Promo Terbatas! ⚠️

Cetak buku diskon 35%, bonus tambahan eksemplar dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

TKT Penelitian dan Indikator Pencapaiannya

tkt penelitian

Dalam dunia penelitian, khususnya berkaitan dengan program hibah Dikti, maka akan familiar dengan istilah TKT penelitian. Istilah TKT merujuk pada tingkat aplikasi dari hasil atau temuan penelitian yang dilakukan para dosen. 

Seperti yang diketahui, suatu penelitian tentunya menghasilkan temuan. Temuan ini bentuk dan jenisnya beragam sesuai bidang keilmuan dan topik yang diteliti. Beberapa temuan bersifat teoritis yang tidak aplikatif, beberapa lagi berupa prototipe sampai produk jadi yang aplikatif. 

Adanya jenis dan bentuk temuan ini tentu menunjukan suatu temuan penelitian bisa langsung diterapkan atau perlu diteliti ulang dalam penelitian pengembangan. Sehingga dirangkum menjadi TKT yang menunjukan kesiapan aplikasi temuan tersebut. Berikut penjelasan detailnya. 

Apa Itu TKT Penelitian? 

TKT memiliki kepanjangan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (Technology Readiness Level). TKT adalah tingkat kondisi kematangan atau kesiapterapan suatu hasil penelitian dan pengembangan teknologi tertentu yang diukur secara sistematis dengan tujuan untuk dapat diadopsi oleh pengguna, baik oleh pemerintah, industri maupun masyarakat. 

Secara sederhana, TKT bisa dipahami sebagai tingkat penerapan (aplikasi) suatu temuan dalam penelitian. Temuan suatu penelitian bisa berupa teori yang tentu akan mengembangkan ilmu pengetahuan tetapi tidak bisa diterapkan langsung. 

Dalam artian, temuan teoritis tersebut tidak langsung bisa diterapkan untuk mengatasi masalah di masyarakat atau industri. Kemudian, temuan dalam penelitian juga bisa berupa produk. Mulai dari prototipe sampai produk jadi yang siap pakai hingga siap dikomersialkan. 

Keragaman temuan penelitian tersebut menunjukan tingkat penerapannya. Ada yang bisa diterapkan langsung, ada yang perlu dikembangkan lagi dalam penelitian pengembangan baru diterapkan, dan ada yang tidak bisa diterapkan sama sekali karena bersifat teoritis. 

Memudahkan proses identifikasi tingkat penerapan temuan penelitian, maka dirangkum menjadi TKT. TKT sendiri oleh Dikti terbagi menjadi 9 tingkatan, setiap tingkatan menunjukan tingkat penerapannya. 

Jadi, TKT di tingkat 1 cenderung tidak bisa diterapkan langsung karena sifatnya teoritis tadi. Sementara TKT di tingkat 9 sudah bisa diterapkan langsung karena berbentuk produk jadi atau produk yang sudah lolos uji (baik uji laboratorium maupun uji di lingkungan relevan). 

Tingkatan TKT dalam Penelitian 

Setiap tahunnya Kemendikbud Ristekdikti menyelenggarakan program hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam buku panduan tersebut juga dijelaskan mengenai TKT penelitian, dari tingkatan sampai indikatornya. 

Pada Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian 2024, penjabaran TKT terbagi tidak hanya 9 tingkatan. Melainkan dibedakan berdasarkan 8 bidang keilmuan dari TKT jenis umum sampai bidang soshum. 

Masing-masing bidang keilmuan memiliki definisi TKT dan indikator yang berbeda. Namun, secara garis besar TKT 9 tingkatan adalah:  

  1. TKT Tingkat 1 – Prinsip dasar dari teknologi diteliti dan dilaporkan.
  2. TKT Tingkat 2 – Formulasi konsep dan/ atau aplikasi formulasi. 
  3. TKT Tingkat 3 – Pembuktian konsep fungsi dan/atau karakteristik penting secara analitis dan eksperimental. 
  4. TKT Tingkat 4 – Validasi komponen/subsistem dalam lingkungan laboratorium. 
  5. TKT Tingkat 5 – Validasi komponen/subsistem dalam suatu lingkungan yang relevan. 
  6. TKT Tingkat 6 – Demonstrasi model atau prototipe sistem/subsistem dalam suatu lingkungan yang relevan. 
  7. TKT Tingkat 7 – Demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan sebenarnya. 
  8. TKT Tingkat 8 – Sistem telah lengkap dan handal melalui pengujian dan demonstrasi dalam lingkungan sebenarnya. 
  9. TKT Tingkat 9 – Sistem benar-benar teruji/terbukti melalui keberhasilan pengoperasian. 

Dari penjelasan tersebut, maka bisa dipahami bahwa dari TKT tingkat 1 sifatnya masih prinsip dasar (teori). Semakin naik tingkatannya semakin berkembang teori tersebut menjadi formula, lalu model, prototipe, dan disusul menjadi sistem yang teruji (TKT 9). 

Lewat TKT ini, kemudian setiap skema penelitian diatur ketentuan TKT yang paling sesuai. Pada skema Penelitian Dasar misalnya, TKT yang dipilih dosen pengusul dari TKT tingkat 1 sampai tingkat 3. Kemudian skema ini ditujukan untuk dosen pemula (dosen muda). 

Dosen yang sudah senior dan sudah pernah menjalankan penelitian dasar bisa masuk ke skema penelitian terapan selama memenuhi syarat dan ketentuan hibah. Begitu pula jika sudah selesai dengan penelitian terapan, bisa masuk ke skema penelitian pengembangan. 

Saat menyusun proposal penelitian, Anda perlu memasukkan poin-poin berikut, ketahui juga cara menyusunnya:

Manfaat Keberadaan TKT Penelitian 

Penetapan atau keberadaan TKT penelitian tentu memberi dampak positif yang menguntungkan semua pihak. Manfaat dari keberadaan dan penetapan TKT dalam penelitian, diantaranya: 

1. Memahami Tingkat Kematangan Suatu Teknologi

Manfaat yang pertama tentu saja untuk memberi pemahaman mengenai tingkat kematangan suatu teknologi. Dimana teknologi ini adalah hasil temuan dalam penelitian dosen. 

TKT dari temuan tersebut menentukan sudah matang atau sempurna tidaknya untuk langsung diaplikasikan atau diterapkan. Temuan penelitian tentu tidak langsung menghasilkan teknologi siap diterapkan, bisa juga masih berupa teori sampai demo dan prototipe. 

2. Membuat Keputusan Strategis

Manfaat yang kedua adalah menjadi bahan pertimbangan dalam membuat keputusan strategis. Informasi TKT penelitian membantu mitra dan penyedia dana penelitian menentukan perlu tidaknya investasi, regulasi, dan penggunaan teknologi yang ditemukan dalam penelitian tersebut. 

3. Menentukan Tahapan Berikutnya

Manfaat ketiga dari TKT dalam penelitian adalah menentukan tahapan berikutnya yang akan ditempuh pihak-pihak terkait. Misalnya suatu perusahaan yang menjadi mitra penelitian, TKT temuan riset dosen bisa menjadi acuan perlu tidaknya dilakukan penelitian lanjutan (terapan atau pengembangan) atau tidak. 

4. Meningkatkan Transparansi

TKT dalam penelitian juga bermanfaat untuk meningkatkan transparansi. Jadi, semua pihak yang mendukung suatu penelitian langsung paham temuan penelitian tersebut bisa langsung diterapkan atau perlu diteliti lagi dalam tahap berikutnya. 

Sehingga, tidak ada pihak yang merasa tidak tahu dan tidak paham temuan penelitian yang didukung, melainkan sudah tahu dari awal dan bisa menjadi acuan untuk merencanakan tindakan selanjutnya. 

Baca Juga Keaslian Penelitian: Fungsi, Cara Merumuskan, Contoh

Indikator TKT di Berbagai Bidang Keilmuan 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, TKT penelitian terbagi menjadi 9 tingkatan. Semakin tinggi tingkatannya, maka semakin menunjukan temuan penelitian siap untuk diterapkan atau diaplikasikan. Begitu pula sebaliknya. 

Dalam Buku Panduan Penelitian dan Pengabdian 2024, TKT Ini tidak hanya berlaku secara umum. Melainkan dibuat berbeda dari segi definisi sampai indikator sesuai bidang yang menjadi fokus penelitian. Berikut beberapa jenis dan indikator TKT tersebut: 

1. TKT Jenis Umum dan Hard Engineering

Definisi/Status  Indikator 
Prinsip dasar dari teknologi diteliti dan dilaporkana. Asumsi dan hukum dasar (ex.fisika/ kimia) yang akan digunakan pada teknologi (baru) telah ditentukan. b. Studi literatur (teori/ empiris–riset terdahulu) tentang prinsip dasar teknologi yang akan dikembangkan; dan c. Formulasi hipotesis riset
Formulasi konsep dan/ atau aplikasi formulasia. . Peralatan dan sistem yang akan digunakan, telah teridentifikasi. b. Studi literatur (teoritis/empiris) teknologi yang akan dikembangkan memungkinkan untuk diterapkan. c. Desain secara teoritis dan empiris telah teridentifikasi. 
Pembuktian konsep fungsi dan/atau karakteristik penting secara analitis dan eksperimentala. Studi analitik mendukung prediksi kinerja elemen-elemen teknologi. b. Karakteristik/sifat dan kapasitas unjuk kerja sistem dasar telah diidentifikasi dan diprediksi. c. Telah dilakukan percobaan laboratorium untuk menguji kelayakan penerapan teknologi tersebut. 
Validasi komponen/subsistem dalam lingkungan laboratoriuma. Tes laboratorium komponen-komponen secara terpisah telah dilakukan. b. Persyaratan sistem untuk aplikasi menurut pengguna telah diketahui (keinginan adopter).
Validasi komponen/subsistem dalam suatu lingkungan yang relevana. Persiapan produksi perangkat keras telah dilakukan. b. Riset pasar (marketing research) dan riset laboratorium untuk memilih proses fabrikasi. c. Prototipe telah dibuat
Demonstrasi model atau prototipe sistem/subsistem dalam suatu lingkungan yang relevana. Kondisi lingkungan operasi sesungguhnya telah diketahui. b. Kebutuhan investasi untuk peralatan dan proses pabrikasi teridentifikasi. c. M&S untuk kinerja sistem teknologi pada lingkungan operasi. 
Demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan sebenarnyaa. Peralatan, proses, metode dan desain teknik telah diidentifikasi. b. Proses dan prosedur fabrikasi peralatan mulai diujicobakan. c. Perlengkapan proses dan peralatan test / inspeksi diujicobakan di dalam lingkungan produksi. 
Sistem telah lengkap dan handal melalui pengujian dan demonstrasi dalam lingkungan sebenarnyaa. Bentuk, kesesuaian dan fungsi komponen kompatibel dengan sistem operasi. b. Mesin dan peralatan telah diuji dalam lingkungan produksi. c. Diagram akhir selesai dibuat. d. Proses fabrikasi diujicobakan pada skala percontohan (pilot-line atau lrip). e. Uji proses fabrikasi menunjukkan hasil dan tingkat produktivitas yang dapat diterima. 
Sistem benar-benar teruji/terbukti melalui keberhasilan pengoperasiana. Konsep operasional telah benar-benar dapat diterapkan. b. Perkiraan investasi teknologi sudah dibuat. c. Tidak ada perubahan desain yang signifikan. d. Teknologi telah teruji pada kondisi sebenarnya. e. Produktivitas pada tingkat stabil.

2. TKT Jenis Software 

Definisi/Status  Indikator 
Prinsip dasar dari teknologi diteliti dan dilaporkana. Merupakan tingkat terendah dari kesiapan teknologi perangkat lunak. b. Merupakan ranah perangkat lunak baru yang sedang didalami oleh komunitas riset dasar.
Formulasi konsep dan/ atau penerapan teknologia. Setelah prinsip dasar diteliti, berlanjut pada pembuatan aplikasi yang bersifat praktis. b. Aplikasi bersifat spekulatif, dan terdapat kemungkinan tidak memiliki bukti atau analisis rinci untuk mendukung asumsi yang ada/dilakukan. c. Contoh-contoh dibatasi pada studi analitik dengan menggunakan data sintetis (buatan). 
Pembuktian konsep fungsi dan/atau karakteristik penting secara analitis dan eksperimentala. Terdapat inisiasi proses penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara aktif. b. Kelayakan ilmiah ditunjukkan melalui studi analitik dan laboratorium; dan c. Mencakup juga pengembangan dari lingkungan fungsi terbatas untuk memvalidasi sifat kritis dan prediksi analitis menggunakan: A. komponen perangkat lunak yang tidak terintegrasi; dan B. Sebagian data yang mewakili. 
Validasi komponen/subsistem dalam lingkungan laboratoriuma. . Komponen perangkat lunak dasar terintegrasi bekerja secara bersama-sama. b. Relatif primitif berkaitan dengan efisiensi dan keandalan (robustness) dibandingkan dengan sistem/produk akhirnya.
Validasi modul dan/atau subsistem dalam lingkungan yang relevana. Merupakan tingkatan di mana teknologi perangkat lunak yang dikembangkan siap untuk diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada. b. Implementasi prototipe yang sesuai dengan lingkungan. 
Validasi modul dan/atau subsistem dalam lingkungan “end-to-end” (end-to-end environment) yang relevana. Merupakan tingkatan di mana kelayakan rekayasa dari teknologi perangkat lunak ditunjukkan; dan b. Mencakup juga implementasi prototipe laboratorium dengan permasalahan realistis skala penuh, di mana teknologi perangkat lunak terintegrasi secara parsial dengan perangkat keras/lunak dari sistem yang sudah ada.
Demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan operasional atau lingkungan akurasi tinggi a. Merupakan tingkatan di mana kelayakan program dari teknologi perangkat lunak ditunjukkan; dan b. Mencakup juga implementasi prototipe lingkungan operasional, di mana fungsionalitas resiko teknis yang bersifat kritikal tersedia untuk ditunjukkan dan diuji dalam kondisi teknologi perangkat lunak tersebut terintegrasi secara baik dengan perangkat keras/ lunak dari sistem operasional. 
Sistem secara aktual telah lengkap dan memenuhi syarat melalui pengujian dan demonstrasi dalam lingkungan operasional/aplikasi sebenarnyaa. Merupakan tingkatan di mana teknologi perangkat lunak terintegrasi sepenuhnya dengan perangkat keras dan lunak dari sistem operasional. b. Dokumentasi pengembangan perangkat lunak lengkap; dan c. Semua fungsi diuji baik dalam skenario simulasi maupun operasional. 
Sistem benar-benar teruji/terbukti melalui keberhasilan penggunaan operasionala. Merupakan tingkatan di mana teknologi perangkat lunak tersebut siap untuk dikembangkan maupun dipakai secara berulang (rapid development/re-use). b. Perangkat lunak berbasis teknologi yang sepenuhnya terintegrasi dengan perangkat keras/lunak dari sistem operasional. 

3. TKT  Jenis Pertanian/Perikanan/Peternakan

Definisi/Status  Indikator 
Prinsip dasar dari suatu teknologi telah ditelitia. Formulasi pertanyaan riset atau hipotesis penelitian sudah ada. b. Studi literatur tentang prinsip dasar terkait penelitian sudah dilakukan; dan c. Cara/metode/proses/produk yang diteliti dan akan dikembangkan sudah ada dan memiliki peluang keberhasilan. 
Konsep teknologi dan aplikasi telah diformulasikana. Sarana dan prasarana yang akan digunakan telah teridentifikasi. b. Validasi hasil studi literatur telah dilakukan; dan c. Desain penelitian secara teoritis dan empiris telah teridentifikasi.
Konsep dan karakteristik penting dari suatu teknologi telah dibuktikan secara analitis dan eksperimentala. Desain riset sudah disusun (metodologi pilihan, tahapan, dan data yang dibutuhkan untuk penelitian). b. Secara teoritis, empiris dan eksperimen telah diketahui dan komponen-komponen sistem teknologi tersebut dapat bekerja dengan baik; dan c. Teknologi telah layak secara ilmiah (studi analitik, model/ simulasi, eksperimen).
Komponen teknologi telah divalidasi dalam lingkungan laboratoriuma. Tes laboratorium komponen-komponen secara terpisah telah dilakukan. b. Kinerja dari masing-masing komponen teknologi (cara/metode/proses/produk) yang akan dikembangkan telah menunjukan hasil yang baik.
Komponen teknologi telah divalidasi dalam lingkungan yang relevana. Prototipe teknologi siap diuji pada kondisi laboratorium dimodifikasi yang mendekati lingkungan yang sesungguhnya. b. Akurasi/ fidelity meningkat
Model atau prototipe telah diuji dalam lingkungan yang relevana. a. Persyaratan suatu teknologi telah diketahui (pada kondisi optimal). b. Teknologi sudah teruji dengan akurasi tinggi pada simulasi lingkungan operasional dengan data yang lengkap (sesuai dengan rancangan atau desain riset). c. Hasil uji membuktikan layak secara teknis (engineering feasibility);
Prototipe telah diuji dalam lingkungan sebenarnyaa. Kondisi lingkungan operasional/ sesungguhnya bagi teknologi telah diketahui. b. Telah dilakukan uji multilokasi teknologi skala lapangan. c. Hasil uji lapang menunjukkan performa/ kinerja yang stabil. 
Sistem teknologi telah lengkap dan memenuhi syarat (qualified)a. . Gambar prototipe dan detail engineering peralatan pendukung telah tersedia. b. Proses budidaya dengan tingkat produktivitas yang diinginkan telah dikuasai. 
Teknologi benar-benar teruji/ terbukti melalui keberhasilan pengoperasiana. Konsep penerapan teknologi benar-benar dapat diterapkan. b. Perkiraan investasi teknologi sudah dibuat. c. Tidak ada perubahan desain yang signifikan.

Informasi lebih rinci mengenai seluruh definisi dan indikator TKT penelitian sesuai kebijakan Ditjen Dikti, bisa membaca buku panduan untuk program hibah penelitian dan pengabdian tahun anggaran 2024. 

Apakah Anda sudah memahai Tingkat Kesiapterapan Teknologi di penelitian yang Anda lakukan? Silakan bagikan di kolom komentar dimana tingkat penelitian Anda.

Silakan share artikel ini ke rekan Anda untuk menentukan TKT penelitian Anda. Semoga bermanfaat!

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe

Mau dapat update promo dan artikel eksklusif? Tulis e-mail di bawah!
logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama