Butuh Rekomendasi Tools Menulis Buku Ajar OBE? Para Dosen Bisa Menimbang 10 Platform Ini 

Butuh Rekomendasi Tools Menulis Buku Ajar OBE Para Dosen Bisa Menimbang 10 Platform Ini

Dosen di Indonesia berhadapan dengan beban kerja akademik tinggi dan beban administrasi yang sulit ditolak maupun diantisipasi. Meskipun begitu, dosen masih harus bisa melaksanakan seluruh keajaiban akademik secara beriringan. 

Tidak terkecuali pada kewajiban menulis dan menerbitkan buku ajar sebagai bagian dari tugas pendidikan. Dalam prosesnya, dosen mungkin dipusingkan dengan berbagai permasalahan teknis. 

Seperti sitasi yang rumit karena masih dikerjakan manual, file dokumen naskah yang mendadak rusak atau bahkan hilang, kerepotan membuat konten ilustrasi sebagai pelengkap buku ajar, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kenapa, tidak mempertimbngkan penggunaan tools menulis buku ajar OBE atau berbasis OBE? Berikut informasinya. 

10 Tools yang Bisa Mempercepat Penyusunan Buku Ajar OBE

Perkembangan Revolusi Industri 5.0 membuat teknologi semakin dekat dengan para pengguna. Sebab ada tuntutan untuk berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan. Termasuk menghasilkan karya tulis dalam bentuk naskah buku ajar siap terbit. 

Tidak hanya teknologi berbasis AI (Artificial Intelligence) alias teknologi Kecerdasan Buatan. Akan tetapi juga pemanfaatan teknologi lainnya yang sudah dalam bentuk platform siap pakai. 

Bagi para dosen yang akan menyusun buku ajar, maka menggunakan berbagai tools bisa dipertimbangkan. Sebagai rekomendasi untuk efisiensi dan optimasi kualitas naskah, berikut beberapa tools menulis buku ajar OBE yang bisa digunakan: 

1. KBBI Daring

Buku ajar termasuk dalam kategori buku ilmiah, sehingga terikat dengan beberapa aturan teknis penulisan hingga penerbitan. Meskipun ditargetkan untuk dibaca kalangan mahasiswa dan mengutamakan gaya penyajian populer. 

Tentunya tetap harus menggunakan ragam kosakata baku. Sehingga untuk memastikan setiap diksi (pilihan kata) yang dipakai selalu baku. Sekaligus makna relevan dengan konteks kalimat yang disusun pada naskah. 

Maka bisa menggunakan KBBI Daring (Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan—Online). Melalui platform yang dikelola dan dikembangkan Kemdikdasmen ini. Para dosen bisa mengecek kosakata baku, lengkap dengan maknanya. Sehingga pemilihan diksi bisa lebih tepat. 

2. PASTI Kemdikdasmen

Tools menulis buku ajar OBE yang kedua masih kelolaan Kemdikdasmen. Selain KBBI Daring, para dosen juga bisa mengandalkan platform PASTI Kemdkdasmen. PASTI (Padanan Istilah) merupakan platform yang memberikan informasi daftar padanan istilah untuk istilah dari bahasa asing. 

Misalnya istilah “online” dari bahasa Inggris, diganti ke padanan istilah “daring” atau “dalam jaringan”. Adanya platform berbasis website ini, tentunya membantu dosen menemukan istilah dalam bahasa Indonesia yang relevan dengan istilah bahasa asing. Misalnya dari referensi dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. 

Dosen tidak perlu menggunakan istilah asing apa adanya dan menunggu menjadi kata serapan. Namun, bisa mengecek di website PASTI untuk mengetahui padanan istilahnya apa. Platform ini juga bisa digunakan saat dosen menerjemahkan buku ajar dalam bahasa asing ke bahasa Indonesia. 

Adanya padanan istilah yang bisa dicek secara daring melalui website PASTI. Tentunya bisa membantu dosen memahami referensi bahasa asing tanpa risiko salah menangkap konteks. Begitu juga saat menerjemahkan referensi maupun menerjemahkan naskah buku ilmiah berbahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. 

3. Google Docs

Buku ajar tidak hanya bisa disusun dosen sebagai penulis tunggal. Satu naskah bisa dikerjakan secara kolaboratif oleh beberapa orang dosen. Sehingga bisa lebih efisien dalam pengerjaan naskah, sekaligus meningkatkan mutu substansi naskah tersebut. Sebab setiap dosen bisa saling sharing fasilitas penulisan naskah. 

Supaya kolaborasi dalam penulisan buku ajar lebih efektif dan real time. Maka bisa menggunakan Google Documents atau Google Docs sebagai tools menulis buku ajar OBE. Melalui platform olah kata daring ini, para dosen dimudahkan dalam berkolaborasi secara daring juga. 

Sebab bisa saling meninggalkan komentar di dalam file naskah. Selain itu, sudah bisa diintegrasikan dengan aplikasi manajemen referensi seperti Zotero. Sehingga memberi efisiensi lebih juga dalam penulisan sitasi hingga halaman daftar pustaka. 

4. Microsoft Word 

Tidak semua dosen merasa nyaman dan cocok menulis naskah buku ajar berbasis OBE menggunakan Google Docs. Dalam proses kolaborasi penulisan dan penerbitannya, para dosen juga bisa menggandakan aplikasi olah kata luring. Salah satunya yang populer dan legendaris, adalah Microsoft Word. 

Ms Word yang sifatnya aplikasi dan terinstal di perangkat elektronik, sekaligus luring. Maka tentunya nyaman digunakan, karena stabil. Disebut demikian karena tidak tergantung dengan jaringan internet. Meskipun belum bisa mendukung kolaborasi dengan penulis lain. 

Namun, bisa tetap berdiskusi secara jarak jauh melalui email, chat personal atau lewat grup di WhatsApp maupun Telegram. Selain itu, ideal juga untuk dosen yang menyusun buku ajar sebagai penulis tunggal. 

Ms Word masih menjadi pilihan banyak dosen, karena memang sudah memberi rasa nyaman. Selain itu, fitur di dalamnya juga lengkap dan menunjang dalam proses penulisan naskah. Selain teks, juga ada fitur lain untuk memberi konten visual. Seperti grafik, tabel, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

5. Mendeley dan Zotero 

Tools menulis buku ajar OBE berikutnya adalah deretan panjang aplikasi manajemen referensi. Kalangan akademisi, dosen dan mahasiswa di Indonesia kebanyakan menggunakan Mendeley dan Zotero. Namun, masih ada pilihan lain yang cukup banyak. Misalnya EndNote, Paperpile, MyBib, ReadCube Papers, dan sebagainya. 

Melalui aplikasi manajemen referensi ini, dosen bisa mendapat kemudahan dan kecepatan dalam melakukan sitasi pada kutipan. Disusul dengan proses penyusunan halaman daftar pustaka yang tentunya lebih cepat dan hasilnya juga lebih tepat. 

Sitasi dan halaman daftar pustaka menjadi bagian dari struktur dan aturan penulisan KTI, termasuk naskah buku ajar. Sebab bisa menjadi bentuk penghargaan dosen atas karya orang lain yang dikutip, menghindari plagiarisme, hingga memberi rekomendasi bacaan relevan kepada pembaca. 

Menyusu sitasi dan daftar pustaka menjadi lebih cepat, karena cukup memakai fitur tertentu dari aplikasi manajemen referensi. Dalam beberapa kali klik, referensi masuk ke database aplikasi. Kemudian, dengan beberapa klik lainnya sitasi pada kutipan selesai disusun. Begitu juga dengan daftar pustaka. 

Baca juga: 18 AI untuk Membuat Daftar Pustaka, Makin Cepat!

6. Canva

Canva juga menjadi salah satu tools menulis buku ajar OBE yang bisa dimanfaatkan para dosen. Melalui aplikasi ini, naskah buku ajar bisa lebih atraktif, menarik, dan tentunya bisa dibuat interaktif. Sehingga relevan untuk kebutuhan menjalankan metode pembelajaran modern yang berpusat pada mahasiswa. 

Apa saja yang bisa dilakukan dosen dengan Canva? Bisa menggunakan aplikasi ini untuk kebutuhan membuat elemen visual. Misalnya tabel dengan tampilan lebih atraktif, grafik dengan berbagai jenis tampilan dan kombinasi warna menarik, membuatkan infografis, ilustrasi, foto atau gambar, dan sebagainya. 

Tak hanya itu, Canva juga bisa membantu dose menyusun QR Code yang bisa dimasukan ke dalam naskah buku ajar. Sehingga mahasiswa bisa melakukan scan pada QR Code tersebut untuk terhubung ke konten pelengkap buku. Misalnya terhubung ke tautan video edukasi, animasi edukasi, dll. 

7. Wordtune 

Berikutnya ada platform bertajuk Wordtune. Platform dengan teknologi AI ini dikembangkan oleh Google dan menyediakan layanan asisten kepenulisan (writing assistant). Sehingga banyak fitur yang disediakan memberi kemudahan, kepraktisan, dan efisiensi dalam proses menulis. 

Maka Wordtune menjadi salah satu tools menulis buku ajar OBE yang bisa dipertimbangkan para dosen. Melalui platform ini, para dosen akan dibantu melakukan parafrase. 

Misalnya menyusun kutipan tidak langsung agar skor similarity tidak terlalu tinggi, menyederhanakan penjelasan materi agar lebih mudah dipahami mahasiswa, dan tujuan lainnya. 

Wordtune juga bisa dituju dosen untuk kebutuhan merangkum referensi. Baik dalam file berbentuk PDF maupun format lain, bahkan merangkum referensi berbentuk video dari laman YouTube. Sehingga membantu memudahkan pemahaman referensi, khususnya referensi teks panjang dan/atau video durasi panjang.

8. Quillbot

Quillbot juga menjadi salah satu tool menuli buku ajar OBE yang bisa dipertimbangkan. Secara sekilas, fiturnya tidak berbeda jauh dengan Wordtune. Misalnya, fitur utamanya yang berupa parafrase. 

Selain untuk kebutuhan parafrase, aplikasi berbentuk website ini juga bisa diandalkan untuk cek kesamaan teks (plagiarisme). Kemudian, ada juga fitur untuk AI Detektor, AI Humanizer, Grammar Checker, dan masih banyak lagi yang lainya. 

Baca juga: 25 Pilihan Platform AI untuk Parafrase

9. Trello 

Trello juga bisa menjadi alat bantu dalam efisiensi penulisan naskah buku ajar. Melalui aplikasi ini, dosen bisa menyusun tahapan penyusunan naskah. Sekaligus mengatur jadwal penyusunan setiap bab, subbab, dan turunannya. 

Sehingga jadwal penulisan naskah lebih jelas, sekaligus mudah dilakukan monitoring maupun tracking. Trello juga bisa diandalkan untuk menulis buku ajar secara kolaboratif, sehingga bisa membangun komunikasi secara jarak jauh dan real time. 

10. Google Drive

Bagi para dosen yang sering menulis dimana saja dan kapan saja. Maka akan lebih nyaman serta ideal jika file naskah buku ajar disimpan secara daring. Menggunakan layanan penyimpanan cloud (awan). Misalnya dari Google Drive. 

Melalui layanan ini, file naskah bisa disimpan daring dengan memanfaatkan akun Google dan sudah gratis penyimpanan awan sampai 15 GB. Selain itu juga untuk memudahkan berbagi file naskah buku dengan kontributor atau tim penulis maupun dengan editor penerbit. 

Selain Google Drive, masih banyak lagi layanan penyimpanan awan bisa diandalkan para dosen. Sebagai opsional bisa mempertimbangkan Microsoft OneDrive, Dropbox, iCloud, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Satu Hal yang Perlu Diingat: Tools Ini Mempercepat Proses, Bukan Menggantikan Dosen 

Menggunakan tools menulis buku ajar OBE membantu memberi efisiensi. Misalnya, jika butuh seharian menyusun halaman daftar pustaka karena dikerjakan manual. Bersama Mendeley, Zotero, EndNote, atau platform AI dengan fungsi sejenis. Maka bisa diselesaikan dalam hitungan menit. Bahkan beberapa detik saja. 

Teknologi AI yang berkembang pesat, disusul dengan popularitas yang menanjak. Membuat opsi platform berbasis AI semakin jama dijumpai. Mayoritas bisa diandalkan para dosen dalam menyusun karya tulis ilmiah (KTI). Tidak terkecuali untuk menulis buku ajar yang sudah disesuaikan dengan kurikulum OBE. 

Meskipun begitu, semua tools menulis ini hanya bisa difungsikan sebagai alat bantu oleh dosen. Sehingga tidak bisa difungsikan sebagai pengganti dosen. Sebab berkaitan dengan etika, yang menempatkan dosen sebagai pencipta karya tulis. Begitu juga dengan etika akademik dan etika publikasi ilmiah. 

Dosen diperbolehkan memanfaatkan Chat GPT untuk membantu memahami suatu topik atau materi yang dibahas di dalam naskah buku ajar. Akan tetapi, saat menggunakan Chat GPT untuk membuatkan naskah buku ajar dari bab tertentu, hingga keseluruhan bab. Hal ini yang tidak diperbolehkan. 

Sebab sama artinya menggantikan peran dosen sebagai penulis atau pencipta karya tulis berbentuk buku ajar tersebut. Oleh sebab itu, menggunakan tools menulis buku ajar OBE perlu memahami batas penggunaan agar tidak terjadi pelanggaran etika. Membantu lebih memahami batasan tersebut. 

Sekaligus memiliki acuan dalam menyusun naskah buku ajar yang sesuai kurikulum OBE. Maka para dosen bisa membaca ebook Panduan Menulis Buku Ajar Berbasis OBE dari Deepublish. Ebook bisa dilihat dan diunduh melalui tautan berikut:

ebook panduan praktis menulis buku ajar berbasis OBE

Panduan Praktis Menulis Buku Ajar Berbasis OBE

Ebook ini membahas panduan praktis menyusun buku ajar berbasis Outcome Based Education (OBE), mulai dari perencanaan, penyelarasan CPL–CPMK dengan RPS, teknik penulisan, hingga penyuntingan naskah. Cocok untuk dosen dan akademisi yang ingin menghasilkan buku ajar sesuai kurikulum OBE untuk mendukung pembelajaran mahasiswa.

Download Ebook Gratis

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa saja tools yang dapat digunakan untuk menulis buku ajar OBE?

Artikel merekomendasikan 10 tools, yaitu KBBI Daring, PASTI Kemdikdasmen, Google Docs, Microsoft Word, Mendeley dan Zotero, Canva, Wordtune, Quillbot, Trello, dan Google Drive.

2. Apa tools yang bisa digunakan untuk menulis buku ajar secara kolaboratif?

Google Docs dapat digunakan untuk menulis secara kolaboratif dan real time. Trello juga dapat membantu kolaborasi sekaligus mengatur tahapan serta jadwal penyusunan naskah.

3. Apakah tools dapat menggantikan peran dosen dalam menulis buku ajar?

Tidak. Artikel menegaskan bahwa berbagai tools berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi, bukan menggantikan dosen sebagai penulis atau pencipta karya. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan etika akademik dan publikasi ilmiah.

4. Apakah dosen boleh menggunakan AI dalam proses menulis buku ajar OBE?

Boleh. Teknologi AI dapat menjadi salah satu alat bantu dalam memahami topik atau materi. Namun, penggunaannya perlu memperhatikan batasan etika agar tidak mengambil alih peran dosen sebagai penulis atau pencipta karya.

Referensi:

  1. Penerbit Deepublish. [@penerbitbukudeepublish]. (2026, Oct 07). ​Beban mengajar dan tugas struktural sedang padat, tapi tetap dituntut segera…[Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DeOL7UgiL5d/ 
  2. Lestari, A. I. (n.d). 6 Rekomendasi Tools Menulis Agar Lebih Produktif Setiap Hari. Diakses pada 26 Oktober 2026 dari https://nasmedia.id/blog/6-rekomendasi-tools-menulis-agar-lebih-produktif-setiap-hari/
  3. 15+ Tools yang Membantu Dosen dalam Menulis Buku. (2025). Parafrase Indonesia. Diakses pada 26 Oktober 2026 dari https://parafraseindonesia.com/panduan-terbit/tools-yang-membantu-dosen-dalam-menulis-buku/

Rekomendasi Artikel Lainnya