Meningkatkan SINTA Score tentunya menjadi hal penting bagi dosen maupun peneliti di Indonesia. Sebab lewat SINTA Score inilah, dosen bisa diketahui memenuhi syarat menjadi pengusul hibah penelitian dan PkM dari Kemdiktisaintek atau tidak.
Sekaligus bisa tidaknya mengakses kesempatan akademik lain. Mengoptimalkan SINTA Score sendiri bisa dilakukan para dosen dengan berbagai strategi. Namun, perlu dipastikan tetap menjaga etika.
Misalnya dengan mengoptimalkan luaran dari kegiatan tri dharma. Baik itu pendidikan, penelitian, maupun PkM. Sebab seluruh publikasi ilmiah yang dihasilkan bisa berdampak signifikan pada perolehan skornya. Lalu, publikasi jenis mana yang perlu diprioritaskan dosen? Berikut informasinya.
Bagaimana SINTA Score Dihitung?
Meningkatkan SINTA Score diawali dengan memahami bagaimana sistem perhitungannya. SINTA Score merupakan sistem penilaian kinerja penelitian dan aktivitas tri dharma lain yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Setiap peneliti dan afiliasi tempat peneliti menjalankan tugasnya wajib memiliki akun di SINTA. Kemudian melalui akun inilah terdapat detail profil hingga capaian kinerja tri dharma. Termasuk informasi SINTA Score. Sehingga SINTA Score terbagi menjadi 2 kategori. Yaitu Author Score dan Affiliation Score.
Para dosen di Indonesia yang sudah memiliki akun SINTA. Maka SINTA Score menggunakan kategori Author Score, sedangkan perguruan tinggi yang menaungi menggunakan kategori Affiliation Score.
Lalu, bagaimana sistem perhitungan SINTA Score milik dosen? Saat ini, sistem di SINTA bisa menggunakan SINTA Score v.1 maupun SINTA Score v.2. Pada SINTA Score v.2, perhitungan dengan mengakumulasikan beberapa unsur berikut:
- Jumlah Dokumen Artikel Jurnal di Scopus
- Jumlah Dokumen Nonjurnal di Scopus
- Jumlah Sitasi di Scopus
- Jumlah Sitasi di Google Scholar, dan juga
- Jumlah Artikel di Jurnal Sinta (S1-S6)
Jadi, SINTA Score dihitung melalui akumulasi beberapa unsur tersebut. Kemudian, setiap unsur memiliki bobot penilaian tersendiri. Secara umum, dosen tidak perlu menghitung SINTA Score mandiri. Sebab sudah dihitung sistem di SINTA dan akan tampil di profil SINTA yang dimiliki dosen.
Kontribusi Publikasi Jurnal terhadap SINTA Score
Dalam meningkatkan SINTA Score, salah satu strategi efektif adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Salah satunya publikasi dalam bentuk jurnal, baik itu jurnal terindeks Scopus maupun jurnal nasional yang masuk di laman SINTA (sudah terakreditasi).
Kontribusi publikasi pada jurnal ilmiah terbilang paling besar pada SINTA Score. Dalam SINTA Score v.2, bobot penilaian dipengaruhi juga oleh peringkat jurnal tersebut. Berikut rinciannya:
| Jurnal Internasional Scopus | Jurnal Nasional SINTA |
| Q1=40 | S1=25 |
| Q2=40 | S2=25 |
| Q3=35 | S3=20 |
| Q4=30 | S4=20 |
| No-Q=30 | S5=15 |
| S6=15 |
Melalui tabel tersebut, bisa dipahami bahwa riwayat publikasi di jurnal Scopus pada peringkat Q1 di 40 poin. Sedangkan jurnal internasional yang belum terindeks Scopus di 30 poin.
Sementara itu, jurnal nasional pada peringkat SINTA 1 dan 2 sebesar 25 poin. Kemudian di peringkat SINTA 3 adalah 4 adalah 20 poin. Begitu seterusnya sesuai data di tabel tersebut. Sehingga kontribusi pada SINTA Score cukup tinggi atau signifikan.
Bobot ini belum mencakup perhitungan jumlah sitasi. Sehingga, riwayat publikasi di jurnal ilmiah bisa berdampak lebih signifikan pada SINTA Score jika sitasinya tinggi. Misalnya, sitasi jurnal Scopus punya bobot penilaian sebesar 4 poin. Sementara jumlah sitasi di Google Scholar sebesar 0,5 poin.
Kontribusi Publikasi Buku terhadap SINTA Score
Lalu, bagaimana dengan kontribusi publikasi ilmiah berbentuk buku pada SINTA Score dosen? Publikasi dalam bentuk penerbitan buku ilmiah juga memiliki efek signifikan pada SINTA Score yang dimiliki para dosen.
Sebab sesuai daftar unsur yang dihitung dalam SINTA Score, riwayat publikasi nonjurnal (termasuk buku ilmiah) ikut mempengaruhi. Kemudian besarannya, secara mendasar memang tidak sebesar bobot publikasi jurnal ilmiah yang dijelaskan sebelumnya.
Riwayat publikasi buku ilmiah oleh dosen yang terindeks di database Scopus memiliki bobot penilaian sebesar 15 poin ke SINTA Score. Kemudian, masih ada tambahan poin jika ada sitasi. Bobot penilaian untuk sitasi sama seperti riwayat publikasi di jurnal, yaitu 4 poin untuk sitasi di Scopus dan 0,5 poin untuk sitasi di Google Scholar.
Publikasi Jurnal dan Buku, Mana yang Lebih Baik untuk Optimasi SINTA Score Dosen?
Melalui penjelasan sebelumnya, tentu bisa dipahami bahwa publikasi berbentuk jurnal maupun buku ilmiah sama-sama berpotensi meningkatkan SINTA Score. Meskipun memiliki bobot penilaian yang berbeda.
Dosen sebaiknya memilih yang mana? Idealnya, seorang dosen berusaha untuk membangun riwayat publikasi ilmiah dari dua bentuk tersebut secara beriringan. Jadi, penting sekali untuk punya riwayat publikasi di jurnal dan buku ilmiah.
Alasannya, karena meski secara bobot penilaian untuk unsur jumlah publikasi di SINTA dan Scopus lebih tinggi jurnal. Namun, SINTA Score juga dipengaruhi jumlah sitasi pada Scopus dan Google Scholar.
Jadi, strategi lebih tepat agar skor optimal adalah kombinasi keduanya. Sehingga dosen bisa mengoptimalkan bobot penilaian dari publikasi masing-masing beserta sitasi yang diraih. Sehingga saling melengkapi yang meningkatkan potensi SINTA Score mengalami kenaikan lebih signifikan dan bahkan bisa stabil.
Baca juga: Publikasi Jurnal vs Buku: Mana yang Terbaik untuk Dosen dan Peneliti?
Strategi Mengoptimalkan Perolehan SINTA Score Dosen
Dalam upaya dosen meningkatkan SINTA Score, tentunya publikasi ilmiah bisa terus dihasilkan lewat produktivitas tri dharma yang juga optimal. Selain itu, dibutuhkan strategi lain yang berdampak pada optimasi sitasi yang didapat dari berbagai publikasi yang sudah dihasilkan.
Supaya SINTA Score terus berkembang dan semakin optimal, maka bisa menerapkan beberapa strategi berikut:
1. Menjaga Tetap Produktif Menjalankan Tri Dharma
Publikasi ilmiah dihasilkan dosen melalui aktivitas tri dharma. Maka salah satu kunci agar menghasilkan publikasi secara berkelanjutan. Sekaligus dalam berbagai bentuk sebagai upaya diseminasi hasil tri dharma tersebut. Tentunya dengan aktif menjalankan tri dharma itu sendiri.
Para dosen perlu memastikan selalu memenuhi BKD (Beban Kerja Dosen). Sebab menjadi cara termudah untuk memastikan aktif dan produktif menjalankan tri dharma sesuai ketentuan. Sebab di dalam BKD juga diatur proporsi yang tepat dan seimbang.
Selain itu, dalam BKD juga terdapat kewajiban khusus yang dipenuhi melalui publikasi ilmiah. Khususnya penerbitan buku untuk dosen di berbagai jenjang jabatan akademik. Selama BKD untuk kewajiban rutin per semester dan kewajiban khusus terpenuhi. Maka selama itu juga dosen bisa produktif menghasilkan publikasi ilmiah.
Baca juga: 12 Cara Manajemen Waktu Dosen agar Tetap Produktif Menjalankan Tri Dharma
2. Mengakses Hibah
Strategi kedua dalam meningkatkan SINTA Score milik dosen adalah mengakses program hibah. Baik itu hibah penelitian, hibah PkM, hibah publikasi ilmiah, dan lain sebagainya.
Kenapa perlu hibah? Sebab dalam menjalankan tri dharma yang menghasilkan publikasi ilmiah dibutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Seringnya, dosen tidak selalu bisa mengandalkan pendanaan internal dari perguruan tinggi yang menaungi.
Maka dosen harus aktif bergerilya mencari hibah dari pihak eksternal. Baik itu dari kementerian, lembaga pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, organisasi atau yayasan kelolaan swasta, dan sebagainya. Hibah dari tingkat daerah, nasional, sampai internasional perlu diperjuangkan dosen.
Melalui hibah inilah, dosen mendapat dukungan pendanaan yang memadai. Dibantu pendanaan dalam menjalankan penelitian hingga pendanaan mencapai luaran. Termasuk luaran wajib dan tambahan dalam bentuk publikasi ilmiah. Jadi, semakin sering meraih hibah. Semakin rutin pula dosen menghasilkan publikasi ilmiah.
3. Memaksimalkan Capaian Luaran Tri Dharma
Strategi ketiga dalam meningkatkan SINTA Score secara optimal adalah memaksimalkan capaian luaran tri dharma. Sesuai penjelasan sebelumnya, aktivitas tri dharma akan selalu menghasilkan publikasi ilmiah.
Mulai dari pendidikan yang berpotensi menghasilkan buku ajar yang diterbitkan dosen. Sehingga terindeks Google Scholar, terdata di profil SINTA, dan bisa diklaim BKD hingga ikut penilaian AK Konversi.
Kemudian penelitian yang tentunya bisa menghasilkan publikasi lebih kompleks. Mulai dari prosiding, jurnal, hingga penerbitan buku ilmiah dan publikasi karya ilmiah populer di media massa.
Pada PkM, dosen selain bisa menghasilkan laporan PkM juga bisa dipublikasikan ke jurnal. Kemudian dikonversi menjadi buku referensi atau monograf. Meskipun buku ilmiah tersebut tidak bisa diklaim di BKD dan ikut penilaian angka kredit. Namun sudah menyebarluaskan hasil PkM dan menguatkan riwayat publikasi ilmiah dosen.
Seluruh aktivitas tri dharma tersebut, bisa dioptimalkan untuk menghasilkan berbagai publikasi ilmiah. Pada penelitian misalnya, selain menghasilkan prosiding atau jurnal. Bisa dikonversi menjadi buku referensi, monograf, atau bunga rampai. Sehingga lebih masif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen.
4. Aktif dalam Berkolaborasi
Berkolaborasi tentunya juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan SINTA Score milik dosen. Kolaborasi yang dimaksud bisa dalam aktivitas tri dharma, publikasi ilmiah, maupun keduanya sekaligus.
Kolaborasi bahkan memiliki dampak positif yang cukup beragam dalam upaya meningkatkan perolehan SINTA Score. Pertama, kolaborasi membantu dosen lebih produktif menjalankan tri dharma. Sehingga lebih rutin juga dalam menghasilkan publikasi ilmiah.
Kedua, kolaborasi bisa meningkatkan kualitas proses dan hasil aktivitas tri dharma. Misalnya dalam penelitian, saling berbagi akses fasilitas bersama. Tentunya menunjang kelancaran proses penelitian, penyusunan laporan, hingga naskah untuk publikasi ilmiah sebagai luarannya.
Peluang menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas yang bisa masuk ke jurnal Scopus, jurnal SINTA pada peringkat tinggi, dan mencapai beragam luaran dari satu kegiatan penelitian menjadi lebih besar.
Semakin berkualitas publikasi ilmiah yang dihasilkan, maka visibilitas dan dampak lebih optimal. Peluang meraih sitasi tinggi juga lebih besar. Sehingga menjadi combo yang berdampak lebih signifikan pada kenaikan SINTA Score.
5. Melakukan Self Citation dengan Etis
Selanjutnya, adalah dengan melakukan self citation (swasitasi/sitasi diri). Melalui sitasi diri, maka tentunya akan membantu meningkatkan jumlah sitasi pada publikasi ilmiah yang dihasilkan. Hal inilah yang membuatnya bisa membantu meningkatkan SINTA Score.
Hanya saja, sitasi diri tetap harus dilakukan secara etis. Pertama, sitasi diri hanya dilakukan sesuai kebutuhan. Sehingga wajar, tidak berlebihan karena bisa berdampak pada self plagiarism. Tentunya menjadi pelanggaran etika dan bisa berdampak buruk pada reputasi maupun karir akademik dosen.
Kedua, sitasi diri hanya bisa dilakukan untuk publikasi ilmiah yang ada keterkaitan. Sehingga ada data dari publikasi sebelumnya yang memang tepat untuk dikutip. Kesesuaian ini penting agar kutipan menyempurnakan naskah di publikasi ilmiah baru yang akan dihasilkan. Bukan asal comot dan menurunkan kualitasnya.
6. Rutin Mempromosikan Publikasi yang Dihasilkan
Strategi selanjutnya dalam upaya meningkatkan SINTA Score adalah dosen ikut mempromosikan publikasi ilmiah yang dihasilkan. Publikasi ilmiah memang bisa dijangkau target pembaca tanpa perlu dosen turun langsung dalam promosi.
Pasalnya, promosi tersebut biasanya sudah diurus oleh pengelola prosiding, jurnal, maupun pihak penerbit buku. Hanya saja, optimasi promosi tentu langkah yang tepat. Sehingga pembaca lebih banyak, potensi sitasi bisa menjadi lebih tinggi.
Promosi prosiding, jurnal, dan buku ilmiah yang sudah diterbitkan bisa dilakukan dosen dalam berbagai cara. Misalnya menjadi bahan konten untuk akun media sosial dosen, menjadi artikel di blog pribadi, promosikan kepada mahasiswa, dan lain sebagainya.
Semakin banyak yang tahu, maka akan semakin banyak pembaca. Sehingga peluang ada sitasi yang bertambah juga lebih besar. Hal ini yang akan mempengaruhi SINTA Score.
7. Bekerjasama dengan Penerbit dengan Jaringan Luas
Strategi berikutnya adalah dengan bekerja sama bersama penerbit buku dengan jaringan yang luas. Khusus untuk publikasi ilmiah berbentuk buku, para dosen perlu teliti memilih penerbit.
Tidak hanya sekadar yang kredibel dan legalitasnya terjamin. Namun juga mengutamakan penerbit dengan jaringan yang luas. Tujuannya agar buku tersebut bisa masuk ke berbagai toko buku daring dan luring.
Sekaligus bisa masuk platform jual beli buku digital. Misalnya di Google Books dan bahkan di Amazon. Ada juga penerbit yang membantu memastikan buku yang diterbitkan terdata di profil Google Scholar. Sehingga sitasi pada buku terbaca dan kemudian meningkatkan SINTA Score.
Maksimalkan Hasil Penelitian Anda dengan Diterbitkan Menjadi Buku Ilmiah!
Secara umum, setiap kegiatan tri dharma yang dijalankan dosen bisa menghasilkan publikasi berbentuk buku ilmiah. Namun, khusus untuk penelitian memiliki nilai tambah tersendiri. Pertama, penerbitan buku berisi hasil penelitian diakui sebagai luaran tambahan. Sehingga menjadi bentuk pencapaian dosen yang bersangkutan.
Kedua, luaran penelitian dalam bentuk 2 publikasi ilmiah sekaligus (misalnya jurnal dan buku ilmiah) sama-sama diakui dalam BKD. Sekaligus sama-sama diakui dalam penilaian angka kredit untuk AK Prestasi.
Ketiga, ada setidaknya 3 jenis buku ilmiah yang leluasa dipilih para dosen sebagai luaran penelitian. Jika disusun kolaboratif, bisa memilih buku referensi dan bunga rampai. Jika secara tunggal dan pembahasan mendalam, bisa menulis buku monograf.
Keempat, publikasi hasil penelitian berbentuk buku, baik terindeks Scopus maupun Google Scholar. Sama-sama membantu meningkatkan SINTA Score dosen. Semakin tinggi skornya, semakin banyak kesempatan akademik bisa diakses dosen. Mulai dari program hibah, tawaran menjadi mitra bestari, kolaborasi bergengsi, dll.
Kelima, menerbitkan buku ilmiah sebagai luaran penelitian menjadi satu-satunya yang memberi manfaat ekonomi bagi dosen. Publikasi di prosiding dan jurnal tidak memberikan royalti sebagaimana pada buku ilmiah. Jadi, menerbitkan buku bisa membantu dosen mendapatkan penghasilan tambahan atas kerja keras meneliti dan menyusun KTI.
Bagi para dosen yang kesulitan untuk mencapai luaran tambahan berbentuk penerbitan buku ilmiah. Misalnya karena keterbatasan waktu, desakan untuk fokus dulu pada penelitian, dan faktor lainnya. Maka jangan ragu untuk menggunakan jasa profesional.
Misalnya mengakses layanan Konversi KTI dari Penerbit Deepublish. Melalui layanan ini, luaran wajib penelitian yang Anda hasilkan akan dibantu dikonversi menjadi buku referensi maupun monograf. Kemudian sekaligus dibantu penerbitan dalam versi cetak, ebook, maupun keduanya dengan memenuhi standar Kemdiktisaintek.
Jadi, Anda bisa mengerjakan aktivitas akademik dan konversi dikerjakan tim ahli dari Deepublish. Informasi lebih rinci mengenai Konversi KTI bisa mengunjungi website maupun akun media sosial resmi Penerbit Deepublish.
FAQ (Frequently Asked Questions)
SINTA Score merupakan sistem penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja penelitian dan aktivitas tridharma dosen maupun peneliti. Skor ini menjadi salah satu indikator capaian akademik yang tercatat pada profil SINTA.
SINTA Score penting karena dapat berkaitan dengan peluang akademik, seperti pemenuhan syarat pengusulan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM), serta kesempatan akademik lainnya.
SINTA Score dihitung berdasarkan beberapa unsur, seperti jumlah dokumen artikel jurnal di Scopus, dokumen nonjurnal di Scopus, jumlah sitasi Scopus, sitasi Google Scholar, dan jumlah artikel pada jurnal SINTA.
Jurnal dan buku ilmiah sama-sama dapat mendukung peningkatan SINTA Score. Strategi yang lebih optimal adalah membangun rekam jejak publikasi dari keduanya secara beriringan karena memiliki kontribusi dan potensi sitasi masing-masing.
Dosen dapat meningkatkan SINTA Score dengan menjaga produktivitas tridharma, menghasilkan publikasi ilmiah secara konsisten, mengakses hibah, memaksimalkan luaran penelitian, membangun kolaborasi, dan meningkatkan sitasi secara etis.
Referensi:
- Frequently Asked Questions: Bagaimana Sinta Score dihitung? (n.d). Science and Technology Index. Diakses pada 28 September 2026 dari https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/home/faq
- Aziz, A. (2026). Mudah dan Efektif, Begini Tata Cara Menaikkan SINTA Score oleh Dosen Hingga Perguruan Tinggi. Diakses pada 28 September 2026 dari https://duniadosen.com/jurnal/cara-menaikkan-sinta-score/







