Tata Cara Mengubah Hasil Pengabdian Masyarakat Menjadi Buku Ilmiah 

Tata Cara Mengubah Hasil Pengabdian Masyarakat Menjadi Buku Ilmiah 

Selain mengubah hasil penelitian menjadi buku. Dosen di Indonesia juga akan rutin mengubah hasil Pengabdian kepada Masyarakat menjadi buku. Kegiatan PkM(Pengabdian kepada Masyarakat) yang dilaksanakan oleh dosen dan tim yang dibentuk, tentunya menghasilkan luaran. 

Luaran kegiatan PkM tidak hanya sebatas penyusunan laporan PkM maupun publikasi ilmiah di jurnal PkM. Namun, luaran tersebut bisa dikonversi menjadi buku ilmiah berisi hasil kegiatan PkM tersebut. Berikut informasinya. 

Jenis Luaran Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)

Kegiatan PkM adalah kegiatan akademik dosen dalam mengimplementasikan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan yang dimiliki ke masyarakat secara langsung. Dalam kegiatan PkM tersebut, dosen akan menjalankan sejumlah kegiatan sosial dan bentuk kegiatan lain sesuai hasil penelitian dan kebutuhan masyarakat. 

Kegiatan PkM tentunya menghasilkan luaran, sama prinsipnya seperti kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen. Sehingga muncul kebutuhan untuk mengubah hasil pengabdian masyarakat menjadi buku ilmiah. Lalu, apa saja jenis-jenis luaran kegiatan PkM? Secara umum mencakup: 

1. Laporan Kegiatan PkM 

    Laporan kegiatan PkM adalah dokumen berisi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan PkM oleh dosen dan tim yang telah dibentuk. Laporan ini disusun di akhir kegiatan PkM. 

    Struktur laporan menyesuaikan dengan kebijakan internal perguruan tinggi yang menaungi dosen selaku pelaksana kegiatan PkM tersebut. Namun, secara umum sama seperti struktur laporan pada umumnya. Sehingga ada bagian-bagian umum berikut: 

    1. Pendahuluan
    2. Metode pelaksanaan PkM
    3. Hasil dan pembahasan
    4. Kesimpulan dan saran
    5. Daftar pustaka
    6. Lampiran (jika ada). 

    Secara umum, laporan kegiatan PkM tidak wajib dipublikasikan. Namun, tetap wajib disusun oleh dosen sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan PkM. Terlebih jika kegiatan tersebut didukung penuh oleh perguruan tinggi maupun pihak lainnya (misal dari hibah PkM). 

    2. Publikasi Artikel Jurnal PkM 

      Jenis luaran PkM yang kedua adalah publikasi ilmiah dalam bentuk artikel jurnal ilmiah. Artikel ilmiah ini berisi hasil kegiatan PkM dan dipublikasikan ke jurnal khusus PkM. Struktur artikel ilmiah dan detail teknis, menyesuaikan dengan kebijakan pengelola jurnal PkM. 

      3. Publikasi Artikel Prosiding PkM 

        Luaran kegiatan PkM juga bisa dalam bentuk prosiding. Dosen pelaksana kegiatan PkM menyusun artikel ilmiah berisi hasil kegiatan dan dipresentasikan dalam konferensi ilmiah. Selanjutnya, artikel ilmiah yang dipresentasikan tersebut diterbitkan dalam prosiding. 

        4. Buku Panduan PkM 

          Buku panduan PkM juga termasuk luaran kegiatan PkM yang telah dilaksanakan oleh dosen. Buku panduan PkM adalah buku ilmiah yang berisi informasi kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan dan hasilnya seperti apa. Buku panduan PkM diterbitkan oleh dosen, baik diterbitkan dalam versi cetak maupun elektronik (ebook). 

          5. Buku Monograf dan Referensi 

            Luaran kegiatan PkM berikutnya adalah publikasi ilmiah dalam bentuk buku monograf maupun buku referensi. Buku monograf membahas satu topik hasil kegiatan PkM yang dilaksanakan dosen. Sementara buku referensi berisi beberapa topik dari hasil pelaksanaan kegiatan PkM. 

            Baca juga: Buku Monograf: Pengertian, Karektiristik, Isi, Contoh

            6. Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

              Jenis luaran PkM berikutnya adalah kegiatan PkM menghasilkan karya inovatif maupun karya teknologi yang didaftarkan HKI ke DJKI. HKI disini mencakup beberapa jenis Hak Kekayaan Industri. Seperti paten, paten sederhana, desain industri, dan lain sebagainya. 

              Sebagai informasi tambahan, setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan tersendiri dalam menetapkan target luaran kegiatan PkM. Dosen di bawah naungannya perlu menyesuaikan dengan kebijakan tersebut. Termasuk dalam program hibah PkM, jenis luaran menyesuaikan ketentuan penyelenggara program hibah. 

              Kemudian, luaran kegiatan PkM yang bisa masuk dalam pelaporan BKD lebih terbatas. Mengacu pada PO BKD tahun 2021, luaran yang bisa diklaim dalam bentuk karya tulis ilmiah adalah laporan kegiatan PkM (tidak dipublikasikan), artikel jurnal PkM, dan artikel prosiding PkM. 

              Manfaat Menerbitkan Buku dari Kegiatan PkM

              Mengubah hasil pengabdian masyarakat menjadi buku tentunya menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan para dosen. Buku yang dimaksud disini mencakup buku panduan PkM, buku monograf, dan buku referensi berisi hasil kegiatan PkM yang telah dilaksanakan dosen. 

              Sebab, menerbitkan buku hasil PkM memberikan manfaat lebih kompleks. Baik pada dosen pelaksana PkM tersebut maupun pihak lainnya. Berikut beberapa manfaat yang dimaksud: 

              1. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian

                Manfaat yang pertama, adalah untuk membantu mendokumentasikan kegiatan PkM yang dilaksanakan oleh dosen. Buku hasil kegiatan PkM berisi informasi pelaksanaan kegiatan PkM itu sendiri. 

                Termasuk juga informasi mengenai jenis kegiatan yang dilaksanakan, siapa saja pelaksanaanya, dimana dilaksanakan, dan detail lainnya. Sehingga buku hasil PkM penting untuk disusun oleh dosen sebagai bagian dari mendokumentasikan tugas akademik. 

                Dokumentasi kegiatan PkM terbilang sangat penting. Sebab bisa menjadi bukti bahwa dosen sudah melaksanakan kegiatan PkM sesuai ketentuan yang berlaku. Sekaligus bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan PkM tersebut. 

                2. Memperluas Dampak Kegiatan PkM 

                  Manfaat berikutnya dari proses mengubah hasil pengabdian masyarakat menjadi buku adalah memperluas dampak kegiatan tersebut. Jika PkM yang menghasilkan luaran dalam bentuk laporan PkM. Maka hanya bisa dibaca oleh rekan sejawat dan mahasiswa di bawah satu naungan perguruan tinggi. 

                  Contoh lain, jika luaran dalam bentuk jurnal dan prosiding. Maka tentunya hanya menggaet pembaca dari kalangan masyarakat ilmiah. Jika hasil kegiatan PkM juga diterbitkan dalam bentuk buku. 

                  Maka jangkauan pembaca juga mencakup masyarakat umum yang tentunya secara skala lebih besar. Jadi, menerbitkan buku hasil kegiatan PkM membantu meningkatkan visibilitas dan dampak kegiatan. 

                  3. Memperkuat Kontribusi Akademik Dosen

                    Mengubah hasil pengabdian masyarakat menjadi buku, juga bermanfaat untuk menguatkan kontribusi akademik dosen. Kegiatan PkM pada dasarnya adalah implementasi hasil penelitian maupun ilmu pengetahuan yang dimiliki dosen kepada masyarakat secara langsung. 

                    Jika fokus pada kegiatan PkM saja, maka kontribusi akademik dosen hanya diraskana masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan PkM tersebut. Namun, jika dipublikasikan ke prosiding, jurnal, dan buku ilmiah sekaligus. 

                    Maka kontribusi akademik dosen bisa dirasakan masyarakat lebih luas lagi. Sehingga hasil penelitian dan bentuk kegiatan PkM yang dilaksanakan bisa diterapkan pembaca sesuai kebutuhan. 

                    4. Menguatkan Reputasi Akademik Dosen 

                      Manfaat berikutnya adalah membantu menguatkan reputasi akademik dosen. Sebab menerbitkan buku dari konvensi laporan kegiatan PkM menjadi bentuk sikap profesional dosen. Yakni menjalankan kewajiban akademik. 

                      Melalui buku tersebut, dosen bisa dikenal masyarakat luas sebagai dosen yang aktif menjalankan tri dharma. Sekaligus aktif melaksanakan kegiatan yang membantu mengatasi permasalahan di masyarakat. Sehingga reputasi akademik dosen menguat. 

                      Baca juga: Akademik Branding vs Personal Branding: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Penting bagi Dosen?

                      5. Memenuhi Kewajiban Menyebarluaskan Hasil PkM 

                        Manfaat berikutnya, dosen bisa memenuhi kewajiban untuk tidak hanya melaksanakan kegiatan PkM. Akan tetapi juga kewajiban untuk menyebarluaskan hasil pelaksanaan kegiatan PkM tersebut. 

                        Sebab bisa jadi hasil penelitian dan ilmu pengetahuan yang diimplementasikan dosen dalam kegiatan PkM juga dibutuhkan masyarakat di daerah atau wilayah lain. Kegiatan PkM yang disebarluaskan memberi akses kepada mereka dan mengimplementasikan kegiatan serupa. 

                        6. Menambah Penghasilan Dosen 

                          Manfaat lainnya adalah membantu dosen mendapatkan penghasilan tambahan. Sebab dalam menerbitkan buku ilmiah, dosen bisa mendapat manfaat ekonomi dalam bentuk royalti. 

                          Berbeda dengan penyebarluasan hasil PkM ke prosiding maupun jurnal yang tidak memberi royalti. Pada buku terjadi sebaliknya. Setiap buku hasil PkM terjual di pasaran, maka memberi royalti sekian persen. Selama buku masih dibeli oleh masyarakat luas, maka selama itu juga royalti diterima dosen secara rutin. 

                          Baca juga: Mengenal Apa Itu Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Dosen dan Bentuk-Bentuknya

                          Langkah Mengubah Hasil PkM Menjadi Buku Ilmiah 

                          Laporan kegiatan PkM maupun publikasi hasil kegiatan PkM dalam artikel jurnal dan prosiding. Tentunya bisa dikonversi menjadi buku ilmiah. Baik itu menjadi buku panduan PkM, buku monograf, maupun buku referensi. Adapun langkah-langkah dalam konversi tersebut adalah sebagai berikut: 

                          1. Melakukan Penyesuaian Struktur Naskah 

                            Langkah pertama untuk mengubah hasil kegiatan PkM menjadi buku ilmiah adalah menyesuaikan struktur naskah. Luaran PkM dalam bentuk laporan kegiatan maupun artikel ilmiah, tentunya memiliki struktur berbeda dengan buku. Sesuai penjelasan sebelumnya, struktur laporan PkM terdiri dari pendahuluan sampai daftar pustaka. 

                            Pada buku, bagian-bagian dari pendahuluan sampai kesimpulan dan saran dikembangkan menjadi beberapa bab, subbab, subsubbab, dan turunannya. Memahami perbedaan struktur ini penting untuk memudahkan tahap berikutnya. Yakni menyusun kerangka buku. 

                            2. Menyusun Kerangka Buku 

                              Langkah kedua dalam mengubah hasil pengabdian masyarakat menjadi buku adalah menyusun kerangka buku. Kerangka ini menjadi implementasi dari perubahan struktur yang dilakukan pada tahap pertama (sebelumnya). 

                              Dosen bisa mengembangkan seluruh bagian dari laporan PkM menjadi beberapa bab, subbab, dan seterusnya sesuai kebutuhan. Kemudian diatur urutannya agar sesuai alur logika keilmuan untuk memudahkan pembaca memahami isinya. 

                              3. Proses Menulis Naskah Buku sesuai Kerangka

                                Langkah ketiga, adalah proses mengembangkan kerangka buku yang disusun pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini, dosen bisa mengembangkan naskah berurutan dari bab pertama, kedua, dan seterusnya. 

                                Kemudian, pada tahap ini kemungkinan akan ada kebutuhan mengakses data dari referensi tambahan. Supaya naskah cepat selesai dan bisa segera masuk ke tahap berikutnya. Maka dosen perlu konsisten menulis, menyusun jadwal menulis bisa dilakukan. 

                                4. Melakukan Penyesuaian pada Judul 

                                  Langkah keempat dalam proses mengubah hasil pengabdian masyarakat menjadi buku adalah mengubah atau melakukan penyesuaian judul. Judul pada laporan PkM maupun artikel jurnal PkM dan luaran publikasi ilmiah lain. 

                                  Tentunya lebih ilmiah dan kaku, berbeda dengan judul khas pada buku ilmiah. Oleh sebab itu, setelah naskah selesai disusun maka judul perlu diubah. Sehingga lebih menarik dan menggugah minat baca masyarakat. 

                                  5. Editing dan Penyuntingan Mandiri

                                    Langkah selanjutnya, adalah masuk ke proses editing dan penyuntingan mandiri. Dosen perlu membaca ulang naskah buku hasil konversi laporan kegiatan PkM. Jika ada kesalahan tanda baca, susunan kalimat, dan lain sebagainya. Maka bisa dikoreksi. Selain itu, juga berisi kegiatan merapikan naskah agar enak dibaca. 

                                    6. Menerbitkan Naskah Buku PkM Hasil Konversi 

                                      Tahap terakhir, tentunya saja mengurus penerbitan naskah buku hasil konversi laporan kegiatan PkM yang telah disusun. Pada tahap ini, silahkan memilih penerbit yang kredibel dan berpengalaman menerbitkan buku ilmiah. Selanjutnya, bisa mengirimkan naskah sesuai prosedur yang ditetapkan penerbit tersebut. 

                                      Konversi hasil kegiatan PkM menjadi buku memberi efisiensi waktu maupun sumber daya lain. Sehingga sangat penting untuk dosen memahami bagaimana cara mengubah hasil pengabdian masyarakat menjadi buku. Yakni sesuai langkah-langkah yang dijelaskan di atas. 

                                      Bagi dosen yang tidak memungkinkan melakukan konversi sendiri. Maka bisa menggunakan jasa profesional. Salah satunya Layanan Konversi KTI dari Penerbit Deepublish. Melalui layanan ini, laporan kegiatan PkM akan dibantu dikonversi menjadi buku ilmiah siap terbit.

                                      FAQ (Frequently Asked Questions)

                                      1. Kenapa hasil pengabdian masyarakat jarang dikembangkan menjadi buku?

                                      Karena sebagian dosen hanya berhenti pada laporan atau publikasi jurnal. Padahal, hasil PkM bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi buku untuk memperluas dampak dan manfaatnya, salah satunya diterbitkan sebagai buku panduan.

                                      2. Bagaimana cara mengubah laporan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) menjadi buku ilmiah?

                                      Langkah utamanya adalah mengubah struktur laporan menjadi format buku, menyusun kerangka bab, lalu mengembangkan isi menjadi pembahasan yang lebih lengkap dan sistematis.

                                      3. Apa kesalahan paling umum saat mengubah PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) menjadi buku?

                                      Tidak mengubah struktur laporan, sehingga isi buku tetap kaku dan kurang menarik untuk dibaca.

                                      4. Bagaimana cara menjaga kualitas buku hasil PkM (Pengabdian kepada Masyarakat)?

                                      Tambahkan referensi tambahan, perbaiki alur penulisan, serta pastikan pembahasan relevan dengan kebutuhan pembaca.

                                      Referensi:

                                      1. Rubrik BKD 2021. (2021). Universitas Brawijaya. https://serdos.ub.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Rubrik-BKD-2021.pdf
                                      2. Standar Publikasi PkM Dalam Seminar Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. (n.d). Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. https://sm.akprind.ac.id/file_standar_mutu/C1_02_Standar_Publikasi_PkM_dalam_Seminar.pdf
                                      3. Wahid, F. (2024). Penulisan Buku Berbasis Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Islam Indonesia. https://dppm.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/07/Menulis-buku-hasil-penelitian-dan-pengabdian-26-Juli-2024.pdf 
                                      4. Buku Panduan Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat untuk dosen STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. (2013). Lembaga Penelitian, Pengembangan Ilmu, dan Pengabdian Masyarakat STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/export-unisa-files/733503112014-0138522182.pdf 
                                      5. Buku Pengabmas 2023. (2023). Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Diakses pada 15 April 2026 dari https://ppm.bengkulu.tech/buku-pengabmas-2023/ 
                                      6. Standar Luaran Pengabdian kepada Masyarakat. (2025). Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Pancasila. https://lpm.univpancasila.ac.id/assets/files/f5281c73171e84f47e582276ac0ac54b.pdf 
                                      7. Aribowo, E. K. (2023). Begini Cara Mengubah Hasil Penelitian menjadi Buku dengan 6 Langkah. Diakses pada 15 April 2026 dari https://www.erickunto.com/2023/02/begini-cara-mengubah-hasil-penelitian-menjadi-buku-dengan-6-langkah.html 
                                      8. Wekke, I. S. (2022). Metode Pengabdian Masyarakat: Dari Rancangan ke Publikasi. Penerbit Adab.

                                      Artikel Penulisan Buku Pendidikan