Promo Terbatas! ⚠️

Cetak buku diskon 35%, bonus tambahan eksemplar dan gratis ongkir se-Indonesia, MAU? Ambil diskon di sini!

Fungsi Diksi dan Pentingnya dalam Menulis Buku

fungsi diksi

Bagi penulis, memahami pengertian maupun fungsi diksi sangatlah penting. Pemahaman diksi yang baik akan membantu menjadikan karya tulis buatannya lebih indah, lebih enak dibaca, dan memiliki makna yang mudah dipahami. 

Diksi sendiri berperan penting dalam membangun suatu alur kisah atau penjelasan dalam karya tulis agar runtut dan jelas. Sayangnya, masih banyak penulis yang kesulitan dalam menentukan diksi yang paling tepat. 

Fungsi dari Diksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diksi memiliki definisi sebagai pilihan kata yang tepat dan sesuai untuk mengungkapkan suatu gagasan atau ide. Diksi sering disebut juga sebagai pilihan kata. 

Ketika menggunakan kata A dirasa terlalu frontal misalnya, maka dipilih diksi lain dengan makna sama sekaligus lebih halus. Kondisi lain. Ketika pemakaian diksi A bisa membuat makna ambigu, maka dipilih diksi lain yang memberi makna lebih jelas. 

Melalui penjelasan ini, maka bisa disimpulkan bahwa fungsi diksi dalam suatu kalimat dan karya tulis sangat krusial. Beberapa fungsi diksi diantaranya

a. Membantu Pembaca Memahami Karya Tulis 

Pemilihan diksi yang tepat memiliki fungsi utama agar karya tulis bisa dipahami dengan baik oleh pembaca. Sebab diksi akan menentukan suatu kalimat memiliki makna seperti apa. 

Makna ini menjadi mudah ditangkap atau dipahami pembaca ketika memang jelas, bukan ambigu atau memang tidak ada makna sama sekali. Oleh sebab itu, penulis wajib menguasai pemilihan diksi secara optimal. 

Sehingga seluruh karya tulisnya tidak menyebabkan pembaca kebingungan karena maknanya jelas dan bisa dipahami siapa saja. Semakin banyak kosakata dikuasai semakin mudah menentukan diksi terbaik sesuai ide di kepala yang akan dituangkan ke naskah. 

b. Membangun Komunikasi Antara Penulis dengan Pembaca 

Fungsi diksi yang kedua adalah membantu membangun komunikasi yang efektif antara penulis dengan pembaca. Hal ini dapat terjadi karena diksi bisa menjadikan seluruh kalimat lebih efektif, memiliki makna jelas, dan enak dibaca. 

Tiga aspek ini akan membantu penulis memahami karya tulis yang dibuat seorang penulis dengan baik. Sehingga pesan, makna, dan alur cerita atau penjelasan yang ingin disampaikan penulis bisa sampai ke pembaca dengan sempurna. 

Komunikasi yang efektif ini tentu sangat penting, sehingga penulis paham bagaimana menyajikan ide di kepala menjadi tulisan yang menarik dan punya makna. Sementara pembaca bisa memahami ide penulis tersebut dan merasa nyaman membacanya. 

c. Media untuk Mengekspresikan Emosi Penulis Lewat Tulisan 

Fungsi diksi yang ketiga adalah sebagai sarana bagi seorang penulis untuk berekspresi. Apa yang dicantumkan di dalam naskah tentunya menggambarkan perasaan atau emosi, ide yang muncul di kepala, dll. 

Pemilihan diksi yang tepat membantu penulis mengungkapkan itu semua dengan baik yang kemudian bisa dipahami para pembaca. Sebaliknya, ketika diksi yang digunakan kurang tepat maka ekspresi penulis tidak akan ditangkap oleh pembaca. 

d. Berfungsi sebagai Hiburan kepada Pembaca 

Bagi pembaca, memiliki pengalaman membaca buku dengan diksi yang tepat sepanjang halamannya membantu memberi hiburan. Disini, para pembaca bisa memahami pesan dan ekspresi penulis buku tersebut pada tokoh, alur, dll. 

Sehingga saat penulis mengekspresikan suatu hal dengan diksi yang memang lucu, pembaca akan ikut tertawa. Saat penulis menggambarkan tokoh dengan kondisi terpuruk, pemilihan diksi membantu pembaca merasakan kondisi tokoh tersebut.  

Anda sedang menulis buku? Ikuti Cara Membuat Buku dengan Menggunakan Diksi yang Benar agar tulisan Anda mudah dipahami pembaca.

Pentingnya Diksi yang Tepat dalam Menulis Buku

Melalui penjelasan di atas maka bisa dipahami bahwa diksi adalah pilihan kata. Dalam menulis dan mengucapkan sesuatu, seseorang perlu teliti dalam memilih kata yang akan digunakan. 

Jadi, fungsi diksi yang dijelaskan juga menunjukan seberapa penting penggunaannya dalam menulis buku. Pertama, diksi berperan penting untuk membangun suasana kondusif. Pembaca bisa merasa nyaman dengan buku yang sedang mereka baca. 

Sebab menggunakan pilihan kata atau diksi yang memang mudah dipahami, enak dibaca (misal tidak memakai kata-kata kasar, negatif, dll), dan juga menjadikan karya tulis terkesan lebih indah serta memiliki makna mendalam. 

Kedua, arti penting diksi dalam buku adalah membangun komunikasi yang efektif. Komunikasi dikatakan efektif ketika bisa saling memahami. Sebab pemilihan kata yang tepat mencegah kesalahpahaman, sehingga pembaca bisa paham apa yang ingin disampaikan penulis buku tersebut. 

Dalam menulis buku, Anda juga perlu tau syarat diksi untuk membantu pembaca Anda memahami seluruh kata dalam kalimat. Baca 5 syarat diksi menurut Gorys Keraf dan terapkan pada tulisan Anda.

Contoh Pemilihan Kata yang Tepat pada Tulisan

Memahami fungsi diksi yang sudah dijelaskan, tentu bisa diketahui bahwa pemilihan diksi yang tepat akan menjadikan kalimat lebih hidup, lebih menarik, dan disukai pembaca. Sayangnya, pemilihan diksi ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. 

Ada kalanya, seorang penulis buku berniat melakukan permainan kata untuk menjadikan karyanya menarik di mata pembaca. Akan tetapi justru gagal total karena diksi yang digunakan ternyata kurang tepat. Buku tersebut pun dinilai kurang bagus dan kurang menarik. 

Pemilihan diksi yang tepat pada dasarnya semakin mudah ketika seorang penulis buku punya penguasaan kosakata yang baik dan luas. Supaya lebih semangat mempelajari diksi, maka berikut beberapa contoh pemilihan diksi yang keliru dan koreksinya: 

1. Contoh Diksi 1

Baik dosen ataupun mahasiswa masih menunggu kepastian mengenai kebijakan baru dari kampus. 

Perbaikan: 

Baik dosen maupun mahasiswa masih menunggu kepastian mengenai kebijakan baru dari kampus.

Penjelasan: 

Pada contoh kalimat tersebut, penggunaan diksi “ataupun” kurang tepat untuk melengkapi kalimat yang menggunakan konjungsi korelatif “baik” pada awal kalimat. Kata konjungsi yang tepat adalah memakai diksi “maupun”. 

2. Contoh Diksi 2

Siti mengalami nasib tragis usai menjadi janda ternyata masih harus menanggung peninggalan hutang suaminya. 

Perbaikan: 

Siti mengalami nasib tragis usai menjadi janda ternyata masih harus menanggung peninggalan utang suaminya.

Penjelasan: 

Pemilihan diksi yang tepat tidak hanya lewat pemahaman makna, akan tetapi memastikan diksi tersebut baku. Sehingga kalimat yang disusun menjadi efektif. Pada contoh di atas, ada kata “hutang” yang sifatnya tidak baku, maka diganti menjadi “utang” yang merupakan bentuk bakunya. 

3. Contoh Diksi 3

Tarif angkutan umum dari Plered tujuan akhir Terminal Cirebon mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 per penumpang. 

Perbaikan: 

Tarif angkutan umum dari Plered menuju Terminal Cirebon mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 per penumpang. 

Penjelasan:  

Pada contoh tersebut, penggunaan diksi “tujuan akhir” kurang tepat karena menjadikan kalimat kurang efektif. Maka diganti dengan diksi “menuju” agar kalimat menjadi efektif. 

Itulah penjelasan mengenai definisi hingga fungsi diksi dalam menyusun karya tulis, baik ilmiah maupun non ilmiah. Lewat penjelasan ini diharapkan bisa lebih mudah memahami apa itu diksi dan bagaimana memilih diksi yang sesuai. 

Bagaimana menurut Anda mengenai efek dari diksi dalam kegiatan menulis? Jika memiliki pengalaman seputar kesalahan pemilihan diksi maupun pengalaman menarik seputar topik ini, silakan tinggalkan komentar untuk berbagi dengan penulis lain.

Sharing is caring. Yuk, bagikan juga artikel ini ke rekan penulis lain agar sama-sama bisa berkembang memperbaiki tulisan.

Mau menulis tapi waktu Anda terbatas?

Gunakan saja Layanan Parafrase Konversi!

Cukup siapkan naskah penelitian (skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah atau naskah lainnya), kami akan mengonversikan jadi buku yang berpeluang memperoleh nomor ISBN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *