Cara Membuat Buku agar Diterima Penerbit dan Pembaca

cara membuat buku

Cara membuat buku perlu Anda lakukan secara berkualitas. Sekarang ini ada puluhan penerbit yang masing-masing berlomba-lomba mencari penulis yang berkualitas.

Cara membuat buku tak terlepas dari masalah isi dari naskah tersebut. Terkadang nama penulis menentukan kualitasnya, tapi terkadang juga penerbit hanya melihat isinya, apakah ia layak jual atau tidak. Jika anda menulisnya dengan sangat baik dan dengan gaya bahasa yang enak dan mudah dipahami, apalagi ada banyak referensi dan pendapat pakar di dalamnya maka bukan tidak mungkin naskah yang anda kirim akan mudah diterima penerbit. Biasanya sekitar 2 minggu hasilnya akan kita ketahui apakah naskah kita diterima atau tidak. Tapi yang jelas jika semua persyaratan kita telah penuhi dan memang tulisannya sudah menggunakan teknik cara cara membuat buku yang baik dan benar yang merupakan syarat mutlak agar mudah diterima penerbit, saya kira apa lagi yang harus dikhawatirkan.

Kriteria untuk cara membuat buku yang baik

Jika kamu ingin menjadi penulis yang melakukan cara membuat buku, maka semua syarat dan tips soal bagaimana menyusun naskah harus kamu kuasai, selain dengan cara menyusun kata yang tepat untuk tiap kalimat yang ingin kamu ungkapkan yang juga sangat mempengaruhi kesuksesanmu dalam menjadi penulis yang handal, dan kalau bisa jadilah yang terkenal dan terbaik dari semua penulis. Nah, berikut beberapa tipsnya:

  1. Sistematika dan Struktur Penulisan

Sistematika penulisan pada cara membuat buku artinya isi dari naskahnya ditulis secara terstruktur mulai dari pengetahuan dasar, sejarah, metode dan pembahasan yang masing-masing dilengkapi dengan bab, sub bab, dan sub-sub bab. Dengan demikian pembaca akan lebih senang dengan produk bukunya. Tapi selain itu ada lagi lagi beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bagian penulisan buku ini, yaitu :

Penempatan sub pembahasan yang tepat.

Dalam artian, antara pembahasan awal, tengah dan akhirnya disusun dengan baik sesuai dengan urutan sebenarnya. Sebagai contoh, anda cara membuat buku bertema “Cara Membuat Blog” tapi soal sejarah, pengertian, pendapat pakar, dan jenis-jenis blog itu sendiri anda tempatkan di bab akhir, kan jadi aneh dan akan menyulitkan penerbit dalam melakukan pengeditan. Seharusnya, jika ingin teratur maka mulailah dengan pemahaman awal soal blog, termasuk yang disebut di atas, baru kemudian masuk ke langkah-langkahnya, dan terakhir anda mungkin bisa menambahkan tutorial cara menghasilkan uang dari blog dan seterusnya.

Kelengkapan pembahasan.

Ini juga terkadang kurang diperhatikan oleh penulis baru belajar cara cara membuat buku, padahal ia sangat berharap naskah tulisannya bisa diterbitkan oleh penerbit, yakni melengkapi semua sub pembahasan di dalamnya. Misalnya saja Anda menyebutkan “10 langkah cara membuat email” di dalam ulasan buku anda karena isinya soal panduan bikin website dengan blogspot, tapi ternyata setelah dicek isi tulisannya, Anda baru menyebutkan 8 langkahnya. Nah, ini perlu sekali diperhatikan agar semua dijelaskan dengan lengkap sesuai dengan judul sub babnya.

 

  1. Gaya Penulisan

Menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Karena itu hindari menggunakan bahasa yang terlalu tinggi jika target pasarnya adalah untuk kalangan umum. Kecuali misalnya untuk mahasiswa semester tinggi maka tak masalah karena toh mereka pasti mudah paham dan malah senang membaca buku yang dipenuhi kata-kata ilmiah, seperti konsistensi, generalisasi, dan semua yang berbau dan berakhiran “..sasi”.

Bahasa untuk cara membuat buku sesuai dengan tema tulisannya, misalnya temanya soal pendidikan anak maka sedapat mungkin jangan menggunakan kata-kata atau bahasa yang terlalu tinggi sehingga sulit dipahami sasaran pembacanya, seperti bahasa ilmiah. Atau misalnya untuk kalangan muda maka sebaiknya sesuaikan kata-kata dan cara penyampaiannya yang sesuai dengan dunia meraka, seperti menggunakan bahasa gaul dan yang lagi trend dan lain sebagainya. Tapi selama penerbit yang menerima naskahmu tidak membatasi kreasi penulisnya dalam cara membuat buku terhadap penggunaan bahasa, kalaupun iya, kamu masih bisa cari penerbit dengan aturan yang sesuai karena sekarang ini sangat mudah menawarkan hasil karya kita untuk diterbitkan.

  1. Memenuhi syarat penerbit

Ada banyak sekali standar yang biasa disyaratkan oleh penerbit tapi dari sekian itu ada beberapa yang penulis anggap lazim disertakan dalam syarat yang mereka buat, di antaranya adalah:

  • Ditulis dengan menggunakan font Times New Roman
  • Jarak antar baris tulisan menggunakan spasi 1 dengan margin yang kadang tidak terlalu dipersyaratkan. Saran saya sebaiknya untuk margin kiri, kanan, atas dan bawah dipilih yangdefault saja atau masing-masing 2.
  • Minimal jumlah atau panjang halaman adalah 150 halaman atau lebih. Terkadang banyak juga yang bisa menerima dengan minimal 100 halaman saja. Tapi jika anda ingin naskahnya pasti diterima maka lebih baik cukupkan 150 halaman.
  • Tema tulisan banyak dibutuhkan orang. Pengalaman saya selama ini dan yang saya ketahui dari beberapa penerbit, biasanya mereka lebih senang dengan tulisan berbau ‘panduan’ atau istilahnya “how to”. Saya yakin, kalau anda cara membuat buku dan mengirim naskah tentang ini pasti akan mudah diterima, selama penerbitnya sendiri belum pernah menerbitkan tema yang sama, atau mungkin sudah pernah tapi yang anda tawarkan jauh lebih menarik karena diulas dengan gaya bahasa berbeda. Sebenarnya inilah salah satu faktor yang paling mempengaruhi mengenai diterima atau ditolaknya naskah yang telah kita buat.
  • Dilengkapi dengan referensi yang cukup. Banyak juga penulis baru karena tidak sabar dan mau cepat punya karya sehingga mereka mengambil jalan pintas dengan hanya mengcopy tulisan dari berbagai blog, padahal tindakan semacam itu dianggap sebagai pelanggaran hak cipta. Dan bahkan untuk mengeceknya juga mudah sekali, cukup ditest di mesin pencari maka akan langsung ketahuan. Untuk itu, untuk urusan referensi sebaiknya gunakan yang dari buku asli dan kalau bisa jumlahnya di atas 20 agar lebih layak terbit.
  • Disertai Daftar Pustaka. Ini masih satu rangkaian dengan yang di atas, hanya saja kalau yang di atas bisa dalam bentuk catatan kaki dan pendapat-pendapat dalam isi bukunya, sedang bagian ini merupakan lembaran tersendiri yang biasa ditempatkan di halaman paling belakang sebelum sampul buku belakang. Sekalipun urutan penulisannya tidak bisa kita pastikan, tapi yang jelas semua informasi mengenai buku itu ada, seperti nama pengarang, judul buku, bab atau juz, tahun terbit, nama penerbit, dan tempat ia diterbitkan, apakah di Jakarta, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, Surabaya dan lain sebagainya.
  • Biodata Penullis. Ini bisa dibilang wajib untuk semua naskah tulisan yang dikirim. Kamu bisa membuatnya dalam bentuk data yang telah disusun dalam rangkaian kalimat dalam 2 atau 3 paragraf, atau boleh juga dengan membuatnya dalam bentuk lis data yang ditulis dalam bentuk tabel atau kolom yang didalamnya berisi nama asli, tempat tanggal lahir, pendidikan, pengalaman, hobi, atau sebut juga jika ada karya dan prestasi yang sudah pernah diraih sebelumnya, dan terakhir jangan lupa menyebut alamat kontakmu, apakah itu email atau nomor telepon agar jika ada pembaca yang ingin berkomunikasi bisa menghubungimu lewat data tersebut.

[Aditya Kusuma]

 

 

Anda punya RENCANA MENULIS BUKU

atau NASKAH SIAP CETAK?

Silakan daftarkan diri Anda sebagai penulis di penerbit buku kami.

Anda juga bisa KONSULTASI dengan Customer Care yang siap membantu Anda sampai buku Anda diterbitkan.

Anda TAK PERLU RAGU untuk segera MENDAFTAR.

Silakan ISI FORM di laman ini. 🙂



This post has been seen 602 times.
(Visited 80 times, 1 visits today)

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *