Membangun budaya literasi dan publikasi ilmiah berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Tentunya kurang optimal jika dijalankan sendiri oleh sebuah perguruan tinggi. Dalam mencapai hal tersebut, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal. Khususnya dengan perusahaan penerbit buku.
Kolaborasi perguruan tinggi dengan penerbit buku membantu peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, khususnya dalam menerbitkan buku ilmiah. Tak hanya itu, kolaborasi ini sekaligus bisa mendorong diselenggarakannya berbagai kegiatan atau event akademik yang kaya manfaat bagi akademisi. Baik dosen maupun mahasiswa.
Pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dengan penerbit buku inilah yang disampaikan Rektor Universitas Islam Nusantara Bandung (UNINUS), Prof. Dr. Endang Komara, M.Si. pada saat menghadiri dan mengisi acara talkshow bertajuk “Perempuan Berdaya dan Berpikir”.
Dalam penuturannya, Endang Komara menjelaskan sangat bersyukur talkshow tersebut bisa diselenggarakan UNINUS dengan sangat baik. Hal ini tidak terlepas dari kolaborasi bersama Penerbit Deepublish dan juga bersama PERGUBI (Persatuan Guru Besar Indonesia) DPW (Dewan Pengurus Wilayah) Jawa Barat.
“Hari ini, (saya) merasa bersyukur karena kerjasama (dengan) Deepublish, kemudian PERGUBI DPW Jawa Barat, kemudian (juga) UNINUS untuk mengadakan talkshow tentang ‘Perempuan Berdaya dan Berpikir’,” kata Endang Komara.
Menurut Endang Komara, penyelenggaraan kegiatan talkshow tersebut adalah kegiatan yang bagus dan kaya manfaat. Penyelenggaraannya sendiri sejalan dengan peringatan terhadap Hari Ibu pada 22 Desember 2025 di UNINUS.
Acara ini sendiri menghadirkan 3 narasumber yang semuanya merupakan Profesor (Guru Besar) di UNINUS dan juga merupakan para perempuan hebat. Endang Komara juga menjelaskan, seluruh narasumber terbilang produktif dalam publikasi ilmiah. Termasuk menerbitkan banyak buku bersama dukungan Penerbit Deepublish.
“Ini salah satu event yang sangat bagus ya, karena dalam rangka memperingati Hari Ibu. Tepatnya pada tanggal 22 Desember 2025, diisi dengan talkshow yang menghadirkan 3 narasumber Profesor,” ujar Endang Komara.
“Diantaranya adalah Prof. Poppy, Prof. Sedarmayanti, kemudian ada Prof. Endang. Kawan-kawan saya itu (para Profesor yang menjadi narasumber) sudah menerbitkan banyak buku yang diterbitkan (bersama) Deepublish,” sambungnya.
Endang Komara juga menyampaikan, bahwa kolaborasi dengan Penerbit Deepublish tidak hanya untuk menyelenggarakan talkshow tersebut. Namun, diharapkan menjadi kolaborasi jangka panjang.
Sebab dalam 3 tahun terakhir, regulasi di Universitas Islam Nusantara menetapkan mahasiswa di semua jenjang diwajibkan memiliki publikasi ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan. Publikasi tersebut mencakup publikasi pada jurnal dan penerbitan buku ilmiah.
Regulasi ini diterapkan sebagai tujuan memberi bekal soft skill dan hard skill pada seluruh lulusan UNINUS. Sehingga dalam waktu dekat, UNINUS diharapkan bisa menjalin kesepakatan kerjasama untuk mendukung regulasi yang dijalankan tersebut.
“Insyaallah dalam waktu dekat, UNINUS akan mengadakan kerjasama dengan Deepublish. Karena kami sudah hampir 3 tahun mengakhiri studi S1, S2, maupun S3 itu mempublikasikan jurnal dan juga buku,” jelas Endang Komara.
“Baik buku ajar, buku referensi, monograf, dan buku (jenis) lainnya. Ini salah satu upaya mereka disamping memiliki hard skill, juga soft skill. Karena mereka lulus kan sudah harus memiliki soft skill yang saya ajarkan,” sambungnya.
Endang Komara juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Penerbit Deepublish. Sekaligus mengharapkan kerjasama segera terbentuk dan disepakati oleh kedua belah pihak.
“Jadi, sekali lagi terima kasih (kepada Deepublish). Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, kami bisa mengadakan MoU (kesepakatan kerjasama) dengan Deepublish. Supaya baik para dosen maupun para mahasiswa bisa berkontribusi dalam penulisan karya ilmiah,” pungkasnya.







