah. Artinya, ketika mengubah hasil penelitian menjadi buku wajib bebas dari segala bentuk tindakan plagiarisme. 

Pahami apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindari plagiarisme tersebut, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Salah satunya adalah dengan melakukan parafrase atau mengungkapkan pendapat orang lain memakai bahasa sendiri. 

Selain itu, selalu cantumkan sumber atau melakukan sitasi ketika mengutip pendapat dari orang (dosen dan peneliti) lain pada karya mereka yang dijadikan referensi. Sesuaikan metode penulisan kutipan dengan gaya yang dipakai. Misal AMA, MLA, atau yang lainnya. 

Baca Juga : Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Buku, Apa Keuntungannya?

2. Pahami Data dan Lampiran Apa Saja yang Bisa Masuk ke Naskah

Tips mengubah hasil penelitian menjadi buku yang kedua adalah memahami data dan lampiran apa saja yang bisa masuk ke naskah buku dan yang tidak. Tidak semua data di dalam penelitian bisa masuk ke naskah buku, misalnya untuk tujuan menjaga privasi narasumber. 

Begitu juga dengan lampiran, misalnya tabel data kuesioner yang diisi oleh narasumber. Dalam naskah buku, lampiran kebanyakan tidak dicantumkan ke buku. Namun jika dirasa perlu, silahkan melampirkan tabel kosong (belum terisi narasumber). 

3. Hasil Penelitian Dosen ‘Bukan Rahasia’

Tips ketiga, pahami bahwa hasil penelitian yang dilakukan dosen adalah bukan rahasia. Hanya saja jika ada permintaan untuk menutupi beberapa data, misalnya nama narasumber, nama daerah tempat penelitian dilakukan, dll. Maka bisa di blur. 

Contohnya, data penelitian mengenai kepuasan layanan program PKK di daerah X. Maka nama daerah tidak perlu dicantumkan di dalam buku, alias disamarkan atau bahkan dihapus saja. Selebihnya, perlu dijelaskan detail di naskah buku. 

4. Gunakan Bahasa yang Tepat untuk Buku 

Tips mengubah hasil penelitian menjadi buku juga melibatkan penggunaan gaya bahasa. Perlu dipahami bahwa gaya bahasa di artikel ilmiah berisi hasil penelitian tidak sama dengan bahasa di naskah buku. 

Pembaca buku rata-rata masyarakat awam, sekalipun mahasiswa biasanya akan lebih mudah memahami bahasa keseharian dan dijelaskan secara sederhana. Maka perlu memberikan penjelasan sederhana dengan bahasa sehari-hari. 

Bagaimana dengan kutipan? Kutipan ada baiknya dibuat sederhana dengan bahasa sendiri, tidak asal mentah-mentah menempelkan pendapat ahli yang dikutip. Hal ini perlu dilakukan jika dirasa isi kutipan bahasanya kelewat ilmiah dan berat untuk awam. 

5. Mengikuti Standar Dikti 

Jangan lupa, untuk mengikuti ketentuan Dikti terkait penerbitan buku ilmiah seperti buku monograf. Kenapa? Sebab, pihak Dikti sudah menetapkan standar yang harus diikuti dosen agar terbitan dalam bentuk buku bisa masuk laporan BKD. 

Sehingga terbitan ini bisa menambah KUM atau angka kredit sebagai modal dosen mengajukan kenaikan jabfung. Apa saja standar dari Dikti? Pertama, buku diterbitkan penerbit resmi yang merupakan anggota IKAPI. 

Kedua, buku diterbitkan dengan ISBN maka naskah buku harus memenuhi syarat untuk memiliki ISBN. Seperti memenuhi kelengkapan berikut: 

  • Judul buku
  • Kata pengantar
  • Daftar isi
  • Isi buku terdiri dari bab-bab
  • Profil penulis/ pengarang
  • Daftar pustaka – khusus untuk buku ilmiah atau ilmiah populer
  • Blurb atau sinopsis yang ditempatkan di cover belakang buku, 
  • Cover (sampul) buku. 

Baca Juga : Mengubah Karya Ilmiah Menjadi Buku di Deepublish, Tertarik?

6. Memilih Penerbit yang Layak 

Tips mengubah hasil penelitian menjadi buku yang terakhir adalah memilih penerbit yang layak. Bagaimana disebut layak, apakah harus penerbit besar? Tentu tidak, karena tidak sedikit penerbit indie yang memenuhi kelayakan jadi penerbit buku dosen. 

Kuncinya, pilih penerbit kredibel yang memenuhi ketentuan Dikti. Seperti menerbitkan buku dengan ISBN dan merupakan anggota IKAPI. Cek juga kualitas terbitannya, pastikan ada proses editing pada naskah dan konten yang terlihat dari kualitas terbitannya. 

Sehingga naskah buku yang disusun nantinya akan melewati proses editing dan penyuntingan. Jika naskah belum layak terbit maka akan ada proses revisi. Hal ini membuat kualitasnya terjamin. 

Setelah memahami tips mengubah hasil penelitian menjadi buku. Maka tahap berikutnya adalah memahami tata cara mengubah hasil penelitian menjadi buku. Misalnya terkait perubahan pada judul dan struktur bab. Sehingga bisa menerbitkan buku yang berkualitas.

Penerbit Deepublish adalah salah satu penerbit anggota IKAPI. Penerbit Buku Deepublish telah menjadi anggota IKAPI sejak tahun 2012 dengan nomor 076/DIY/2012 dan selalu memperbaharui keanggotaan setiap tahunnya. Ayo, daftar menjadi penulis Deepublish sekarang juga!

Pentingnya Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Buku 

Hal pertama yang akan dibahas sebelum masuk ke daftar tips mengubah hasil penelitian menjadi buku. Adalah membahas mengenai arti penting melakukannya. Sebab, jika dipikirkan maka proses ini cukup sulit untuk dilakukan. 

Kenapa? Sebab, meskipun artikel ilmiah dan naskah buku sama-sama tulisan akan tetapi ada banyak perbedaan. Misalnya dari struktur bab, dimana jumlah bab di naskah buku lebih banyak dan mempengaruhi jumlah halaman. 

Jika tidak suka menulis atau belum memiliki motivasi menulis, mengembangkan artikel di jurnal yang berkisar belasan halaman menjadi 40 halaman bahkan ratusan halaman ke naskah buku. Tentu menjadi persoalan berat. 

Namun, proses berat ini ternyata memberi hasil yang lebih menguntungkan bagi dosen. Misalnya: 

1. Meningkatkan Jumlah Publikasi 

Arti penting mempelajari dan menerapkan tips mengubah hasil penelitian menjadi buku yang pertama adalah meningkatkan jumlah publikasi. Sebab dosen bisa mempublikasikan karya dalam bentuk jurnal sekaligus buku. 

Tingginya jumlah publikasi dosen akan mempengaruhi reputasi akademik dosen. Sekaligus berpengaruh pada kredibilitas institusi. Misalnya bisa naik klaster saat klasterisasi perguruan tinggi dilakukan, karena salah satu indikator penilaiannya adalah jumlah terbitan buku dan jurnal. 

2. Mempercepat Pengembangan Karir Akademik 

Satu penelitian menghasilkan satu temuan atau solusi. Jika dipublikasikan ke jurnal atau prosiding maka akan memberi KUM dari satu sumber. Bayangkan jika diubah juga menjadi buku, maka ada dua sumber KUM. Alhasil dosen bisa segera naik jabfung. 

3. Meningkatkan Reputasi Akademik 

Publikasi dosen baik dalam bentuk jurnal, prosiding, dan buku adalah bukti kepakaran dan keahlian dosen tersebut. Semakin banyak publikasi dilakukan maka semakin tinggi reputasi akademik yang dimiliki. Salah satu booster meningkatkan jumlah publikasi adalah mengubah hasil penelitian menjadi buku. 

4. Meningkatkan Manfaat Penelitian 

Arti penting berikutnya adalah untuk meningkatkan manfaat penelitian. Sebab publikasinya bisa dibaca masyarakat ilmiah dan masyarakat awam. Oleh sebab itu, mempelajari tips mengubah hasil penelitian menjadi buku sangat penting bagi dosen. 

5. Mendapat Manfaat Ekonomi 

Terakhir adalah mendapatkan manfaat ekonomi. Pasalnya, menerbitkan buku berbeda dengan menerbitkan jurnal. Menerbitkan jurnal tidak memberi dosen royalti, akan tetapi buku bisa. Sehingga karya yang dihasilkan memberi manfaat ekonomi. 

Promo Parafrase Konversi Bulan Ini

Tertarik untuk mengubah hasil penelitian menjadi buku? Jika terlalu sibuk atau mungkin mengalami kesulitan alias tidak paham caranya. Maka tidak perlu cemas, karena bisa memakai layanan parafrase dari Penerbit Deepublish. 

Kabar baiknya, saat ini sedang digelar Promo Parafrase Konversi 2023 yang memberikan diskon parafrase sampai 10% dan diskon cetak sampai 30%. Manfaatkan promo yang dibuka dari 10 Maret 2023 sampai 10 April 2023 ini untuk efisiensi proses konversi. Ambil promonya sekarang juga!

Artikel Terkait :

11 Tips Mengubah Skripsi/Tesis/Disertasi Menjadi Buku

7 Cara Mengubah Artikel Ilmiah Menjadi Buku dengan Mudah

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama