Promo Terbatas Ditutup Sewaktu-waktu

Hari
Jam
Menit
Detik

Mudah dan Lengkap, Begini Tahapan Layanan Konversi KTI Penerbit Deepublish 

Mudah dan Lengkap, Begini Tahapan Layanan Konversi KTI Penerbit Deepublish

Ada banyak sekali jenis karya tulis ilmiah (KTI) yang perlu disusun dan dipublikasikan oleh dosen. Mencakup artikel ilmiah untuk prosiding dan jurnal, hingga naskah buku ilmiah dan diterbitkan melalui penerbit resmi. 

Salah satu strategi agar produktivitas publikasi ilmiah dosen optimal, adalah lewat konversi KTI. Sehingga KTI berbentuk bukan buku (nonbuku) dikonversi menjadi naskah buku ilmiah. Misalnya artikel jurnal dikonversi menjadi buku referensi lalu diterbitkan. 

Konversi KTI tidak harus dikerjakan sendiri oleh dosen, terlebih jika agenda akademik sangat padat. Sebagai opsional, bisa mengakses layanan konversi KTI dari Deepublish. Lalu, seperti apa tahapan layanan konversi KTI Penerbit Deepublish? Berikut informasinya. 

Mengapa Karya Ilmiah Perlu Dikonversi Menjadi Buku?

Sebelum membahas tahapan layanan konversi KTI Penerbit Deepublish. Maka tentu perlu memahami kenapa konversi ini perlu dilakukan oleh para dosen. Ternyata, memang ada banyak sekali alasan untuk melakukan konversi tersebut. Seperti: 

1. Memperluas Jangkauan Pembaca dan Dampak KTI 

KTI yang disusun oleh dosen tentunya berkaitan dengan kegiatan tri dharma. Seperti kegiatan pendidikan dan pengajaran, melalui penyusunan dan pengembangan bahan ajar. Kemudian KTI dalam penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat (PkM). 

Setiap KTI tersebut tidak hanya berisi buah pemikiran dosen sebagai pakar di bidangnya. Akan tetapi juga memiliki hasil temuan penelitian yang mendorong iptek. Sehingga sangat tepat untuk diperluas jangkauan pembacanya hingga seluruh mahasiswa dan masyarakat di Indonesia. 

Oleh sebab itu, konversi KTI menjadi buku ilmiah adalah langkah tepat. Sehingga KTI yang awalnya hanya bisa diakses akademisi satu naungan dan masyarakat ilmiah. Kini bisa terbit menjadi buku yang kemudian dibaca dan dimanfaatkan informasi di dalamnya oleh masyarakat luas. Termasuk masyarakat awam (umum).  

2. Meraih Lebih Banyak Sumber SKS dalam BKD dan Angka Kredit 

Konversi KTI membuat dosen cenderung lebih mudah memenuhi target BKD. Tak cukup sampai disitu. Konversi tersebut juga membuka potensi akselerasi pengembangan karir akademik. 

Hal ini terjadi, karena KTI dikonversi menjadi buku ilmiah. Maka ada 2 KTI yang bisa diklaim dalam laporan BKD. Target BKD tentunya lebih cepat dipenuhi. Dalam 2 KTI tersebut juga sama-sama memberi tambahan poin angka kredit. 

Dosen pun bisa segera memenuhi ketentuan AK Kumulatif untuk naik ke jenjang jabatan akademik berikutnya. Semakin rutin melakukan konversi KTI, semakin banyak publikasi ilmiah dihasilkan. Dosen bisa lebih cepat naik jenjang jabatan akademik. 

3. Menguatkan Bukti Kompetensi dan Kinerja Akademik Dosen 

Dosen yang kompeten, tidak hanya dinyatakan lulus dalam sertifikasi dosen (serdos). Akan tetapi juga aktif menjalankan tugas akademik, khususnya tri dharma yang berisi 3 tugas pokok. 

Jika hanya menyusun KTI yang tidak dipublikasikan. Maka Kompetensi dosen dalam menjalankan tri dharma akan sukar diketahui publik dan pihak eksternal perguruan tinggi lainnya (perguruan tinggi lain, lembaga penelitian, pemerintah, organisasi, dll). 

Begitu juga jika KTI yang dipublikasikan di satu media, maka akan butuh waktu lama untuk dosen bisa membuktikan kompetensi dosen. Maka konversi KTI sangat dianjurkan karena bisa mengoptimalkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Sehingga menjadi bukti kompetensi atau kinerja dosen bisa diakses publik luas. 

4. Bukti Kepakaran Dosen di Suatu Bidang Keilmuan 

Konversi KTI membantu dosen untuk meningkatkan kualitas maupun kualitas publikasi ilmiah. Sebab tercatat sebagai portofolio publikasi ilmiah. Sekaligus berdampak pada peningkatan SINTA Score. Kemudian menjadi bukti kepakaran dosen di suatu bidang keilmuan. 

Dosen yang hanya mempublikasikan artikel di jurnal ilmiah, tentunya hanya dikenal kepakarannya di kalangan masyarakat ilmiah. Akan lebih tepat jika menghasilkan publikasi ilmiah di berbagai media. Termasuk menerbitkan buku ilmiah agar masyarakat awam juga mengetahui kepakaran dosen. 

Kenapa kepakaran dosen perlu ditunjukan ke publik luas? Sebab menunjukan dosen profesional dan menekuni bidang spesifik dan menjadi pakar di dalamnya. Kepakaran ini akan dibutuhkan oleh masyarakat luas, pelaku industri, hingga pemerintah. 

Baik untuk dimintai pendapat sebagai pakar, membantu merumuskan kebijakan, membantu masyarakat mengatasi suatu persoalan yang relevan dengan kepakaran dosen, kolaborasi penelitian dengan dosen dari perguruan tinggi lain, dll. 

5. Menyediakan Bacaan dan Referensi Kredibel 

Konversi KTI juga perlu dilakukan dosen untuk ikut berkontribusi menyediakan bahan bacaan atau meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Sebab KTI bisa diterbitkan menjadi buku ilmiah dan diakses masyarakat luas. 

Semakin banyak buku berkualitas, mudah diakses karena tersedia di berbagai toko buku daring dan luring, sekaligus banyak dan beragam topik pembahasannya. Tentu semakin meningkatkan minat baca. Sekaligus bisa menjadi referensi kredibel masyarakat ilmiah saat meneliti dan mengurus publikasi ilmiah. 

6. Optimasi Kinerja dan Reputasi Perguruan Tinggi 

Alasan berikutnya kenapa dosen perlu melakukan konversi KTI dan menerbitkan hasilnya dalam bentuk buku. Yakni untuk meningkatkan kinerja akademik dan reputasi akademik perguruan tinggi. 

Sebab publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh dosen adalah bagian dari kinerja akademik perguruan tinggi yang menaungi. Sehingga mendorong peningkatan nilai akreditasi, posisi klasterisasi, hingga pemeringkatan di tingkat global. Sehingga reputasi perguruan tinggi menguat. 

7. Mengakses Manfaat Ekonomi dari KTI 

Konversi KTI juga sangat dianjurkan untuk kalangan dosen, karena bisa memberi manfaat ekonomi. Berbeda dengan publikasi di jurnal maupun prosiding, kerja keras dosen tidak memberi manfaat ekonomi. Namun, jika terbit menjadi buku ilmiah maka ada manfaat ekonomi berbentuk royalti. 

Tahapan Layanan Konversi KTI Penerbit Deepublish

Penerbit Deepublish merupakan salah satu penerbit resmi di Indonesia yang juga menyediakan layanan konversi KTI. Melalui layanan ini, para dosen bisa mendapat kemudahan untuk mengonversi KTI bukan buku menjadi buku ilmiah siap terbit. 

Sebab, KTI bukan buku tentunya tidak bisa langsung diterbitkan menjadi buku sebelum dilakukan konversi. Hal ini terjadi karena ada perbedaan struktur penulisan, gaya bahasa, kedalaman pembahasan, standar jumlah halaman, dan aspek lainya. 

Jika Anda seorang dosen, dan tidak memungkinkan untuk mengerjakan konversi KTI sendiri. Tidak perlu ragu mengakses bantuan dari tim Deepublish. Berikut adalah rincian tahapan layanan konversi KTI Penerbit Deepublish: 

1. Mendaftar Layanan Konversi KTI dan Mengirimkan Naskah 

Dosen yang sudah menyusun KTI berbentuk bukan buku dan tertarik dikonversi menjadi buku ilmiah bersama tim Deepublish. Maka bisa mulai mengakses layanan konversi dengan melakukan pendaftaran secara daring. 

Pendaftaran daring melalui portal khusus yang disiapkan tim Deepublish dan diikuti proses pengisian form daring pendaftaran. Pada tahap selanjutnya, dosen bisa mengirimkan naskah KTI yang ingin dikonversi menjadi buku ilmiah. 

Naskah KTI tersebut bisa disiapkan dalam bentuk file Word (dalam format .doc atau .docx). Sehingga bukan dalam format PDF dan dikirimkan sesuai prosedur yang dijelaskan tim Customer Service Deepublish. 

Lalu, jenis KTI bukan buku apa saja yang bisa dibantu konversi oleh Deepublish? KTI tersebut bisa berbentuk tugas akhir yang mencakup skripsi, tesis, maupun disertasi. Tugas akhir ini bisa dibantu dikonversi menjadi buku monograf atau referensi. 

Kemudian juga laporan penelitian, artikel ilmiah pada prosiding, artikel ilmiah pada jurnal, modul pembelajaran untuk dikonversi menjadi buku ajar, dan lain sebagainya sesuai ketentuan layanan konversi dari Deepublish. 

2. Screening Naskah

Tahap kedua, masuk ke proses screening naskah oleh tim konversi dari Deepublish. Pada tahap ini, naskah KTI yang dikirim oleh dosen akan diperiksa untuk mengetahui kualitasnya. Apakah ada kesalahan ketik, susunan kalimat, ejaan, tanda baca, dan sebagainya. 

3. Parafrase dan Restrukturisasi Naskah

Tahap layanan konversi KTI Penerbit Deepublish yang ketiga adalah tahap parafrase dan restrukturisasi naskah. Struktur naskah KTI yang dikirim dosen selaku penulis akan dilakukan penyesuaian dengan standar struktur buku ilmiah. 

Jika KTI berbentuk modul dan ingin dikonversi menjadi buku ajar, maka struktur modul diubah ke struktur buku ajar. Demikian halnya dengan konversi KTI seperti laporan penelitian menjadi buku referensi atau buku ilmiah lain. 

Selain itu, pada saat konversi dilakukan tim dari Deepublish tidak hanya melakukan parafrase di sebagian kecil naskah. Melainkan dilakukan parafrase total, sehingga ada perubahan substansi pembahasan. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan skor similarity indeks yang rendah. 

4. Layout Buku

Setelah konversi KTI menjadi naskah buku selesai dikerjakan, maka naskah akan dialihkan ke tim desain grafis. Yakni untuk masuk di tahap desain layout buku. Termasuk juga desain untuk cover (sampul buku). 

5. Proses Feedback dan Revisi

Naskah buku hasil revisi yang juga sudah diatur tampilan atau layout dan dilengkapi cover, kemudian dikirim ke penulis (dosen) untuk diperiksa serta disetujui. Pada tahap ini, jika hasil konversi maupun desain layout perlu ada perubahan. Maka dosen penulis bisa menyampaikan ke tim Deepublish untuk direvisi. 

6. Pengajuan ISBN dan Hak Cipta 

Dalam layanan konversi KTI, Deepublish juga menyediakan fasilitas penerbitan. Sehingga dibantu sampai proses penerbitan tersebut secara menyeluruh. Naskah hasil konversi dan desain layout serta cover yang sudah disetujui penulis akan masuk ke proses produksi. 

Jika diterbitkan dalam versi cetak, maka akan ada tahap cetak hingga penjilidan buku. Jika diterbitkan dalam versi elektronik, maka akan langsung masuk ke tahap pengajuan E-ISBN dan Hak Cipta. Deepublish memastikan buku asil konversi terbit ber-ISBN dan dilindungi Hak Cipta. 

7. Proses Promosi dan Distribusi 

Penerbit Deepublish juga menyediakan fasilitas pemasaran dan distribusi buku hasil konversi yang dikerjakan. Sehingga para dosen bisa terima beres. Sebab setelah nasah masuk ke proses produksi, maka tinggal duduk manis dan buku tersebut sudah bisa diakses pembaca. 

Ubah Karya Ilmiah Anda Menjadi Buku Bersama Penerbit Deepublish!

Penerbit Deepublish mulai menyediakan layanan penerbitan di tahun 2010. Seiring berjalannya waktu, Deepublish terus berbenah dan mengembangkan jenis serta cakupan layanan yang disediakan. Layanan konversi KTI menjadi bagian dari pengembangan tersebut. 

Layanan ini menyesuaikan dengan kebutuhan dosen di Indonesia dalam melakukan konversi KTI menjadi buku ilmiah siap terbit. Dosen yang memiliki beban kerja akademik tinggi sering kesulitan menyisakan waktu untuk menulis dan konversi KTI. Sehingga layanan ini bisa menjadi pilihan agar konversi dikerjakan ahlinya dan dosen fokus ke tri dharma lain. 

Bagi Anda yang ingin mengonversi KTI bukan buku dan terbentur masalah kesibukan tinggi, waktu terbatas, kesulitan mulai konversi dari mana, dan kendala lainnya. Jangan ragu mengakses layanan konversi KTI dari Deepublish. 

Detail lebih rinci mengenai tata cara daftar layanan konversi. Kemudian juga informasi mengenai seluruh tahapan layanan konversi KTI Penerbit Deepublish, Anda bisa bisa mengunjungi laman Layanan Konversi KTI.

Rekomendasi Artikel Lainnya