Mengenal Unsur dan Metriks Utama pada RPS Berbasis OBE 

penyusunan rps berbasis obe

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang dosen tentunya tidak cukup hanya masuk ke kelas dan menyampaikan materi. Kegiatan pembelajaran memiliki tahapan yang lebih kompleks. Seperti penentuan jadwal, jumlah pertemuan, materi apa saja yang akan disampaikan, metode pembelajaran, sistem atau teknik penilaian, dll. 

Oleh sebab itu, tahap awal dari pelaksanaan tugas pengajaran tersebut adalah menyusun RPS berbasis OBE. Sebab di perguruan tinggi saat ini memang dijalankan kurikulum OBE (Outcome-Based Education). Lalu, apa saja unsur dan matrik di dalam RPS OBE?. Berikut informasinya. 

Sekilas Tentang RPS OBE 

RPS (Rencana Pembelajaran Semester) adalah dokumen yang berisi rencana kegiatan pembelajaran suatu mata kuliah tertentu yang disusun dosen untuk menunjang pembelajaran di satu semester kedepan. 

RPS berbasis OBE adalah RPS yang disusun sesuai pendekatan OBE yang fokus pada luaran atau capaian pembelajaran. Fokus utama inilah yang membedakan RPS OBE dengan RPS yang tidak berbasis pada pendekatan OBE. 

RPS pada kurikulum sebelumnya fokus pada penyampaian materi dalam pembelajaran. Sementara RPS OBE berfokus pada hasil pembelajaran. RPS OBE disusun oleh dosen yang mengampu suatu mata kuliah menjelang akhir semester. Sebab berisi rencana pembelajaran di satu semester kedepan. 

Melalui RPS inilah, para dosen bisa merancang kegiatan pembelajaran yang mendukung mahasiswa mencapai hasil pembelajaran sesuai ketentuan (CPL). Sekaligus menjadi panduan dosen dalam melakukan penilaian atau pengukuran capaian pembelajaran tersebut. 

Baca juga: Karakteristik Kurikulum OBE yang Harus Dipahami Dosen dan Prinsipnya

Unsur Utama dalam RPS Berbasis OBE

Secara tampilan, RPS berbasis OBE tidak memiliki perbedaan dengan RPS pada kurikulum sebelumnya. Sebab sama-sama menampilkan sebuah tabel berisi beberapa kolom dan baris. Sekaligus beberapa bagian yang menginformasikan identitas mata kuliah sampai teknik penilaian capaian pembelajaran. 

Namun, jika diperhatikan secara lebih mendalam maka akan dijumpai unsur tertentu yang khas di dalam RPS OBE tersebut. Unsur dalam RPS tentunya menyesuaikan kebijakan internal masing-masing perguruan tinggi. Secara umum, unsur utama di dalam RPS OBE adalah sebagai berikut: 

1. Identitas Mata Kuliah

Unsur utama yang pertama adalah identitas mata kuliah. RPS biasanya berisi rencana pembelajaran satu semester untuk satu mata kuliah. Maka unsur utama dan dicantumkan paling awal adalah identitas mata kuliah tersebut.

Identitas mata kuliah mencakup informasi mengenai nama mata kuliah, nama dosen pengampu, kode mata kuliah, semester, bobot SKS, program studi, dan sebagainya. Identitas mata kuliah menyesuaikan kebijakan fakultas maupun perguruan tinggi yang menaungi dosen.

2. Deskripsi Mata Kuliah

Unsur utama yang kedua di dalam RPS OBE adalah deskripsi mata kuliah. Pada unsur ini menjelaskan mata kuliah secara singkat dan informasi apa saja yang tercantum di dalam dokumen RPS.

Misalnya menjelaskan ruang lingkup materi, fokus pembelajaran, kompetensi mahasiswa yang harus dicapai, bahasa pengantar yang digunakan, teknik penilaian, dan lain sebagainya.

3. CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan)

Unsur utama ketiga di dalam RPS berbasis OBE adalah CPL. CPL dipahami sebagai kompetensi atau keterampilan praktis yang perlu dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan di suatu prodi dalam durasi tertentu sesuai ketentuan.

Misalnya jenjang S1 ditempuh dalam 4 tahun. Maka setelah mengikuti perkuliahan selama 4 tahun tersebut kompetensi apa yang harus dikuasai mahasiswa? CPL ini juga dicantumkan di dalam RPS yang disusun oleh dosen.

4. CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah)

CPMK dipahami sebagai kompetensi atau keterampilan praktis yang perlu dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan suatu mata kuliah dalam kurun waktu satu semester. CPMK juga wajib dicantumkan di dalam RPS OBE, sehingga menjadi unsur utama.

5. Sub-CPMK

Sub-CPMK dipahami sebagai kompetensi atau keterampilan praktis yang perlu dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti satu pertemuan dalam kegiatan perkuliahan di suatu mata kuliah. Jadi, di akhir pertemuan perkuliahan mahasiswa diharapkan sudah menguasai suatu kompetensi. Sub-CPMK juga wajib ada di RPS.

6. Materi Pembelajaran

Unsur utama selanjutnya adalah materi pembelajaran. Isinya adalah daftar materi yang akan disampaikan dosen kepada mahasiswa selama satu semester. Sehingga berbentuk daftar dan wajib ada di dalam RPS OBE.

7. Daftar Pustaka

Berikutnya adalah daftar pustaka, yakni referensi yang digunakan dosen dalam menyusun RPS OBE tersebut. Umumnya, daftar pustaka terbagi menjadi dua. Yakni daftar pustaka utama dan daftar pustaka pendukung. Gaya sitasi yang digunakan menyesuaikan kebijakan perguruan tinggi masing-masing.

8. Bentuk dan Metode Pembelajaran

Unsur utama selanjutnya dalam RPS berbasis OBE adalah bentuk pembelajaran dan disusul informasi mengenai metode pembelajaran. Ciri khas pendekatan OBE adalah pembelajaran menjadikan mahasiswa sebagai pusat, sehingga lebih aktif dibanding dosen.

Maka bentuk dan metode pembelajaran dipilih yang berpusat ke mahasiswa (student centered). Misalnya dengan diskusi kelompok, project based learning, simulasi, praktikum, dll. Keduanya juga wajib tercantum di RPS OBE.

9. Penugasan Mahasiswa

Unsur utama selanjutnya adalah penugasan kepada mahasiswa. Yakni tugas yang diberikan kepada mahasiswa di akhir pertemuan atau perkuliahan. Bentuk tugas dianjurkan mendorong mahasiswa menguasai keterampilan praktis. Misalnya menyusun paper atau artikel ilmiah, membuat suatu proyek bersama, dll.

10. Indikator, Kriteria, dan Teknik Penilaian

Unsur utama berikutnya adalah informasi mengenai indikator, kriteria, dan teknik penilaian. Misalnya per sub-CPMK ditetapkan teknik penilaian penguasaan kompetensi apa, kriteria penilaian apa, dan indikator penilaiannya bagaimana. Semua wajib tercantum di dalam RPS OBE.

11. Rubrik Penilaian

Dalam RPS OBE, umumnya juga memuat rubrik penilaian. Sebab penilaian didasarkan pada tingkat penguasaan kompetensi yang relevan dengan mata kuliah yang diampu dosen. Maka agar tetap transparan dan objektif, wajib disusun rubrik penilaian sesuai ketentuan. Berikut beberapa contohnya:

Sebagai catatan tambahan, sekali lagi unsur di dalam RPS OBE antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lain umumnya berbeda. Sebab format dan sistematika penyusunan RPS mengikuti kebijakan internal institusi. 

Unsur yang dijelaskan di atas bersifat umum. Sehingga ada kemungkinan di perguruan tinggi tempat dosen mengabdi menetapkan unsur utama lain selain yang dijelaskan di atas. Sekaligus ada kemungkinan menggunakan istilah yang berbeda. 

Download Ebook Penyusunan Buku Ajar Berbasis RPS OBE

Matriks Utama dalam RPS OBE

RPS berbasis OBE sekali lagi memiliki tampilan berbentuk tabel. Sehingga sekilas tidak berbeda jauh dengan RPS yang menggunakan pendekatan selain OBE, misalnya pada kurikulum terdahulu. 

Dalam tabel tersebut, tentunya memuat komponen yang saling berkaitan satu sama lain. Komponen ini disebut dengan istilah matrik RPS OBE. Adapun matriks utama di dalam RPS OBE antara lain: 

1. Capaian Pembelajaran

Matriks utama yang pertama di dalam RPS OBE adalah capaian pembelajaran. Mencakup CPL, CPMK, dan Sub-CPMK. Ketiganya saling berkaitan satu sama lain. CPL kompetensi target yang masih umum, sedangkan CPMK spesifik di mata kuliah.

Kemudian sub-CPMK adalah capaian pembelajaran lebih spesifik lagi. Sebab per pertemuan sepanjang satu semester perkuliahan. Capaian pembelajaran tetapkan dulu dari CPL, kemudian diturunkan ke CPMK. CPMK diturunkan lagi menjadi sub-CPMK sehingga saling berkaitan dan wajib tercantum di RPS OBE.

2. Materi Pembelajaran

Matrik utama kedua di dalam RPS berbasis OBE adalah materi pembelajaran. Dalam menyusun RPS OBE, dosen pengampu mata kuliah harus menentukan materi apa saja yang bisa mendorong mahasiswa mencapai CPMK dan sub-CPMK.

Sehingga materi ini berkaitan erat dengan capaian pembelajaran yang menjadi salah satu matrik utama juga dalam RPS OBE. Tanpa materi pembelajaran yang tepat, maka CPL maupun sub-CPMK akan sulit dicapai.

3. Metode Pembelajaran

Matrik utama berikutnya adalah metode pembelajaran. Setelah materi pembelajaran ditetapkan dan memang relevan untuk mendukung mahasiswa mencapai CPMK, sub-CPMK, maupun CPL. Maka berikutnya adalah menetapkan metode pembelajaran.

Metode pembelajaran harus tepat disesuaikan dengan karakteristik materi dan karakteristik mahasiswa. Sehingga materi tersebut bisa dengan mudah dipahami oleh mahasiswa. Sekaligus tetap relevan dengan pendekatan OBE yang sifatnya berpusat pada mahasiswa.

4. Sistem atau Teknik Penilaian

Matriks utama selanjutnya adalah sistem atau teknik penilaian. Setelah pertemuan, dosen perl memastikan mahasiswa mencapai sub-CPMK yang ditetapkan atau tidak. Maka diberikan penugasan dan dinilai sesuai rubrik penilaian yang disusun di RPS OBE.

Sehingga hasil penilaian ini bisa diketahui dengan lebih jelas dan objektif, apakah sub-CPMK sudah tercapai atau sebaliknya. Teknik penilaian harus tepat, agar hasil penilaian juga akurat.

Strategi Menyusun RPS OBE dengan Baik dan Benar 

Memahami bahwa menyusun RPS berbasis OBE memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibanding RPS berbasis kurikulum terdahulu. Maka tentu, penyusunannya tidak bisa sembarangan dan dibuat sama ketika menyusun RPS kurikulum lama. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh dosen: 

1. Membaca Buku Panduan Penyusunan RPS OBE

Strategi yang pertama, para dosen perlu meluangkan waktu membaca panduan penyusunan RPS OBE. Nyaris semua perguruan tinggi di Indonesia menyiapkan buku panduan tersebut.

Biasanya berisi informasi mendasar seperti definisi RPS OBE dan istilah khas di dalam RPS. Disusul ketentuan format penulisan, sistematika penulisan, tahapan menyusun RPS, tahap pengesahan, dan sebagainya.

Jadi, wajib dibaca dulu karena berkaitan dengan kebijakan internal perguruan tinggi terkait RPS OBE. Jika tidak sesuai ketentuan, maka RPS yang disusun dosen tidak bisa disahkan dan tidak bisa diterapkan.

2. Ikut Pelatihan Terkait RPS OBE

Strategi yang kedua, para dosen bisa mengikuti pelatihan menyusun RPS berbasis OBE maupun topi yang berkaitan. Sebab pelatihan ini bisa meningkatkan pemahaman apa itu RPS OBE. Sekaligus praktek langsung dengan didampingi mentor yang sudah berpengalaman.

Sehingga mengasah keterampilan dosen menyusun RPS OBE dengan baik dan benar. Pelatihan biasanya diselenggarakan perguruan tinggi, akan tetapi bisa juga oleh pihak eksternal.

3. Menggunakan Template RPS OBE

Strategi ketiga, dosen bisa mengutamakan menggunakan template RPS OBE yang sudah disiapkan perguruan tinggi. Biasanya template dalam bentuk spreadsheet bisa juga dalam format digital lain. Sehingga bisa langsung diedit dosen.

Jadi, jika perguruan tinggi yang menaungi dosen sudah menyiapkan template RPS OBE. Sebaiknya dimanfaatkan agar tidak menyusun RPS dari nol. Sebab unsur dan matrik di dalam RPS OBE cukup kompleks. Meminimalkan kesalahan, menggunakan template adalah solusi paling praktis.

Menyusun RPS berbasis OBE memang di awal akan terasa rumit, karena pengembangan setiap unsur di dalamnya lebih kompleks. Sekaligus harus dipastikan tetap didasarkan pada CPL atau capaian pembelajaran. Namun, setelah terbiasa dan disusun dengan strategi yang tepat maka perlahan akan terasa lebih mudah.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan utama RPS berbasis OBE dengan RPS pada kurikulum sebelumnya?

RPS berbasis OBE berfokus pada capaian pembelajaran atau outcomes yang harus dikuasai mahasiswa. Sementara RPS pada kurikulum sebelumnya lebih menitikberatkan pada penyampaian materi selama perkuliahan.

2. Apa saja unsur utama yang wajib ada dalam RPS berbasis OBE?

Secara umum, RPS berbasis OBE memuat identitas mata kuliah, deskripsi mata kuliah, CPL, CPMK, Sub-CPMK, materi pembelajaran, daftar pustaka, metode pembelajaran, penugasan mahasiswa, teknik penilaian, dan rubrik penilaian. Seluruh unsur tersebut saling berkaitan karena RPS OBE tidak hanya menjelaskan materi yang akan diajarkan, tetapi juga memastikan setiap aktivitas pembelajaran mendukung capaian pembelajaran mahasiswa secara terukur.

3. Bagaimana cara menyusun RPS OBE yang sesuai standar perguruan tinggi?

Dosen disarankan membaca pedoman penyusunan RPS OBE yang berlaku di institusinya, mengikuti pelatihan terkait OBE, serta menggunakan template resmi yang telah disediakan perguruan tinggi.

4. Apakah format RPS OBE sama di setiap perguruan tinggi?

Tidak selalu. Setiap perguruan tinggi dapat memiliki format, istilah, dan sistematika yang berbeda sesuai kebijakan internal. Namun prinsip utama OBE tetap berfokus pada capaian pembelajaran.

Referensi:

  1. Pedoman Penyusunan RPS UMC Tahun 2025. (2025). Universitas Muhammadiyah Cirebon. https://drive.google.com/file/d/1oD0lVmtVQbSjyDR7bfW2jFSmSn4OxYdX/view?usp=sharing 
  2. Adji, W. (2026). Template dan Contoh RPS Berbasis OBE Sesuai Dikti yang Benar. Diakses pada 20 Mei 2026 dari https://parafraseindonesia.com/karir-akademik/karir-dosen/contoh-rps-berbasis-obe/
  3. Aziz, A. (2026). Mengenal Pilihan Metode Pembelajaran Dosen yang Sesuai dengan RPS OBE. Diakses pada 20 Mei 2026 dari https://duniadosen.com/pengajaran/mengenal-pilihan-metode-pembelajaran-dosen-yang-sesuai-dengan-rps-obe/
  4. Tentang RPS OBE. (n.d). TIPD STAIN Majene. Diakses pada 20 Mei 2026 dari https://pai.stainmajene.ac.id/halaman/detail/tentang-rps-obe
  5. Penyusunan RPS Berbasis OBE. (n.d). Perkumpulan Konsultan Manajemen Pendidikan Indonesia (PKMPI) Sumatera Utara. Diakses pada 20 Mei 2026 dari https://pkmpi.org/pelatihan-rps/
  6. RPS OBE Basis Data. (2023). Universitas Brawijaya. https://statistika.ub.ac.id/wp-content/uploads/2024/01/RPS-OBE-Basis-Data.pdf
  7. RPS OBE Pengantar Ilmu Pertanian. (n.d). Universitas Sumatera Utara. https://konten.usu.ac.id/storage/satker/0/statis/prodi/RPS%20OBE_Pengantar%20Ilmu%20Pertanian%20OBE.docx.pdf
  8. RPS Perencanaan Sumber Daya Manusia. (2015). Universitas Pembangunan Jaya. https://ocw.upj.ac.id/files/RPS-MGT415-RPS.pdf

Artikel Penulisan Buku Pendidikan