Information

Urgensi Menerbitkan Buku Monograf sebagai Luaran Penelitian

Menyebarluaskan hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dalam bentuk artikel di jurnal ilmiah. Namun, para dosen juga bisa menyebarluaskannya dengan menerbitkan buku. Seperti buku monograf. 

Sudahkah mengetahui urgensi menerbitkan buku monograf sebagai luaran penelitian? Hal ini seperti yang disampaikan Prof. Dr. Trina Ekawati Tallei, M.Si pada saat mengisi webinar bertajuk Optimalisasi Buku Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang digelar Dunia Dosen dan Penerbit Deepublish. 

Dalam webinar tersebut, Triana yang saat ini aktif mengajar sebagai dosen di Universitas Sam Ratulangi memaparkan sejumlah poin. Dimana menunjukan urgensi yang tinggi untuk para dosen menyebarluaskan hasil penelitian dan pengabdian dalam bentuk buku ilmiah. 

Alasan yang pertama kenapa disebut punya urgensi tinggi, karena menyebarluaskan dalam bentuk buku monograf menjadi bentuk diseminasi ilmu secara luas. Artinya, disebarluaskan dalam bentuk buku memiliki akses pembaca lebih luas. Yakni tidak hanya masyarakat ilmiah, akan tetapi juga masyarakat umum. 

“Kenapa kita perlu untuk publikasi berbasis riset dan pengabdian? Karena agar apa yang dilakukan oleh dosen tidak hanya seperti menara gading. Tidak bisa di translatekan. Masyarakat itu awam, agak sulit untuk memahami artikel ilmiah yang dipublikasi di jurnal-jurnal,” kata Triana. 

“Tetapi, kalau kita (dosen) mentranslatekan dalam bentuk buku diharapkan buku ini bisa diseminasikan secara luas. Kemudian dibaca (masyarakat) umum. Maka kemudian bisa menerjemahkan apa yang kita temukan baik dalam penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” sambungnya. 

Hal ini tentu penting, karena masyarakat umum tidak memungkinkan untuk mengakses penyebarluasan hasil penelitian ke jurnal ilmiah. Salah satunya, karena gaya bahasa lebih ilmiah dan akademik yang belum tentu mudah dipahami masyarakat awam. 

Urgensi menerbitkan buku monograf sebagai luaran penelitian berikutnya menurut Triana adalah menunjang pengembangan karir akademik dosen. Sebab menerbitkan buku menyumbang KUM yang signifikan untuk mempercepat kenaikan pangkat dan jabatan akademik dosen. 

Buku bisa memberi KUM sampai 40 poin untuk buku referensi dan 20 poin untuk buku monograf. Dimana nilai poin KUM ini lebih besar dibanding publikasi ke jurnal nasional tidak tidak terindeks (10 poin) maupun jurnal internasional yang belum bereputasi (15 poin). 

“Terutama untuk penilaian lainnya seperti penilaian kenaikan pangkat dan jabatan. Kalau (menerbitkan) buku (hasil penelitian dan pengabdian), itu maksimal bisa sampai 40 KUM (buku referensi),” terang Triana. 

Urgensi menerbitkan buku monograf sebagai luaran penelitian berikutnya adalah memberikan dampak sosial dan edukasi kepada publik. Sebab hasil penelitian dan pengabdian terkini adalah bagian dari ilmu pengetahuan terbaru. Kemudian leluasa diakses masyarakat luas. 

Tak hanya itu, urgensi lainnya adalah mendorong kolaborasi. Baik dalam penelitian, pengabdian, maupun publikasi ilmiah dengan menerbitkan buku. Sebab buku yang diterbitkan bisa jadi dibaca oleh rekan sesama dosen. Sehingga menawarkan kolaborasi di kemudian hari. 

“Kemudian ada dampak sosial dan edukasi publik. Kalau misalnya ada teman-teman atau kolega yang membaca bukunya, tertarik kolaborasi. Itu merupakan suatu hal yang sangat bagus,” jelas Triana. 

Menulis dan menerbitkan buku monograf berbasis hasil penelitian dan pengabdian juga menjadi urgen karena mendorong kemampuan berpikir sistematis dosen. Apalagi gaya bahasa dalam naskah buku tidak sama dengan karya tulis ilmiah seperti artikel ilmiah maupun laporan penelitian. 

“Menulis buku itu selingkungnya agak berbeda dengan menulis artikel ilmiah atau laporan untuk laporan pengabdian atau membuat tulisan populer lain. Jadi kita bisa belajar menuangkan hasil penelitian kita ke dalam buku. Sehingga kita bisa belajar bagaimana berpikir sistematis dengan gaya (selingkung) yang berbeda,” pungkasnya.

Pujiati

Pujiati telah menjadi SEO Content Writer hampir 10 tahun. Dia berpengalaman menulis konten seputar dosen, kepenulisan akademis dan kreatif, serta kesehatan. Melalui tulisan, Pujiati merasa senang ketika apa yang ia tulis bermanfaat untuk pembaca.

Recent Posts

Manfaat Kurikulum OBE bagi Mahasiswa, Dosen, dan Perguruan Tinggi

Kurikulum yang diterapkan di pendidikan tinggi Indonesia saat ini adalah kurikulum OBE. Kurikulum ini menggantikan…

50 menit ago

Mengenal Karakteristik dan Metode Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum OBE

Kegiatan pembelajaran OBE atau kurikulum OBE, tentunya memiliki karakteristik lebih khas. Sebab, pendekatan dalam OBE…

1 hari ago

Kolaborasi Penerbit Deepublish-LLDikti Wilayah V Membangun Ekosistem Publikasi Terarah dan Berdaya Saing

Dalam menjalankan tri dharma, para dosen di Indonesia tentunya rutin mengurus publikasi ilmiah. Baik publikasi…

2 hari ago

Kolaborasi Penerbit Deepublish-LLDikti Wilayah III, Mendorong Publikasi untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen

Penerbit Deepublish kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung publikasi ilmiah para dosen di Indonesia. Yakni melalui…

2 hari ago

Jasa Percetakan Modul Pembelajaran untuk Dosen dan Institusi Pendidikan

Menggunakan jasa percetakan modul pembelajaran, tentunya bisa dipertimbangkan oleh para dosen. Sebab sekalipun tidak wajib,…

5 hari ago

Bukan Sekadar Penerbit: Mengapa Deepublish Dipilih sebagai Mitra Strategis Lembaga Pendidikan Tinggi

Kolaborasi perguruan tinggi dengan berbagai pihak eksternal (dunia industri, pemerintah, dan masyarakat) merupakan hal penting.…

5 hari ago