“Memahami Tanah Negara”: Karya Akademik Terbitan Deepublish yang Membuka Perspektif Baru tentang Hukum Pertanahan 

“Memahami Tanah Negara” Karya Akademik Terbitan Deepublish yang Membuka Perspektif Baru tentang Hukum Pertanahan

Penerbit Deepublish terus berkomitmen mendukung pengembangan literasi akademik melalui karya-karya ilmiah berkualitas. Salah satunya melalui kegiatan Bedah Buku “Memahami Tanah Negara” karya Dr. Yagus Suyadi, S.H., M.Kn., yang diselenggarakan di Politeknik Agraria STPN pada Jumat, 4 September 2026.

Buku “Memahami Tanah Negara” merupakan salah satu karya akademik terbitan Penerbit Deepublish yang mengangkat pembahasan mengenai penegakan hukum pertanahan, hukum pengadaan tanah, serta hukum pidana korupsi. Melalui kegiatan bedah buku ini, gagasan dan perspektif dalam buku tersebut didiskusikan secara lebih luas bersama akademisi, praktisi hukum, serta mahasiswa untuk memperkuat pemahaman mengenai isu pertanahan di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan pakar di bidang hukum, yaitu Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, S.H., M.H. selaku Ketua Komisi Kejaksaan, Prof. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., serta Dr. Oloan Sitorus, S.H., M.S. sebagai penanggap. Diskusi dipandu oleh Dr. Dwi Budi Martono, S.T., M.T. sebagai moderator.

Melalui forum akademik ini, buku Memahami Tanah Negara tidak hanya menjadi sebuah karya yang diterbitkan, tetapi juga menjadi media berbagi pengetahuan dan ruang dialog mengenai berbagai persoalan hukum pertanahan yang berkembang di masyarakat.

Dr. Yagus Suyadi, S.H., M.Kn. melalui bukunya membahas pentingnya memahami kedudukan tanah negara dalam sistem hukum Indonesia, termasuk berbagai aspek regulasi, pengadaan tanah, serta tantangan dalam proses penegakan hukum pertanahan. Pembahasan tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan akan tata kelola pertanahan yang transparan, berkeadilan, dan sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku.

Penerbit Deepublish memandang bahwa kegiatan bedah buku menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas dampak karya akademik. Sebuah buku tidak hanya berhenti pada proses penerbitan, tetapi perlu terus didiskusikan, dikaji, dan dimanfaatkan sebagai referensi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Kegiatan bedah buku ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi akademik di lingkungan perguruan tinggi. Dengan menghadirkan ruang diskusi ilmiah, karya para akademisi dapat terus berkembang dan menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, praktisi, maupun pemangku kebijakan.

Penerbit Deepublish akan terus berkomitmen mendampingi para akademisi dalam menghasilkan dan mendistribusikan karya ilmiah melalui berbagai bentuk publikasi, mulai dari buku ajar, buku referensi, monograf, hingga karya akademik lainnya.

Melalui karya-karya tersebut, Deepublish berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan Indonesia yang lebih kuat melalui ilmu pengetahuan dan literasi akademik.

Rekomendasi Artikel Lainnya