⚠️ Cetak buku diskon 35% dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

9 Cara Meningkatkan Minat Baca di Era Digital

cara meningkatkan minat baca di era digital

Minat baca masyarakat di Indonesia sampai sekarang memang masih terbilang rendah, lalu adakah cara meningkatkan minat baca di era digital seperti sekarang? Kabarnya, masuknya era digital memberi dua bentuk efek pada minat baca. 

Tidak sedikit yang merasa, kehadiran era digital ini justru berdampak pada semakin menurunnya minat baca. Namun, kehadirannya ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak minat baca masyarakat. Seperti apa caranya? Berikut penjelasannya. 

Tantangan Minat Baca di Era Digital

Menurut data dari Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2018, Indonesia menempati peringkat 72 dari 79 negara peserta literasi membaca. Artinya, Indonesia berada di urutan 72 dengan minat baca rendah dari 79 negara peserta. 

Posisi atau peringkat ini tentu masih jauh untuk bisa disebut sebagai prestasi. Sebab menunjukan bahwa minat baca masyarakat di tanah air masih terbilang cukup rendah. Dikutip melalui cimahikota.go.id, dijelaskan ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Berikut faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca:

1. Masih Berkembangnya Mitos Soal Membaca 

Faktor pertama adalah masih adanya mitos soal kegiatan membaca. Misalnya mitos yang menyebut bahwa orang yang gemar membaca itu cupu kudet, dan tidak asyik diajak mengobrol. 

2. Tidak Ada Pembiasaan Kegiatan Membaca 

Faktor kedua adalah kebiasaan membaca yang tidak terbentuk sejak dini. Misalnya masih banyak keluarga yang tidak membiasakan anaknya membaca sejak masih batita maupun balita. Sehingga terbawa sampai dewasa. 

3. Serangan Gadget 

Penyebab ketiga adalah adanya serangan gadget dengan segala akses ke media digital. Seperti akses ke media sosial yang bisa memberi efek candu sehingga menurunkan minat baca. 

4. Akses Mudah dan Murah ke Hiburan 

Hiburan yang mudah diakses dan bahkan tidak butuh modal besar sampai gratis, uga ikut berkontribusi dalam menurunkan minat baca. Sebab masyarakat akan cenderung memilih mencari hiburan dibanding pusing membaca buku. 

5. Koleksi Perpustakaan Masih Minim 

Buku di perpustakaan yang bisa dipinjam idealnya harus lengkap. Sayangnya, koleksi minim masih jamak dijumpai dan membuat minat masyarakat berkunjung menjadi rendah. 

Anda mengalami kendala serupa? Perkaya judul di perpustakaan, pojok baca, dan sudut baca institusi Anda melalui Layanan Pengadaan Buku dari Penerbit Deepublish.

6. Harga Buku Belum Bersahabat untuk Semua Kalangan 

Faktor lainnya adalah harga buku yang masih jauh untuk bisa disebut terjangkau. Sehingga banyak yang kesulitan untuk membeli dan membacanya. Selain itu, belum tentu tersedia di perpustakaan agar bisa dipinjam. 

Strategi Meningkatkan Minat Baca di Era Digital Terbaik

Setelah mengetahui apa saja tantangan dalam meningkatkan minat baca di era digital. Maka penting juga untuk membangun strategi sebagai cara meningkatkan minat baca di era digital seperti sekarang ini. 

Dilansir dari berbagai sumber, ada banyak hal bisa dilakukan sebagai upaya meningkatkan kegiatan literasi atau minat membaca. Berikut cara meningkatkan minat baca di era digital:

1. Mulai Membiasakan Membaca dari Diri Sendiri 

Strategi pertama adalah memulai dari diri sendiri. Anda yang sudah memiliki minat baca yang tinggi bisa aktif membaca buku, dimanapun Anda berada dan ketika memang bisa. 

Tujuannya agar kegiatan membaca dilihat orang sekitar, menginspirasi mereka, dan mendorong minat baca mereka. Jika Anda memperhatikan film dari Jepang atau Korea, tentu tidak asing melihat pemandangan orang membaca di kendaraan umum. 

Memberikan contoh membaca buku yang terasa seru dan menyenangkan bisa memberi motivasi ke orang sekitar untuk melakukan hal serupa. Maka jangan hanya membaca di dalam rumah, tapi coba lakukan dimana saja. 

2. Memperbanyak Koleksi Buku 

Strategi kedua sebagai cara meningkatkan minat baca di era digital adalah menambah koleksi buku. Baik itu di perpustakaan, toko buku, tempat rental atau penyewaan buku, dan lainnya. 

Sebab, sama seperti hendak pergi berbelanja. Masyarakat cenderung lebih suka masuk ke tempat yang produknya lengkap. Begitu juga ketika masuk ke perpustakaan atau toko buku. Maka pengelola juga harus terus melengkapi koleksinya agar minat masyarakat untuk berkunjung dan membaca meningkat. 

3. Penyediaan Buku Berkualitas 

Strategi ketiga adalah menyediakan bahan bacaan atau buku dengan kualitas yang baik, khususnya dari segi isi. Semakin banyak buku yang bagus dan enak dibaca, semakin meningkatkan minat baca. 

Sebab, pembaca akan sadar bahwa buku ternyata seru untuk dibaca sampai berjam-jam. Oleh sebab itu, jangan hanya fokus pada kuantitas buku tapi juga kualitas. Hal ini perlu diperhatikan pengelola perpustakaan, toko buku, dll. 

4. Peningkatan Fasilitas di Tempat Membaca 

Strategi keempat adalah meningkatkan fasilitas di tempat membaca, seperti perpustakaan dan toko buku. Meskipun bukan faktor utama yang bisa mendorong minat baca, akan tetapi fasilitas yang baik ikut berpartisipasi. 

Saat pengunjung perpustakaan dimudahkan mencari buku yang diinginkan, mereka cenderung puas dan punya minat datang lagi. Jadi, silakan melakukan digitalisasi pada sistem pengelolaan untuk memberi kemudahan akses ke buku. 

Selain itu, Anda juga bisa membuat taman baca dan pojok baca, lo. Ketahui cara membuat taman baca dan lihat contoh pojok baca untuk inspirasi Anda.

5. Menggelar Kegiatan Kampanye Literasi 

Cara meningkatkan minat baca di era digital juga bisa dengan menggelar kegiatan kampanye literasi. Dalam hal ini tentu akan ada kebutuhan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Misalnya dengan LSM atau pengurus kantor desa. 

Kampanye ini bentuknya bisa beragam jika offline seperti membagikan buku gratis, membuka taman bacaan gratis, dll. Ketika digelar online maka bisa menggelar webinar terkait literasi digital. 

6. Membangun Akses ke Berbagai Bahan Bacaan 

Berikutnya adalah membangun akses yang mudah dan murah ke berbagai jenis bahan bacaan. Yakni tidak hanya berfokus pada penyediaan buku berkualitas, akan tetapi menyediakan bahan bacaan lain. 

Misalnya menyediakan majalah, koran, komik, dan bahan bacaan populer lainnya. Cara ini akan memberi rasa tertarik kepada masyarakat untuk membaca. Sebab kadang kala melihat buku mereka takut akan bosan, apalagi buku-buku tebal. 

7. Mendorong Kolaborasi Antar Sektor 

Membantu melengkapi koleksi bahan bacaan dan membangun fasilitas membaca yang memadai. Maka pengelola perlu melakukan kolaborasi antar sektor, terutama berkolaborasi dengan lembaga dan instansi milik pemerintah. Baik pusat maupun daerah. 

8. Meningkatkan Kualitas Pendidikan 

Cara meningkatkan minat baca di era digital juga tidak bisa dilepaskan dari pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Ketika kualitas pendidikan semakin baik, maka akan sejalan dengan peningkatan minat baca. 

Kualitas pendidikan yang tinggi akan mendorong semangat belajar, sehingga mereka secara alami akan termotivasi untuk banyak membaca buku. Lingkungan sekolah sejak jenjang paling dasar pun perlu membangun kebiasaan membaca. 

9. Memanfaatkan Teknologi 

Teknologi seperti keberadaan gadget yang canggih dan memberi akses ke hiburan yang seru dan murah. Tentunya tidak memungkinkan untuk dihapus total sebagai upaya meningkatkan literasi. Ada baiknya justru dimanfaatkan dengan optimal. 

Salah satunya dengan menyediakan aplikasi yang memudahkan kegiatan membaca, akses ke buku digital, akses ke majalah dan koran online, dll. Sehingga bisa bekerja sama dengan pengembang aplikasi mobile agar fiturnya optimal mendorong minat baca masyarakat. 

Anda sudah menerapkan strategi di atas? Untuk memaksimalkan hasilnya, ikuti tips menumbuhkan minat baca, cocok untuk kamu rebahan!

Itulah beberapa cara meningkatkan minat baca di era digital yang bisa dicoba. Ada banyak pihak yang tentunya perlu terlibat agar minat baca masyarakat terus membaik. Sehingga perlu ada kolaborasi disamping adanya kesadaran personal dari masyarakat. 

Apakah Anda memiliki cara jitu meningkatkan minat baca? Anda dapat membagikan pengalaman sukses Anda dalam mendorong minat baca melalui kolom komentar.

Yuk, bagikan rekomendasi cara meningkatkan baca ini ke rekan komunitas Anda. Mulai dari tingkatkan minat baca di sekitar Anda, Anda sudah berperan bangun literasi Indonesia!

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

2 tanggapan untuk “9 Cara Meningkatkan Minat Baca di Era Digital”

Sangat setuju sekali d era digital digital kita harus tetap meningkatkan minat baca,terimakasih ilmunya sangat bermanfaat

Sangat setuju sekali d era digital saat ini minat baca harus twrus d tingkatkan. Terimakasih sangat membantu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan informasi terbaru dari kami seputar promo spesial dan event yang akan datang

logo deepublish

Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, pernah meraih penghargaan sebagai Penerbit Terbaik pada Tahun 2017 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Kritik/Saran Pelayanan  : 0811-  2846 – 130

Alamat Kantor

Jl.Rajawali G. Elang 6 No 3 RT/RW 005/033, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta 55581

Telp/Fax kantor : (0274) 283-6082

E1 Marketing : [email protected]
E2 Marketing : [email protected]

© 2024 All rights reserved | Penerbit Buku Deepublish - CV. Budi Utama