Information

Tesaurus, Solusi Temukan Alternatif Kata Bagi Penulis

Menulis adalah proses mengungkapkan ide di kepala menjadi tulisan, sehingga dibutuhkan penguasaan kosakata sebanyak mungkin. Membantu mengoptimalkan perbendaharaan kata maka bisa menggunakan Tesaurus. 

Terjun di dunia kepenulisan tentu tidak asing dengan situs atau platform satu ini. Sebab bisa digunakan untuk menemukan deretan persamaan kata, antonim, kata kerja, dan sebagainya. Sehingga bisa membantu penulis menuangkan ide secara lebih kreatif. Lalu, bagaimana penggunaannya? 

Apa Itu Tesaurus?

Hal pertama untuk dibahas adalah mengenai apa itu Tesaurus. Tesaurus secara etimologi berasal dari bahasa Latin dari kata “thēsaurus” yang memiliki arti “harta karun, perbendaharaan, gudang”. Sejumlah sumber juga menjelaskan definisinya, yaitu: 

a. Kamus Bahasa Inggris Longman (2001:1889)

Dalam kamus bahasa Inggris Longman dijelaskan bahwa tesaurus adalah suatu buku yang mendaftar kata-kata secara berkelompok dengan kata-kata lain yang memiliki kesamaan pengertian.

b. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional, 2008:1456)

Dalam KBBI, dijelaskan bahwa tesaurus adalah:

  1. Buku referensi berupa daftar kata dengan sinonimnya.
  2. Buku referensi berupa informasi tentang berbagai konsep atau istilah di berbagai kehidupan dan pengetahuan.

Melalui definisi beberapa sumber tersebut maka bisa disimpulkan bahwa tesaurus adalah referensi daftar kosakata yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan makna (berisi sinonim atau antonim) yang umumnya mencantumkan dalam urutan abjad.

Beberapa orang menganggap jika tesaurus ini sama seperti KBBI, padahal berbeda. Tesaurus hanya menampilkan kelompok kata, baik itu sinonim maupun antonim tanpa definisi. Sedangkan KBBI menjelaskan definisi suatu kata. 

KBBI bisa digunakan untuk mengetahui arti suatu kata dan bagaimana menempatkannya dalam suatu kalimat agar sesuai konteks. Namun, tesaurus bisa digunakan untuk mencari sinonim dan antonim agar penulisan suatu hal lebih enak dibaca, lebih halus, lebih kreatif, dll. 

Baca Juga: Kohesif dan Koheren, Kunci Pembaca Paham Isi Buku

Jenis Tesaurus

Tesaurus tak hanya bisa digunakan untuk menemukan kelompok kata dengan makna tertentu dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi juga dalam bahasa Inggris. Jadi, para penulis yang ingin menyusun naskah berbahasa Inggris juga bisa memanfaatkannya. 

Terkait hal ini, tesaurus kemudian terbagi menjadi dua jenis, yaitu: 

1. Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia

Jenis yang pertama adalah tesaurus tematis bahasa Indonesia. Sesuai namanya, tesaurus ini membantu menemukan persamaan maupun lawan kata dalam bahasa Indonesia. 

Akses ke layanan ini bisa mengunjungi laman https://tesaurus.kemendikdasmen.go.id/tematis/. Cara kerjanya adalah tinggal mengetik kata kunci di kolom pencarian dan sistem akan merekomendasikan kelompok kata yang sesuai. 

Situs ini sifatnya gratis sehingga bisa diakses kapan saja dan dimana saja oleh siapa saja. Selain mengetahui sinonim dan antonim, di situs ini juga tersedia pencarian untuk kata kerja, kata hubung atau konjungsi, nomina, dan sebagainya. 

2. Thesaurus English

Jenis yang kedua adalah thesaurus english, yaitu tesaurus dalam bahasa Inggris. Artinya, tesaurus jenis ini bisa digunakan untuk menemukan persamaan dan lawan kata dalam bahasa Inggris. 

Laman untuk mengakses layanan ini ada di www.thesaurus.com. Situs ini juga menjadi satu dengan kamus Oxford, sehingga usai mencari padanan kata juga bisa dicari tahu artinya. 

Bagi akademisi maupun penulis non akademis yang ingin menyusun karya tulis berbahasa Inggris. Maka bisa menggunakan layanan situs ini untuk membantu mengetahui lebih banyak kosakata, baik itu lawan kata maupun persamaan kata. 

Selain menggunakan berbagai sumber sinonim saat menulis, Anda juga perlu mengetahui apakah pemilihan kata yang Anda pakai sudah tepat. Kuasai Diksi, Contoh, dan Syarat-Syarat Penggunaannya.

Fungsi Tesaurus untuk Penulis

Setelah mengetahui apa itu tesaurus dan juga jenis-jenisnya, maka akan muncul pertanyaan. Seberapa penting tesaurus ini untuk para penulis? Jawabannya adalah sangat penting. Berikut fungsi-fungsi tesaurus:

1. Membantu Menemukan Alternatif Kata

Fungsi pertama dari tesaurus ini adalah membantu menemukan alternatif kata. Sehingga bisa mencari tahu kata yang lebih halus, lebih kasar, lebih menarik, lebih enak didengar, dan sebagainya sesuai konteks kalimat yang disusun. 

Seperti yang diketahui, menuliskan sesuatu dengan pilihan kata berbeda bisa memiliki perbedaan signifikan. Misalnya, saat menggunakan kata “miskin” bisa jadi terasa monoton. 

Maka bisa diganti dengan alternatif kata lain yang dianggap lebih halus atau lebih menyentuh emosi pembaca. Misalnya kata “ekonomi lemah”. Tesaurus membantu penulis menemukan alternatif kata yang benar-benar sesuai dengan konteks. 

2. Memahami Mendefinisikan Kata

Tesaurus juga berfungsi sebagai media atau alat bantu bagi penulis memahami definisi kata. Jika kata A masih asing di telinga, tesaurus bisa membantu menemukan sinonim yang lebih familiar. Sehingga suatu kata bisa dipahami dengan baik dan mencegah menuliskan kalimat ambigu. 

3. Membantu Memperluas Konteks

Lewat tesaurus, seorang penulis juga lebih mudah memperluas konteks dari kalimat dan paragraf yang disusun. Suatu kata tidak selalu bermakna negatif, akan tetapi bisa menjadi positif ketika digunakan di konteks yang sesuai. 

4. Membantu Menghindari Pengulangan Kata

Perbendaharaan kata yang minim bisa membuat penulis mengulang kata yang sama dalam beberapa kali. Entah itu di satu paragraf yang sama maupun di sepanjang bab. 

Tesaurus membantu menemukan padanan kata sehingga bisa memakainya dan mencegah pengulangan kata sampai berkali-kali. Pengulangan kata bisa membuat kalimat menjadi tidak efektif, tidak enak dibaca, aneh, dan sebagainya. 

5. Membuat Tulisan Lebih Menarik dan Estetik

Fungsi berikutnya adalah bisa membantu menyajikan tulisan yang lebih menarik dan bahkan estetik. Pemilihan kosakata yang lebih indah dibaca dan didengar tentu akan memberi efek tulisan tersebut lebih menarik dan indah. 

Bagi para penulis puisi, tentu sangat penting untuk menggunakan tesaurus guna menemukan kosakata yang punya sentuhan estetik. Selain itu, bisa juga digunakan untuk penulisan karya tulis jenis lainnya. Sehingga tidak monoton dan disukai pembaca. 

Saat menulis, Anda perlu memastikan kalimat yang Anda gunakan sudah memenuhi kalimat efektif agar tulisan mudah dibaca dan dipahami. Simak bacaan kalimat efektif berikut untuk diterapkan pada tulisan Anda:

Cara Menggunakan Tesaurus?

Lalu, bagaimana cara menggunakan tesaurus? Tesaurus bisa digunakan secara online, untuk bahasa Indonesia bisa mengunjungi laman Tesaurus Kemdikbud. Sedangkan untuk bahasa Inggris bisa ke laman Thesaurus

Adapun cara pakainya adalah sebagai berikut: 

  1. Buka browser pada perangkat dan kunjungi laman yang sudah dijelaskan di atas.
  2. Pada halaman utama, silakan ketik kata yang ingin dicari sinonim maupun antonimnya.
  3. Klik tombol pencarian dan tunggu sampai sistem menunjukan hasil rekomendasi sekelompok kata.

Contoh Tesaurus Bahasa Indonesia

Berikut adalah beberapa contoh kata yang dicari padanan kata atau sinonimnya melalui tesaurus bahasa Indonesia: 

  1. Cinta: dimabuk cinta, jatuh cinta, jatuh hati, kasmaran, kecantol (cak), kena hati, kerlip (cak), kesengsem (cak), mabuk asmara, mabuk cinta, mabuk kepayang, menaruh cinta, menaruh hati, menaruh kasih, perlip (cak), terpesona, terpikat, terpincut, tertawan; tergoda.
  2. Menulis: membuat, mengarang, menulis, menyusun
  3. Makan: memamah, menelan, menggigit, mengunyah, menyuap; bersantap, melahap, memajuh, menggado, mengkonsumsi, mengisi perut, menyantap

Tesaurus membantu para penulis untuk memahami pilihan kata yang beragam sehingga bisa mengungkapkan ide dengan lebih kompleks dan menarik. Sehingga menjadi salah satu alat bantu yang sangat penting bagi para penulis. 

Pujiati

Pujiati telah menjadi SEO Content Writer hampir 10 tahun. Dia berpengalaman menulis konten seputar dosen, kepenulisan akademis dan kreatif, serta kesehatan. Melalui tulisan, Pujiati merasa senang ketika apa yang ia tulis bermanfaat untuk pembaca.

Recent Posts

Manfaat Kurikulum OBE bagi Mahasiswa, Dosen, dan Perguruan Tinggi

Kurikulum yang diterapkan di pendidikan tinggi Indonesia saat ini adalah kurikulum OBE. Kurikulum ini menggantikan…

1 hari ago

Mengenal Karakteristik dan Metode Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum OBE

Kegiatan pembelajaran OBE atau kurikulum OBE, tentunya memiliki karakteristik lebih khas. Sebab, pendekatan dalam OBE…

2 hari ago

Kolaborasi Penerbit Deepublish-LLDikti Wilayah V Membangun Ekosistem Publikasi Terarah dan Berdaya Saing

Dalam menjalankan tri dharma, para dosen di Indonesia tentunya rutin mengurus publikasi ilmiah. Baik publikasi…

3 hari ago

Kolaborasi Penerbit Deepublish-LLDikti Wilayah III, Mendorong Publikasi untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

Penerbit Deepublish kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung publikasi ilmiah para dosen di Indonesia. Yakni melalui…

3 hari ago

Jasa Percetakan Modul Pembelajaran untuk Dosen dan Institusi Pendidikan

Menggunakan jasa percetakan modul pembelajaran, tentunya bisa dipertimbangkan oleh para dosen. Sebab sekalipun tidak wajib,…

7 hari ago

Bukan Sekadar Penerbit: Mengapa Deepublish Dipilih sebagai Mitra Strategis Lembaga Pendidikan Tinggi

Kolaborasi perguruan tinggi dengan berbagai pihak eksternal (dunia industri, pemerintah, dan masyarakat) merupakan hal penting.…

7 hari ago