Promo Terbatas! ⚠️

Cetak buku diskon 35%, bonus tambahan eksemplar dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

3 Langkah Penting Membuat Buku Ajar dari Hasil Penelitian

Buku Ajar dari Hasil Penelitian

Bagi seorang dosen menulis buku ajar dari hasil penelitian sangatlah penting. Selain memudahkan dosen dalam memyampaikan materi ajar, juga dapat membantu mahasiswa memahami mata kuliah langsung dari hasil penelitian yang ada.

Dalam pembuatan buku ajar dari hasil penelitian, semua duduk tentu harus memuat sudut pandang jelas terutama tentang prinsip-prinspi yang digunakan, pendekatan yang dianut, metode yang digunakan serta teknik-teknik pengajaran yang digunakan.

Susunannya pun harus teratur, sistematis, bervariasi, dan kaya akan informasi. Selain itu harus mempunyai daya tarik kuat karna berhubungan langsung dengan mahasiswa.  Pada artikel ini akan kami beberkan 3 tahapan penting dalam membuat buku ajar dari hasil penelitian yang memiliki daya tarik.

Cara Membuat Buku Ajar

Sebelum menulis buku, sebaiknya Anda menyimak cara membuat buku ajar berikut:

1. Gunakan Bahasa Sendiri

Pertama yang harus diperhatikan saat menulis buku ajar dari  hasil penelitian adalah bagaimana cara penulisannya. Usahakan untuk menulis buku ajar dengan bahasa sendiri alias dengan menggunakan gaya bahasa sendiri yang didasarkan pada hasil pemikiran dari dosen itu sendiri.

Proses penulisan dengan cara ini dapat dimulai dengan pengumpulan terhadap informasi-informasi, memahaminya, kemudian melakukan kontemplasi dan kolaborasi pengertian-pengertian, kemudian menuangkannya ke dalam bentuk tulisan dengan gaya bahasa dosen  itu sendiri.

Membuat Buku Ajar dari Hasil Penelitian

Dosen dapat menulis dengan menggunakan cara ini, dengan asumsi bahwa dosen sebagai penulis dianggap sebagai pakar dalam bidangnya. Dalam artian memiliki kemampuan menulis sekaligus kemampuan dalam memahami kebutuhan mahasiswa, yang selanjutnya disebut sebagai pembaca.

Dalam proses ini dosen dianjurkan untuk menulis dan menyusun dengan cara berkelompok atau berkolaborasi dengan beberapa dosen lain yang memiliki bidang keahlian sama (peer group). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas tulisan dan pengayaan ide dalam menulis buku ajar itu sendiri.

Ketika bahasa buku ajar dari hasil penelitian mudah dimengerti dan to the point, mahasiswa pun akan lebih mudah dalam memahami sehingga mereka bisa lebih mudah pula dalam mempelajarinya.

2. Pemilihan Diksi

Pemilihan diksi disebut juga pemilihan kata yang tepat dan pas. Diksi yang baik adalah yang disampaikan menggunakan pilihan kata yang sederhana. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu tinggi atau melebarl, karena justru menimbulkan kesulitan pemahaman peserta didik.Pemilihan diksi yang tepat disesuaikan dengan usia pembaca. Jika diperuntukan untuk akademisi, maka dapat menggunakan diksi yang ilmiah.

Sebaliknya, jika pembaca adalah berasal dari kaum muda, maka diksi yang tepat menggunakan bahasa yang sesuai dengan mereka.Terkait pemilihan diksi, penulis wajib melihat korelasi dan keakurasian. Apakah diksi yang dipilih sesuai dengan situasi dan cocok digunakan? Sebagai contoh, jika penulisan buku mengulas tentang makanan, maka aneh jika pemilhan diksi menggunakan pilihan kata yang sifatnya ilmiah.

3. Pengemasan Kembali Informasi

Menulis buku ajar dari hasil penelitian yang menarik juga perlu memperhatikan teknik pengemasan kembali informasi.  Cara pengemasan kembali informasi adalah cara yang paling banyak digunakan oleh dosen dalam menulis buku ajar, terutama buku ajar untuk perguruan tinggi.

Dimana dosen sebagai penulis tidak menulis dari awal (from nothing or from scratch), akan tetapi melalui pengemasan kembali informasi yang ada dengan kemasan baru dan melakukan penyuntingan terhadap buku-buku yang dipakai sebagai acuan. Dengan kata lain, menulis berdasarkan tulisan penulis lain atau sumber tulisan lain yang sudah ada sebelumnya.

Proses penulisan ini dimulai dengan melakukan pengkajian terhadap buku-buku acuan (buku referensi), menangkap pokok pikirannya, kemudian menuangkan dalam bentuk tulisan yang baru.

Salah satu teknik pengutipan yang banyak digunakan dalam cara penulisan dengen mengemas kembali informasi adalah model Horward. Meski begitu perlu dicatat, buku ajar yang baik jika kutipannya tidak lebih dari 10 % dari keseluruhan isi buku itu sendiri.

Demikian 3 Cara Sederhana menulis buku ajar dari hasil penelitian supaya memiliki daya tarik bagi mahasiswa. Semoga bermanfaat!

Setelah selesai menulis, Anda perlu memilih penerbit untuk menerbitkan buku ajar ber-ISBN di penerbit anggota IKAPI agar buku diakui Dikti.

Terbitkan buku di Penerbit Deepublish saja! Sudah 5000+ lebih akademisi dari doktor hingga profesor menerbitkan di sini. Anda tak perlu bingung soal format hingga proses penerbitan, konsultan kami akan membantu hingga buku Anda berhasil terbit.

Jadi, tak perlu ragu lagi, silakan daftar melalui laman Menerbitkan Buku di Deepublish sekarang juga!

Pahami secara lengkap tentang “buku ajar”:

Kontributor: Novia Intan

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama