20 Daftar Istilah dalam Publikasi Ilmiah di Jurnal yang Harus Diketahui

Daftar Istilah dalam Publikasi Ilmiah

Pada saat mencari jurnal untuk tujuan publikasi ilmiah, maka akan membaca informasi di website pengelola jurnal tersebut. Dalam momen ini, dijamin akan menjumpai sejumlah istilah dalam publikasi ilmiah yang bisa dikatakan khas. Bahkan masih asing di telinga.

Para mahasiswa, dosen, dan peneliti pemula mungkin masih asing dengan berbagai istilah dalam publikasi ilmiah di jurnal. Hal ini lumrah, akan tetapi harus segera dipelajari untuk menghindari kesalahpahaman dan hambatan komunikasi dengan editor jurnal di masa mendatang. Berikut informasinya.

Daftar Istilah Berkaitan dengan Jurnal Ilmiah

Istilah dalam publikasi ilmiah di suatu jurnal pada dasarnya tidak banyak yang khas. Istilah ini juga dijumpai saat mengurus publikasi di prosiding maupun buku ilmiah. Jadi, bisa dimulai dengan mengenal dan memahami istilah mendasar dan paling sering digunakan. Berikut penjelasannya:

1. Manuscript

Manuscript atau dalam bahasa Indonesia disebut manuskrip adalah draft atau naskah artikel ilmiah yang disusun dan di submit ke suatu pengelola jurnal untuk dipublikasikan. Manuskrip tersebut harus sesuai ketentuan pengelola jurnal. Misalnya original, belum pernah dipublikasikan, tidak pernah dikirimkan ke publisher lain, dll.

2. Peer Review

Peer review adalah proses penilaian manuskrip secara substantif artikel ilmiah oleh pakar di bidangnya. Dalam publikasi di jurnal, peer review dilakukan minimal 2 orang pakar di bidangnya. Pakar yang melakukan peer review disebut reviewer.

3. Submission

Submission adalah proses pengiriman atau pengajuan manuskrip artikel ilmiah oleh penulis ke pihak pengelola jurnal. Submission juga sering diganti dengan istilah submit. Saat seorang dosen menyebut “submit artikel”, maka artinya “mengirimkan artikel”. Submit artikel menyesuaikan prosedur yang ditetapkan pengelola jurnal.

4. DOI (Digital Object Identifier)

DOI adalah kode identitas digital unik yang diberikan pada artikel ilmiah yang terbit di suatu jurnal dan sifatnya permanen. Mayoritas artikel yang terbit di suatu jurnal memiliki DOI berbentuk link URL aktif.

Link ini sifatnya permanen, jika di klik akan langsung tertuju ke lokasi website artikel tersebut berada. Jadi, meskipun pindah website (pindah domain), artikel tetap ditemukan dengan mengklik DOI.

5. Proofreading

Proofreading (koreksi) adalah proses membaca ulang dan memperbaiki kesalahan bahasa pada naskah (manuskrip) tanpa mengubah isi atau aspek substansi artikel. Misalnya mengubah kesalahan grammar. Proofreading dilakukan oleh penulis bukan pengelola jurnal. Proofreading meminimalkan permintaan revisi dari editor maupun penolakan artikel yang sudah di submit.

6. Quartile (Q1-Q4)

Quartile adalah peringkat kualitas jurnal ilmiah yang membagi jurnal dalam empat kelompok (Q1–Q4) berdasarkan kinerja sitasi di bidang keilmuan artikel ilmiah tersebut. Pengelompokan berdasarkan reputasi (jumlah sitasi) ini biasanya diterapkan oleh database Scopus dan World of Science (WoS).

7. DOAJ (Directory of Open Access Journal)

DOAJ sesuai dengan kepanjangannya, adalah basis data internasional yang mengindeks jurnal ilmiah akses terbuka (open access) yang memenuhi standar kualitas dan etika publikasi. Jika pembaca mencari artikel jurnal yang bisa dibaca tanpa berlangganan, maka bisa ke website DOAJ tersebut.

8. ISSN

ISSN (International Standard Serial Number) adalah nomor identifikasi internasional untuk terbitan berkala, seperti jurnal ilmiah, majalah ilmiah, atau prosiding. ISSN saat ini tersedia dalam 2 versi. Yakni P-ISSN untuk jurnal cetak dan E-ISSN untuk jurnal elektronik atau jurnal online. Pengelola jurnal di Indonesia mendapat ISSN dengan mengajukan ke Perpusnas.

9. Gaya Selingkung

Gaya selingkung adalah pedoman atau aturan penulisan khusus yang ditetapkan oleh penerbit, jurnal, institusi, atau media tertentu agar semua naskah yang diterbitkan memiliki format, struktur, dan tampilan yang seragam.

Setiap pengelola jurnal memiliki detail gaya selingkung berbeda-beda. Misalnya dalam menetapkan format artikel, struktur artikel yang di submit, penggunaan suatu istilah, gaya sitasi, dll.

10. SJR (SCImago Journal Rank)

SJR adalah indikator mutu dan pengaruh jurnal ilmiah yang menunjukkan seberapa bergengsi sebuah jurnal, berdasarkan jumlah sitasi yang diterima dan kualitas jurnal yang memberi sitasi. SJR kemudian juga dipahami sebagai pemeringkatan jurnal didasarkan pada Quartile dari database Scopus.

SJR dikelola oleh SCImago dan secara berkala mengupdate posisi pemeringkatan jurnal. Aksesnya ke website resminya di https://www.scimagojr.com/ dan masuk ke menu “Journal Rankings”.

11. Impact Factor (IF)

Impact Factor adalah indikator yang menunjukkan seberapa sering artikel atau rata-rata jumlah sitasi dalam sebuah jurnal dan dalam periode waktu tertentu. Umumnya, IF dihitung dalam jangka waktu minimal 2 tahun.

Baca juga: Cara Mengetahui Impact Factor Jurnal Internasional

12. Abstrak

Abstrak adalah ringkasan singkat, padat, dan jelas dari sebuah karya tulis ilmiah (termasuk artikel jurnal) yang menggambarkan inti penelitian, mencakup tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Abstrak menjadi bagian kedua setelah judul artikel ilmiah dalam struktur umum artikel pada jurnal ilmiah.

13. SINTA (Science and Technology Index)

SINTA adalah portal ilmiah daring yang dikelola oleh Kemdiktisaintek untuk mengindeks, memeringkat, dan mengukur kinerja jurnal ilmiah, peneliti, dan institusi pendidikan di Indonesia. Portal ini bisa dituju untuk mencari jurnal nasional terakreditasi, profil peneliti, dan akses ke website resmi jurnal tersebut.

14. H-Index

H-Index adalah sebuah metrik atau indikator yang mengukur produktivitas dan dampak (sitasi) publikasi ilmiah seorang peneliti secara bersamaan. Sebab h-index didapatkan dari jumlah artikel yang dipublikasikan dan jumlah sitasinya. Informasi h-index bisa didapatkan di Scopus, WoS, dan juga Google Scholar.

15. Scopus

Scopus adalah basis data (database) internasional yang berisi artikel jurnal, prosiding, buku, dan sitasi ilmiah dari berbagai disiplin ilmu, yang digunakan untuk menelusuri, mengukur, dan mengevaluasi kinerja penelitian. Scopus dikelola Elsevier dan mengindeks berbagai jurnal internasional dengan reputasi tinggi.

Baca juga: 2 Cara Download Jurnal Scopus untuk Sumber Referensi

16. Jurnal Predator

Jurnal predator adalah jurnal ilmiah palsu atau tidak kredibel yang mengaku jurnal akademik, akan tetapi tidak menjalankan proses ilmiah yang semestinya (misal mengabaikan peer review) dengan tujuan utama memungut biaya publikasi dari penulis.

17. Systematic Literature Review (SLR)

SLR adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara menelusuri, menyeleksi, menilai, dan mensintesis literatur ilmiah secara sistematis, terencana, dan transparan untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu. SLR juga dipahami sebagai salah satu teknik atau metode dalam kajian pustaka (literature review).

18. Salami Publication

Salami publication adalah praktik tidak etis dalam publikasi ilmiah dengan cara memecah satu penelitian yang seharusnya utuh (dalam 1 artikel ilmiah) menjadi beberapa artikel kecil, hanya untuk memperbanyak jumlah publikasi, tanpa kebaruan yang jelas di tiap artikel.

19. Plagiarism Check

Plagiarism check (cek plagiat) adalah proses pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kemiripan (similarity) suatu karya tulis dengan karya lain yang sudah ada, guna memastikan tulisan tersebut orisinal dan bebas plagiarisme.

20. APC (Article Processing Charge)

APC adalah biaya yang dibebankan kepada penulis untuk memproses dan menerbitkan artikel ilmiah, terutama pada jurnal akses terbuka (open access). Dosen, mahasiswa, maupun peneliti yang mengurus publikasi di jurnal open access biasanya dikenakan APC.

Itulah beberapa istilah dalam publikasi ilmiah di jurnal, baik jurnal nasional maupun jurnal internasional. Mengenal dan memahaminya sangat penting. Sehingga lebih mudah memahami ketentuan pengelola jurnal, berkomunikasi dengan editor dalam proses publikasi, sampai memahami catatan reviewer untuk dasar revisi.

Artikel Penulisan Buku Pendidikan