7 Cara Jitu Meningkatkan Kepercayaan Diri Dalam Menulis – Dalam tulisan kepercayaan diri adalah kekuatan. Hal ini tidak datang secara alami jika kamu merasa itu berada di luar kemampuanmu atau terintimidasi oleh audiensmu. Tapi saat kamu telah menemukan nada yang tepat dalam menyampaikan kepada audiens dan itu setimpal dengan usahamu

Dengan membuat penyesuaian untuk mencapai nada yang pasti, Kamu bisa membuat pembaca nyaman, seperti: Penulis ini memancarkan keahlian dan dapat dipercaya; Saya ingin bekerja dengan mereka.

Dengan kata lain kemampuan dan kepercayaan dirimu dalam menulis dapat membantumu dalam wawancara kerja atau kenaikan gaji. Di luar pekerjaan hal itu dapat membantumu dalam meyakinkan pemilik apartemen yang kamu lihat secara online bahwa kamu adalah penyewa yang tepat.

download ebook gratis

7 Cara Jitu Meningkatkan Kepercayaan Diri Dalam Menulis

percaya diri menulis

Berikut adalah beberapa petunjuk dan contoh yang dapat membantumu dalam mencapai nada yang pasti.

1. Hindari Bahasa Yang Tidak Pasti/Hedging

Bahasa yang tidak pasti membuat pernyataan yang kamu buat kurang to the point, kadang itu akan terasa lebih sopan jika digunakan dalam menyatakan ketidaksetujuan atau kritik. Namun pada kenyataannya malah membuatmu terlihat tidak percaya diri, seperti: “Saya pikir sangat mungkin bahwa penulis merasa kurang percaya diri.”

Dengan menghapus semua kata yang tidak perlu dalam sebuah kalimat secara drastis, seperti “Penulis merasa percaya diri.” terasa lebih baik kan?

Hedging/bahasa yang tidak pasti bisa menjadi kebiasaan yang mendarah daging sehingga sulit menyadari bahwa kamu melakukannya.

Beberapa kata yang perlu diperhatikan yang menunjukan bahasa tidak jelas, yaitu:

  1. Saya pikir…
  2. Sara merasa…
  3. Akan lebih bagus jika…
  4. Umumnya…
  5. Biasanya…
  6. Pasa dasarnya…
  7. Saya Seharusnya…

Selain itu, singkirkan juga kata “jika” yang tidak dibutuhkan, seperti “Jika masuk akal, saya juga akan senang mendiskusikan hal ini di telepon.” Buang empat kata pertama dari kalimat tersebut, sehingga menjadi “Saya senang mendiskusikan hal ini di telpon.” Kalimat tersebut terlihat lebih pasti dan percaya diri.

2. Pertimbangkan Untuk Mengurangi Kata Maaf/Permintaan Maaf

Penggunaan kata maaf mungkin terdengar baik dan menghindari kesan kasar dan sombong. Seperti: “maaf jika kamu sudah memikirkan hal ini” atau “Saya tidak bermaksud berbicara secara bergiliran, tapi…”

Kata maaf yang kamu ucapkan akan lebih baik dihilangkan karena dengan begitu kamu bisa memproyeksikan kepercayaan diri yang lebih besar dan dengan menghilangkan kebiasaan ini kamu akan dapat memunculkan ide-ide dengan penuh percaya diri serta kerendahan hati.

Ketika kamu menunjukan kepercayaan pada ide-idemu, orang lain juga cenderung akan mendukungnya. Untuk itu hilangkan kebiasaan ini jika kamu ingin terlihat lebih percaya diri akan suatu hal.

Baca juga : 11 Daftar Penulis Sukses di Indonesia dan Karya-karyanya

3. Tetap Sederhana

Tanda penguasaan subjek yang kompleks adalah kemampuan menjelaskan secara percakapan. Potong jargon canggung dan merampingkan prosa apapun yang tidak perlu atau tidak menarik. Dengan melakukan hal itu bisa membuat pembaca kebingungan dan menunjukkan kepercayaan pada keahlianmu sendiri.

Wonky: Utilitas persaman Drake diperdebatkan karena jumlah peradaban di galaksi kita semua bergantung pada dugaan

Tunggu, apa? Pertama, singkarkan dulu suara pasif yang mengkhianati kurangnya kepercayaan diri, dan jawab pertanyaan ini:

Apakah diperdebatkan oleh siapa? Kedua, mari kita tunjukan sedikit kepercayaan pada perintah kami tentang subjek dengan penulisan ulang yang lebih banyak bicara:

Percaya diri dan santai: Para ilmuwan tidak setuju pada penggunaan persamaan Drake untuk menimbang peluang kami untuk berkomunikasi dengan alien.

4. Jangan Berlebihan

Cara meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis selanjutnya adalah jangan berlebihan atau terlalu sombong.

Dalam hal ini ada rasa percaya diri dan ada kesombongan, Meskipun kamu ingin menunjukan kepercayaan pada kemampuanmu, penulis yang terlalu berlebihan dalam mempromosikan diri mereka tidak enak dibaca. Misal: 

Kalimat Percaya diri : Saya akan mengirimkan hasil revisimu besok

Kalimat Arogan : Saya bisa merevisi naskah ini dengan mata terpejam dalam waktu singkat

Diantara dua penulis di atas manakah yang kamu pilih untuk bekerja bersama? Beberapa contoh lainnya, seperti: 

Didefinisikan secara tegas, dinosaurus adalah makhluk hidup eptileial, sehingga reptil laut purba seperti mosasaurus secara teknis tidak memenuhi syarat.

Kalimat percaya diri dan disederhanakan: Dinosaurus makhluk terrestrial, jadi reptil laut tidak memenuhi syarat.

Kalimat arogan: Nimrod Taksonomi macam apa yang salah mengira bahwa mosasaurus termasuk dinosaurus?

Baca juga : Tips Latihan Menulis Buku Tanpa Pusing

5. Biasakan Menggunakan EYD

Untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis, kita harus membiasakan menggunakan EYD. Dengan memahami dan menggunakan EYD dengan benar tidak hanya membantumu dalam mengenali slip ejaan dan tanda baca yang tidak terhindarkan, meskipun itu juga membantumu untuk meningkatkan kepercayaan diri sebagai penulis.

Buku EYD digunakan untuk menganalisis detail tulisanmu dan pilihan kata untuk menemukan pola dan menilai bagaimana tulisanmu akan diterima oleh pembaca. Kini telah terdapat EYD online yang dapat kamu akses dengan mudah melalui website. 

6. Biasakan Mengedit Sebelum Menekan Tombol Publish

Penulis yang baik harus berhati-hati. Setidaknya tulisan harus enak dibaca, sesuai kaidah bahasa Indonesia, tidak ada salah ketik, dan yang terpenting, tidak ada kalimat dan paragraf yang tidak sinkron.

Hal-Hal sepele di atas merupakan standar yang digunakan website-website besar. Jika saat ini Anda meremehkan hal kecil, maka siapa yang mau menjamin kamu tidak akan meremehkan hal-hal besar dalam dunia kepenulisan?

Selain itu, mengedit merupakan standar untuk memastikan bahwa tulisan kamu sudah bagus, baik ide maupun penyajiannya. Setelah melalui proses panjang dalam pembuatan dan melalui pengeditan yang hati-hati, bahkan penulis pemula pun tidak akan lagi khawatir tulisannya akan menjadi jelek dan menjadi lebih percaya diri.

Kamu tinggal menerbitkan dan menunggu feedback dari pembaca jika sudah melakukan pengeditan. Dan meskipun nanti akan ada kritik dan saran, paling tidak kamu bisa memasukkannya di dalam catatan untuk diterapkan dalam proses penulisan dan pengeditan selanjutnya. 

7. Lakukan Riset

Mungkin rasa tidak percaya diri yang kamu alami karena bukan profesional atau kurang berpengalaman sehingga merasa tidak punya kompentensi untuk menjelaskan suatu gagasan atau ide mengenai topik tertentu. Jika demikian, kamu harus melakukan riset mendalam untuk mendapatkan bukti-bukti pendukung bagi pemikiran Anda.

Karena tulisan berdasarkan riset, seharusnya penulis tidak akan lagi minder atau merasa tulisannya jelek. Jika memang dibutuhkan, kutiplah kata-kata orang berpengalaman di bidangnya sehingga kamu bisa lebih percaya diri dengan opini atau gagasan yang kamu sampaikan.

Kurang lebih itu adalah 8 cara meningkatkan kepercayaan diri dalam menulis, Jika Anda sudah percaya diri dan ingin menerbitkan buku, kami bisa membantu Anda. Anda dapat mengirimkan naskah bukunya melalui form : Kirim Naskah.