Salah satu pertimbangan penting sebelum menerbitkan buku adalah, menentukan cetak buku vs ebook. Setiap penulis tentunya memiliki pertimbangan masing-masing. Ada yang lebih cocok menerbitkan buku cetak, ada yang ebook, ada juga yang memilih keduanya.
Buku cetak dan ebook memang dua jenis versi terbitan yang sudah tidak asing lagi. Masyarakat pun familiar dengan kedua jenis versi terbitan tersebut. Namun, para penulis tentunya perlu menentukan versi penerbitan yang tepat. Tujuannya agar relevan dengan kondisi dan kebutuhan penulis serta karakteristik target pembaca. Berikut informasinya.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Cetak (Buku Fisik)
Dalam KBBI, buku adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Jadi, buku adalah sebuah lembaran kertas berisi teks maupun konten jenis lainnya yang disatukan atau dijilid. Beberapa buku sengaja dibuat tanpa konten, alias lembaran kosong.
Cetak buku vs ebook menjadi dua versi penerbitan yang saat ini jamak dijumpai. Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan dari buku cetak? Berikut penjelasannya:
Kelebihan Buku Cetak
Buku cetak menjadi versi yang sudah dikenal sejak lama, jauh sebelum ebook mulai diperkenalkan ke publik. Jika dilihat dari sisi positif, maka akan menjumpai beberapa kelebihan berikut:
1. Kuat dan Tahan Lama
Kelebihan yang pertama dari buku cetak adalah kuat dan tahan lama. Meski bisa rusak, akan tetapi dengan finishing yang baik dan perawatan yang tepat dari pembaca. Maka cenderung tahan lama dan bahkan bisa diwariskan.
Selama buku tersebut disimpan dengan baik, tidak kena air atau basah, dan sebagainya yang berpotensi merusak material kertas buku. Maka umur buku bisa belasan tahun, bahkan sampai puluhan tahun.
2. Mudah untuk Dibaca
Kelebihan kedua, buku cetak bisa dikatakan lebih mudah untuk dibaca. Baik itu kapan saja maupun dimana saja. Sebab selama buku cetak dibawa kemanapun, maka saat ingin dibaca bisa dibaca seketika itu juga.
Kelebihan ini dimiliki karena untuk membaca isi dari buku cetak tidak bergantung pada baterai perangkat, tidak tergantung pada ada tidaknya perangkat elektronik. Hanya butuh buku cetak itu sendiri.
3. Memiliki Nilai Koleksi yang Tinggi
Kelebihan cetak buku vs ebook berikutnya adalah nilai koleksi. Buku cetak lebih unggul dari aspek ini. Sebab pembaca bisa meningkatkan nilai koleksi dari buku cetakan pertama, buku yang ditandatangani langsung oleh penulis, dll. Kelebihan ini tentunya tidak bisa dijumpai pada ebook.
Sebab cetak pertama dan kesekian terlihat sama saja. Berbeda dengan buku cetak, dilihat dari aspek desain sampul saja sudah berbeda. Inilah alasan banyak pembaca yang ketika desain sampul pada cetakan kedua berubah, mereka pun membeli lagi.
4. Masih Bisa Dibaca Meski Fisik Buku Sudah Rusak
Buku cetak memang bisa rusak fisiknya. Misalnya karena basah terkena air hujan, terendam banjir, halaman maupun sampul sobek, dimakan kutu buku, dan sebab lainnya.
Namun, harus diakui sekalipun fisik buku cetak ada kerusakan. Selama teks dan konten lain di dalamnya masih terbaca jelas. Maka data atau informasi di dalamnya masih bisa dibaca, diketahui, dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
5. Minim Distraksi
Kelebihan berikutnya, membaca buku cetak lebih nyaman karena memudahkan menjaga fokus. Hal ini dapat terjadi karena buku cetak tidak memberi distraksi sebagaimana pada ebook. Jadi, bagi pembaca yang suka suasana tenang dan kondusif. Maka buku cetak lebih disukai.
6. Kenyamanan Lebih saat Dibaca
Buku cetak sudah diatur agar enak dan nyaman dibaca. Misalnya ukuran cetak sudah memperhatikan keterbacaan teks dan gambar. Sehingga ukuran cetak pas, kemudian membuat ukuran huruf juga pas.
Jadi, selama proses cetak lancar dan pemeriksaan QC ketat. Para pembaca akan mendapatkan buku yang isinya dijamin jelas dan bisa dibaca. Sekaligus tidak ada masalah silau. Sebab buku cetak tidak menghasilkan cahaya sebagaimana ebook saat dibaca dengan perangkat elektronik.
7. Multiguna dan Multimanfaat
Buku cetak juga punya kelebihan berupa kegunaan dan pemanfaatan yang lebih beragam. Misalnya, buku cetak bisa menjadi elemen dekorasi di ruangan. Contoh lain, bisa difungsikan sebagai properti foto agar estetik. Jadi, tidak hanya untuk dibaca dan dipahami isinya.
Baca juga: Cetak Buku Murah Percetakan Spesialis Buku (Tips dan Ciri)
Kekurangan Buku Cetak
Tidak dapat dipungkiri bahwa cetak buku vs ebook juga akan memberikan data terkait kekurangan buku cetak. Jika dilihat dari sisi kekurangan, maka akan menjumpai beberapa poin di bawah ini:
1. Butuh Pencahayaan yang Baik
Salah satu kekurangan buku cetak dibanding ebook adalah ketergantungan pada cahaya. Buku cetak tidak seperti ebook yang bisa dibaca di ruang gelap. Sebab perangkat elektronik menghasilkan cahaya yang membuat isi ebook bisa terbaca. Pada buku cetak hal ini tidak didapatkan.
2. Memakan Ruang
Buku cetak memiliki fisik, sehingga membutuhkan ruang saat dibawa bepergian dan saat disimpan (ruang penyimpanan). Inilah alasan penyuka buku harus menyediakan tempat khusus untuk menyimpan koleksi buku cetak. Jika dibawa bepergian, maka harus muat di tas yang dibawa.
3. Berat
Buku yang dicetak di media kertas, tentunya memiliki bobot. Semakin tebal jumlah halamannya, semakin berat bobot buku tersebut. Begitu juga dengan ukuran dan jenis finishing pada sampul. Jadi, buku-buku yang berat ini memberi tantangan tersendiri saat dibawa keluar rumah.
4. Butuh Usaha dalam Perawatan
Buku cetak yang memiliki fisik, menuntut pembaca yang mengoleksinya untuk memberi perawatan. Selain perlu rutin dibersihkan agar tidak kotor dan kertas menguning. Juga perlu memastikan suhu ruangan ideal agar tidak berjamur.
5. Kurang Ramah Lingkungan
Buku cetak juga diketahui kurang ramah lingkungan. Pertama, menggunakan media kertas untuk mencetak teks dan elemen dalam naskah buku. Kertas sendiri terbuat dari pohon. Kedua, buku yang sudah rusak parah tentunya akan menjadi sampah dan perlu diolah dengan bijak.
6. Biaya Produksi Tinggi dan Tahap Panjang
Buku cetak membutuhkan tahap cetak di percetakan, jilid, finishing pada sampul, dan sebagainya sampai siap didistribusikan. Sehingga proses produksi di penerbitan lebih panjang dan membuat biayanya juga lebih tinggi dibanding ebook.
7. Distribusi Lebih Lambat
Buku cetak butuh waktu untuk sampai ke tangan pembaca. Sebab perlu didistribusikan ke berbagai toko buku dan perpustakaan. Jika pembaca membeli langsung dari penerbit, maka ada proses pengiriman fisik buku tersebut dalam beberapa hari.
8. Tantangan dalam Stok
Kekurangan lainnya adalah tantangan pada stok. Mencetak buku dalam eksemplar tinggi ada risiko stok tidak keluar karena penjualan rendah. Bisa juga stok buku cetak sudah habis, tapi order masih berjalan.
Kelebihan dan Kekurangan Ebook (Buku Digital)
Dalam Oxford English Dictionary, ebook (electronic book) adalah versi elektronik dari sebuah buku. Tujuan dibuatnya ebook pada dasarnya adalah untuk membuat buku berisi teks dan gambar bisa diakses melalui perangkat elektronik seperti komputer sampai gadget (misalnya smartphone).
Ebook juga sering disebut sebagai buku digital, sebab format fisik tidak ada melainkan digantikan oleh format digital (misalnya PDF, EPUB, MOBI, HTML, dll). Salah satu pertimbangan penulis dalam menentukan cetak buku vs ebook adalah kelebihan dan kekurangannya. Berikut detailnya:
Kelebihan Ebook
Sama seperti buku cetak, ebook juga memiliki sejumlah kelebihan. Berikut beberapa diantaranya:
1. Praktis Mudah Dibawa
Ebook tidak memiliki fisik, formatnya yang digital membuatnya bisa disimpan di perangkat elektronik maupun penyimpanan daring seperti cloud. Sehingga lebih praktis dibawa kemana saja.
2. Hemat Ruang
Tidak adanya fisik, membuat ebook hemat ruang. Tidak butuh ruang penyimpanan khusus di rumah. Tidak juga butuh tas yang besar saat hendak dibawa keluar rumah.
3. Harga Ebook Cenderung Lebih Ekonomis
Proses produksi yang lebih singkat karena tidak ada tahap cetak, jilid, dll. Maka biaya produksi lebih rendah. Inilah alasan kenapa harga ebook cenderung lebih ekonomis. Meskipun terkadang beda tipis dengan harga buku cetak. Tanpa proses cetak, juga membuat ebook ramah lingkungan.
4. Memiliki Fitur Tambahan
Ebook bisa dibuat kaya akan fitur, sehingga bisa lebih interaktif bagi pembaca. Misalnya ditambahkan QR Code untuk masuk ke video penjelasan. Ebook bisa dibuat menjadi audiobook, sehingga pembaca cukup menyimak.
5. Distribusi Mudah dan Jangkauan Luas
Bentuknya yang elektronik, membuat ebook mudah dan cepat saat didistribusikan. Dalam hitungan detik, ebook sudah sampai di tangan pembaca. Distribusi tanpa batasan ruang dan waktu membuat jangkauan pembaca lebih luas.
6. Tidak Mudah Rusak
Tanpa memiliki fisik, membuat ebook tidak kenal kata rusak. Selama ebook dalam kondisi file tidak corrupt dan perangkat elektronik berfungsi baik. Maka bisa dibaca dan sampai kapanpun bisa diakses kembali.
7. Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh
Ebook mendukung pembelajaran jarak jauh. Sebab bisa dibagikan pendidik melalui WhatsApp, email, dan media lainnya. Sehingga bisa menunjang pembelajaran daring di sekolah, madrasah, maupun perguruan tinggi.
8. Bisa Dibaca dalam Kondisi Gelap
Ebook memungkinkan dibaca dalam kondisi gelap. Sebab bisa mengandalkan cahaya dari layar perangkat. Dibaca saat tengah malam sampai pagi buta tidak ada kendala.
9. Tidak Menghadapi Tantangan Stok
Tidak adanya proses cetak membuat penerbit dan penulis tidak berhadapan dengan risiko stok. Jika ada pembeli, maka tinggal mengirimkan ebook tersebut ke alamat email dan media lain secara langsung.
Kekurangan lainnya adalah tantangan pada stok. Mencetak buku dalam eksemplar tinggi ada risiko stok tidak keluar karena penjualan rendah. Bisa juga stok buku cetak sudah habis, tapi order masih berjalan.
Baca juga: Pengertian Ebook: Fungsi, Tujuan, Format, dan Cara Membuat Ebook
Kekurangan Ebook
Meskipun memiliki berbagai kelebihan, ebook juga tidak luput dari kekurangan. Dibandingkan dengan buku cetak, berikut beberapa kekurangan ebook:
1. Membuat Mata Pembaca Mudah Lelah
Ebook bisa membuat pembaca mudah lelah. Sebab paparan cahaya dari perangkat elektronik bisa membuat mata mudah lelah dan kering. Berbeda dengan buku cetak.
2. Ketergantungan pada Perangkat Elektronik
Tanpa perangkat elektronik, listrik, dan baterai di perangkat yang memadai. Maka ebook tidak bisa dibaca. Sehingga sangat tergantung pada perangkat elektronik. Bahkan ebook daring di website, butuh jaringan internet stabil dan kuota dari pembaca.
3. Distraksi Lebih Tinggi
Kekurangan berikutnya, potensi distraksi cukup tinggi. Misalnya dibaca di smartphone. Jika mendadak ada notifikasi dari akun medsos, maka fokus pembaca teralihkan.
4. Risiko Pelanggaran Hak Cipta Lebih Tinggi
Ebook rentan terjadi pelanggaran Hak Cipta. Sebab file yang dimiliki pembeli bisa dijual ke relasi dan orang lain secara online. Jadi, penyebarluasannya sulit dikontrol.
5. Tidak Cocok untuk Semua Kalangan Pembaca
Tidak semua orang melek teknologi dan bisa membaca ebook di komputer atau smartphone. Selain itu, beberapa orang tidak nyaman membaca ebook. Sehingga tidak sedikit yang bertahan di buku cetak.
Buku Cetak atau Ebook, Mana yang Lebih Baik?
Setelah melihat perbandingan cetak buku vs ebook di atas, yakni dari sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lalu, mana yang memang lebih baik dipilih penulis untuk menerbitkan naskah bukunya?
Jawabannya adalah, baik buku cetak maupun ebook sama-sama menjadi pilihan yang baik serta tepat. Jadi, keduanya sama-sama pilihan yang sama baiknya. Namun, para penulis bisa menimbang beberapa aspek tambahan untuk memilih versi terbit yang lebih baik sesuai kondisi penulis sendiri.
Bagi penulis yang memiliki anggaran memadai, dianjurkan untuk menerbitkan buku cetak sekaligus ebook. Sebab keduanya sama-sama punya kelebihan tersendiri dan memiliki pembaca atau peminat sama banyaknya.
Namun, jika kondisi anggaran kurang memadai. Penulis bisa menentukan pilihan terbaik dengan memperhatikan beberapa aspek. Dimulai dari tujuan. Jika tujuan buku tersebut diterbitkan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (daring), maka menerbitkan versi ebook lebih ideal. Begitu juga sebaliknya.
Contoh lain, jika tujuan penulis adalah untuk menerbitkan buku yang isinya ada banyak ilustrasi. Misalnya foto, grafik, tabel, dan sejenisnya. Maka menerbitkan buku tersebut dalam versi cetak sangat dianjurkan. Sebab ketika elemen desain dicetak di media kertas, maka cenderung lebih jelas dan mudah dipahami.
Mengapa Penulis Sebaiknya Mempertimbangkan Keduanya?
Dalam penjelasan terkait cetak buku vs ebook, tentunya juga dipahami bahwa keduanya sama-sama menarik untuk dipilih. Jika kondisi memungkinkan, para penulis sangat dianjurkan untuk menerbitkan naskah dalam dua versi tersebut sekaligus. Kenapa? Berikut beberapa alasannya:
1. Menjangkau Berbagai Preferensi Pembaca
Menerbitkan buku dalam versi cetak sekaligus elektronik memudahkan dalam menjangkau pembaca lebih luas. Sebab distribusi tidak mengenal batasan ruang dan waktu. Selain itu, cocok untuk semua pembaca. Jika pembaca suka ebook, maka bisa membaca versi ebook. Sebaliknya, jika suka buku cetak bisa memilihnya.
2. Mendukung Berbagai Bentuk Pembelajaran
Jika menerbitkan buku cetak sekaligus ebook, maka buku yang disusun penulis bisa diterapkan ke berbagai bentuk pembelajaran. Baik itu pembelajaran jarak jauh maupun pembelajaran tatap muka.
3. Meningkatkan Potensi Penjualan Tinggi
Menerbitkan dua versi buku bisa meningkatkan jumlah pembaca dan juga angka penjualan. Sebab bisa menargetkan pembaca suka ebook sekaligus penyuka buku cetak sekaligus. Sehingga peluang terjual banyak lebih tinggi.
4. Meminimalkan Risiko Pasar
Alasan berikutnya adalah untuk meminimalkan risiko pasar berkaitan dengan stok buku. Jika stok buku habis, tidak harus cetak ulang. Sebab pembaca bisa dialihkan ke ebook. Begitu juga sebaliknya, sehingga manajemen risiko bisa lebih mudah.
5. Meningkatkan Aksesibilitas para Pembaca
Menghadirkan buku cetak dan juga ebook sekaligus meningkatkan aksesibilitas para pembaca. Bagi pembaca yang kesulitan menemukan buku tersebut di toko buku, bisa beralih ke ebook yang bisa diakses di Perpusnas daring sampai toko buku online.
6. Penguatan Citra Positif Penulis
Alasan lainnya adalah untuk menguatkan citra positif penulis sebagai penulis profesional. Sebab bisa mengikuti perkembangan zaman dan memahami kebutuhan dari para pembaca setianya. Hal ini didapatkan karena keputusan penulis yang merangkul semua pembaca setianya. Baik yang suka ebook maupun buku cetak.
Melalui beberapa alasan tersebut, cetak buku vs ebook tidak lagi memusingkan. Sebab para penulis bisa menerbitkan kedua versi tersebut sekaligus. Namun, bagaimana jika terbentur keterbatasan anggaran penerbitan?
Maka para penulis bisa lebih teliti memilih penerbit, memanfaatkan promo khusus dari penerbit, dan jika penulis adalah dosen bisa mengakses program insentif publikasi ilmiah. Jangan lupa juga untuk, berkonsultasi dengan penerbit yang dipilih sehingga dibantu mendapat solusi terbaik.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Buku cetak adalah lembaran kertas berisi teks dan konten lainnya yang dijilid menjadi satu buku fisik. Sementara ebook atau buku digital adalah versi elektronik dari sebuah buku yang tidak memiliki fisik, melainkan hadir dalam format digital seperti PDF, EPUB, MOBI, atau HTML, sehingga bisa diakses melalui perangkat elektronik seperti komputer dan smartphone.
Keduanya sama-sama pilihan yang baik. Bagi penulis dengan anggaran memadai, sangat dianjurkan untuk menerbitkan keduanya sekaligus karena masing-masing memiliki kelebihan dan segmen pembaca tersendiri. Jika anggaran terbatas, pilihan bisa disesuaikan dengan tujuan penerbitan dan karakteristik target pembaca.
Penulis bisa mempertimbangkan tujuan penerbitan terlebih dahulu. Jika buku ditujukan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh atau daring, ebook lebih ideal. Sementara jika buku banyak memuat ilustrasi seperti foto, grafik, atau tabel, buku cetak lebih dianjurkan karena elemen visual cenderung lebih jelas dan mudah dipahami saat dicetak di atas kertas.
Ada 6 alasan utama. Pertama, menjangkau berbagai preferensi pembaca sekaligus. Kedua, mendukung berbagai bentuk pembelajaran, baik tatap muka maupun daring. Ketiga, meningkatkan potensi penjualan karena menarget dua segmen pembaca. Keempat, meminimalkan risiko pasar terkait stok buku. Kelima, meningkatkan aksesibilitas pembaca yang kesulitan menemukan buku di toko fisik. Keenam, memperkuat citra penulis sebagai penulis profesional yang mengikuti perkembangan zaman.
Referensi:
- Qurotianti, A. (2025). E-Book VS Buku Cetak : Mana yang Lebih Relevan dengan Mahasiswa Masa Kini? Diakses pada 25 Mei 2026 dari https://library.umy.ac.id/e-book-vs-buku-cetak-mana-pilihanmu-sob/
- Ebook Vs Buku Cetak? Ini Kelebihan dan Kekurangannya. (2020). Deepublish Store. Diakses pada 25 Mei 2026 dari https://deepublishstore.com/blog/tips-trik/ebook-vs-buku-cetak/
- Haslinda, F., Maghfiroh, N., & Fadillah, S. R. (2022). Buku digital sebagai media pengembangan literasi. In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS) (Vol. 1, pp. 576-584). https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/download/113/98
- Kisno, K., & Sianipar, O. L. (2019). Perbandingan efektivitas buku digital versus buku cetakan dalam meningkatkan performa belajar mahasiswa. Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah), 2(1), 229-233. https://stiealwashliyahsibolga.ac.id/jurnal/index.php/jesya/article/view/49








