Cara Membuat Buku: Kenalilah 5 Hambatan Saat Menulis Buku!

cara membuat buku

Cara membuat buku, hambatan akan terjadi di saat kita mencoba untuk mewujudkan tujuan yang telah kita tentukan, tidak terkecuali saat cara membuat buku.

Cara membuat buku | Penahkah Anda merasa minder? Atau berkonflik dengan batin Anda sendiri? Jika pernah, itu menandakan bahwa Anda masih punya sisi manusiawi. Sisi yang mungkin tidak Anda sadari tersebut sebenarnya sangatlah berguna bagi karier dalam hidup Anda. Dengan merasakan segala pikiran yang dapat membuat Anda down, Anda dapat mengenali kelemahan-kelemahan yang dapat menjadi hambatan Anda. Mengenali hambatan bukanlah tindakan yang negatif, melainkan kegiatan yang positif. Mengapa? Anda tidak akan pernah bisa untuk mengatasi masalah Anda jika Anda tidak pernah mengetahuinya.

Dalam cara membuat buku, hambatan yang muncul terhitung cukup besar. Ada 2 klasifikasi hambatan yang sudah diketahui sampai saat ini, yaitu: hambatan internal dan hambatan eksternal. Umummya, hambatan eksternal meliputi proses penerbitan, percetakan, pemasaran, dan lain sebagainya. Sehingga, hambatan eksternal sebenarnya lebih mudah diatasi karena Anda melihat sendiri kondisi real yang ada di lapangan. Lalu, hambatan internal datang dari diri sendiri. Hambatan ini sifatnya tidak terlihat, sehingga penulis wajib memahami dirinya sendiri sebelum melakukan cara membuat buku.

Hambatan internal dalam cara membuat buku ada berbagai macam jenisnya, tergantung karakter penulis itu sendiri. Walaupun begitu, secara umum, ada beberapa hambatan yang telah diketahui untuk Anda yang ingin cara membuat buku. Berikut ini adalah keterangannya.

 

  1. Bingung bagaimana memulainya

Everything is always seemed impossible, until it is done” – Nelson Mandela. Berdasarkan dari kutipan mendiang Nelson Mandela, dapat disimpulkan bahwa semuanya terasa mustahil sampai pada akhirnya hal itu terselesaikan. Permulaan adalah titik terberat dalam setiap pekerjaan, sehingga rasa malas memang menjadi momok menakutkan. Ya, malas adalah salah satu sifat alami manusia. Ketika tenaga terkuras sampai titik nadi dan hati tidak berkompromi, maka rasa malas pun merajai. Maka dari itu, semua orang hebat di dunia pasti akan membunuh satu sifat mereka untuk menjadi hebat, yaitu rasa malas.

Ketika rasa malas sudah kita taklukan, belum tentu kita dapat memulainya. Ada rasa takut yang juga dapat menghalangi jalan untuk cara membuat buku. Rasa takut akan gagal sebelum atau setelah menerbitkan buku adalah salah satunya. Meskipun begitu, tidak salahnya bagi kita untuk memulai dahulu tanpa menengok resiko terlalu jauh. Jadikanlah menulis sebagai habit terlebih dahulu, sehingga Anda tidak akan pernah merasa rugi. Mengapa bisa begitu? Pada umumnya, orang yang telah membiasakan diri pada suatu pekerjaan sebagai suatu kebiasaan, akan cenderung merasa rugi.

  1. Takut jika tidak dapat mengatur waktu

Banyak sekali calon penulis yang beranggapan bahwa dirinya tidak akan mempunyai waktu untuk cara membuat buku. Padahal hal ni bertentangan dengan pernyataan bahwa “writers write while others do nothing”. Artinya, seorang penulis itu bekerja ketika orang lain tidak melakukan apa-apa. Uniknya lagi, justru ada sebuah paradox yang menyatakan bahwa orang-orang yang super sibuklah yang justru bisa meluangkan waktu dibandingkan dengan orang yang sedikit-sibuk. Alasannya, orang-orang super sibuk sudah terbiasa mengatur waktu, sedangkan orang yang “setengah” sibuk adalah ia yang tidak terbiasa mengatur waktu. Buktikan saja.

  1. Menganggap remeh ide

Pernahkah Anda merasa mempunyai satu inovasi, tapi tiba-tiba Anda kubur sendiri karena seperti mengada-ada? Jangan lakukan lagi setelah ini! Sebabnya adalah suatu ide dapat dikatakan ”it was impossible yesterday” yang maksudnya ide tersebut mustahil kemarin. Maka, kemarin itu mustahil, jadi sekarang bisa jadi tidak mustahil. Jangan pernah kubur ide Anda, lalu mulailah menulis ide Anda agar tidak lupa.

Ide yang berlimpah, namun tidak ditulis dan dikelola bisa membingungkan. Jika Anda punya segudang ide acak, mulailah tempatkan ide-ide tersebut sesuai dengan tempatnya. Jikalau ada ide yang justru tidak relevan dengan yang lainnya, Anda dapat simpan dahulu sampai menemukan kecocokan, ataupun Anda dapat mengeliminasinya. Tentunya eliminasi disini maknanya berbeda dengan mengubur, karena eliminasi masih mempunya track record. Maka dari itu, alirkan terus ide-ide yang Anda punya dan mulailah ambil buku catatan untuk menyatatnya.

  1. Kurang percaya diri

Masih mempunyai korelasi dengan hambatan internal ketika memulai menulis, percaya diri juga memegang peran penting. Seorang dapat dikatakan percaya diri, jika ia mampu mengendalikan rasa takut dan cemas akan melakukan suatu kesalahan. Dimana-mana, percaya diri adalah satu sifat yang berpengaruh pada karier Anda, bahkan sebagai seorang penulis. Meskipun cara membuat buku tidak seperti bekerja di kantor, justru saingan dalam cara membuat buku lebih berat daripada persaingan antar perusahaan. Mengapa demikian? Karena saingan Anda adalah diri Anda sendiri, terutama rasa percaya diri Anda.

Jika Anda (masih) takut untuk gagal, mulai sekarang pandanglah kegagalan tersebut dari sudut pandang lain. – Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Sebagai catatan pula, gunakanlah kutipan tersebut tidak hanya sebagai pemanis bibir belaka, namun juga tindakan nyata. Tindakan nyata, sekecil apapun itu, akan menjadi tindakan besar, jika dibarengi pula dengan kemantapan hati yaitu percaya diri. Anda dapat melakukan peningkatan percaya diri dengan berbagi pengalaman manis ataupun pahit ke dalam sebuah tulisan.

  1. Terlalu prefeksionis

Dalam cara membuat buku, kesempurnaan memang mutlak diperlukan karena buku berfungsi sebagai model atau contoh yang harus bisa diteladani dan dipercayai. Hampir semua orang tahu bahwa belajar dari sumber yang sempurna, belum tentu menghasilkan ilmu yang sempurna pula – apalagi jika sumbernya sendiri kurang sempurna. Akan tetapi, jangan sampai kesempurnaan itu menjadi penghalang Anda untuk mengirimkan naskah ke penerbit buku. Anda dianjurkan untuk tidak menunda pengiriman naskah Anda sampai sempurna untuk diterbitkan. Jika naskah Anda sudah dianggap bagus oleh pihak penerbit, tentunya mereka akan membantu untuk lebih menyempurnakannya lagi. Maka dari itu, Anda tidak perlu khawatir tentang kesempurnaan buku Anda jika Anda menulisnya dengan yakin sepenuh hati.

 

Kesimpulannya, hambatan akan selalu ada di setiap perjalanan hidup kita, termasuk melakukan cara membuat buku. Jangan pernah mengeluh kepada setiap hambatan yang Anda temui, namun lihatlah hambatan tersebut sebagai tantangan yang harus Anda taklukan! Untuk itu, segeralah mantapkan hati Anda dalam cara membuat buku. Tiada rugi dalam cara membuat buku, justru akan sangat rugi jika pikiran Anda tidak dibukukan.
Semoga artikel ini bermanfaat!

[Mas Aji Gustiawan]

Referensi:

Leo, Sutanto. 2010. Kiat Jitu Menulis & Menerbitkan Buku. Jakarta: Penerbit Erlangga.

 

 

Anda punya RENCANA MENULIS BUKU

atau NASKAH SIAP CETAK?

Silakan daftarkan diri Anda sebagai penulis di penerbit buku kami.

Anda juga bisa KONSULTASI dengan Customer Care yang siap membantu Anda sampai buku Anda diterbitkan.

Anda TAK PERLU RAGU untuk segera MENDAFTAR.

Silakan ISI FORM di laman ini. 🙂



This post has been seen 356 times.
(Visited 43 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *